LATIHAN SOAL CPNS

PENGETAHUAN UMUM
Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 5, pilihlah satu jawaban yang paling tepat

1. Undang?undang pemerintah daerah yang pertama berlaku di Indonesia setelah zaman
kemerdekaan yang dikeluarkan pada tanggal 23 Nopember 1945 adalah:
A. UU No. 1 tahun 1945
B. UU No. 2 tahun 1945
C. UU No. 3 tahun 1945
D. UU No. 4 tahun 1945
E. UU No. 5 tahun 1945

2. Agama dapat dilihat sebagai salah satu sumber nilai yang ada dalam masyarakat, seperti yang
dapat kita lihat dalam studi Max Weber mengenai sekte Calvinisme, yang berarti bahwa:

A. Agama satu?satunya sumber nilai yang dipedomani masyarakat
B. Agama adalah sesuatu yang pantas dan berharga
C. Agama dapat mempengaruhi perilaku orang
D. Manusia berhasrat menguasai alam
E. Tanpa agama, gambaran tentang apa yang diinginkan tidak mungkin ada

3. Pada APBN tahun 1999/2000 terdapat uraian sumber pendapatan dan belanja negara seperti:
1. Hibah
2. Pembayaran bungan uang
3. Pajak perdagangan internasional
4. Bagian pemerintah atas laba BUMN
Dari uraian tersebut, yang termasuk sumber pendapatan negara adalah ???
A. 1, 2, 3, dan 4
B. 1, 3, dan 4
C. 1, 2, dan 3
D. 2, 3 dan 4
E. 1 dan 2

4. Istilah Pancasila pertama kali dikemukakan oleh:
A. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945 dalam sidang BPUPKI
B. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 01 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI
C. Ir. Soekarno pada tanggal 29 Mei 1945 dalam sidang BPUPKI
D. Ir. Soekarno pada tanggal 01 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI
E. Ir. Soekarno pada tanggal 01 Juni 1945 dalam sidang PPKI

5. Negara?negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat mengenal doktrin politik luar negeri
yang bercirikan:
A. Democratic peace, Good Governance, Ethical Foreign policy
B. Democratic peace, Ethical Foreign policy, Humanitarian Intervention
C. Good Governance, Human Right, Humanitarian Intervention
D. Ethical Foreign policy, Good Governance, Human Right
E. Humanitarian Intervention, Democratic peace, Good Governance
Untuk soal nomor 6 sampai dengan nomor 17, pilihlah jawaban yang benar dengan menggunakan
petunjuk di bawah ini:
A. Jika jawaban 1, 2 dan 3 benar.
B. Jika jawaban 1 dan 3 benar
C. Jika jawaban 2 dan 4 benar
D. Jika jawaban hanya 4 yang benar
E. Jika jawaban semuanya benar

6. Prinsip?prinsip yang terkandung dalam Demokrasi Pancasila adalah:
1. Pemerintah berdasar atas hukum
2. Peradilan yang bebas dan merdeka dari pengaruh kekuasaan legislative
3. Prinsip multi partai
4. Sistem pemerintahan parlementer

7. Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonomi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan
Pemerintah Nomor 25 tahun 2001, mencakup kewenangan diantaranya:
1. Kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas Kabupaten atau Kota
2. Pelaksanaan kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan oleh Kabupaten atau
Kota
3. Kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya
4. Kewenangan di luar kewenangan pemerintah pusat

8. Berkaitan dengan konsep perdagangan internasional dewasa ini, Negara?negara di dunia dibagi
berdasarkan wilayah untuk mendukung perdagangan dunia. Indonesia sebagai salah satu
Negara anggota ASEAN termasuk dalam kelompok:
1. APEC
2. NAFTA
3. AFTA
4. MEE

9. Sebagai bentuk hubungan pusat dan daerah berdasarkan UU No. 32 Th. 2004, Pemerintah Pusat
memungkinkan untuk memberikan sanksi kepada daerah dalam bentuk:
1. Pembatalan pengangkatan pejabat
2. Penangguhan gaji tunjangan pejabat public
3. Penangguhan berlakunya Perda
4. Pengurangan dana alokasi khusus

10. Sikap chauvinistic bertentangan dengan ajaran Pancasila, terutama sila :
1. Kelima
2. Kedua
3. Keempat
4. Ketiga

11. Pada Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 1959, Presiden Soekarno menyampaikan Pidato yang
diberi Judul ?Penemuan Kembali Revolusi Kita? atau biasa disebut Manifesto Politik (Manipol),
yang intinya adalah:
1. UUD 1945
2. Sosialisme Indonesia
3. Demokrasi Terpimpin
4. Ekonomi Terpimpin
12. Ciri?ciri sistem ekonomi kapitalis, adalah:
1. Penjamin atas hak milik perseorangan
2. Pemberian kebebasan penuh
3. Persaingan bebas
4. Pembatasan peran Negara dalam aktivitas ekonomi

13. Yang termasuk peran koperasi terhadap peningkatan kemakmuran rakyat adalah:
1. Menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan
2. Penyelenggara kehidupan ekonomi secara demokratis
3. Menciptakan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat
4. Menumbuhkan investor menanamkan modalnya

14. Sejak Pemerintah Indonesia mengubah kebijakan Kurs, yang sebelumnya ?mengikat? di era
pemerintahan Soeharto, kini kebijakan Kurs Indonesia telah mengalami perubahan yang cukup
signifikan terhadap pembangunan nasional. Kebijakan Kurs yang berlaku saat ini di Indonesia
adalah ??
1. Sistem ekonomi terpimpin
2. Sistem ekonomi pasar
3. Sistem mata uang jangkar
4. Sistem Kurs mengambang

15. Tokoh yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar Negara adalah ?
1. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyoningrat
2. Mr. Mohammad Yamin
3. Drs. Mohammad Hatta
4. Ir. Soekarno

16. Dalam kehidupan masyarakat antara suku bangsa yang satu dengan yang lainnya terdapat
perbedaan. Perbedaan itu disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut, kecuali:
1. Keadaan geografis yang berbeda
2. Agama yang berbeda
3. Latar belakang sejarah yang berbeda
4. Sistem kepercayaan yang berbeda

17. Nilai dasar wawasan kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki
dimensi manusia yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu:
1. Cinta tanah air dan bangsa
2. Demokrasi atau kedaulatan rakyat
3. Masyarakat adil dan makmur
4. Kesetiakawanan social
Untuk soal nomor 18 sampai dengan nomor 39 pilihlah jawaban yang benar dengan menggunakan
petunjuk di bawah ini:
A. Jika pernyataan pertama benar dan pernyataan kedua benar dan keduanya menunjukkan
hubungan sebab akibat
B. Jika pernyataan pertama dan pernyataan kedua benar tetapi keduanya tidak menunjukkan
hubungan sebab akibat
C. Jika pernyataan pertama benar dan pernyataan kedua salah
D. Jika pernyataan pertama salah dan pernyataan kedua benar
E. Jika pernyataan pertama dan kedua salah

18. Keberadaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sangat diperlukan dan secara tegas terdapat
dalam UUD 1945 hasil amandemen kedua.
SEBAB
Anggota DPR selama ini dipandang kurang bertanggung jawab dalam memperhatikan
kepentingan daerah.

19. Pemerintah saat ini semakin mendapat tekanan untuk menyelesaikan semua permasalahan
hukum
SEBAB
Kekuasaan pemerintah dalam bidang yudikatif menurut UUD 1945 pasca amandemen semakin
dibatasi

20. Produk Domestik Bruto (PDB) di negara?negara sedang berkembang umumnya lebih besar dari
pada Produk Nasional Brutonya (PNB)
SEBAB
Dalam menghitung GNP dengan cara/metode produksi, yang dihitung adalah nilai tambah tiap
industri/produksi.

21. Pemerintah Jepang mendorong terbentuknya BPUPKI sebagai langkah awal persiapan
kemerdekaan Indonesia
SEBAB
Jepang tidak ingin Indonesia kembali lagi jatuh ke tangan pemerintah Kolonial Belanda

22. Hak asasi manusia ialah hak?hak yang berhubungan dengan kebutuhan manusia, baik yang
bersifat lahiriah maupun rohaniah.
SEBAB
Kebutuhan rohaniah dan lahiriah seringkali diingkari oleh Negara

23. MPR mengeluarkan Ketetapan MPR RI No. III/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI
SEBAB
POLRI terkadang dilibatkan dalam tugas TNI seperti tugas perdamaian.

24. Politik luar negeri bebas dan aktif Indonesia bukanlah suatu politik netralisme
SEBAB
Politik bebas dan aktif senantiasa diarahkan untuk menempatkan Indonesia pada posisi obyek
dan bukan sebagai subyek dalam pergolakan politik internasional

25. Pemilihan Kepala Daerah secara langsung pada banyak daerah ditakutkan akan menimbulkan
konflik yang bersifat vertikal
SEBAB
Para kontestan pemilu disinyalir masih banyak yang menggunakan isu?isu yang sensitif yang
dapat menimbulkan konflik SARA

26. Kekuasaan presiden tidak terbatas
SEBAB
Presiden Republik Indonesia sebagai lembaga eksekutif berkedudukan sebagai Kepala
Pemerintahan dan Kepala Negara

27. Presiden member grasi dan rehabilitasi menurut hasil amandemen kedua UUD 1945 adalah
dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung
SEBAB
Presiden perlu dibantu lembaga lain untuk bertanggung jawab dalam hal pemberian grasi dan
rehabilitasi

28. Manajemen Kepegawaian menurut UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
menempatkan Gubernur, Bupati/Walikota sebagai pejabat Pembina Kepegawaian
SEBAB
Gubernur dan Bupati/Walikota merupakan jabatan politik di daerah

29. Pada tahun 1971 dalam KTT ASEAN II di Kualalumpur, Negara?negara di kawasan ASEAN
menyatakan bahwa wilayahnya merupakan Zone of peace, freedom and neutrality. Keputusan
tersebut sangat tepat dalam konteks perang dingin saat itu.
SEBAB
Negara?negara di kawasan ASEAN tak ingin mengalami penjajahan dalam bentuk apapun.

30. Kebijakan moneter adalah kebijaksanaan pemerintah yang ditujukan untuk mengatur
pengeluaran pemerintah
SEBAB
Kebijakan moneter dapat dijalankan dengan mengatur dan merubah tingkat cadangan minimum
bank?bank komersial

31. Penjelasan Undang?Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa di samping hukum dasar tertulis,
berlaku pula hukum dasar yang tidak tertulis
SEBAB
Hukum dasar tertulis dan hukum dasar tidak tertulis merupakan sumber dari segala sumber
hukum yang berlaku di Indonesia

32. Sistem pemerintahan daerah pada zaman Presiden Soeharto masih menggunakan sistem
sentralisasi
SEBAB
Sistem sentralisasi hanya tepat digunakan dalam Negara kesatuan seperti Indonesia

33. Semua anggota DPRD memiliki kecakapan yang sama terhadap bidang tugas maupun
pengelompokan tugas.
SEBAB
Anggota DPRD harus mampu membuat rancangan peraturan daerah, mengadakan pengawasan,
mengadakan penyelidikan dan mengajukan pernyataan pendapat.

34. Teori keunggulan komparatif menjelaskan bahwa semua negara bias memetik manfaat dengan
melakukan spesialisasi
SEBAB
Prinsip keunggulan komparatif menjelaskan mengapa Negara memproduksi berbagai macam
komoditi

35. Konstitusi Indonesia mengamanatkan bahwa hak asasi manusia tidak dapat dikurangi dalam
keadaan apapun.
SEBAB
Pasal 281 ayat (1) Undang?undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
mengamanatkan bahwa hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan
apapun.

36. Sistem nilai tukar yang digunakan Pemerintah Indonesia pasca krisis moneter 1997/1998 adalah
sistem kurs mengambang terkendali
SEBAB
Sistem kurs mengambang terkendali ditentukan oleh penawaran & permintaan nilai tukar uang
sampai terjadi keseimbangan di pasar valuta asing.

37. Koperasi di Indonesia menjadi sendi perekonomian Negara
SEBAB
Ciri masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bergotong royong

38. Asas nonretroaktif tidak berlaku dalam hukum pidana
SEBAB
Dalam hukum pidana berlaku asas legalitas

39. Di sejumlah daerah terjadi kasus pilkada yang menunjukkan bahwa tingkat kedewasaan
masyarakat dalam berdemokrasi belum matang.
SEBAB
Fungsi pendidikan politik yang diperankan oleh partai politik belum berjalan efektif sebagai
akibat sistem pendidikan nasional yang tidak berbasis kompetensi

 

 

SKALA KEMATANGAN
66. Dalam suatu rapat pimpinan, ada sejawat saya yang tidak sependapat dengan usulan saya. Sikap
saya adalah ???
A. Dengan senang hati mempertimbangkan pendapat orang tersebut
B. Bersikeras agar usulan saya yang diterima
C. Meninggalkan ruang rapat dan tidak kembali lagi
D. Mempertimbangkan pendapat tersebut dengan melihat siapa orangnya
E. Tetap beranggapan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah

67. Saya baru saja dimutasikan ke unit lain yang sama sekali baru bagi saya. Sikap saya adalah ?
A. Berusaha memahami mekanisme kerja unit melalui arsip dan aturan kebijakan
B. Jarang masuk karena belum jelas apa yang harus dikerjakan
C. Duduk?duduk saja sambil menunggu perintah atasan
D. Berusaha mempelajari dan memahami mekanisme kerja unit melalui rekan sejawat
E. Mengamati proses pekerjaan yang dilakukan rekan sejawat
68. Sikap saya terhadap perubahan?perubahan, ide?ide baru dan cara?cara baru dalam
melaksanakan suatu pekerjaan adalah?
A. Stabilitas dalam bekerja lebih penting
B. Perubahan adalah sesuatu yang pasti
C. Perubahan bukan jaminan keberhasilan pekerjaan
D. Dengan adanya perubahan, kondisi kerja pasti lebih baik
E. Keberhasilan pekerjaan tergantung jenis perubahan, ide, dan cara?cara baru tersebut
69. Saya diutus mengikuti suatu diklat. Oleh panitia penyelenggara saya ditempatkan sekamar
dengan orang yang tidak saya kenal yang berasal dari kota lain. Sikap saya adalah?
A. Mengajukan keberatan tetapi akhirnya menerima aturan panitia
B. Protes keran dan minta ditempatkan sendiri saja
C. Mengajukan keberatan dan minta ditempatkan dengan minimal orang yang dikenal
D. Menerima aturan panitia dan berusaha mengenal dan memahami teman sekamar
E. Menerima aturan panitia
70. Terjadi pergantian pimpinan di unit kerja saya. Sikap saya adalah ?
A. Tidak peduli
B. Berusaha mengenal dan memahami visi dan misi pimpinan baru
C. Tidak berusaha mendekati pimpinan baru karena takut dicap penjilat
D. Berusaha mengenal pribadi pimpinan baru
E. Pergantian pimpinan itu sesuatu yang biasa
71. Draft laporan yang dibuat oleh tim kerja saya ditolak oleh atasan karena dianggap kurang visibel.
Sikap saya adalah ?
A. Segera melakukan perbaikan atas draft laporan dan mengajukan kembali
B. Menyalahkan rekan sejawat yang sama?sama mengerjakannya
C. Menerima penolakan tetapi tidak melakukan tindak lanjut
D. Berusaha mencari alasan seperti sedikitnya waktu untuk mengerjakannya
E. Menerima penolakan dan berusaha memperbaiki
72. Tetang perubahan yang terjadi dalam organisasi, pendapat saya adalah ?
A. Perubahan adalah sesuatu yang lumrah
B. Menjaga stabilitas organisasi dengan sedapat mungkin menghindari perubahan
C. Pegawai tidak boleh terlalu kreatif menciptakan perubahan
D. Organisasi harus menjadi ?learning organization?
E. Setiap individu dalam organisasi harus terbiasa dengan perubahan
73. Saya menggunakan kendaraan dinas tanpa sepengetahuan Kepala Kendaraan pada Hari Libur.
Secara tidak sengaja saya menabrakkan kendaraan tersebut. Tindakan saya adalah:
A. Diam?diam menyimpan kendaraan tersebut karena tidak seorang pegawaipun yang tahu
kalau saya menggunakannya
B. Membawa kendaraan tersebut ke bengkel, melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan
serta menyerahkan segala keputusan kepada pimpinan
C. Mencoba memperbaiki sendiri kendaraan tersebut
D. Melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan siap menerima hukuman/petunjuk dari
pimpinan
E. Membawa kendaraan tersebut ke bengkel atas biaya pribadi dan mengembalikannya
dengan diam?diam
74. Saya mendapat teguran langsung dari pimpinan atas kesalahan yang bukan hanya saya seorang
diri sebagai pelakunya. Reaksi saya adalah ?
A. Membantah secara tegas agar pada kesempatan lain pimpinan tidak semena?mena
menyalahkan
B. Diam saja, karena membantah hanya akan menambah rumit permasalahan
C. Menerima teguran tersebut dan mencoba menjadikannya sebagai pelajaran berharga, tetapi
tetap mengadukan pegawai lain yang turut bersalah agar saya tidak menjadi korban seorang
diri
D. Membantah dan mengadukan pegawai lain yang juga bersalah agar mereka juga bisa belajar
dari kejadian ini
E. Menerima teguran tersebut dan mecoba menjadikannya sebagai pelajaran berharga tanpa
perlu mengadukan pegawai lain yang turut bersalah
75. Dalam rapat staf dan pimpinan, pendapat saya dikritik keras oleh peserta rapat lainnya. Respon
saya adalah ?
A. Mencoba sekuat tenaga mempertahankan pendapat saya
B. Menyerang semua peserta yang mengeritik pendapat saya
C. Mencoba mempelajari kritikan tersebut dan berbalik mengkritik dengan tajam
D. Menerima kritikan tersebut sebagai masukan
E. Diam saja
76. Salah seorang rekan kerja saya mendapat promosi sedangkan menurut penilaian saya,
kemampuannya tidak lebih baik dari saya. Respon saya adalah ?
A. Menggunakan berbagai cara agar dapat menggeserkan posisi rekan tersebut
B. Bekerja lebih giat dan menunjukkan kinerja terbaik saya
C. Menghadap pimpinan dan memprotes promosi tersebut
D. Tetap bekerja seperti biasa
E. Menerima keadaan tersebut tetapi tidak akan mengikuti perintah rekan tersebut
77. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya dan saya merasa
stress karena dikejar?kejar deadline. Respon saya adalah ?
A. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusaha memenuhi target deadlin
B. Hanya mengerjakan tugas yang saya senangi
C. Mengkonsumsi obat suplemen agar mendongkrak tenaga saya untuk menyelesaikan semua
tugas
D. Mengerjakan semua tugas sambil menggerutu dan marah?marah
E. Mengerjakan semua tugas setengah?setengah saja, yang penting sudah dianggap
bertanggung?jawab
78. Ketika sedang melakukan presentasi, saya menerima pesan singkat (SMS) yang mengabarkan
bahwa anak saya diopname di rumah sakit. Reaksi saya adalah ?
A. Menghentikan presentasi dan langsung menuju rumah sakit
B. Mencari tahu kondisi anak saya kemudian memutuskan apakah tetap presentasi atau ke
rumah sakit
C. Membalas SMS dan melanjutkan presentasi
D. Melanjutkan presentasi
E. Menghentikan presentasi dan mencari tahu kondisi anak saya
79. Saya ditugaskan untuk memimpin tim kerja dengan batas waktu yang sangat ketat. Anggota tim
kerja memperlihatkan sikap tidak peduli dengan tugas yang diemban. Sikap saya adalah :
A. Bekerja sendiri yang penting tugas selesai
B. Mengancam mengeluarkan anggota yang tidak serius dari tim kerja
C. Melaporkan mereka pada pimpinan agar diberi sanksi
D. Membagi tugas secara adil dan memotivasi anggota untuk menyelesaikannya
E. Menasehati mereka agar sadar akan penyelesaian tugas yang diembannya
80. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi
organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, saya senang ?
A. Bekerja dengan standar hasil yang tinggi
B. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru
C. Pekerjaan yang rutin
D. Pekerjaan yang menantang
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih
81. Setiap hari kerja saya masuk kantor paling cepat dibandingkan pegawai lainnya. Yang saya
lakukan setelah tiba adalah ?
A. Masuk ke ruangan dan membaca koran
B. Santai di luar gedung kantor untuk menikmati udara pagi
C. Masuk ke ruangan dan mengobrol dengan rekan sejawat
D. Masuk ke ruangan dan membuat rencana kerja
E. Masuk ke ruangan dan memulai pekerjaan yang tertunda kemarin
82. Saya diminta untuk lembur kerja sedangkan saya sudah berjanji kepada anak saya untuk
mengantarnya ke pesta ulang tahun sahabatnya. Sikap saya adalah ?
A. Pulang dengan diam?diam, tanpa sepengetahuan pimpinan
B. Berpura?pura sakit agar dapat diizinkan untuk segera pulang
C. Menghubungi anak saya menjelaskan bahwa saya akan sedikit terlambat menemuinya
D. Tinggal bekerja lembur
E. Meminta izin pimpinan mengantar anak saya kemudian kembali ke kantor untuk bekerja
lembur
83. Bagi saya untuk menjadi pegawai negeri sipil yang sukses, saya harus melakukan ?
A. Mengikuti perintah dan arahan pimpinan secara loyal dan penuh kepatuhan
B. Melakukan pekerjaan yang terbaik dengan standar kinerja yang tinggi
C. Mengembangkan hal?hal baru yang belum pernah diciptakan sebelumnya
D. Menciptakan hubungan baik dengan setiap orang, rekan kerja dan pimpinan
E. Bekerja sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan
84. Menurut saya, bekerja merupakan upaya untuk meraih keseksesan. Untuk itu upaya saya adalah
?
A. Bekerja dengan cermat dan berusaha menjadi terbaik dan diakui
B. Berusaha menyingkirkan orang yang saya anggap menghalangi upaya saya
C. Bekerja sepenuh hati
D. Bekerja sampai larut malam
E. Bekerja berdasarkan kontrak kinerja
85. Saya ditawarkan oleh pimpinan untuk melanjutkan studi di provinsi lain atas biaya kantor. Saat
ini saya baru saja dikaruniai bayi kembar yang masih membutuhkan perhatian saya. Keputusan
saya adalah ?
A. Menolak tawaran tersebut
B. Menerima tawaran tersebut dengan konsekuensi mengikutkan keluarga merupakan
tanggung jawab saya
C. Menerima tawaran tersebut dengan permohonan agar keluarga dapat ikut saya dengan
tambahan biaya hidup
D. Menolak tawaran tersebut namun mohon kebijakan pimpinan jika ada kesempatan lagi saya
dapat diikutkan
E. Menerima tawaran tersebut dan dengan berat hati meninggalkan keluarga
86. Menurut saya, sepuluh tahun setelah saya diangkat sebagai PNS, saya akan menjadi ?
A. Pejabat struktural atau tenaga fungsional yang profesional dalam bidangnya
B. Bukan PNS lagi
C. PNS masih sebagai pelaksana di unit yang pertama kali saya diterima
D. Belum tahu karena sepenuhnya tergantung pada nasib
E. PNS masih sebagai pelaksana di unit lain yang sesuai dengan kompetensi saya
87. Saya ditugaskan pimpinan untuk menjadi notulen dalam rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan
Kepangkatan. Respon saya adalah ?
A. Berusaha menghindari rekan yang membujuk untuk mengetahui hasil keputusan rapat
B. Dengan bangga saya akan menceritakan kepada rekan sejawat saya hasil keputusan rapat
C. Memberitahukan anggota keluarga tentang hasil keputusan rapat
D. Memberitahu sahabat saya dikantor tentang hasil keputusan rapat
E. Tidak akan membocorkan hasil keputusan rapat karena bukan wewenang saya
88. Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang kebetulan ada kaitannya dengan hal?hal
yang menjadi kewajiban saya, maka saya ?
A. Mencari kambing hitam penyebab masalah
B. Akan bertanggung jawab
C. Membiarkan masalah tetap berlangsung
D. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber masalah
E. Melihat sejauh mana apakah saya terlibat di dalamnya
89. Saya sedang mengerjakan pekerjaan kantor, yang harus selesai besok pagi. Tiba?tiba teman
datang dengan wajah cemberut dan tampaknya ingin mengeluarkan isi hatinya kepada saya.
Atas kejadian itu saya ?
A. Memohon kepadanya untuk tidak mengganggu saya karena sedang sibuk
B. Meninggalkan pekerjaan saya dan mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
C. Meninggalkan pekerjaan serta memberi berbagai alternatif penyelesaian
D. Tetap mengerjakan sambil mendengarkan ceritanya
E. Meneruskan pekerjaan dan berusaha untuk tidak memperdulikan keinginan teman saya
90. Saya dipercayakan mengelola kegiatan yang belum dipublikasikan dan masih harus dijaga
keharasiaannya. Ketika saya berada di antara teman?teman dekat di kantor, saya ?
A. Suka menerima masukan demi masukan dalam rangka pengembangan tugas baru saya
B. Membicarakan hal?hal lain yang tidak ada kaitannya dengan tugas baru saya
C. Membatasi pembicaraan agar tidak menyangkut ke hal?hal tugas baru saya
D. Akan merasa gelisah dan kurang senang bila mereka mulai membicarakan tugas baru saya
E. Akan mengalihkan ke pembicaraan lain bila mereka sudah mulai menyinggung tugas baru
saya
91. Organisasi sedang mengalami permasalahan internal seputar manajemen keuangan. Pendapat
saya terhadap kondisi ini adalah ?
A. Saya akan menjaga kerahasiaan permasalahan yang terjadi dan mencoba memberikan
alternatif solusi kepada pimpinan
B. Seharusnya pimpinan puncak dapat menindak tegas yang terlibat dalam masalah ini
C. Tidak mempersoalkan masalah tersebut karena bukan bagian tugas saya
D. Pastikan bahwa kepala keuangan bertanggungjawab penuh terhadap masalah ini
E. Perlu membeberkan permasalah kepada seluruh jajaran organisasi
87. Saya ditugaskan pimpinan untuk menjadi notulen dalam rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan
Kepangkatan. Respon saya adalah ?
A. Berusaha menghindari rekan yang membujuk untuk mengetahui hasil keputusan rapat
B. Dengan bangga saya akan menceritakan kepada rekan sejawat saya hasil keputusan rapat
C. Memberitahukan anggota keluarga tentang hasil keputusan rapat
D. Memberitahu sahabat saya dikantor tentang hasil keputusan rapat
E. Tidak akan membocorkan hasil keputusan rapat karena bukan wewenang saya
88. Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang kebetulan ada kaitannya dengan hal?hal
yang menjadi kewajiban saya, maka saya ?
A. Mencari kambing hitam penyebab masalah
B. Akan bertanggung jawab
C. Membiarkan masalah tetap berlangsung
D. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber masalah
E. Melihat sejauh mana apakah saya terlibat di dalamnya
89. Saya sedang mengerjakan pekerjaan kantor, yang harus selesai besok pagi. Tiba?tiba teman
datang dengan wajah cemberut dan tampaknya ingin mengeluarkan isi hatinya kepada saya.
Atas kejadian itu saya ?
A. Memohon kepadanya untuk tidak mengganggu saya karena sedang sibuk
B. Meninggalkan pekerjaan saya dan mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
C. Meninggalkan pekerjaan serta memberi berbagai alternatif penyelesaian
D. Tetap mengerjakan sambil mendengarkan ceritanya
E. Meneruskan pekerjaan dan berusaha untuk tidak memperdulikan keinginan teman saya
90. Saya dipercayakan mengelola kegiatan yang belum dipublikasikan dan masih harus dijaga
keharasiaannya. Ketika saya berada di antara teman?teman dekat di kantor, saya ?
A. Suka menerima masukan demi masukan dalam rangka pengembangan tugas baru saya
B. Membicarakan hal?hal lain yang tidak ada kaitannya dengan tugas baru saya
C. Membatasi pembicaraan agar tidak menyangkut ke hal?hal tugas baru saya
D. Akan merasa gelisah dan kurang senang bila mereka mulai membicarakan tugas baru saya
E. Akan mengalihkan ke pembicaraan lain bila mereka sudah mulai menyinggung tugas baru
saya
91. Organisasi sedang mengalami permasalahan internal seputar manajemen keuangan. Pendapat
saya terhadap kondisi ini adalah ?
A. Saya akan menjaga kerahasiaan permasalahan yang terjadi dan mencoba memberikan
alternatif solusi kepada pimpinan
B. Seharusnya pimpinan puncak dapat menindak tegas yang terlibat dalam masalah ini
C. Tidak mempersoalkan masalah tersebut karena bukan bagian tugas saya
D. Pastikan bahwa kepala keuangan bertanggungjawab penuh terhadap masalah ini
E. Perlu membeberkan permasalah kepada seluruh jajaran organisasi
97. Atasan yang saya sukai adalah yang ?
A. Sangat disiplin dan selalu meminta saya menunggu keputusan yang diambilnya sebelum
suatu pekerjaan dilaksanakan
B. Selalu menanyakan pendapat dan ide dari saya sebagai bahan masukan untuk suatu
pekerjaan yang dilakukannya
C. Senantiasa mendelegasikan wewenangnya pada saya
D. Tidak terlalu membantu saya menyelesaikan tugas, namun sebaliknya berharap saya
mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa sering berkonsultasi kepadanya
E. Selalu member petunjuk yang jelas atas pekerjaan yang akan saya kerjakan
98. Saya ingin rekan?rekan kerja saya melihat kualitas diri saya yang terbaik sebagai seorang yang ?
A. Inovatif dan kreatif
B. Disiplin dan penurut
C. Mampu beradaptasi dan ramah
D. Dapat memutuskan sendiri dan realistis
E. Percaya diri dan mandiri
99. Kondisi kerja yang paling saya harapkan adalah kondisi yang ?
A. Menghasilkan pendapatan tambahan bagi saya
B. Menyediakan stabilitas pekerjaan kepada saya
C. Memberikan kemungkinan promosi jabatan bagi saya
D. Memberi kesempatan kepada saya untuk beraktualisasi diri
E. Memotivasi saya untuk bekerja lebih giat
100. Pimpinan kantor menggelar rapat kerja membahas penyusunan rencana kerja untuk
tahun anggaran depan. Setiap pegawai diharapkan mempersiapkan usulan untuk kegiatan tahun
depan. Respon saya adalah ?
A. Berminat mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan meskipun nantinya ide
tersebut tidak diterima
B. Tidak berminat sama sekali untuk mengajukan suatu ide kegiatan
C. Akan mengajukan suatu ide kegiatan jika diminta oleh pimpinan
D. Mungkin berminat untuk mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan tergantung

 

soto sulung

1 liter air untuk merebus jeroan
1,5 liter air untuk merebus daging
3 lembar daun jeruk
2 batang serai, ambil putihnya, memarkan
2 cm jahe, memarkan
300 gram jeroan sapi (paru, babat dan hati )
3 cm jahe, memarkan
2 lembar daun salam
1 liter air
5 sendok makan minyak goreng

Bumbu di Haluskan:
2 sendok teh lada
2 sendok makan garam
3 cm kunyit
5 buah kemiri
5 siung besar bawang putih
8 siung bawang merah

Bumbu Pelengkap:
3 butir telur rebus, potong juring
1 buah jeruk nipis, potong-potong sambal cabai rawit bawang goreng secukupnya
daun bawang, iris daun seledri , iris halus kerupuk udang -goreng

Cara Membuatnya:
a. Didihkan 1500 ml air, rebus daging sampai lunak, angkat dagingnya dan gunakan airnya untuk kuah.
b. Rebus jeroan sapi ditambah jahe dan daun salam sampai lunak, buang air rebusannya, potong-potong jeroan rebus.
c. Tumis bumbu halus, daun jeruk, serai, dan jahe sampai matang, tambahkan kaldu daging dan air, didihkan. Tambahkan daging rebus dan jeroan rebus. Masak sampai bumbu meresap.
d. Hidangkan selagi panas dengan pelengkap.

PAIKEM Mojokerto 2011

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Tugas guru satuan pendidikan tidak hanya melakukan pembelajaran yang bersifat kovensional  namun lebih luas dalam PBM. Pada pengembangan kompetensi guru, terutama kompetensi profesional dan pedagogic berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif.

Salah satu pendekatan dan strategi yang harus dikuasi guru adalah Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, atau yang dikenal dengan PAIKEM, Penguasaan guru berkenaan dengan PAIKEM ini diharapkan mampu menstimulasi terciptanya dinamika pembelajaran yang sehat dan kondusif yang bermuata pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar.

  1. Kompetensi yang Diharapkan

Setelah mengikuti pelatihan ini guru diharapkan dapat melaksankan pembelajaran ,  dan menggunakan pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis, kreatif, inovatif, mampu memecahkan masalah melalui mata-mata pelajaran yang relevan.

  1. Ruang Lingkup Materi

Bahan ajar ini secara spesifik membahas hal-hal yang terkait konsep dasar dan implementasi PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah, dengan ruang lingkup sebagai berikut :

  1. Latar belakang pentingnya pembelajaran PAIKEM
  2. Konsep Dasar PAIKEM
  3. Tujuan PAIKEM
  4. Prinsip-prinsip PAIKEM
  5. Karakteristik PAIKEM
  6. Implementasi PAIKEM
  7. Penjelasan kompetensi yang diharapkan, ruang lingkup materi, , alokasi waktu serta strategi pembelajaran.
  8. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan materi yang PAIKEM.
  9. Penyampaian Materi , dengan menggunakan pendekatan andragogi, diskusi, dan praktik pengembangan strategi pembelajaran.
  10. Refleksi
  11. Penutup
  1. Langkah-langkah Pembelajaran

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : KONSEP DASAR PAIKEM

Konsep dasar PAIKEM membahas latar belakang pentingnya PAIKEM dalam pembelajaran, tujuan, prinsip, dan karakteristik PAIKEM,

  1. Intisari Materi
  1. Pentingnya PAIKEM dalam Pembelajaran

Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya, oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan ide-ide, dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide, dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar, yaitu: (1) belajar isyarat, (2) stimulus-respon, (3) rangkaian gerak, (4) rangkaian verbal, (5) membedakan, (6) pembentukan konsep, (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving).

Di lihat dari urutan belajar, belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks, Dalam tipe belajar pemecahan masalah, siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah.

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemadirian sesuai denganbakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

  1. Makna Pengertian PAIKEM

PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inspiratif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.

  1. Tujuan PAIKEM

Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality), ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Dalam pembelajaran pemecahan masalah, siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta  sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri, umpamanya masalah kemiskinan, kejahatan, kemacetan lalu lintas, pembusukan makanan, wabah penyakit, kegagalan panen, pemalsuan produk, atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi, Dsb..

  1. Prinsip-Prinsip PAIKEM

Prinsip pembelajaran aktifi, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang merujuk pada pembelajaran dengan basis kompetensi memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan.
  2. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam.
  3. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan.
  4. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah, menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating).
  5. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajaran beragam bagi perserta didik.

 

  1. Karakteristik PAIKEM

Sesuai dengan singkatan PAIKEM, maka pembelajaran yang berfokus pada siswa, makna, aktivitas, pengalaman dan kemandirian siswa, serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami,  komunikasi, interaksi dan refleksi.

  1. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain:
  • Melakukan pengamatan
  •  Melakukan percobaan
  • Melakukan penyelidikan
  • Melakukan wawancara
  •  Siswa belajar banyak melalui berbuat
  •  Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.
  1. Komunikasi, bentuknya antara lain:
  • Mengemukakan pendapat
  • Presentasi laporan
  • Memajangkan hasil kerja
  • Ungkap gagasan
  1. Interaksi, bentuknya antara lain:
  • Diskusi
  • Tanya jawab
  • Lempar lagi pertanyaan
  • Kesalahan makna berpeluang terkoreksi
  • Makna yang terbangun semakin mantap
  • Kualitas hasil belajar meningkat
  1. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.
  • Mengapa demikian?
  • Apakah hal itu berlaku untuk …?
  • Untuk perbaikan gagasan/makna
  • Untuk tidak mengulangi kesalahan
  • Peluang lahirkan gagasan baru

 

  1. Contoh Kasus

Sebagai bahan kajian berikut ini disajikan sejumlah pandangan, persepsi, atau bahkan kesalahpahaman berkenaan dengan implementasi PAIKEM di sekolah.

  1. PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat.
  2. PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah.
  3. PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  4. PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi.

 

KEGIATAN PEMBELARAN II : IMPLEMENTASI PAIKEM DI SEKOLAH

 

A. Intisari Materi

Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan  bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD), dan kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proseseksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.      Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

  1.  menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses   pembelajaran;
  2.  mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait­kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  3. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
  4. menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai  silabus.

 

Adapun kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Maksud dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut.

1. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  1. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  2. menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  3. memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  4. melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
  5. memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

2. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  1. membiasakan peserta didik membaca dan me­nulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  2. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  3. memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  4. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;
  5. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  6. rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  7. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok;
  8. memfasilitasi peserta didik melakukan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan;
  9. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.
    1. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  1. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,  isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  2. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,
  3. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  4. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

1)   berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;

2)   membantu menyelesaikan masalah;

3)   memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi;

4)  memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;

5)   memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Dalam kegiatan penutup, guru:

1)     bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

2)     melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsis­ten dan terprogram;

3)     memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

4)      merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas balk tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

Pendidikan Jasmani Olahraga

OLAHRAGA PERMAINAN

Pengertian Bermain

Bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan, bahkan bagi anak-anak hampir sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Hal ini sangat penting bagi dirinya dan merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan bagi orang-orang dewasa bermain dapat menyalurkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, juga untuk melatih diri dalam hidup bermasyarakat. Dengan bermain dapat dikembangkan kestabilan dan pengendalian emosi yang sangat penting bagi keseimbangan mental. Disamping itu juga dapat dikembangkan kecepatan proses berfikir. Ini disebabkan karena di dalam permainan banyak sekali problema-problema yang harus dipecahkan secara cepat dan tepat.

Pada umumnya permainan dibagi menjadi dua yaitu permainan kecil dan permainan besar.

  1. 1. Permainan Kecil (Permainan Tradisional)

Permainan kecil adalah suatu bentuk permainan yang tidak mempunyai peraturan baku, baik mengenai peraturan permainannya, alat-alat yang digunakan, ukuran lapangan, maupun lama permainannya. Hal ini dapat disesuaikan dengan keadaan atau situasi. Disamping itu belum mempunyai induk organisasi baik yang bersifat nasional maupun internasional.

Sasaran Permainan Kecil (Tradisional)

1)      Sasaran jasmani

  1. Peningkatan kekuatan otot

Dalam bermain anak akan berlari, meloncat, melompat, berjengket, mengangkat, mendorong dan menarik. Semua kegiatan ini tanpa disadarinya akan mempengaruhi otot-otot mereka akan lebih kuat.

  1. Daya tahan otot setempat

Anak yang bermain terus menerus dalam waktu yang lama, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk peningkatan daya tahan otot setempat.

  1. Daya tahan kardiovaskuler

Anak yang bermain gobak sodor akan mengalami lari cepat kemudian berhenti dan lari cepat lagi, dan terus menerus dilakukan berulang-ulang. Tanpa sengaja, anak berlatih secara interval. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi anak dalam peningkatan daya tahan.

  1. Kelentukan

Dalam permainan terdapat beberapa permainan yang memaksa anak untuk meliuk, memilin badan, membungkuk dan mengayunkan kaki. Semua ini akan meningkatkan anak dalam kelentukan tubuh yang sangat berguna dalam peningkatan gerak yang baik.

  1. Keterampilan gerak

Dengan meningkatnya unsur gerak, akan meningkatkan keterampilan gerak yang mengarah pada meningkatnya prestasi satu cabang olahraga.

2)      Sasaran psikis

Rasa bebas merupakan akibat psikis yang penting dalam bermain (Drijarkara, 1990:81). Selanjutnya, Drijarkara mengatakan bahwa permainan itu pembebasan, artinya pembebasan dari pamrih atau pembebasan daritujuan lain diluar tujuan bermain, hanya untuk memperoleh rasa senang dari tujuan bermain.

3)      Sasaran rasa social

Sudah jelas bahwa semua permainan membutuhkan teman untuk bermain. Anak membutuhkan orang lain dan dapat menilai orang lain serta dirinya sendiri. Akhirnya mereka membutuhkan orang lain. Selain itu, dalam bermain anak dapat bergaul dan menyatakan identitasnya atau kemampuannya dapat dikenal, dinilai dan dihargai teman.

4)      Sasaran rasa berketuhanan

Permainan bukan suatu kebaktian, tetapi dalam bermain anak akan memperolah suasana untuk mengagungkan Tuhan atau ritual.

Permainan kecil atau permainan tradisional ini bisa dilakukan dengan alat dan tanpa alat.

Berikut ini merupakan contoh Permainan Kecil dengan alat :

  1. A. Permainan Kasti

Peraturan

Sebelum pertandingan dimulai, diadakan oleh wasit untuk menentukan regu pemukul/regu penjaga.

  1. a. Regu Pemukul

a)      Regu terdiri dari 12 orang pemain

b)      Regu pemukul berkumpul di dalam ruang bebas. Giliran memukul bola sesuai dengan nomornya dan selama pertandingan tidak boleh berubah.

  1. b. Regu Lapangan/Penjaga

Anggota regu lapangan menempati tempatnya yang telah ditentukan sebelumnya, mereka dibenarkan berdiri dimana saja atau di dalam lapangan dengan ketentuan:

a)      Tidak boleh berdiri di ruang bebas

b)      Tidak ada pemain lain di dalam ruang pemukul, kecuali pelambung dan pembentunya

c)      Jalan lurus dari ruang pemukul ketiang pertolongann tidak boleh dirintangi

Lama bermain: 2 x 20 menit

Pelambung: Pelambung melambungkan bola dengan jalan mengayunkan dari bawah kearah pemukul. Waktu melambungkan tidak boleh melakukan gerakan berpura-pura. Bola dinyatakan lambungan betul apabila lambungan setinggi ketiak dan sebatas lutut pemukul.

  1. c. Perolehan Angka

Seorang pemukul akan mendapatkan nilai dua apabila ia dapat berlari dari ruang pemukul hingga kembali ke ruang bebas dengan selamat atas pukulannya sendiri. Jika perjalanan kembali ke ruang bebas atas pukulan teman, maka pelari mendapat nalai satu.

Bagi pemukul yang tidak bisa memukul dengan benar maka dia harus menuju ke tiang pertolongan dan harus menyelesaikan perjalanan ke ruang bebas dan tidak mendapatkan nilai.

Setiap anggota regu lapangan akan mendapatkan nilai satu, bila dapat melakukan tangkap bola. Pada akhir pertandingan salah satu regu mendapatkan nilai yang lebih besar dianggap sebagai pemenang dan apabila kedua regu mendapat nilai sama besar, maka regu yang mendapat nilai lari terbantak akan menjadi pemenang.

  1. d. Pergantian Tempat

Jika seorang regu pemukul terkena lemparan, maka saat itu juga regu lapangan menjadi regu lapangan dan regu lapangan menjadi regu pemukul.

  1. e. Pertukaran Bebas

Pertukaran bebas terjadi apabila :

a)      Setelah 5 bola tertangkap dan belum terjadi pertukaran bebas

b)      Jika pukulan terakhir dan pembebas tidak kena, maka bola di bakar di ruang bebas dan terjadi pertukaran tempat

c)      Jika pelari yang kembali keruang bebas melewati garis belakang lapangan

d)     Jika pemain dari regu pemukul keluar dari ruang bebas

e)      Jika pemain dari regu pemukul keluar dari lapangan

f)       Jika tongkat pemukul terlepas dari tangan pemukul

  1. f. Pembebas

Orang terakhir yang memukul dari regu pemukul disebut “Pembebas”. Pembebas berhak memukul sebanyak 3 kali.

  1. g. Membakar

-          Bila setelah pukulan ketiga dari pembebas, orang dari regu pemukul belum ada yang masuk ke ruang bebas, maka ruang bebas dapat dibakar oleh regu lapangan

-          Setiap pemain dari regu lapangan yang bisa masuk ke ruang bebas dengan membawa bola pukulan seorang dari regu pemukul dapat ditangkap dianggap telah membakar ruang bebas tersebut.

  1. B. Permainan Kiepers

Peraturan

Sebelum pertandingan dimulai, diadakan undian oleh wasit untuk menentukan regu pemukul dan regu lapangan.

  1. a. Regu pemukul

-          Jumlah pemain 12 orang

-          Tidak ada pelambung, pemukul melambung sendiri

-          Pemukul boleh berdiri dimana saja, asal masih berada di dalam ruang pemukul

-          Bila pukulan benar, dapat/boleh berlari ke ruang bebas. Tetapi jika dirasa kurang mampu/kurang berani boleh kembali ke ruang pemukul untuk menunggu kesempatan yang baik

-          Bila bola telah melewati garis pemukul, semua pelari yang menuju/kembali ke ruang bebas harue berhenti di tempat.

  1. b. Regu lapangan

-          Bola yang di pegang oleh semua pemain dari regu lapangan tidak boleh di bawah lari

-          Pada saat menangkap dan melempar bola harus dilakukan dengan satu tangan

-          Pada saat tangkapan yang ketiga bola harus dilempar tegak lusus keatas dan regu lapangan berusaha untuk menyelamatkan diri ke ruang bebas atau ke tiang bebas sehingga terjadi pergantian tempat

  1. c. Perolehan angka

-          Seseorang pemukul mendapatkan nilai 2 apabila dengan pukulannya sendiri dia bisa menuju tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dengan selamat

-          Seseorang pemukul mendapatkan nilai 1 apabila dia bisa memukul dengan benar dan menuju tiang bebas dan kembali ke ruang bebas atas bantuan teman.

-          Seseorang pemukul yang tidak bisa memukul dengan benar maka ia harus tetap berada diruang pemukul dan menunggu pukulan yang betul dari temannya untuk melanjutkan perjalanan ke tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dan tidak mendaptkan nilai.

-          Setiap regu lapangan yang berhasil menangkap bola mendapatkan nilai 1

-          Bila diakhir pertandingan regu yang mendapatkan nilai terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Dan jika nilai sama maka regu yang mendapat nilai lari terbanyank dinyatakan sebagai pemenang

  1. d. Pergantian tempat

-          Jika seorang dari regu pemukul terkena lemparan/take pada saat itu juga regu lapangan menjadi regu pemukul dan regu pemukul menjadi regu lapangan

-          Jika pemain pembebas tidak bisa mmukul dengan baik pada pukulan yang ketiga.

  1. C. Permainan Slag Ball

Jumlah pemain

-          Jumlah pemain tiap-tiap regu adalah 12

Jalannya permainan

-          No 1 dari party pemukulsebanyak pemukul, no 2 melambungkan bola, no 3 menjaga belakang

-          Setelah memukul betul, no 1 harus lari ke honk I, II, III dst. Ia harus menyentuh honk dan lari diluar garis segienam. Tetapi sudah harus hinggap sebelum alat pembakar berbunyi

-          Party lapangan berusaha menangkap bola dan melemparkannya ke pembakar agar alat pembakar segera dibunyikan

-          Pelari yang belum hinggap pada saat pembakar membakar dianggap mati

Memukul

-          Tiap pemain berhak memukul sebanyak 3x, tetapi bila pukulan ke 1 dan ke 2 sudah baik, ia harus lari ke honk 1

-          Pukulan dinyatakan betul, jika bola melalui garis batas pukulan dan jatuh/ditangkap atau mengenai pemain didalam (diantara) kedua garis salah

Pelari

-          Pada pukulan ketiga yang salah atau tidak kena, pemukul dianggap mati satu, ia harus ke honk 1, dan semua pelari yang ada tidak boleh lari ke honk depannya

-          Pada satu honk boleh berdiri lebih dari satu pelari dan diperbolehkan melalui pelari didepannya

-          Pelari yang sudah mati tidak mendapatkan nilai tetapi ia harus menyelesaikan semua honk, dan kemungkinan bisa menambah mati di tengah perjalanan

Nilai

-          Seorang pelari mencatat nilai 1 apabila pukulannya betul dan tidak mati selama menyelesaikan seluruh perjalanannya (sampai ke honk VI)

-          Dengan pukulan sendiri bisa sampai ke honk VI tanpa mati nilainya 2

-          Partai lapangan bisa menangkap bola nilainya 1

Pergantian

-          Setelah mati 10x atau tangkap bola 5x

-          Bila tinggal 1 orang saja di dalam ruang bebas sehingga tidak ada yang melambung

Mati

-          Setelah 3x pukulan salah

-          Setelah 3x pukulan tidak kena

-          Melemparkan kayu pemukul

-          Lari di dalam atau di atas garis segi enam

-          Tidak menyentuh honk pada saat melaluinya

-          Dibakar sebelum hinggap

-          Dengan sengaja menyepak bola

  1. D. Permainan Rounders

Alat-alat :

-          Kayu pemukul

-          Base

-          Bola

-          Tali panjang (untuk garis lapangan)

Peraturan Permainan :

Pemain :

Jumlah pemain tiap-tiap regu 12 orang atau minimal 8 orang

Bowler :

-          Bowler melambungkan bola dari tempatnya dengan ayunan tangan dari bawah ke base V

-          Selama persiapan melambungkan bola sampai lepas, kaki harus tetap hinggap di base

-          Bowler tidak diperbolehkan mengadakan gerak tipu lemparan. Ini merupakan pelanggaran dan diberikan hukuman 1 ball/

-          Bowler tidak boleh member putaran pada bola yang dilambungkan

-          Bowler tidak boleh memutar tangannya lebih dari 360 derajat sebelum bola lepas dari tangan

Lambungan yang betul

Yaitu jika bola tepat lewat diatas base V dan tingginya diantara lutut dan bahu si pemukul. Bila ia berdiri tegak, lambungan yang betul harus dipukul.

Lambungan yang salah :

-          Yaitu jika bola tidak memenuhi di atas (lambungan yang salah disebut ball)

-          Jika ada ball lima kali, pemukul boleh ke base I dengan bebas, dan ia membawa nilai (free walk)

Catcher :

Catcher adalah penjaga gawang. Tempatnya di belakang base V. pekerjaan utama adalah menangkap semua bola yang dilembungkan oleh bowler.

Base – Man :

Semua ada lima termasuk catcher. Tugas utama adalah membakar base (menginjak base dengan membawa bola) dan mengetik (menyentuh pelari dengan bola digenggam dan bola ini tidak boleh jatuh). (semua party lapangan boleh menginjak base)

Pukulan betul :

Pukulan betul adalah apabila bola jatuh, ditangkap atau mengenai orang di dalam lapangan antara kedua garis salah dan lanjutannya.

Pukulan salah :

Pukulan dikatakan salah apabila bola jatuh dan mengenai barang atau orang diluar garis salah dan lanjutannya.

Hak memukul :

Hak memukul tiga kali, akan tetapi pada pukulan pertama atau kedua yang betul, pemukul harus lari ke base I. pada pukulan ketiga tidak kena pemukul mati harus keluar dari lapangan

Menolak pukulan :

Lambungan yang salah boleh tidak dipukul, bila dipukul dianggap satu pukulan. Lambungan yang betul yang tidak dipukul dianggap satu pukulan juga ; pada saat itu wasit berseru “strike”.

Mati (out) :

Seorang pelari dianggap mati apabila:

  1. Ia disentuh dengan bola sebelum menginjak base yang dituju
  2. Ia belum sampai base yang dituju, edangkan base itu telah dibakar
  3. Ia tidak menginjak base yang dilewati
  4. Ia melalui pelari didepannya
  5. Ia menghindari ditik hingga menyimpang lebih dari 1 m diluar garis diantara kedua base
  6. Ia menyentuh bola hingga party lapangan mendapat kerugian karenanya
  7. Kayu pemukul dilemparkan atau terlepas

Bola dalam permainan :

Bola dianggap dalam permainan, mulai saat bowler melempar bola, kemudian bola dipukul betul atau tidak kena hingga bola kembali ke tangan bowler lagi dan ia telah bersikap dibasenya lagi. Selama bola dalam permainan semua pelari boleh lari.

Bola tidak dalam permainan (bola mati) :

  1. Setelah pukulan salah
  2. Selama bola hilang
  3. Setelah bowler siap lagi di basenya untuk melakukan lemparan

Pada bola mati, semua pelari dalam lapangan tidak boleh lari.

Nilai :

  1. Seorang pelari akan mendapat nilai apabila:

-          Apabila ia setelah pemukul betul atau tidak kena, dapat kembali masuk ruang bebas, dan selama perjalanan tidak membuat mati/out mendapat nilai 1

-          Apabila ia dengan pukulannya sendiri dapat melalaui beberapa base, maka untuk tiap-tiap base yang ia lalui sebelum mati ditik atau dibakar, ia mendapat nilai tambahan 1

-          Apabila ia dengan selamat membuat “run” atas pukulannya sendiri yang betul atau tidak kena mendapat nilai 6

  1. Party lapangan mendapat nilai 1 untuk tiap bola yang ditangkap dari pukulan betul atau salah

Lama permainan :

Tiap-tiap party mendapat giliran memukul dan menjaga yang sama

Pergantian

Permainan berganti, apabila:

  1. 6 kali mati/out
  2. 5 kali tangkap bola

Berikut ini merupakan contoh Permainan Kecil tanpa alat :

  1. A. Permainan Mencari Kelompok

Jumlah Pemain : tidak terbatas

Tempat : dihalaman/dilapangan

Aturan permainan :

Tugas anak-anak adalah lari tidak beraturan, mengelilingi halaman tersebut. Sambil berlari anak-anak mendengarkan instruksi/perintah dari guru. Perintah yang diberikan adalah kelompok yang akan dibuat. Ditengah-tengah perjalanan bila terdengar bunyi peluit, anak-anak harus segera membuat kelompok sesuai dengan perintah ditentukan.  Bila anak-anak yang tidak mendapatkan kelompok, maka anak tersebut maka ana tersebut akan mendapat hukuman, mis: lari, sit up dll.

  1. B. Permainan Elang Mengejar Anak Ayam

Jumlah pemain : tidak terbatas

Tempat : dilapangan/dihalaman

Cara bermain :

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang sekiranya sama jumlahnya. Tiap kelompok menunjuk seorang ada yang sebagai burung elang, dan seorang lagi menjadi induk ayam. Induk ayam dan anak ayam menjadi satu banjar dan induk ayam yang berada di depan merentangkan tangan untuk menghalau elang agar tidak bisa menyentuh anak ayam dibelakangnya. Anak ayam berpegangan pada pinggul induk ayam agar tidak berpisah dari banjarnya.

Dengan aba-aba “siap!” pada burung berusaha menangkap anak ayam sebanyak-banyaknya. Burung elang hanya dapat menangkap anak ayam yang berada di ujung belakang.

Anak ayam yang berhasil disambar oleh elang harus menggantikan elang untuk menangkap anak ayam yang lain. Sebaliknya elang yang berhasil menangkap anak ayam itu akan menjadi induk ayam.

  1. C. Permainan Gobak Sodor

Jumlah pemain : tidak terbatas, jumlah pemain dibagi dua

Tempat : dihalaman/dilapangan

Peraturan permainan :

Anak-anak dibagi menjadi dua regu. Sebelum permainan dimulai diadakan undian, yang kalah sebagai penjaga, yang menang sebagai penyerang. Regu penjaga menempati garisnya masing-masing untuk menghalau regu penyerang yang akan masuk. Regu penyerang berusaha melewati garis depan dan menghindar dari sentuhan tangan regu penjaga. Regu penjaga berusaha menyentuh badan pemain dengan tangan dalam posisi kaki nerpijak diatas garis. Setiap pemain yang berhasil melewati seluruh garis langsung dapat mengikuti permainan seperti semula. Demikian permainan berjalan terus kecuali jika ada salah satu pemain dari regu penyerang tersentuh.

  1. 2. Permainan Besar

Permainan besar adalah suatu bentuk permainan yang mempunyai peraturan-peraturan baku,  baik peraturan tentang fasilitas dan perlengkapan maupun peraturan permainan dan perwasitan. Permainan ini umumnya sudah memiliki induk organisasi tingkat nasional maupun tingkat internasional.

  1. A. Bola Voli

Permainan bola voli ini diciptakan oleh William Morgan, seorang Pembina pendidikan jasmani pada Y.M.C.A (Young Man Christian Association) di kota Helyoke-Amerika  Serikat pada tahun 1895.

Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain, setiap regu berusaha untuk dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangan lawan melewati di atas net, dan mencegah pihak lawan dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangannya. Bola boleh dipukul oleh seluruh bagian tubuh sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.

  1. a. Tahnik dasar dalam permainan bola voli

Ada beberapa tehnik dasar, yaitu:

1)      Tehnik pass bawah

2)      Tehnik pass atas

3)      Tehnik servis

4)      Tehnik smash

5)      Teknik blok

  1. b. Lapangan

Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m. semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis batas ditandai dengan dua garis samping, garis tengah, garis akhir dan garis serang. Daerah servis adalah daerah selebar 9 m dibelakang setiap garis akhir, yang dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm, yang dibuat 20 cm dibelakanh garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Tiang net diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m diluar garis samping.

  1. c. Alat-alat

1)      Bola terbuat dari kulit yang lentur dari kulit sintetis dengan keliling bola 65-67 cm, beratnya 260-280 g.

2)      Net/jarring dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Lebar net 1 m dan panjangnya 9,50 m, terdiri dari rajutan lubang-lubang 10 cm persegi.

3)      Pita samping, dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dipasang pada setiap sisi net, lebarnya 5 cm dan panjangnya 1 m, dan merupakan bagian dari net.

4)      Tongkat dipasang tepat pada pita batas lapangan samping sebelah kanan dan kiri, yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jarring bagian atas.

  1. d. Peraturan permainan

1)      Jumlah pemain

Satu regu maksimum terdiri dari 12 pemain. Kecuali Libero, satu dari para pemain adalah kapten regu.

2)      Permulaan permainan

Permulaan bola voli dilakukan dengan jalan memukul bola (servis) di daerah servis oleh seorang pemain dari pihak yang berhak melakukan servis.

3)      Angka

Sebuah regu akan mendapat angka apabila berhasil mendaratkan bola menyentuh lantai lapangan permainan lawan, regu lawan membuat kesalahan, regu lawan menerima hukuman.

4)      Memenangkan 1 set

Satu set dimenangkan oleh regu yang pertama mendapat angka 25. Jika terjadi nilai sama 24-24 maka permainan dilanjutkan hingga dicapaiselisih dua angka.

5)      Memenangkan pertandingan

Pertandingan dimenangkan oleh regu yang memenangkan tiga set. Pada keadaan 2-2 set penentuan dimainkan hingga angka 15 dengan selisih angka minimal 2 angka.

6)      Ketentuan-ketentuan lain

a)      Pemain tidak boleh menyentuh net dengan badan

b)      Pemain tidak boleh melewati garis tengah lapangan

c)      Tidak boleh memukul bola lebih dari satu kali, sebelum bola disentuh oleh pemain lain

d)     Bola dianggap keluar bila menyentuh net di luar pita samping atau tongkat

  1. B. Bola Basket

Pada tahun 1961 James A. Naismith direktur Springfield College di Massachusetts Amerika, menciptakan permainan bola basket. Pada mulanya permainan tersebut dengan menggunakan keranjang bekas buah persik yang diletakkan disudut ruangan sebagai sasarannya. Permainan ini dimainkan oleh dua regu, dan masing-masing regu terdiri dari 9 orang. Jumlah pemain dari 9 orang menjadi 7 orang dan keranjang dipindahkan ke atas meja dan diletakkan di tengah-tengah garis lapangan bagian belakang. Pemain yang jumlahnya 7 orang tiap-tiap regunya diubah menjadi 5 orang pemain yang berlaku sampai saat ini.

Peraturan pemainan bola basket

  1. 1. Pengertian

Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu dimainkan oleh 5 orang pemain. Setiap regu berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang lawan dan mencegah pihak lawan memasukkan lawan bola ke dalam keranjangnya sendiri. Bola boleh dilemparkan, dipantul-pantulkan, digelindingkan, didorong sesuai dengan peraturan permainan.

  1. 2. Lapangan

Lapangan permainan bola basket harus persegi panjang, datar, keras dan bebas dari rintangan.

a)      Ukuran lapangan

Untuk turnamen yang resmi yang diselenggarakan oleh FIBA, panjang lapangan 28 meter dan lebarnya 15 meter diukur dari bagian sebelah dalam. Tinggi langit-langit dalam ruangan sekurang-kurangnya 7 meter.

b)      Garis

Lapangan harus ditandai dengan garis batas yang jelas berjarak sekurang-kurangnya 2 meter dari penonton atau rintangan yang lain. Semua garis lapangan di buat warna yang sama dengan ketebalan 5 cm

1)      Garis-garis batas yang memanjang disebut garis samping

2)      Garis-garis yang pendek disebut garis akhir

3)      Lapangan dibagi menjadi dua bagian yang sama besarnya, yang dibatasi dengan garis tengah

4)      Garis tembakan bebas sejajar dengan garis akhir, jaraknya 5,80 m dari bagian dalam garis akhir dan panjangnya 3,60 m

5)      Lingkaran tengah dibuat ditengah-tengah lapangan dengan jari-jari 1,80 m diukur dari bagian luar garis lingkaran

6)      Garis tembakan bernilai 3 adalah lengkungan yang berjari-jari 6,25 m, pusat lingkaran diambil dari perpanjangan titik tengah keranjang di lantai.

  1. 3. Keranjang

Pada tiap-tiap akhir lapangan, dipasang keranjang, yang menempel pada papan pantul. Letaknya papan pantul, tegak lurus dengan lantai sejajar dengan garis akhir dan ditahan dengan tiang penyangga. Di tengah-tengah garis akhir dibuat daerah terlarang. Bentuk dan ukurannya dapat dilihat pada gambar.

  1. 4. Bola

-          Bola yang dipergunakan harus benar-benar bundar dan berwarna oranye, terbuat dari kulit, karet atau bahan sintetis

-          Keliling bola antara 74,9 cm sampai 78 cm

-          Berat bola antara 567 gram sampai 650 gram

-          Tekanan udara didalam bola, ketentuannya sebagai berikut: jika bola itu dijatuhkan ke lantai dari ketinggian kurang lebih 1,80 meter diukur dari bagian bawah bola, maka bola tersebut akan memantul kembali ke atas dengan ketinggian kurang lebih 1,40 meter diukur sampai bagian atas bola.

  1. 5. Pemain

Jumlah pemain seperti telah dikemukakan diatas tiap-tiap regu terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain cadangan tidak lebih dari 5 orang. Untuk suatu turnamen dimana setiap regu bermain lebih dari 3 kali, pemain cadangan lebih dari 7 orang.

  1. 6. Lamanya permainan

-          Permainan dilakukan dalam empat periode dengan waktu 10 menit setiap periode

-          Waktu istirahat antara periode pertama dan kedua, dan antar periode ketiga dan keempat adalah 2 menit

-          Waktu istirahat untuk pertengahan babak adalah 15 menit

-          Waktu untuk babak tambahan bila terjadi hasil yang sama adalah 5 menit

  1. 7. Permulaan permainan

Permainan dimulai dengan bola lompat yang dilakukan di lingkaran tengah setiap periode atau periode tambahan.

  1. 8. Cara memainkan bola

Dalam permainan bola basket, bola hanya dimainkan dengan tangan. Lari dengan bola, dengan sengaja atau memhentikan bola dengan bagian kaki atau meninju bola merupakan pelanggaran. Tetapi menyentuh bola dengan kaki tanpa disengaja bukan merupakan pelanggaran.

  1. 9. Bola masuk ke keranjang
    1. Bola dianggap masuk ke dalam kerajang, bila bola masuk dari atas ring dan tergelincir ke dalam ring
    2. Bola masuk dari tembakan hukuman nilainya Satu
    3. Bola masuk karena tembakan lapangan nilainya dua
    4. Bola masuk karena tembakan lapangan dari daerah bernilai 3 mendapat nilai 3

10. Lemparan ke dalam

Pemain yang melakukan lemparan ke dalam tidak boleh:

-          Menyentuh di lapangan sebelum disentuh pemain lain

-          Masuk ke dalam lapangan sebelum lepas dari tangan

-          Mempunyai waktu 5 detik untuk melakukan lemparan

-          Memasukkan bola ke keranjang secara langsung

-          Bergerak ke samping lebih dari 1 m dari tempat yang telah ditentukan

11. Time out

-          Waktu time out adalah penghentian pertandingan yang diminta oleh pelatih atau pembentu pelatih

-          Tiap-tiap time out adalah 1 menit

-          Pada periode pertama sampai ketiga, masing-masing periode diberikan 1 x time out

-          Untuk periode keempat diberikan kesempatan 2 x time out

-          Untuk periode tambahan 1 x time out

-          Ketika time out, pemain diperbolehkan meninggalkan lapangan permainan atau duduk dibangku cadangan

12. Penggantian pemain

  1. Satu regu boleh mengganti pemain pada saat ada kesempatan untuk mengadakan pergantian pemain
  2. Pemain pengganti harus tetap di luar lapangan sampai wasit memberikan tanda untuk masuk lapangan
  3. Penggantian pemain harus dilakukan secepat mungkin. Jika lebih dari 30 detik dianggap time out bagi regu yang bersangkutan

13. Peraturan 3 detik

  1. Pemain dari regu yang sedang manguasai bola tidak boleh berada di daerah bersyarat lawan lebih dari 3 detik, ketika bola hidup dan jam pertandingan berjalan
  2. Seorang pemain dikatakan keluar dari daerah bersyarat, bila kedua kakinya berada diluar daerah bersyarat
  3. Kelonggara diberikan kepada pemain yang berusaha meninggalkan daerah bersyarat, teman seregunya mengadakan tembakan lapangan, dan memantulkan bola untuk membuat tembakan lapangan

14. Peraturan 8 detik

  1. Seorang pamain yang mengontrol bola hidup di lapangan belakang dalam waktu 8 detik harus memasuki daerah serang
  2. Bola dinyatakan berada di daerah serang bila bola menyentuh lapangan depan atau tersentuh pemain atau wasit yang berada di lapangan depan

15. Peraturan 28 detik

  1. Pemain yang mengausai bola hidup di dalam lapangan mempunyai waktu 24 detik untuk melakukan usaha tembakan lapangan
  2. Usaha tembakan lapangan dilakukan dengan ketentuan:

1)      Bola harus lepas dari tangan pemain ketika terjadi tembakan lapangan sebelum tanda 24 detik berbunyi

2)      Setelah bola lepas dari tangan penembak, bola harus menyentuh cincin sebelum tanda 24 detik berbunyi

16. Bola kembali ke lapangan belakang

  1. Pemain yang menguasai bola hidup di lapangan depan tidak boleh mengembalikan bola ke lapangan belakang
  2. Bola dikatakan kembali kelapangan jika:

1)      Bola menyentuh lapangan belakang

2)      Menyentuh pemain atau wasit di lapangan belakang

17. Kesalahan-kesalahan

  1. Kesalahan perorangan

Kesalahan perorangan adalah kesalahan pemain yang terlibat persinggungan dengan pemain lawan pada saat bola hidup maupun bola mati.

1)      Blocking: persinggungan perseorangan yang menghalangi gerak maju lawan dengan atau tanpa bola

2)      Charging: persinggungan perorangan dengan atau tanpa bola dengan mendorong atau menabrak dada pemain lawan

3)      Illegal guarding from the rear: pemain bertahan dalam usahanya merebut bola, tidak diperkenankan terjadi persinggungan fisik dengan lawan yang sedang mengontrol bola

4)      Holding(memegang): persinggungan dengan lawan yang merintangi kebebasan bergerak

5)      Illegal screening(membayangi secara tidak sah): sikap yang tidak sah dalam mencoba menghambat atau mencegah pemain lawan yang tidak menguasai bola dalam mencari posisi yang diinginkan di dalam lapangan

6)      Pushing (mendorong) : persinggungan perseorangan yang terjadi jika pemain memaksa lawan bergerak, baik saat memegang bola maupun tidak

  1. Kesalahan ganda

Kesalahan ganda terjadi jika dua pemain dari kedua regu saling melakukan kesalahan anatara 1 dengan yang lain dalam waktu bersamaan.

  1. Kesalahan yang disengaja

Kesalahan yang disengaja adalah kesalahan perseorangan yang menurut pengamatan wasit bukan suatu usaha yang sah untuk menguasai bola dengan tidak melihat semangat dan tujuan dari peraturan.

  1. Kesalahan tehnik

1)      Kesalahan tehnik oleh pemain: kesalahan tehnik yang dilakukan pemain yang tidak menimbulkan persinggungan dengan pemain lawan, misalnya berkomunikasi kasar dll.

2)      Kesalahan tehnik oleh pelatih, pemain pengganti atau pendukung regu :

-          Pelatih, pembantu pelatih, pemain pengganti, pengikut regu tidak boleh menunjukkan sikap tidak hormat atau berhubungan dengan wasit, pengawas pertandingan, petugas meja atau dengan lawannya

-          Pelatih atau pembantu pelatih meminta beban time out

-          Mereka memasuki lapangan tanpa seijin wasit

  1. Lima kesalahan yang dilakukan pemain

Pemain yang sudah lima kali melakukan kesalahan termasuk kesalahan perorangan atau tehnik, harus diberitahu dan secara otomatis harus meninggalkan lapangan dan harus diganti dalam waktu 30 detik

  1. Kesalahan regu

-          Satu regu dikatakan dalam kesalahan regu bila dalam satu periode telah melakukan 4 kali kesalahan perorangan maupun kasalahan tehnik yang dilakukan oleh pemain regu itu

-          Semua kesalahan yang dilakukan di semua periode tambahan merupakan kelanjutan dari periode keempat

bola kecil

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran         :  Penjaskes

Kelas                        :  II (dua)

Semester                   :  I

Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)

  1. I. Standar Kompetensi

Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

  1. II. Kompetensi Dasar

Mempraktikan gerak dasar melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan memahami diri sendiri.

  1. III. Indikator
  2. Membentuk barisan empat bersaf
  3. Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna
  4. Melakukan gerak senam pemanasan
  5. Membagi kelas menjadi dua kelompok
  6. Mekukan gerak dasar melempar bola kasti
  7. Melakukan gerak dasar menangkap bola kasti
  8. Bekerjasam dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan  kasti sederhana
    1. IV. Tujuan Pembelajaran
    2. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi
    3. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat
    4. Dengan bimbingan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar
    5. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membagi kelas menjadi empat kelompok secara heterogen
    6. Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan melempar bola kasti dengan  benar
    7. Dengan bimbingan dan contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan menangkap bola kasti dengan benar
    8. Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan lempar tangkap berantai dengan fair.
      1. V. Materi Pembelajaran (Terlampir)

Permainan bola kecil sederhana (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.

  1. VI. Metode Pembelajaran

! Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan metode-metode sebagai berikut :

  • Ceramah
  • Pemberian contoh/pemodelan
  • Bermain
  • Penugasan
  1. VII. Kegiatan Pembelajaran
    1. Kegiatan Awal (± 10 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa
01 02
Fase 1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

  1. Mengucapkan salam.
  2. Mengabsen kehadiran siswa.
  3. Bertanya jawab/menanyakan kondisi kesehatan siswa.
  4. Mengondisikan siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.
  5. Siswa berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.
  6. Memotivasi siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan olahraga yang akan dilakukan hari ini.
  8. Guru mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”
  1. Kegiatan Inti (± 50 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa
01 02
Fase 2

Menyampaikan/menyajikan informasi

  1. Siswa melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.
  2. Siswa berlari-lari kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran
  3. Guru mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran
  4. Guru menyampaikan materi tentang permainan bola kecil, yaitu permainan lempar tangkap.
  5. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan melempar yang benar
  6. Beberapa siswa melakukan gerakan melampar bola yang tepat dengan bimbingan dari guru
  7. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerankan menangkap bola yang benar
  8. Beberapa siswa melakukan gerakan menangkap bola yang tepat dengan bimbingan dari guru
Fase 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

  1. Siswa membagi kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen
  2. Masing-masing kelompok melakukan gerakan melempar dan menangkap bola dengan benar sesuai dengan yang telah dimodelkan oleh guru
  3. Guru mengamati kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan meluruskan apabila ada kelompok yang melakukan kesalahan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap.
Fase 4

Membimbing kelompok belajar untuk bekerja sesui dengan tugas yang diberikan

  1. Guru memberikan LKS yang dilakukan di lapangan melalui sebiah permainan sederhana yang disebut : lempar tangkap berantai
  2. Tiap-tiap kelompok membentuk barisan memanjang menjadi 4 banjar atas instruksi dari guru
  3. Guru menjelaskan aturan/role permaianan lempar tangkap berantai, yaitu : masing-masing kelompok harus melakukan lempar tangkap secara berantai dari depan ke siswa yang paling belakang. Apabila bola sudah sampai pada siswa paling belakang, maka siswa paling belakang harus melemparkan ke siswa paling depan dan lemparannya harus berhasil ditangkap dengan sempuran oleh siswa paling depan. Apabila siswa paling depan tidak mampu menagkap bola lemparan dengan sempurna/bola jatuh/tidak sampai maka dinyatakan kalah.
  4. Siswa melakukan permainan lempar tangkap berantai dengan pengawana dari guru.
  5. Kegiatan dilakukan 3 kali untuk mendapatkan kelompok terbaik yang nantinya akan diberikan predikat sebagai kelompok super lempar-tangkap.
Fase 5

Evaluasi

  1. Guru melakukan evaluasi terhadap masing-masing siswa selama kegiatan permainan lempar-tangkap berantai berlangsung. Nilai diambil berdasarkan kesempurnaan gerakan lempar-tangkap.
  1. Kegiatan Akhir (± 10 menit)
Fase 6

Memberikan Penghargaan

  1. Guru memberikan pengharagaan predikat kelompok super lempar tangkap kepada kelompok yang berhasil menjuarai peramianan lempar tangkap berantai.
  2. Menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan hari ini
  3. Guru menutup pelajaran
  1. VIII. Sumber/bahan/alat belajar
    1. Sumber belajar
    2. i.      Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2
    3. ii.      Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997
      1. Bahan/alat belajar
      2. i.      Bola kasti sebanyak 4-6 buah
      3. ii.      peluit
        1. IX. Penilaian
          1. Bentuk penilaian
          2. i.      Penilaian proses
          3. ii.      Penilaian produk
            1. Alat penilaian
            2. i.     LKS (terlampir)
            3. ii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap
              1. X. Rubrik Penilaian
                1. Penilaian proses
Kriteria yang dinilai Skor
Siswa mapu aktif dalam kelompok dan mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna 5
Siswa aktif dalam kelompok namun hanya mampu melakukan salah satu gerakan dari lempar tamgkap dengan sempurna (lempar saja atau hanya tangkap saja) 4
Siswa kurang aktif dalam kelompok, namun mampu melakukan kedua gerakan lempar-tangkap dengan sempurna 3
Siswa hanya mampu melakukan salah satu gerakan lempar tangkap dengan sempurna 2
Siswa belum mapu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna 1
  1. Penilaian produk
No. Nama Siswa Melempar Menangkap Skor
1. …………………………
2. …………………………
3. …………………………
4. …………………………
5. dst. …………………………

NILAI AKHIR X 100

Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.

Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :

Skor Nilai
7 100
6 86
5 71
4 57
3 43
2 29
1 14
0 0

Mengetahui,

Guru Kelas II SDN Antah Berantah 1                                      Kepala SDN Antah Berantah 1

Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Anjaz A.K.A, S,Pd.

bola voli

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran         :  Penjaskes

Kelas                        :  IV (empat)

Semester                   :  II (dua)

Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)

  1. I. Standar Kompetensi

Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

  1. II. Kompetensi Dasar

Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama regu, sportifitas dan kejujuran.

  1. III. Indikator
  2. Membentuk barisan empat bersaf
  3. Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna
  4. Melakukan gerak senam pemanasan
  5. Melakukan gerakan servis bawah bola voli
  6. Mekukan gerakan passing bawah bola voli
  7. Bekerjasama dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan bola voli sederhana
    1. IV. Tujuan Pembelajaran
    2. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi
    3. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat
    4. Dengan pemodelan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar
    5. Dengan pemodelan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan servis bola voli dengan baik
    6. Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan passing bawah bola voli dengan baik.
    7. Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan permainan bola voli sederhana fair.
      1. V. Materi Pembelajaran (Terlampir)

Permainan bola besar; permainan bola voli (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.

  1. VI. Metode Pembelajaran

! Model pembelajaran langsung, dengan metode-metode sebagai berikut :

  • Ceramah
  • Pemberian pemodelan
  • Praktek/unjuk kinerja
  1. VII. Kegiatan Pembelajaran
    1. Kegiatan Awal (± 10 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa
01 02
Fase 1

Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

  1. Mengucapkan salam.
  2. Mengondisikan siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.
  3. Siswa berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.
  4. Mengabsen kehadiran siswa.
  5. Bertanya jawab/menanyakan kondisi kesehatan siswa.
  6. Memotivasi siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan olahraga yang akan dilakukan hari ini.
  8. Guru mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”
  1. Kegiatan Inti (± 50 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa
01 02
Fase 2

Mendemonstrasikan keterampilann (pengetahuan procedural) atau mempresentasikan pengetahuan (deklaratif).

  1. Siswa melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.
  2. Siswa berlari-lari kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran
  3. Guru mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran
  4. Guru menyampaikan materi tentang permainan bola besar, yaitu permainan bola voli.
Fase 3

Membimbing pelatihan

  1. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan servis yang tepat.
  2. Siswa secara bergiliran mengikuti gerakan guru untuk melakukan servis bola voli dengan tepat
  3. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan passing bawah dengan benar.
  4. Siswa secara bergantian melakukan gerakan passing bawah bola voli dengan benar serta dengan bimbingan dari guru.
  5. Siswa membagi kelas menjadi 4 kelompok, 2 kelompok siswa putra dan 2 kelompok siswa putri
  6. Dengan instruksi dan pengawasan dari guru, keempat kelompok melakukan permainan voli secara sederhana dan peraturan yang disesuaikan. Permainan voli dilakukan putra melawan putra dan putri melawan putri.
  7. Siswa bekerja sama dalam tim untuk memenangkan pertandingan bola voli sederhana yang disesuaikan peraturannya (dimodivikasi)
Fase 4

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

  1. Guru melakukan pengecekan pemahaman siswa dalam melakukan servis dan passing bawah ketika siswa bermain voli.
  2. Evaluasi dilihat berdasarkan kegiatan voli yang dilakukan
  1. Kegiatan Akhir (± 10 menit)
Fase 5

Memberikan Penghargaan

  1. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mampu memenangkan pertandingan voli
  2. Siswa bersama guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
  3. Guru menutup pelajaran
  1. VIII. Sumber/bahan/alat belajar
    1. Sumber belajar
    2. i.      Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2
    3. ii.      Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997
      1. Bahan/alat belajar
      2. i.      Bola voli
      3. ii.      Lapangan/halaman sekolah
      4. iii.      Peluit
      5. iv.      Net yang disesuaikan
        1. IX. Penilaian
          1. Bentuk penilaian
          2. i.      Penilaian proses
          3. ii.      Penilaian produk
            1. Alat penilaian
            2. i.     LKS (terlampir)
            3. ii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan servis bola voli
            4. iii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan passing bawah bola voli
              1. X. Rubrik Penilaian
                1. Penilaian proses
Kriteria yang dinilai Skor
Siswa mapu aktif dalam kelompok dan mampu melakukan gerakan servis dan passing bawah bola voli. 5
Siswa aktif dalam kelompok namun hanya mampu melakukan salah satu gerakan dari servis atau passing bawah saja. 4
Siswa kurang aktif dalam kelompok, namun mampu melakukan kedua gerakan servis dan passing bawah dengan baik. 3
Siswa hanya mampu melakukan salah satu gerakan servis atau passing bawah dengan baik. 2
Siswa belum mapu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna 1

Penilaian produk

No. Nama Siswa Servis Passing bawah Skor
1. …………………………
2. …………………………
3. …………………………
4. …………………………
5. dst. …………………………

NILAI AKHIR X 100

Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.

Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :

Skor Nilai
7 100
6 86
5 71
4 57
3 43
2 29
1 14
0 0

Mengetahui,

Guru Kelas IV SDN Antah Berantah 1                                     Kepala SDN Antah Berantah 1

Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Dra. Ria Rindiantika

LAMPIRAN MATERI

Permainan Besar

Permainan besar adalah suatu bentuk permainan yang mempunyai peraturan-peraturan baku,  baik peraturan tentang fasilitas dan perlengkapan maupun peraturan permainan dan perwasitan. Permainan ini umumnya sudah memiliki induk organisasi tingkat nasional maupun tingkat internasional.

  1. A. Bola Voli

Permainan bola voli ini diciptakan oleh William Morgan, seorang Pembina pendidikan jasmani pada Y.M.C.A (Young Man Christian Association) di kota Helyoke-Amerika  Serikat pada tahun 1895.

Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain, setiap regu berusaha untuk dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangan lawan melewati di atas net, dan mencegah pihak lawan dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangannya. Bola boleh dipukul oleh seluruh bagian tubuh sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.

  1. a. Tahnik dasar dalam permainan bola voli

Ada beberapa tehnik dasar, yaitu:

1)      Tehnik pass bawah

2)      Tehnik pass atas

3)      Tehnik servis

4)      Tehnik smash

5)      Teknik blok

  1. b. Lapangan

Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m. semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis batas ditandai dengan dua garis samping, garis tengah, garis akhir dan garis serang. Daerah servis adalah daerah selebar 9 m dibelakang setiap garis akhir, yang dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm, yang dibuat 20 cm dibelakanh garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Tiang net diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m diluar garis samping.

  1. c. Alat-alat

1)      Bola terbuat dari kulit yang lentur dari kulit sintetis dengan keliling bola 65-67 cm, beratnya 260-280 g.

2)      Net/jarring dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Lebar net 1 m dan panjangnya 9,50 m, terdiri dari rajutan lubang-lubang 10 cm persegi.

3)      Pita samping, dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dipasang pada setiap sisi net, lebarnya 5 cm dan panjangnya 1 m, dan merupakan bagian dari net.

4)      Tongkat dipasang tepat pada pita batas lapangan samping sebelah kanan dan kiri, yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jarring bagian atas.

  1. d. Peraturan permainan

1)      Jumlah pemain

Satu regu maksimum terdiri dari 12 pemain. Kecuali Libero, satu dari para pemain adalah kapten regu.

2)      Permulaan permainan

Permulaan bola voli dilakukan dengan jalan memukul bola (servis) di daerah servis oleh seorang pemain dari pihak yang berhak melakukan servis.

3)      Angka

Sebuah regu akan mendapat angka apabila berhasil mendaratkan bola menyentuh lantai lapangan permainan lawan, regu lawan membuat kesalahan, regu lawan menerima hukuman.

4)      Memenangkan 1 set

Satu set dimenangkan oleh regu yang pertama mendapat angka 25. Jika terjadi nilai sama 24-24 maka permainan dilanjutkan hingga dicapaiselisih dua angka.

5)      Memenangkan pertandingan

Pertandingan dimenangkan oleh regu yang memenangkan tiga set. Pada keadaan 2-2 set penentuan dimainkan hingga angka 15 dengan selisih angka minimal 2 angka.

6)      Ketentuan-ketentuan lain

a)      Pemain tidak boleh menyentuh net dengan badan

b)      Pemain tidak boleh melewati garis tengah lapangan

c)      Tidak boleh memukul bola lebih dari satu kali, sebelum bola disentuh oleh pemain lain

d)     Bola dianggap keluar bila menyentuh net di luar pita samping atau tongkat

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran         :  Penjaskes

Kelas                        :  II (dua)

Semester                   :  I

Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)

I. Standar Kompetensi

Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

II. Kompetensi Dasar

Mempraktikan gerak dasar melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan memahami diri sendiri.

III. Indikator

a. Membentuk barisan empat bersaf

b. Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna

c. Melakukan gerak senam pemanasan

d. Membagi kelas menjadi dua kelompok

e. Mekukan gerak dasar melempar bola kasti

f. Melakukan gerak dasar menangkap bola kasti

g. Bekerjasam dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan  kasti sederhana

IV. Tujuan Pembelajaran

a. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi

b. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat

c. Dengan bimbingan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar

d. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membagi kelas menjadi empat kelompok secara heterogen

e. Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan melempar bola kasti dengan  benar

f. Dengan bimbingan dan contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan menangkap bola kasti dengan benar

g. Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan lempar tangkap berantai dengan fair.

V. Materi Pembelajaran (Terlampir)

Permainan bola kecil sederhana (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.

VI. Metode Pembelajaran

! Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan metode-metode sebagai berikut :

o Ceramah

o Pemberian contoh/pemodelan

o Bermain

o Penugasan

VII. Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (± 10 menit)

Fase-fase

Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa

01

02

Fase 1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

i. Mengucapkan salam.

ii. Mengabsen kehadiran siswa.

iii. Bertanya jawab/menanyakan kondisi kesehatan siswa.

iv. Mengondisikan siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.

v. Siswa berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.

vi. Memotivasi siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.

vii. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan olahraga yang akan dilakukan hari ini.

viii. Guru mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”

b. Kegiatan Inti (± 50 menit)

Fase-fase

Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa

01

02

Fase 2

Menyampaikan/menyajikan informasi

i. Siswa melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.

ii. Siswa berlari-lari kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran

iii. Guru mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran

iv. Guru menyampaikan materi tentang permainan bola kecil, yaitu permainan lempar tangkap.

v. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan melempar yang benar

vi. Beberapa siswa melakukan gerakan melampar bola yang tepat dengan bimbingan dari guru

vii. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerankan menangkap bola yang benar

viii. Beberapa siswa melakukan gerakan menangkap bola yang tepat dengan bimbingan dari guru

Fase 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

i. Siswa membagi kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen

ii. Masing-masing kelompok melakukan gerakan melempar dan menangkap bola dengan benar sesuai dengan yang telah dimodelkan oleh guru

iii. Guru mengamati kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan meluruskan apabila ada kelompok yang melakukan kesalahan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap.

Fase 4

Membimbing kelompok belajar untuk bekerja sesui dengan tugas yang diberikan

i. Guru memberikan LKS yang dilakukan di lapangan melalui sebiah permainan sederhana yang disebut : lempar tangkap berantai

ii. Tiap-tiap kelompok membentuk barisan memanjang menjadi 4 banjar atas instruksi dari guru

iii. Guru menjelaskan aturan/role permaianan lempar tangkap berantai, yaitu : masing-masing kelompok harus melakukan lempar tangkap secara berantai dari depan ke siswa yang paling belakang. Apabila bola sudah sampai pada siswa paling belakang, maka siswa paling belakang harus melemparkan ke siswa paling depan dan lemparannya harus berhasil ditangkap dengan sempuran oleh siswa paling depan. Apabila siswa paling depan tidak mampu menagkap bola lemparan dengan sempurna/bola jatuh/tidak sampai maka dinyatakan kalah.

iv. Siswa melakukan permainan lempar tangkap berantai dengan pengawana dari guru.

v. Kegiatan dilakukan 3 kali untuk mendapatkan kelompok terbaik yang nantinya akan diberikan predikat sebagai kelompok super lempar-tangkap.

Fase 5

Evaluasi

i. Guru melakukan evaluasi terhadap masing-masing siswa selama kegiatan permainan lempar-tangkap berantai berlangsung. Nilai diambil berdasarkan kesempurnaan gerakan lempar-tangkap.

c. Kegiatan Akhir (± 10 menit)

Fase 6

Memberikan Penghargaan

i. Guru memberikan pengharagaan predikat kelompok super lempar tangkap kepada kelompok yang berhasil menjuarai peramianan lempar tangkap berantai.

ii. Menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan hari ini

iii. Guru menutup pelajaran


VIII. Sumber/bahan/alat belajar

a. Sumber belajar

i. Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2

ii. Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997

b. Bahan/alat belajar

i. Bola kasti sebanyak 4-6 buah

ii. peluit

IX. Penilaian

a. Bentuk penilaian

i. Penilaian proses

ii. Penilaian produk

b. Alat penilaian

i. LKS (terlampir)

ii. Keterampilan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap

X. Rubrik Penilaian

a. Penilaian proses

Kriteria yang dinilai

Skor

Siswa mapu aktif dalam kelompok dan mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna

5

Siswa aktif dalam kelompok namun hanya mampu melakukan salah satu gerakan dari lempar tamgkap dengan sempurna (lempar saja atau hanya tangkap saja)

4

Siswa kurang aktif dalam kelompok, namun mampu melakukan kedua gerakan lempar-tangkap dengan sempurna

3

Siswa hanya mampu melakukan salah satu gerakan lempar tangkap dengan sempurna

2

Siswa belum mapu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna

1


b. Penilaian produk

No.

Nama Siswa

Melempar

Menangkap

Skor

1.

…………………………

2.

…………………………

3.

…………………………

4.

…………………………

5. dst.

…………………………

NILAI AKHIR

Pendidikan Perspektif Global

Pengertian

Pend.Perspektif Global:

Perspektif : pandangan, wawasan, tinjauan

Global            : Globe, bumi, jagat raya,

Perspektif global :

-Pola berfikir dan berwawasan yang mendunia, menjagat, universal.

-Cara pandang yang melihat bahwa dunia adalah satu kesatuan yang utuh, dimana setiap manusia dan bangsa-bangsa saling ketergantungan dan saling mempenga-ruhi dalam menjaga keseimbangan dan kelestariannya

Pengertian

Globalisasi:

Proses transformasi yang mendorong segala aktifitas manusia ke dalam kehidupan global

Pendidikan  Perspektif Global:

Pendidikan yang membekali wawasan global untuk membekali siswa memasuki era globalisasi.

Siswa mampu bertindak lokal dengan dilandasi wawasan global.————àthink globally, act locally.

KEKUATAN-KEKUATAN YANG MENDORONG PROSES GLOBALISASI

  1. Proses industrialisasi dan teknologi
  2. Kemajuan komunikasi dan informasi serta transportasi
  3. Pekerjaan dan imigrasi
  4. Efek polusi terhadap kehidupan manusia
  5. Persaingan dan perdagangan senjata
  6. Kebudayaan, konsumsi dan media massa

SEJARAH MUNCULNYA PPG

Tahun 1950-an: AS berusaha memikirkan kepen-tingan nasionalnya.

Tahun 1970-an: di AS masih pro kontra tentang pentingnya pend.perspektif global.

misalnya: apa tujuannya?, apa materinya?, bagaimana menyampaikannya?, dll.

Ada 4 kelompok kepentingan di AS:

  1. Merkantilisme baru (kepentingan nasional AS)
  2. Reformis (bangsa-bangsa saling bekerjasama)
  3. Utopian Kiri (dunia diatur dg sistim sosialis)
  4. Ultra Konservatif (AS menjadi pusat ekonomi, politik, IPTEK, budaya dll)

TUJUAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF GLOBAL

  1. Mengembangkan pengertian keberadaan mereka membentuk masyarakat
  2. bahwa mereka merupakan anggota masy. manusia
  3. bahwa mereka adalah penghuni planet bumi, dan kehidupannya tergantung pada planet bumi tersebut
  4. bahwa mereka adalah partisipan atau pelaku aktif dalam masyarakat global
  5. Mendidik siswa agar mampu hidup secara bijaksana dan bertanggung jawab, sbg individu, umat manusia, penghuni planet bumi, dan sbg anggota masy. global

ISTILAH-ISTILAH PPG

  • Global Education
  • Global Perspectives in Education
  • Education for Global Perspective
  • International Education
  • World Studies

HAKEKAT PPG

  • Pendidikan internasional
  • Pendidikan yang berwawasan global

PPG menekankan pada:

    1. Kesadaran thd perspektif global
    2. Memahami sistim-sistim global
    3. Sejarah globalisasi
    4. Saling pengertian terhadap budaya bangsa lain

Pokok-Pokok Pikiran PPG

  1. Terjadi peningkatan globalisasi
  2. Aktor/pelaku interaksi tingkatan dunia bukan hanya negara tetapi perseorangan, kelompok lokal, organisasi
  3. Kehidupan umat manusia tergantung pada satu lingkungan fisik dunia
  4. Ada saling keterkaitan aktifitas manusia di bidang ekonomi, politik, budaya dll.
  5. Terjadinya globalisasi yang melibatkan seluruh umat manusia, yg menuntut peran masing-masing

Fenomena Globalisasi

Kemajuan tekonologi komunikasi dan transportasi, berdampak……

…dunia semakin sempit…

…dunia menjadi desa besar / the big village

…batas negara terjadi borderless

…interaksi antar bangsa semakin intensif…

…interaksi individu lintas negara…

…universalisasi segala aspek kehidupan…

Fenomena di atas mengarah globalisasi.

Mengapa PPG masuk kajian IPS?

KARENA:

    1. Berakar pd ilmu-ilmu sosial, seperti: ekonomi, politik, budaya, sejarah dll
    2. Berkembang pada kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya
    3. Untuk menumbuhkan kesadaran ber-partisipasi aktif dalam kehidupan global “ THINK GLOBALLY,  ACT LOCALLY”

Kemajuan komunikasi & transportasi, menyebabkan: dunia semakin sempit, batas negara menjadi buram, proses universalisasi melanda berbagai aspek kehidupan

MENGAPA PPG MASUK KURIKULUM ?

KARENA:

  1. Bangsa Indonesia harus memMENGAPA
    PPG MASUK KURIKULUM ?
  2. persiapkan siswa memasuki era globalisasi yang penuh dg tantangan dan persaingan
  3. Perkembangan jaman semakin cepat, sehingga perlu di antisipasi sejak dini.
  4. Jalur pendidikan, merupakan media yang efektif dalam membentuk generasi muda.

DIMENSI-DIMENSI PPG

  1. Perspective conciousness, kesadaran & penghargaan thd perbedaan
  2. States of Planet Awareness, pengertian  thd isue-isue dan peristiwa global
  3. Cross-cultural awareness, budaya yg berbeda tetapi ada kesamaannya
  4. Systemic awareness, mengenal kompleksnya sistim-sistim internasional
  5. Option for Participation, mengetahui dan mampu berpartisipasi thd isu-isu lokal, nasional dan internasional

RUANG LINGKUP PPG

  1. Studi tentang peristiwa, masalah dan isu yang melintas batas nasional,
  2. keterkaitan dalam sistim ekonomi, poli-tik, budaya, teknologi dan lingkungan
  3. Peningkatan pengertian terhadap budaya bangsa lain, sehingga mampu bertoleransi terhadap budaya lain atau mampu ber-empati .

PENTINGNYA VISI GLOBAL

  1. Untuk memberi wawasan, agar mampu bersaing dan ikut berlaga di era global
  2. Mampu mengangkat kekuatan lokal dan sektoral guna menunjang kekuatan nasional untuk bersaing di pasar global

MENGAPA VISI GLOBAL MUNCUL?

  1. Keterkaitan pengusaha besar dan kecil, tidak kuat.
  2. Sistim klonglomerasi yg menguasai hulu-hilir tidak mampu bersaing di pasar global

VISI PENDIDIKAN

Mengarah pada:

  1. Mengacu pada perubahan untuk mengantisipasi tantangan masa depan
  2. Diperlukan antisipasif yg tepat dalam mengantisipasi tantangan masa depan
  3. Langkah perbaikan harus cepat, terutama dalam menyiapkan SDM untuk memasuki era global
  4. Implementasi Link & match (CTL)
  5. Meningkatkan martabat guru
  6. Menggugah kesadaran masy terhadap pendidikan

TANTANGAN MASA DEPAN

1. Sumber Daya Manusia (SDM)

  • Secara umum masih rendah
  • SDM belum menguasai teknologi
  • SDM belum kompetetif
  • Padalah, SDM lebih unggul daripada SDA

2. Penjajahan model baru—àNeokolonialisme

  • Penguasaan IPTEK sering digunakan untuk menjajah bangsa lain,
  • Mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya
  • Mempengaruhi aspek kehidupan lain: politik, sosial, budaya

TANTANGAN BERAT

Yang harus dihadapi, di era global, disebabkan 3 faktor:

  1. Terjadi pergeseran nilai, yg merobohkan kemapanan struktur nilai dlm masyarakat. Misalnya: pergaulan bebas, sopan santun, dll.
  2. Perubahan nilai, yg diperlukan untuk pembangunan. Misalnya: erosi nilai, budaya, moral
  3. Perubahan nilai yang tidak sengaja terjadi karena transfer teknologi, atau DOWN TRICLE EFFECT.

PEMBINAAN SDM DALAM MENYONGSONG ERA GLOBAL

ERA GLOBAL DITANDAI OLEH:

  1. Peningkatan komunikasi & Transpor-tasi yg tinggi, berdampak:

-dunia semakin tarnsparan

-Batas wilayah negara semakin buram

-Mobilitas individu semakin tinggi

2. Kemajuan IPTEK berdampak: persaing-an, semakin ketat melanda di berbagai sektor

PEMBINAAN SDM DALAM MENYONGSONG ERA GLOBAL

ERA GLOBAL DITANDAI OLEH:

  1. Peningkatan komunikasi & Transpor-tasi yg tinggi, berdampak:

-dunia semakin tarnsparan

-Batas wilayah negara semakin buram

-Mobilitas individu semakin tinggi

2. Kemajuan IPTEK berdampak: persaing-an, semakin ketat melanda di berbagai sektor

3. Perubahan Tata Nilai:

-Gaya hidup dan budaya global, sulit untuk dibendung

-Konsumerisme

-Pergaulan bebas

-Narkoba

-dll

YANG DIHARAPKAN

1. SDM yg profesional

-Menguasai, memanfaatkan dan mengem-bangkan teknologi. Misalnya komputer

-          Mampu mengadaptasi diri pada liberali-sasi dan investasi

-          Mampu memproduksi barang/jasa yg kompetetif

2. SDM yg manusiawi

-Memiliki kepribadian

-Berwawasan regional, nasional, global

-Cinta nilai budaya bangsa

-Komitmen thd nilai kemanusiaan dan tanggung jawab thd lingkungan

PENDEKATAN PENDIDIKAN

1. High Tech

-Mengembangkan koqnisi & skill yg tinggi  seperti: menguasai IPTEK dan terampiL memanfaatkan teknologi.

2. High Touch

-Mengembangkan manusia yg manusiawi

seperti: mengembangkan potensi kemanusiaan

yg mendasar, contoh: taqwa, toleransi, saling menghormati

GAYA HIDUP BEBERAPA ABAD YANG LALU

  • Mengisolasi diri, terhadap kehidup-an luar negaranya
  • Akibatnya: wabah penyakit, konflik etnis, bencana alam, hanya akan mempengaruhi bangsanya sendiri, dan ditanggung sendiri, sehingga populasi manusia seimbang.

GAYA HIDUP MASA KINI

  • Tidak bisa hidup menyendiri
  • Semakin meningkat saling ketergantung-an di berbagai bidang (teknologi, ekono-mi, politik, budaya yg sifatnya global)
  • Maka, siswa perlu dibekali pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk ber-partisipasi aktif sebagai warga dunia.
  • Misalnya: dengan “berfikir global walaupun bertindak secara lokal”

KURIKULUM PERLU MEMUAT PARADIGMA SISTIM DUNIA:

  1. Umat manusia seluruh dunia, baik secara biologis, historis, dan budaya, merupakan spesies yang saling berkaitan satu sama lain.
  2. Planet bumi ini, merupakan sebuah  ekosistim global.
  3. Tatanan sosial global menjadi dasar organisasi ekologi dan sosial manusia
  4. Setiap anggota spesies manusia punya tanggung jawab berpartisipasi dalam tata sosial dunia ini

INTERAKSI ANTAR BANGSA

  • Dekolonisasi, menjadikan semakin ber-tambah jumlah negara (197)
  • Setiap negara memiliki perbedaan yg khas, (bahasa, ras, etnis, budaya dll)
  • Perbedaan kondisi sosial ekonomi dan budaya mempolarisasi dunia menjadi: kelompok negara maju/kaya, negara berkembang, dan negara terbelakang.
  • Akibatnya: interaksi antar negara kurang lancar, dan saling mencurigai.

METAFORA: UTARA – SELATAN

Belahan utara:

  • Penduduk sedikit, modern, berkualitas
  • Kaya,
  • Mengendalikan dunia.
  • Bekas penjajah

Belahan selatan:

  • Padat, kumuh, kurang berkualitas
  • Miskin
  • Terbelakang
  • Bekas daerah jajahan

ERA GLOBALISASI:

  • Perlu mempelajari negara lain, agar saling memahami budaya dan saling interaksi
  • Prinsip interaksi, bukan karena negara besar atau negara kecil, tetapi saling membutuhkan
  • Karena di PBB, satu negara punya satu suara dalam keputusannya.
  • Jadi kerjasama perlu dikembangkan dengan saling menguntungkan dan saling menghormati.

INTERAKSI PERLU DIJALIN:

  • Dengan saling memahami budayanya
  • Saling menguntungkan
  • Saling menjaga perdamaian dunia
  • Tidak saling mengancam
  • Tidak membahayakan perdamaian dunia
  • Tidak mengancam satu negara tertentu

PERAN NEGARA BESAR:

  • Perlu memahami kebutuhan negara terbelakang
  • Ikut bertanggung jawab terhadap pemberantasan kemiskinan
  • Pada umumnya, bekas penjajah, sehingga perlu membantu menciptakan kesejahteraan bersama
  • Mempelopori dalam menggalang kerjasama yg saling menguntungkan

UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA

Menggalang kerjasama yg saling menguntungkan, dan saling menghormati masing-masing budaya bangsanya.

SALING MEMPENGARUHI:

Setiap bangsa pasti punya peran dalam menjaga kesimbangan ekosistim dunia.

Keseimbangan ekosistim planet bumi merupakan tanggung jawab bersama umat manusia di dunia.

NEGARA BERKEMBANG

  • Perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalannya.
  • Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan bangsa lain, terutama negara maju
  • Ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian ekologi planet bumi

NEGARA TERBELAKANG

  • Harus lebih berupaya meng-upayakan kesejahteraannya
  • Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan deng-an negara lain, terutama negara sepaham atau se kawasan
  • Belajar banyak pada negara yang lebih maju.

ASPEK GLOBALISASI :

Ekonomi, Politik, Budaya, Sosial, pertahanan. dll.

Interaksi, didasari:

Saling memahami budaya  Dan saling menguntung-kan, serta mempengaruhi bersama

SALING MEMPENGARUHI :

Antar bangsa-bangsa di dunia.

Manfaatnya :

1. Saling mengenal

2. Saling bekerjasama

3. Menjaga perdamaian dunia.

PERMASALAHAN GLOBAL

  1. Masalah pokok:

a. Bahan makanan

b. Penduduk

c. Energi

d. Polusi udara, air, tanah

e. Aneka hayati

  • PERMASALAHAN GLOBAL

2. Masalah Sosial:

a. Budaya global

b. Politik dunia

c. Degradasi lingkungan

d. Penyakit menular

e. Migrasi dunia

MASALAH BAHAN MAKANAN

Pangan:—kebutuhan pokok manusia

—menyangkut kelangsungan hidup

Masalah penting, karena:

  • Terbatas
  • Kekurangan gizi
  • Mati kelaparan

Isu masalah pangan, terkait:

  1. Kebutuhan obyektif
  2. Permintaan efektif
  3. Kendala peningkatan produksi
  • MASALAH BAHAN MAKANAN

Permasalahan di negara berkembang:

1. Produksi merosot

2. Lahan berkurang

3. Semakin bergantung pd negara maju (susu, daging, gandum dll)

Negara maju:

  1. Berlebihan sampai 30% dari kebutuhan
  2. Banyak menikmati sumber alam
  3. Menikmati pangan berkualitas
  4. Mengatur produksi pangan dunia

Contoh: AS, pangan disediakan 15% WN

MASALAH MAKANAN

Teori Thomas Robert Malthus: (1798)

  • Pertumbuhan penduduk=deret ukur
  • Pertumbuhan pangan    =deret hitung
  • Kondisi ini tdk seimbang, muncul bencana kelaparan, kurang gizi dll

Semakin sempit lahan, bencana kekeringan semakin mengurangi produksi pangan.

MASALAH PENDUDUK

Pesatnya pertumbuhan penduduk:

  • Kemajuan ilmu kedokteran

-sarana kesehatan

-kesadaran masy. untuk hidup sehat

-harapan hidup meningkat

  • Meningkatnya sosial ekonomi

-makanan bergizi

-kemakmuran memperpanjang usia

MASALAH PENDUDUK

Dampak pesatnya pertumbuhan penduduk:

  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Lapangan pekerjaan
  • Ketertiban dan keamanan
  • Berbagai kebutuhan: pangan, air, energi, dll, yang berdampak punahnya aneka hayati.

MASALAH PENDUDUK

Meningkatnya kemakmuran, berdampak:

  • Exploitasi sumber bahan mentah
  • Permintaan melampoi penawaran
  • Daya dukung ekosistim tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia
  • Akibatnya: muncul berbagai krisis, seperti ekonomi, sosial, politik dll.
  • MASALAH ENERGI

Energi: sumber kehidupan yg penting

Sifat sumber energi:

a. Non renewable: tambang, dll

b. Renewable       : hutan produksi dll

Konservasi:

Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia

MASALAH ENERGI

Energi Penting bagi manusia:

1.Sumber kehidupan

2.Makanan menghasilkan energi

3.Energi kekuatan untuk bekerja

4.Energi bisa berubaha bentuk

5.Manusia berupaya menemukan energi baru

6. Konsumsi energi merusak lingkungan

7.Standar hidup tergantung energi

8.Pemakaian energi —-à teknologi dan budaya

9. Perkembangan ekonomi terkait dng energi

10.Penemuan energi baru—-àperubahan sosial

11.Distribusi energi belum merata

MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDG) 2015

  1. Pemberantasan kemiskinan dan kelaparan
  2. Pendidikan dasar yang universal
  3. Kesetaraan gender
  4. Pemberantasan kematian bayi/anak
  5. Pemberantasan HIV/AIDS, malaria, dll
  6. Menjamin kelestarian lingkungan hidup
  7. Peningkatan kesehatan ibu
  8. Membangun kemitraan global

HDI (Human Development Index)

  1. Income per capita
  2. Pendidikan dasar
  3. Layanan kesehatan masyarakat
  4. Demokratisasi

LEARNING PARADIGMA

  1. Learning to know
  2. To do
  3. To be
  4. To live together
  • Pembelajaran menyenangkan
  • Tuntas/joyful learning
  • Menyatukan berbagai sumber/mastery learning
  • Berkekuatan/empowering
  • Perkembangan berkelanjutan / continues improvement

sumber: waspodo dosen UNESA

Pendidikan IPA SD Jagat Raya dan Tata Surya

JAGAT RAYA

Jagat Raya : sebuah ruang tempat segenap benda langit berada,   termasuk bumi.

Terbentuknya jagat raya :

1. Teori Big Bang (Dentuman Besar)

terjadi sekitar 13700jt tahun lalu

2. Teori keadaan tetap (Steady-state

theory)

3. Teori Osilasi (Oscitaion theory)

Beberapa pandangan asal usul jagat raya :

  1. Pandangan orang yunani kuno

Bumi diatur oleh beberapa dewa, diantara para dewa tadi disebut dewa helios yang diakui sebagai dewa matahari, sedang dewa Zeus diakui sebagai dewa guntur

  1. Pandangan Pytaghoras bumi berbentuk bulat tidak berujung pangkal
  2. Pandangan Aris Toteles

Matahari, bintang planet semua beredar mengelilingi bumi. Aris Toteles tidak percaya pada dongeng para pendeta yang menyatakan bahwa dewa matahari adalah Helios dan dewa-dewa lain yang bersemayam di gunung olimpus. Akibat para pendeta menganggap Aris Toteles merusak citra agama dan dijuluki seorang Ateis dan di usir dari negaranya sampai meninggal.

d.  Pandangan Ptolomeus
Ahli Filsafat bangsa Yunani    hidup 100 tahun  setelah Aris Totele, mengajar   bumi menjadi pusat pengajaran benda-benda langit. Teori ini sering disebut teori           geosentris.

e.  Pandangan Copernicus
Copernicus lahir di Torum Polandia (1473-1543) dari hasil penyelidikannya bertahun-tahun kesimpulannya hanya bulan yang menelilingi bumi, benda-benda   langit yang lain beredar mengelilingi matahari, waktu        itu Copernicus masih merahasiakan karena takut di hukum sebab penemuannya bertentangan tentang    pandangan gereja.

f.   Pandangan menurut Galileo Galilei
Galileo membenarkan teori Copernicus, karena menyetuji teori Copernicus dia dipenjara oleh   pengadilan gereja sampai meninggal. Pada masa Copernicus dan Galileo gereja mempunyai kekuasaan yang sangat besar sehingga pendapat-pendapat yang bertentangan dengan gereja akan di hukum.

Pandangan Modern terhadap asal usul alam semesta.
Ilmu yang mempelajari tentang asal usul dan evolusi (perubahan) alam semesta disebut Kosmogoni.
Kosmologi tidak hanya mempelajari asal usul dan evolusi tetapi diperluas isi alam semesta dan organisasinya . Melalui Kosmologi yang telah maju di kemukakan teori-teori tentang terjadinya alam semesta, dimana teori-teori itu dikelompokan menjadi tiga teori utama.
Ketiga teori utama adalah :
1. Teori keadaan tetap (Steady-State Theory)
Bahwa alam semesta dimanapun dan bila manapun sama. Pengertian lain bahwa alam semesta tak berawal dan tak berakhir, alam semesta lehih kurang sama bukan hanya dimana-mana tapi setiap saat                  Pendukung teori ini antara lain Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold .

2.  Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)
Gamau ahli fisika Amerika kelahiran Rusia dan beberapa rekannya seperti Rol Ralph Alpher, House Betehe dan Robert Herman pada akhir tahun 1940 menyatakan bahwa seluruh bahan dan tenaga dalam alam semesta pernah terpadu dalam satu bola raksasa kemudian ada “ledakan” yang memulai pengembangan alam semesta. Selanjutnya pada alat ekspansi dan pendinginan hasil ledakan itu berkondensasi menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi.
3.            Teori Osilasi (Osylation Theory)
Teori Osilasi disebut alam semesta “berayun” berpendirian semua materi bergerak saling menjauh dari masa termampat. Materi itu akhirnya memperlambat yang pada suatu saat akan lebih lambat dari kecepatan lepas kritis berarti mulai mengkerut lagi akibat gaya gravitasi. Materi tersebut akan termampat dan meledak lagi yang dilanjutkan dengan pemuaian lagi. Dalam proses itu materi             hanya mengalami goyangan (Osylation) kaerna dalam peristiwa tersebut tidak ada materi yang rusak melainkan hanya berubah tatanannaya.

Asal Usul Alam Semesta

Pandangan manusia tentang jagat raya :

  1. Pandangan Antroposentris menyatakan bahwa manusia pusat segalanya di alam semesta.
  2. Pandangan Geosentris : Bumi sebagai pusat jagat raya. Berkembang 600 SM, yang mendukung pandangan ini Thales 546 SM dan Anaxi Mander 526 SM, Phitagoras 500 SM dan Ptolomeus 85-165 M
  3. Pandangan Heliosentris : Matahari pusat alam semesta. Pelopor pandangan ini Nicolaus Copernicus.
  4. Pandangan Galaktisentris menyatakan galaksi pusat alam semesta.

Satuan jarak di Jagat Raya

  1. Satuan Astronomi (SA) atau Astronomikal Unit (AU), 1SA = 1,5 x 10km, digunakan menghitung benda-benda langit dalam sistem tata surya.
  2. Tahun cahaya (TC) : jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 tahun.

Untuk menghitung jarak antar bintang, contoh : Jarak matahari ke bintang terdekat  (Bintang Alfa Centauri adalah 4,3 tahun cahaya

Jarak Galaksi Andromeda ke galaksi Bima Sakti 2jt tahun cahaya

  1. Paralaks Second (Parsec = PC), untuk mengukur jarak yang lebih besar.

1PC = 3,26 TC = 206.265 SA

Anggota Jagat Raya

  • Galaksi adalah sistim perbintangan yang meluas didalamnya terdapat jutaan bahkan milyaran bintang serta benda-benda langit lainnya yang mengelilingi pusatnya secara teratur.

Bentuk-bentuk Galaksi

l  Edwin Hubble 1925 mengklasifikasikan galaksi kedalam 3 kelas utama berdasarkan bentuknya

1.  Bentuk Spiral (S) sekitar 80%

2.  Bentuk Elips (E) sekitar 17%

3.  Bentuk Tak Beraturan (TB) sekitar 3%

Macam-macam Galaksi

Dari ribuan bahkan jutaan galaksi yang ada di jagat raya ini hanya ada 2 galaksi yang dapat diamati dengan mata telanjang yaitu Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Magellan. Galaksi lain hanya dapat dilihat dengan menggunakan teleskop. Adapun dari ribuan bahkan jutaan galaksi yang diketahui antara lain, galaksi : Bima Sakti, Magellan, Andromeda dan Roda Biru.

Galaksi Bima Sakti

l  Merupakan salah satu galaksi yang berbentuk spiral yang terdiri sekitar 100jt bintang. Matahari adalah salah satu anggotanya, inti galaksi berjarak kira-kira 35.000 TC dari matahari.

Bintang

l  Bintang adalah benda langit yang mempunyai cahaya sendiri.

l  Bintang terkadang ngumpul dalam kelompok sehingga membentuk Konstelasi sehingga membentuk rasi bintang

TATA SURYA

Tujuan : Setelah mempelajari modul ini di harapkan anda dapat :

  • Menjelaskan pengertian tata surya
  • Mendiskripsikan bahwa matahari sebagai pusat tata surya
  • Menjelaskan terjadinya rotasi dan revolusi anggota tata surya
  • Memjelaskan proses terbentuknya tata surya
  • Menjelaskan keadaan fisik matahari
  • Menjelaskan sifat khusus matahari
  • Menjelaskan gerakkan-gerakan anggota tata surya
  • Menjelaskan kedudukan planet-planet dan satelit-satelit khususnya bulan sebagai satelit bumi
  • Mendiskripsikan tentang meteor yang banyak terdapat dalam lingkungan tata surya
  • Menjelaskan terjadinya gerhana bulan
  • Menjelaskan terjadinya gerhana matahari

Tata surya (Solar System)

Pada malam hari yang cerah jika anda memperhatikan langit kita, terlihat bintang-bintang bertaburan. Jarak bintang yang satu dengan yang lain kelihatannya selalu tetap dan seperti terletak pada satu bidang, padahal kenyataannya tidak.

Bintang-bintang itu mempunyai cahaya sendiri, matahari adalah bintang karena matahari mempunyai cahaya sendiri dan merupakan bintang terdekat dengan bumi walaupun jaraknya masih sekitar 149.500.000 kilometer dan matahari sebagai salah satu bintang yang terdapat pada Galaxi Bima Sakti

Kadang-kadang kita melihat benda-benda langit yang berpindah-pindah diantara bintang-bintang, benda-benda langit itu adalah planet. Berbeda dengan bintang planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Sampai sekarang orang mengenal sembilan buah planet pada tata surya kita dan bumi merupakan salah satu planet diantaranya. Kesembilan planet itu beredar mengelilingi matahari, garis edar atau lintasan itu disebut orbit. Arah beredarannya berlawanan dengan arah jarum jam, kalau di lihat dari kutub utara waktu beredarnya planet-planet mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu untuk menyelesaikan satu kali mengelilingi matahari disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi ditetapkan sebagai satuan yang dinamakan satu tahun.

Jadi yang dimaksud tata surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta satelit-satelitnya, asteroid, komet dan meteor.

Bidang edar planet yaitu bidang tempat planet-planet beredar, setiap planet mempunyai bidang edar sendiri-sendiri. Satu sama lain hampir berhimpitan dan bidang edar planet bumi dinamakan bidang ekliptika. Telah disebutkan diatas bahwa setiap planet tidak mempunyai cahayasendiri, cahaya yang dikeluarkan oleh planet-planet adalah pantulan cahaya matahari yang mengenai planet-planet tersebut. Cahaya matahari yang mengenai planet-planet hanya separuh dari bola planet. Planet yang mendapatkan cahaya matahari mengalami siang dan bagian yang tidak mendapat cahaya matahari mengalami malam.

Pergantian siang dan malam pada planet bumi membuktikan bahwa planet-planet berputar pada sumbunya. Perputaran mengelilingi suumbu ini disebut rotasi, Sedangkan waktu sekali mengelilingi sumbu ini disebut kala rotasi. Kala rotasi dan kala revolusi tiap-tiap planet berbeda-beda.

Perhatiakan table I kala rotasi dank ala revolusi planet-planet.

Tata Surya Kala Rotasi Kala Revolusi
Matahari 25,00 hari -
Merkurius 58,64 hari 88,00 hari
Venus 249,00 hari 224,70 hari
Bumi 23,90 jam 365,25 hari
Mars 24,60 jam 687,00 hari
Yupiter 9,90 jam 11,90 tahun
Saturnus 10,40 jam 29,50 tahun
Uranus 10,80 jam 84,00 tahun
Neptunus 15,70 jam 164,80 tahun
Pluto 6,40 jam 284,40 tahun

Terjadinya revolusi planet-planet terhadap matahari dan rotasi pada sumbunya oleh planet itu karena adanya gaya grafitasi matahari dan gaya gravitasi dari sembilan planet itu mataharilah yang paling besar gaya gravitasinya, karena masa matahari lebih besar daripada masa seluruh planetnya.

Tabel II Perbandingan masa matahari dan planet-planet

Tata Surya Masa Bumi = 1
Matahari 333.400,000
Merkurius 0,055
Venus 0,807
Bumi 1,000
Mars 0,106
Yupiter 318.000
Saturnus 94,100
Uranus 14,400
Neptunus 17,100
Pluto 0,900

ASAL USUL TATA SURYA

Asal usul tata surya ada 2 golongan besar teori yang memperkirakan terjadinya tata surya

  1. Tata surya yang terdiri dari matahari yang sebagian materi terlepas dan menjadi planet-planet serta satelit-satelit. Teori yang mendukung ini diantaranya
  1. a. Teori pasang surut

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Jefferys (1917). Teori ini    dinyatakan bahwa ada bintang besar yang mendekati matahari sehingga terjadi efek pasang pada kabut matahari. Akibat daya tarik bintang besar tadi sebagian masa matahari tertarik dan bentuknya menyerupai cermin. Kemudian pecah, berputar dan mendingin menjadi planet-planet kecil termasuk satelit-satelitnya.

  1. b. Teori bintang kembar

Teori ini yang menyatakan bahwa matahari dahulu diduga merupakan dua bintang kembar. Kemudian satu bintang meledak dan pecahannya mendingin dan membentuk planet-planet dan satelit-satelit. Semua planet dan satelit yangterbentuk kini terpengaru oleh gravitasi matahari, maka planet-planet dan satelit itu beredar mengelilingi matahari membentuk tata surya seperti sekarang

  1. Tata surya berasal dari kabut atau Nebula yang terdiri dari Helium dan Hidrogen. Teori ini dikenal sebagai Teori Nebula.

Teori-teori terkenel yang mendukung teori ini diantaranya :

  1. a. Teori Nebula

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.

  1. b. Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

  1. c. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

Sifat dan keadaan keanggotaan tata surya

  1. 1. Matahari

  1. Matahari merupakan pusat tata surya dan merupakan bola gas bercahaya dengan suhu ± 6000°C
  1. Massa matahari 1,99 x 10³ºkg, lebih dari 99% massa total tata surya dan kurang lebih 330000 kali masa bumi
  1. Jari-jari matahari di ekuator sepanjang 695.000km atau 108,97 jari-jari bumi
  1. Dalam klasifikasi bintang matahari termasuk bintang normal ditinjau dari ukurannya, hanya saja jaraknya yang dekat dengan bumi walaupun jaraknya masih sekitar 149.597.800km, matahari terlihat lebih besar dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya.
  1. Luminositas matahari, L?, adalah satuan luminositas atau tenaga radian (tenaga yang dikeluarkan dalam bentuk foton) yang digunakan oleh astronom untuk menghitung luminositas bintang. Satuan ini sama dengan luminositas Matahari yang disetujui, 3.839×1026 W, atau 3.839×1033 erg/s.[1] Nilainya sedikit lebih tinggi, 3.939×1026 W (sama dengan 4.382×109 kg/s atau 2.107×10-15 M?/d) bila radiasi neutrino matahari dimasukkan bersama radiasi elektromagnetik.[2] Matahari adalah sebuah bintang variabel yang lemah dan luminositasnya mengambang (fluktuasi). Fluktuasi besar adalah siklus matahari sebelas tahun (siklus bintik matahari), yang menyebabkan variasi periodik sekitar ±0.1%. Variasi lain dalam 200-300 tahun terakhir dianggap lebih kecil daripada jumlah ini.
  1. Manfaat matahari

* Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi

pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan,

membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis,

dan banyak hal lainnya.

* Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam

batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.

* Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol

terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet-planet lainnya.   Tanpa matahari, sulit dibayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.

g.    Korona

Korona adalah bagian paling luar dari atmosfer matahari yang dicirikan oleh rendahnya massa jenis dan tingginya temperatur (> 1.0E+06 K). Korona tidak terlihat secara langsung dari bumi, kecuali pada saat terjadinya gerhana matahari total atau dengan bantuan teleskop dengan presisi.

h.   Kromosfer

Kromosfer adalah lapisan tipis di atmosfer Matahari. Lapisan ini terletak diatas fotosfer, dan memiliki kedalaman sekitar 2.000 kilometer.

Nama kromosfer berasal dari fakta bahwa kromosfer memiliki warna kemerahan. Warna kromosfer hanya dapat dilihat oleh mata telanjang pada saat gerhana matahari, ketika kromosfer terlihat dibelakang Bulan.

i.    Fotosfer

Fotosfer adalah lapisan matahari yang kita lihat sehari-hari. Cahayanya yang sangat terang mengalahkan lapisan paling luar matahari yaitu korona, sehingga sinar dari korona tidak terlihat oleh mata kita. Disekeliling fotosfer adalah lapisan gas merah cemerlang yang disebut kromosfer.

j.    Gerakan matahari

Matahari mempunyai dua macam gerakan sebagai berikut :

* Rotasi mengelilingi sumbunya, lamanya 25 1/2 hari satu kali putaran. Gerakan rotasi dapat dibuktikan dengan terlihat noda-noda hitam di bagian inti yang kadang-kadang berada di sebelah kanan dan kira-kira 2 minggu berada di sebelah kiri.

* Bergerak di antara gugusan-gugusan bintang. Selain berotasi, matahari bergerak diantara gugusan bintang dengan kecepatan 20 km per detik, pergerakan itu mengelilingi pusat galaksi.

  1. 2. Planet Tata Surya

  1. Suhu planet

Planet-planet (kecuali mungkin planet Yupiter) tidak mempunyai sumber panas yang berarti. Pada orbit bumi, energi matahari yang datang perdetik per cm² adalah 1,37 x 10erg, harga ini disebut tetapan matahari.

  1. Nama-nama planet dan pengelompokannya
    1. Planet dalam (Planet Interior) adalah planet-planet yang peredarrannya ada diantara Bumi dan Matahari. Planet Interior yaitu Merkurius, Venus dan Bumi.
    2. Planet luar (Planet Superior) adalah planet-planet yang peredarannya ada diluar peredaaran bumi, Planet Superior yaitu Mars, Asteroid, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto.

-    Planet Kebumian (Planet Terestrial/Planet Minor) adalah planet yang ukuran dan massanya lebih kecil atau sama dengan Bumi. Rapat massanya rata-rata = 3,8 -5,5g/cm³, Atmosfer pengoksidasi adalah O2, Co2, H2O. Yang termasuk planet kebumian adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Pluto.

-    Planet Jovian (Planet Raksasa/Planet Mayor)Merupakan planet yang ukurannya jauh lebih besar daripada bumi, yaitu 13-320 massa bumi. Rapat massa rata-rata = 0,7 – 2,2g/cm³. Atmosfer pereduksi adalah H2, CH4, NH3yang termasuk planet Yovian adalah planet Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

  1. Satelit

Satelit adalah pengiring planet karena itu termasuk anggota tata surya juga. Satelit beredar mengelilingi planetnya dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Arah peredarannya sama dengan arah peredaran planet. Bidang edarnya hampir pula berimpit dengan bidang edarnya planet.

Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan. Selain bumi planet-planet lain yang diketahui mempunyai satelit adalah Yupiter mempunyai 12 satelit. Mars dan Neptunus masing-masing mempunyai 2 satelit. Uranus memiliki 5 satelit, dan sturnus memiliki 10 satelit. Planet-planet lain belum diketahui memiliki satelit. Jadi tata surya kita mempunyai 32 satelit dan terbanyak planet Yupiter, yaitu 12 satelit. Dari 32 satelit 6 diantaranya sama atau lebih besar daripada Bulan. Yang diketahui mempunyai angkasa barulah planet Saturnus dan Yupiter.

  1. Meteor dan Meteorid

Meteor atau bintang beralih adalah benda langit yang sangat kecil yang terdiri atas debu, pasir atau kersik langit yang bergerak mengelilingi matahari seperti planet. Keberadaan meteor jauh dari bumi sehingga tidak terlihat, tetapi pada saat meteor bergerak melintas dekat bumi dan memasuki atmosfer akan kelihatan seperti jalur cahaya. Jalur cahayanya terjadi karena pada saat meteor bergerak dengan kecepataan tinggi kurang lebih60km/detik melintasi atmosfer bumi terjadi gesekan sehingga menimbulkan panas dan membakar meteor dan akhirnya menyal. Inilah yang menimbulkan jalur cahaya dilangit, karena meteor pada umumnya berukuran sangat kecil maka dalam waktu beberapa detik habis terbakar kemudian menghilang. Cahaya pijar itu sering-sering kita lihat pada malam hari dan biasanya pada ketinggian 60-100km diatas permukaan bumi dan kesan kita seakan-akan ada bintang jatuh atau pindah.

Meteor atau batu bintang beralih adalah meteor yang sampai kepermukaan bumi. Meteorid adalah meteor yang berukuran besar sehingga tidak habis terbakar pada saat sampai kepermukaan bumi. Ada beberapa meteorid yang beratnya lebih dari 10.000ton, jatuhnya meteorid demikian menimbulkan kawah meteor, misalnya di Negara bagian Arisona Amerika Serikat. Setelah diselidiki ternyata meteorid tersusun dari besi dan nikel. Contoh meteoroid dapat dilihat di museum Geologi di Bandung.

  1. Komet atau bintang berekor

Komet juga merupakan benda langit yang mengelilingi matahari. Komet

dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor karena komet yang ditemukan pertama kali muncul dengan sinar yang terang-benderang sambil membawa ekor cahaya yang panjang. Orbit komet dalam mengelilingi matahari berbentuk sangat lonjong.

Komet termasuk keluarga matahari, nyatanya komet yang pernah nampak pada suatu waktu akan nampak kembali. Komet yang terkenal adalah komet Halley periodenya tiap 75tahun, yang telah diamati sejak 239SM. Terakhir terlihat pada tahun 1910 dan 1986. Komet juga bersifat rapuh karena itu komet mudah pecah.

Keadaan fisik komet yang berupa materi komet terdiri dari materi meteoric (1/3bagian) dan materi gembur (mudah menguap) yang merupakan senyawa H, C, N dan O. Secara garis besar susunan tubuh komet terdiri dari beberapa bagian.

Inti komet berdiamter antara 1-100km tampak cemerlang pada bagian kepala komet. Ketika mendekati matahari H2O dan molekul lainnya menguap dari inti dan membentuk koma yang diameternya dapat mencapai 10 pangkat5km.

Ekor komet adalah materi yang tertiup oleh angin matahari (semburan partikel dari matahari), karenanya kedudukan ekor komet selalu menjauhi matahari.

  1. Asteroid

Asteroid adalah planet-planet kecil. Asteroid terbesar adalah ceres yang diameternya 750km. adalagi beberapa asteroid yamg diameternya 40km tetapi diameter asteroid rata-rata hanya 2km. Jadi jauh lebuh kecil dari planet. Asteroid tidak mempunyai angkasa. Asteroid yang banyaknya kira-kira 100.000 buah itu terutama berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Kala revolusi asteroid-asteroid berkisar dari 4-6 tahun. Berntuk orbitnya hampir menyerupai lingkaran. Hanya beberapa buah asteroid saja yang mempunyai bentuk orbit yang lonjong.

Hukum-hukum tentang planet

Telah kita akui bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan dalam tata surya terdapat 9 planet utama yang beredar mengelilinginya. Ada sebuah hukum yang perlu diketahui karena berkaitan dengan adanya keterikatan antara planet-planet tata surya dengan matahari.

  1. Hukum Kepler

Johanes Kepler (1571-1630) seorang ahli astronomi Jerman yang terpengaruh ajaran kopernikus dari pengamatannya terhadap benda-benda langit, muncullah hokum peredaranplanet terhadap matahari. Ada tiga hokum yang dikenal dengan Hukum Kepler.

  1. Hukum I Kepler

Planet bergerak mengelilingi (mengorbit) matahari tidak berupa lingkaran sempurna, berbentuk elips, sedangkan matahari menduduki tempat salah satu titik pusat lintasan.

Hukum ini menjelaskan bahwa jarak planet-lanet ke matahari tidak selalu sama, ada kalanya jaraknya terdekat (Perihelion) dan terkadang pada jarak terjauh (Aphelion).

  1. Hukum II Kepler

Garis-garis yang menghubungkan planet dan matahari selama revolusi planet itu  melewati bidang yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama. Akibatnya planet bergerak cepat pada saat kedudukannya dekat matahari dan bergerak lambat pada saat kedudukannya jauh dari matahari.

Titik A adalah jarak terdekat peredaran planet terhadap matahari = perihelium

Titik F adalah jarak terjauh peredaran planet terhadap matahari = aphelium

Pada selang waktu ∆t planet di titik A menempuh orbit AB. Pada selang maktu yang sama planet di titik B menempuh orbit DE berdasarkan Hukum II Kepler mendekati gagasan tentang gravitasi dengan perubahan kecepatan berfungsi untuk menyeimbangkan gaya gravitasi planet terhadap gaya gravitasi matahari. Pada jarak terdekat gaya gravitasi matahari sangat besar, planet menyeimbangkan dengan gerakan lebih cepat agar planet tidak jatuh ke matahari. Sebaliknya pada saat planet berada pada jarak terjauh dengan matahari agar planet tidak melepaskan diri dari matahari, planet bergerak dengan lambat.

  1. Hukum III Kepler

Pangkat dua waktu revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari. Jika waktu revolusi planet dinyatakan dengan W dan jarak rata-rata planet ke matahari dinyatakan d, maka Hukum III Kepler dinyataka dalam bentuk W² = d³ atau W²/d³ = C.

C= bilangan Konstan.

Jika W menggunakan satuan “tahun” dan d menggunakan satuan “SA” dimana C bernilai 1, maka untuk semua planet berlaku perbandingan sebagai berikut :

W1²/d1³ = W2²/d2³ = W3²/d3³ dan seterusnya.

Dengan menggunakan Hukum III Kepler dapat dicari jarak rata-rata planet ke matahari atau dapat dicari berapa waktu revolusi planet jika salah satu konstanta diketahui.

  1. Hukum Newton

Hukum ini dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727), dia melihat bahwa apa yang dikatakan oleh Kepler benar. Semua planet bergerak mengelilingi matahari melelui lintasan yang disebut orbit. Gerak melalui orbit ini terus-menerus dan teratur, hal ini hanya mungkin jika ada tenaga yang mengaturnya. Tenaga yang mengatur itu menurut Newton adalah gaya tarik menarik antara dua benda atau dua massa yaitu matahari dan planet. Gaya itu disebut gaya gravitasi.

Selanjutnya Newton menetapkan sebuah hukum yang disebut hukum Newton: besarnya gaya gravitasia antara dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat kedua massa tadi.

Kalau besarnya gaya gravitasi disebut K, kedua massa itu M1 dan M2 dengan satuan gram, dan jarak antara kedua massa itu d dengan satuan cm, maka Newton menuliskan hukumnya tadi.

Kalau Anda memperhatikan rumus diatas, tentunya Anda dapat menyimpulkan bahwa gravitasi K makin besarkalau massanya makin besa, dan gravitasi K makin kecil bila jarak kedua massa itu makin besar atau makin jauh.

Perhatikan gambar di bawah ini

Penulisan besar huruf untuk menggambarkan besar relatif.

Antara matahari dan planet terjadi gaya tarik-menarik dan matahari mempunyai massa yang besar sekali dan bahkan jauh lebih besar dari jumlah semua massa massa planetanggota tata surya. Matahari selalu menarik planet kearahnya dan planet juga menarik massa matahari. Akibatnya planet yang mempunyai gerak lurus bergerak mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk ellips.

  1. Hukum Titis-Bode

Para astronom telah memperkirakan jarak tiap-tiap planet terhadap matahari dengan membandingkan jarak bumi terhadap matahari dengan menggunakan Hukum III Kepler pada tahun 1766 Titius-Bode menyederhanakan cara menghitung jarak planet ke matahari dengan menggunakan deret ukur sebagai berikut :

- Deret angka                    : 0;      3;    6;   12;  24; 48;  96;  192;  384;  768

- Tambah dengan 4           : 4;      7;   10;  16;  28; 52; 100; 196;  388;  772

- Bagi dengan 10               : 0,4;  0,7;  1;  1,6; 2,8; 5,2; 10;  19,6; 38,8; 77,2

- Planet                              : M,    V,   B,  Ma,  Pl,    J,    S,    U,      N,      P

Gerhana

Seperti yang kita ketahui, dalam tata surya bumi dan bulan merupakan benda langit yang gelap, seperti planet lainnya. Tampak bercahaya pada malam hari karena pemantulan cahaya matahari yang jatuh padanya. Bumi beredar mengelilingi matahari dan bulan beredar mengelilingi bumi. Setiap sebulan sekali, bulan akan beredar antara bumi dan matahari, saat seperti itu disebut fase bulan baru. Kalau saat itu matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus, maka bayangan bulan akan mengenai bumi. Peristiwa seperti itu dinamai gerhana matahari. Sebaliknya, bila bulan berada di dalam bayangan bumi, yaitu pada kedudukan matahari, bumi dan bulan ketiga-tiganya terletak pada garis lurus maka terjadi gerhana bulan. Pada saat itu bulan berada dalam fase bulan purnama.

Seandainya lintasan bulan mengelilingi bumi berhimpit dengan lintasan bumi mengelilingi matahari (ekliptika), maka dapat dipastikan bahwa setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Tetapi dalam kenyataan tidak demikian karena lintasan bulan mengelilingi bumi tidak berimpi dengan ekliptik, melainkan agak miring dengan besar kemiringan 15 derajat. Setiap bulan berkedudukan diantara matahari dan bumi disebut dalam kedudukan berkonjungsi sedang saat bulan berkedudukan sama bumi sama bulan, maka bulan dikatakan berkedudukan beroposisi.

A.  Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

Gambar 6

Gerhana matahari

Beberapa hal penting tenang gerhana matahari :

  1. Gerhana matahari akan terjadi jika bulan berada pada jarak 17° dari salah satu titik simpul.
    1. Dalam satu bulan kemungkinan dapat terjadi gerhana matahari dua kali
    2. Bagian matahari yang tertutup lebih dahulu adalah bagian sebelah kanan (barat)
    3. Gerhana matahari hanya telihat dari sebagian permukaan bumi saja, yaitu permukaan yang tertutup oleh bayangan-bayangan bulan
    4. Gerhana matahari total (paling lama hanya 7 menit) hanya terlihat didaerah sempit dipermulaan bumi, diluar daerah itu hanya terlihat gerhana sebagian
    5. Pada gerhana matahari, sebenarnya matahari tidak kehilangan cahaya. Tetapi hanya sebagian cahayanya tidak sampai dibumi karena terhalang oleh bulan.

B.  Gerhana Bulan

Baik bumi maupun bulan yang memperoleh pancaran sinar matahari membentuk bayangan yang berbentuk kerucut. Bayangan bulan terdiri dari dua bagaian, yaitu bagian gelap yang disebut umbra dan bagian yang tidak begitu gelap disebut penumbra.

Gambar 7

Gerhana Bulan

Demikian juga bumi memiliki bayangan umbra dan penumbra seperti yang terjadi pada bulan.

Gerhana bulan terjadi bila lintasan peredaran bulan dan ekliptika berimpitan, pada saat bulan dan matahari itu beroperasi (bertentangan), maka akan terjadi gerhana bulan total. Hal itu terjadi karena bulan seluruhnya masuk ke dalam kerucut bayangan inti (umbra) bumi. Dan jika sebagian saja dari bulan masuk ke bayangan umbra bumi, terjadilah gerhana bulan partial (sebagian). Gerhana bulan partial dapat terjadi sesudah dan sebelum terjadi gerhana bulan total.

Beberapa hal penting dari gerhana bulan :

  1. Gerhana bulan hanya akan terlihat pada bulan purnama dan bulan pada jarak 12° dari simpul (node)
  2. Pada gerhana bulan, bagian bulan sebelah kiri (timur) yang akan tertutup lebih dahulu kemudian berakhir pada bagian sebelah kanan (barat)
  3. Dalam satu bulan synodis, satu kali kemungkinan terjadi gerhana bulan
  4. Pada gerhana bulan total, seluruh peristiwa berlangsung 220 menit, 2 x 60 menit untuk 2kali gerhana partial dan 100 menit berlangsungnya gerhana total
  5. Pada gerhana bulan gejalanya dapat dilihat diseluruh bagian bumi yang pada waktu itu dapat melihat bulan
  6. Bagian bulan yang tertutup memang tidak memberi cahaya sebab bulan memang tidak mempunyai cahaya sendiri.
  1. Frekuensi Terjadinya Gerhana

Gerhana matahari total kira-kira sama seringnya dengan gerhana bulansetiap setahun. Tetapi kita jauh lebih sering melihat gerhana bulan daripada gerhana matahari total. Sebabnya daerah di bumi yang mengalami gerhana matahari total hanya merupakan jalur yang sempit. Diameter urban dipermulaan bumi yang paling besar hanya 264 km. Sebaliknya gerhana bulan dapat dilihat disemua tempat di bumi yang sedang malam hari.

Rangkuman

  1. Tata Surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet besarta satelit-satelitnya, asteroit, komet dan meteor.
  1. Semua anggota tata surya disamping beredar mengelilingi sumbunya (rotasi) juga beredar mengelilingi matahari (revolusi) dan waktu 1x mengelilingi sumbu disebut kala rotasi dan waktu sekali mengelilingi matahari disebut kala revolusi.
  1. Arah peredaran semua tata surya yaitu searah berlawanna arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara.
  1. Terjadinya rotasi maupun revolusi karena adanya gaya-gaya gravitasi planet maupun gaya gravitasi matahari.
  1. Planet-planet tidak mempunyai cahaya sendiri, cahaya yang terkadang dipancarkan planet merupakan pantulan dari cahaya matahari
  1. Hukum – hukum tentang planet yaitu Hukum Kepler dan Hukum Titius–Bode.
  1. Menurut para ahli ada dua golongan besar teori yang menerangkan terjadinya tata surya, yaitu bahwa tata surya berasal dari matahari yang didukung oleh teori-teori pasang surut dan teori bintang kembar. Teori lain menerangkan bahwa tata surya berasal dari Nebula.
  1. Planet-planet yang ada pada tata surya dapat dikelompokan berdasarkan letaknya.
  1. Setiap planet mempunyai satelit kecuali planet Venus dan Merkurius, Bumi memiliki satu satelit yaitu Bulan sementara planet-planet lain memiliki lebih dari satu satelit.

10.  Pada saat berotasi mengelilingi bumi bulan melakukan tiga macam gerakan sekaligus yaitu berputar pada porosnya, beredar mengelilingi bumi (revolusi bulan) dan bersama bumi bergerak mengelilingi matahari (revolusi bumi).

11.  Jika suatu saat bayang-bayang bumi mengenai bulan maka terjadi gerhana bulan dan jika bayang-bayang bulan mengenai bumi maka terjadi gerhana matahari.

12.  Komet atau bintang berekor adalah bentuk angkasa yang tidak padat (gembur) mudah menguap merupakan senyawa dari H, C, N dan O. Ekor komet kedudukannya selalu menjauhi matahari karena tertiup oleh angin matahari.

Test Formatif

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas

  1. Jelaskan pengertian rotasi, revolusi, kala rotasi dan kala revolusi ?
  1. Jelaskan pengertian tata surya ?
  1. Mengapa planet-planet mengalami rotasi dan revolusi ?
  1. Jelaskan yang memperkirakan asal usul tata surya ?
  1. Jelaskan pengertian :
    1. Teori pasang surut

b.Teori bintang kembar

c. Teori Nabula

d.Teori Hipotesis Planetisima

e.Teori Hipotesis Kondensasi

  1. Jelaskan pengerjian dari :

a.Korona

b.Kromosfer

c. Fotosfer

  1. Sebutkan nama-nama planet beserta pengelompokannya !
  1. Jelaskan pengertian satelit dari anggota tata surya kita dan sebutkan planet yang mempunyai satelit terbanyak serta berapa jumlahnya !
  1. Coba jelaskan tentang meteor dan meteroid !

10.  Hukum II Kepler tentang planet menjelaskan apa ?

11.  Bagaimana Titius-Bode menghitung jarak rata-rata planet ke matahari ?

12.  Bagaimana penggunaan Hukum III Kepler ?

13.  Bagaimanakah dan jelaskan sikap ekor komet ketika mendekati matahari ?

14.  Mengapa bulan terkadang berbentuk sabit dan terkadang kelihatan penuh ?

15.  Mengapa siang dan malam dapat terjadi ? Mungkinkan bumi akan mengalami siang terus atau sebaliknya ?

Koordinat Pada Muka Bumi

Untuk menentukan letak suatu tempat dimuka bumi kita mengenal adanya panjang geografis (sebagai absis/lintang) pada globe disebut garis lintang dan lebar geografis (sebagai ordinat/bujur) pada globe disebut garis bujur.

Pada peta garis lintang arahnya dari kiri ke kanan dan garis bujur dari bawah ke atas.

  1. garis lintang

Garis lintang yang membentuk lingkaran paling besar yaitu garis yang membelah bumi menjadi dua bagian yang sama besar disebut garis equator atau garis lintang 0°.  Garis ini membagi belahan bumi utara dan selatan. Garis ini melalui kota Pontianak di Provinsi Kalimantan barat dan kota ini di kenal sebagai kota katulistiwa. Selanjutnya lingkaran sejajar equator kearah utara di sebut lintang utara dan kearah selatan di sebut lintang selatan. Lintang utara dan lintang selatan dihitung dari equator sampai titik kutup utara adalah 90° demikian juga sampai kutub selatan adalah  90°

  1. Garis bujur

Hal yang membentuk lingkaran arah vertical, garis ini akan melalui kedua titik yaitu kutub utara dan kutub selatan. Lingkaran ini di sebut lingkaran bujur atau lingkaran meridian, sehingga garisnya di sebut garis bujur atau garis meridian, lingkaran ini membagi bumi menjadi dua belahan yaitu belahan timur dan belahan barat. Garis yang membentuk lingkaran membelah bumi menjadi dua bagian tepat 0° di kota Greenwich dekat London, di sebut juga sebagai garis bujur meridian primer. Dari meridian Greenwich ini dihitung kearah timur sampai 180° disebut sebagai bujur timur (BT) dan kearah barat sampai 180° di sebut sebagai bujur barat (BB). 180° BT dan 180° BB sebenarnya kedua garis ini behimpit dan garis ini sebagai patokan untuk penanggalan letaknya di  kepulauan Fiji bagian timur samudera Pasifik dan garis ini disebut juga garis penanggalan Internasional

  1. Panjang Geografis

Dalam menentukan panjang geografis di mulai dari 0° sampai 180° yang kearah timur disebut BT dan yang barat di sebut BB. Sedang garis bujur 0° (meridian 0°) diteteapkan secara Internasional di kota Greenwitch dekat London di Negara Greadtanica (Inggris). Kota Greenwitch mempunyai gedung peneropong bintang  “Greenwitch”

  1. Lebar Geografis

Lebar geografis dihitung dari 0° di katulistiwa sampai 90° kutub utara atau kutub selatan garis yang membentuk lingkaran ini di sebut juga garis lintang. Jadi dengan mengetahui panjang geografis dan lebar geografis dengan mudah dapat menentukan tempat pada muka bumi

Waktu dan Penanggalan

Telah kita ketahui bahwa bumi berputar pada porosnya dari arah barat ke timur, sehingga kita melihat benda-benda langit bergerak dari timur ke barat, gerakan ini disebut gerakan semu.

  1. Hari Matahari

Satu hari matahari semu ditentukan oleh selang waktu antara dua kulminasi. Kulminasi atas pada tengah hari (jam 12.00) dan kulminasi bawah di sebut tengah malam (24.00 atau jam 00.00) dari hasil pengamatan bahwa panjang hari matahari semu selama setahun berbeda-beda hal ini karena revolusi bumi lintasannya berbentuk elips, sehingga waktu lintasan dekat dengan matahari (perihelium) pergesekan pada ekliptika cepat dan pada saat lintasaj terjauh pada matahari (aphelium) pergesekan pada ekliptika lambat. Dengan adanya refolusi bumi tidak sama sedangkan rotasi bumi tetap maka terjadilah pergeseran semu pada ekliptika tidak seragam akibatnya saat matahari mencapai kulminasi tidak sama. Dan saat matahari berkulminasi (waktu menengah) besarnya samadengan waktu semu (jam 12.00) + perata waktu

Rumus : Waktu menengah          = waktu semu + perayta waktu

Table jumlah menit perata waktu

Tgl Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 +3 +14 +13 +4 -3 -2 +3 +6 0 -10 -16 -11
15 +9 +14 +9 0 -4 0 +6 -4 -5 -14 -15 -5

Contoh :

  1. Tanggal 15 Maret matahari berkulminasi jam 12.09, terbit jam 06.09, terbenam jam 18.09
  2. Tanggal 1 Oktober matahari berkulminasi jam 11.50, terbit jam 05.50, terbenam jam 17.50

Dalam pengguanaan sehari hari orang beragama Islam mendapatkan waktu sholat dhuhur berbeda-beda ini erat kaitanya dengan titik kulminasi matahari.

Pembagian Waktu

  • Rotasi bumi = 24jam
  • Jarak tempuh = 360°, 1° bujur ditempuh 4 menit, 15° bujur di tempuh dalam waktu 1 jam
  • Permukaan bumi  di bagi atas 24 daerah waktu (24jam), 1 daerah waktu 15° bujur
  • Waktu pangkal Greenwich (GMT), yaitu waktu untuk garis bujur yang melewati Greenwitch dekat London di tetapkan sebagai bujur 0°. Setiap garis bujur yg jauhnya 5° atau kelipatan 15° di sebelah timur dan di sebelah bujur 0 di pakai sebagai bujur standard. Waktu pada bujur standard disebut waktu standard atau waktu local (LMT)

LMT =GMT ± meridian kali 4 menit

Keterangan  :

LMT (Local Mean Time/waktu setempat)

GMT (Greenwich Mean Time/waktu GMT)

Meridian kali 4 menit

-          bila di BB dan + bila di BT

Contoh :

  1. Suatu kota terletak 30° BT waktu GMT 10.15, jam berapa waktu setempat?

Jawab   :               Posisi BT(+)

LMT = GMT +

LMT = 10.15 + (30×4)

LMT = 10.15 + 120 menit

LMT = 12.15

Waktu setempat menunjukan 12.15

  1. Suatu kota 90° BB waktu setempat menunjukan pukul 07.00, jam berapa wakotu GMT ?

GMT = LMT ±

GMT = 07.00 + (90×4)

GMT = 07.00 + 360 menit

GMT = 07.00 + 6

GMT = 13.00

Jadi waktu GMT menunjukan pukul 13.00

Pendidikan IPA SD

Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan “Natural Sciense” sering disebut “Sciense”.

Natural artinya ilmiah, berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam.

Definisi IPA :

Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam, tentang sifat-sifat dan gejala-gejala yang dapat ditimbulkannya

Pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik

Apa yang dilakukan oleh ahli IPA

Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Produk

Produk IPA merupakan hasil kegiatan emperitik dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuan selama berabad-abad.

Produk IPA adalah fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, teori-teori.

Fakta : pernataan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau kejadian yang benar-benar terjadi.
Contoh :
- Air membeku pada suhu 0°
- Benda apabila dipanaskan akan memuai
- Tadi dijalan ada kecelakaan, dll

Konsep : Ide-ide yang mempersatukan fakta.
Contoh :
- Benda-benda hidup dipengaruhi oleh lingkungannya
- Konsep-konsep tentang udara
- Konsep-konsep tentang zat cair

Prinsip : Generalisasi tentang hubungan diantara                 konsep-konsep IPA.
Contoh :
- Udara dipanaskan akan memuai
Pinsip ini menghubungkan tentang konsep udara, panas dan       pemuaian.Prinsip bersifat analitik sebab merupakan generalisasi    induktif yang ditarik dari beberapa contoh.
Prinsip diskriptif paling tepat tentang obyek atau kejadian.

n  Prinsip bersifat tentatif.
- Induktif : Khusus ke umum
- Hukum : Prinsip yang sudah diterima dan mengalami          pengujian yang lebih kekal atau suatu aturan                      alam yang mengiktisarkan hasil-hasil                             pengamatan dan eksperimen yang berkaitan.
- Teori : Suatu penjelasan pada banyak pengalaman yang                didukung oleh hasil-hasil eksperimen atau                              kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-            konsep dan prinsip-prinsip yang saling                                     berhubungan.

IPA sebagai Proses

Keterampilan proses IPA adlah keterampilan yang dilakukan para ilmuan diantaranya untuk menghasilkan produk IPA, diantaranya keterampilan :

n  Mengamati (observasi), mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan fariable, merumuskan hipotesa, membuat grafik dan tabel data, membuat definisi operasional dan melakukan eksperimen, mengkomunikasikan eksperimen.

n  Keterampilan mengamati atau observasi

Pengamatan terhadap obyek dan gejala alam dilakukan dengan lima indera.

Pengamatan hanya dengan lima indera tanpa mengacu pada satuan pengukuran baku tertentu disebut pengamatan kualitatif. Sedang pengamatan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan kuantitatif.

n  Ada 4 butir panduan agar dapat memberikan hasil pengamatan secara efektif adalah :

  1. Berikan hanya apa yang dapat diambil
  2. Buatlah pemerian yang singkat
  3. Gunakan bahasa yang tepat dan teliti
  4. Hanya pemberian hasil pengamatan bukan inferensia atas hasil pengamatan.

n  Pengamatan merupakan proses inferensi dalam IPA.
Inferensi : Penarikan kesimpulan
Inferinsi adalah kesimpulan setelah melakukan observasi dan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

Keterangan proses berikutnya adalah eksperimen (penelitian). Dalam penelitian adalah bekerja dengan variable, Ada 3 variable suatu penelitian yaitu :
1.  Variable bebas : variable yang dengan sengaja dimanipulasi oleh si    peneliti atau suatu faktor yang diatur oleh pelaku peneliti.
2.  Variable tergantung (variable terikat) : variable yang berubah-ubah sebagai akibat dari perubahan variable bebas atau suatu faktor yang nilainya tergantung nilai variable bebas.
3.  Variable terkontrol : variable yang senagja dibuat konstan dalam penelitian agar tidak mengacaukan penelitian .

Variable adalah suatu besaran yang dapat bervariasi atau berubah pada situasi tertentu.

Langkah-langkah Metode Ilmiah :

Menentukan masalah, Apa yang ingin anda temukan ?

Merumuskan hipotesis, Apa prediksi yang ingin anda uji ?

Menguji hipotesis anda, Langkah-langkah apa yang dapat kamu ikuti untuk mencapai suatu kesimpulan tentang hipotesis anda ? Pengukuran apa yang seharusnya anda catat ?

Menganalisis hasil-hasil, Apakah yang terjadi selama penelitian anda ?

Menarik kesimpulan, Apakah pengamatan dan data anda menunjukan bahwa hipotesis anda didukung ? Jika tidak apakah anda berpikir hipotesis anda harus diubah, ataukah prosedur eksperimen anda memerlukan penyesuaian?

IPA sebagai Pengembangan Sikap

Pengembangan sikap didalam IPA diantaranya

n  Sikap ingin tahu

n  Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru

n  Sikap kerjasama

n  Sikap tidak putus asa

n  Sikap bertanggung jawab

n  Sikap terbuka

n  Sikap obyektif

n  Sikap menghargai pendapat orang lain

n  Sikap teliti

n  Sikap hati-hati

n  Sikap tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat

n  Soal ..

  1. Apa fungsi dari suatu kontrol dalam eksperimen ?
  2. Anda sedang bereksperimen untuk menemukan bagaimana temperatur air mempengaruhi kecepatan gula larut ?

Nyatakan dalam eksperimen ini :

a. Variable bebas

b. Variable tergantung

c. Variable kontrol

  1. Rancangkan sebuah eksperimen untuk menentukan rute tercepatdari rumah ke kampus anda !
  2. Jalaskan mengapa pembelajaran IPA yang menekankan fakta-fakta IPA adalah kurang tepat !
  3. Pembelajaran IPA yang manakah yang mencerminkan hakekat IPA secara utuh ?

n  Pengembangan Indikator

Dokumen standar isi dan kompetensi (SISKO) 2006 akan kita temukan daftar isi dan kompetensi tiap mata pelajaran, kelas dan semester.

SISKO 2006 tetap dikembangkan berdasar pendekatan penguasaan kompetensi

n  A. Penertian Kompetensi

n  Kompetensi pengertiannya sebagai pengetahuan, keterampilan dan sikap nilai yang terwujud dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

n  Kurukulum disusun dengan berorientasi (berbasis) pada kompetensi, rumusan tujuan dan isinya akan menekankan pada penguasaan sejumlah kompetensi bagi para siswa meliputi aspek : Kognitif, Psikomotor dan Afektif. Berbeda dengan kurikulum berbasis materi yang lebih menekankan kepada penguasaan materi pelajaran yang cenderung bersifat kognitif saja.

Pembelajaran Terpadu

oleh Nurul Ayni

S1 2007 PGSD UNESA

Arti pembelajaran terpadu

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran

Manfaat pembelajaran terpadu

  1. Topik yang tertuang mempunyai keterkaitan konsep yang dipelajari siswa
  2. Siswa memanfaatkan ketrampilannya
  3. Siswa mampu memproses informasi
  4. Membantu siswa memecahkan masalah dan berpikir kritis
  5. Meningkatkan daya ingat siswa
  6. Dekat dengan situasi kehidupan nyata

KELEBIHAN PEMBELAJARAN TERPADU

  1. Relevan dengan tingkat perkembangan anak
  2. Sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
  3. Bermakna bagi anak
  4. Ketrampilan berpikir anak berkembang
  5. Kegiatan belajar bersifat pragmatis
  6. Ketrampilan sosial anak berkembang

Kelebihan-Kelebihan Pembelajaran Terpadu

  1. Pengalaman dan kegiatan belajar peserta didik akan selalu relevan dengan tingkat perkembangannya
  2. Kegiatan yang dipilih dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik
  3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama
  4. Menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan sosial peserta didik
  5. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam kehidupan atau lingkungan peserta didik
  6. Dapat meningkatkan kerjasama antar guru bidang kajian terkait, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik,peserta didik/guru dengan narasumber
  7. Melatih siswa untuk semakin banyak membuat hubungan inter dan antarpelajaran
  8. Transfer pembelajaran dapat mudah terjadi bila situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata

Kekurangan Pembelajaran Terpadu

Ditinjau dari :

  1. Aspek Guru
  2. Aspek Peserta Didik
  3. Aspek Sarana dan Sumber Pembelajaran
  4. Aspek Kurikulum
  5. Aspek Penilaian
  6. Aspek Suasana Pembelajaran

1o Model Pembelajaran Terpadu

What the meaning of 10 models from 10 models?

Menurut Fogarty dalam bukunya How to Integrate the Curricula , ada 10 macam model pembelajaran terpadu, seperti :

  1. The connected model (model terhubung)
  2. The webbed model (model jaring laba-laba)
  3. The integrated model ( model integrasi)
  4. The nested model (model tersarang)
  5. The fragmented model ( model fragmen)
  6. The sequenced model ( model terurut)
  7. The shared model ( model terbagi)
  8. The threaded model (model pasang benang)
  9. The immersed model (model terbenam)
  10. The networked model (model jaringan)

Menurut Prabowo (2000:3), dari kesepuluh model tersebut, ada 3 model yang dipandang layak untuk dikembangkan dan mudah dilaksanakan pada pendidikan formal (sekolah dasar). Ketiga model itu adalah the connected model (model terhubung), the webbed model (model jaring laba-laba), dan the integrated model ( model integrasi).  Selain itu juga, hanya 3 model tersebut yang digunakan pada kurikulum PGSD.

Model yang sesuai untuk pembelajaran SD adalah model yang disesuaikan oleh kondisi dan situasi saat itu. Semua model akan berjalan dengan baik dan mulus asalkan cocok dengan kondisi saat itu. Dan semua model itu adalah baik untuk pembelajaran.

Setelah mengetahui bahasan dari 3 model pembelajaran terpadu yang menjadi kurikulum PGSD, Berikut ini adalah makna yang terkandung dalam 7 model dari 10 model pembelajaran terpadu.

  1. A. The Nested Model (Model Tersarang)

Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada  kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui aktivitas yang telah terstruktur.

Contoh : pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat aspek membaca, menulis, berbicara, menyimak. Keempat aspek tersebut menjadi satu keterpaduan yang menghasilkan ketrampilan berbahasa.

Keunggulan model sarang antara lain : kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang.

Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan.

  1. B. The Fragmented Model ( Model Fragmen)

Model Penggalan (Fragmented) adalah model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.

Contoh: dalam satu pelajaran, terdapat materi perambatan cahaya (content), prediksi (thinking skill), dan peta konsep (organizing skill).  Yang merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep ketrampilan berpikir, dan ketramplan mengorganisir.

Kelemahan model ini : siswa tidak dapat mengintegrasikan konsep-konsep yang sama, keterampilan serta sikap yang ada kaitannya satu dengan yang lainnya.

Keunggulan model ini antara lain : guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pengajaran.

  1. C. The Sequenced Model ( Model Terurut)

Model Pengurutan (Sequenced) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan mengurutkan urutan topic-topik yang diajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling mengutamakan karena tiap subjek saling mendukung.

Contoh: pada mata pelajaran IPA dan matematika tentang pengukuran. Pelajaran IPA= suhu(Kelvin, derajat, Fahrenheit, Reamur. Pelajaran matematika= cara pengolahan data. Dengan cara penambahan, pengurangan,  pembagian, dan perkalian.

Keunggulan model ini adalah dalam penyusunan urutan topic, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak dibatasi oleh apa yang sudah tercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut pandang siswa, pengurutan topic yang berhubungan dari disiplin yang berbeda akan membantu mereka untuk memahami isi dari mata pelajaran tersebut.

Kelemahan model pengurutan antara lain perlu adanya kerjasama antara guru-guru bidang studi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara konsep yang ssatu dengan konsep yang lainnya

  1. D. The Shared Model ( Model Terbagi)

Model Irisan (Shared) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan serta sikap. Penggabungan antara konsep pelajaran, keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. Model ini berbeda dengan model sarang, dimana tema memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dan sikap menjadi kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanya memayungi satu pelajaran saja.

Contoh: menggabungkan 2 mata pelajaran atau lebih dalam satu tema.

Keunggulan model ini antara lain adalah dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam, siswa menjadi lebih mudah melakukannya. Misalnya dengan alat bantu media film untuk menanamkan konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.

Kelemahan model ini antara lain adalah untuk menyususn rencana model pembelajaran ini diperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu waktu ekstra untuk mendiskusikannya.

  1. E. The Threaded Model (Model Pasang Benang)

Model Bergalur (Threaded) adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek. Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (problem solving) dari beberapa mata pelajaran dicari materi yang merupakan bagian dari problem solving. Seperti komponen memprediksi, meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuag bacaan, hipotesis laboratorium dan sebagainya. Keterampilan-keterampilan ini merupakan dasar yang saling berkaitan. Keterampilan yang digunakan dalam model ini disesuaikan pula dengan perkembangan usia siswa sehingga tidak tumpang tindih.

Contoh: disuatu mata pelajaran, membutuhkan pemecahan masalah dari mata pelajaran lainnya.

Keunggulan model ini antara lain : konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif. Model ini membuat siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan dating sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Niali lebih dari model ini adalah materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni sehingga siswa yang mempunyai tingkat pemikiran superordinat memiliki kekuatan transfer pada keterampilan hidup.

Kelemahan model ini antara lain : Hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit sehingga siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Guru perlu memahami keterampilan dan strategi yang digunakan siswa agar dapat mengembangkan dirinya.

  1. F. The Immersed Model (Model Terbenam)

Model Terbenam (Immersed) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMU dalam bentuk proyek di akhir semester.

Keunggulan model ini adalah ; setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dpat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Mata pelajaran menjadi lebih terfokus dan siswa akan selalu mencari tahu apa yang menjadi pertanyaan baginya, sehingga pengalamannya menjadi lebih luas. Model ini melatih kreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari jenjang SD hingga SMU. Bagi siswa kelas 4 SD model ini dapat dilaksanakan pada hari HUT RI. Misalnya merancang sebuah pesawat terbang yang seimbang lalu dipamerkan.

Kelemahan model ini antara lain : siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan utnuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar. Guru perlu waktu untuk mengorganisir semua kegiatan proyek yang dilaksanakan oleh siswa yang tersususn secara baik dan terencana sebelumnya.

  1. G. The Networked Model (Model Jaringan)

Model Jaringan Kerja (Networking) adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet, saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya.

Keunggulan model ini : siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sararannya. Hal ini umumnya muncul secara tidak sengaja selama proses pembelajaran di kelas sedeng berlangsung.

Kelemahan model ini adalah : kemnkinan motivasi siswa akan berubah sehingga kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber.


BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Belajar merupakan sebuah keharusan. Bagi manusia pada umumnya. Minimal untuk pembelajaran diri sendiri. Ketika sebuah proses pembelajaran dimulai. Ada beberapa hal terkait yang harus senantiasa terpadu keberadaannya. Sebagaimana pembelajaran yang dilakukan siswa didik. Keterpaduan beberapa aspek senantiasa menjadi permulaan untuk memulai. Keluarga sudah pasti menjadi penentu keberhasilan awal bagi anak untuk belajar atas segala hal yang mereka akan hadapi. Keluarga pulalah yang menjadi pilar utama puncak keberhasilan proses pembelajaran anak. setelah kondisi keluarga mendukung pada proses. Tentunya yang tidak kalah penting, Sekolah secara formal atau tidak formal menjadi tuntutan berikutnya. Betapa banyak para orang tua berusaha mencari lembaga/sekolah sebagai pilihan bagi putra-putrinya. Bahkan tidak jarang kita temui di sebagian orang harus mengorbankan sebagian harta miliknya untuk mendapatkan fasilitas sekolah yang menjadi pilihannya. Yang tidak kalah penting yang menjadi salah satu aspek keterpaduan sebuah proses pembelajaran adalah lingkungan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

¨  Depdiknas. 1996. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD Dan S-2 Pendidikan Dasar. Jakarta: Depdiknas.

¨  Trianto ,S.pd.,M.pd. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: prestasi pustaka publisher


A. Langkah- Langkah pembelajaran Terpadu Secara umum

  1. Menganalisis Standar Isi
  2. Menyusun bahan ajar, yang mengacu kepada standar isi pendidikan
  3. Merancang Pembelajaran Terpadu,

Langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat rencana pembelajaran terpadu tersebut adalah: (a) menetapkan tema sentral pembelajaran yang akan berfungsi sebagai alat pengait pembelajaran, (b) merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik, (c) mengidentifikasi konsep-konsep yang memiliki sifat keterkaitan baik yang terdapat dalam intra maupun antar mata pelajaran yang akan diintegrasikan, (d) merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan,   (e) menetapkan alat evaluasi yang akan digunakan.

  1. Penerapan Konsep

B.  Langkah- Langkah Pembelajaran Terpadu Berdasarkan Modelnya

Ada tiga model pembelajaran terpadu, yaitu model webbed, model connected dan model integrated.

  1. Pembelajaran Terpadu Model Connected

yaitu pembelajaran yang memadukan konsep antara konsep yang satu dengan konsep yang lain  dalam satu mata pelajaran saja.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran keterhubungan sebagai berikut :

Guru menentukan salah satu topik dalam satu mata pelajaran tertentu

Guru mengaitkan salah satu konsep pembelajaran dengan konsep yang dalam satu mata pelajaran

Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang berisi aktivitas siswa yang  dilakukan dalam pembelajaran

Guru dan siswa bersama-sama memberikan kesimpulan, penegasan dari pembelajaran yang telah dilakukan.

Guru bisa melakukan evaluasi baik proses maupun hasil yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

  1. Pembelajaran Terpadu Model Webbed

Pembelajaran terpadu model webbed merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran jaring laba-laba sebagai berikut.:

Guru menentukan tema utama dan tema lain yang telah dipilih dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran/bidang Studi, tema ini bisa dinegosiasi atau didiskusikan antara guru dan siswa.

Guru menyiapkan tema-tema yang telah terpilih, misalnya tema matematika, kesenian, bahasa dan IPS yang sesuai dengan tema utama ,

Guru menjelaskan tema-tema yang terkait sehingga materinya lebih luas,

Guru memilih konsep atau informasi yang bisa mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.

Dari tema yang telah terpilih maka dikembangkan  aktivitas belajar yang akan dilakukan oleh siswa.

3.  Model Pembelajaran Terpadu Integrated.

Model integrated yaitu pembelajaran yang menggabungkan bidang studi dengan cara menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling berhubungan di dalam  beberapa bidang studi.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antar bidang studi.

Langkah-langkah pembelajaran terpadu model integrated sebagai berikut:

Guru mencari konsep atau keterampilan yang memiliki keterkaitan erat dengan  mata pelajaran lain.

Guru menyusun RPP yang terdiri dari gabungan konsep-konsep beberapa mata-pelajaran,

Guru menentukan alokasi waktu karena untuk pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu lebih dari satu kali pertemuan.