Pendidikan IPA SD Jagat Raya dan Tata Surya

JAGAT RAYA

Jagat Raya : sebuah ruang tempat segenap benda langit berada,   termasuk bumi.

Terbentuknya jagat raya :

1. Teori Big Bang (Dentuman Besar)

terjadi sekitar 13700jt tahun lalu

2. Teori keadaan tetap (Steady-state

theory)

3. Teori Osilasi (Oscitaion theory)

Beberapa pandangan asal usul jagat raya :

  1. Pandangan orang yunani kuno

Bumi diatur oleh beberapa dewa, diantara para dewa tadi disebut dewa helios yang diakui sebagai dewa matahari, sedang dewa Zeus diakui sebagai dewa guntur

  1. Pandangan Pytaghoras bumi berbentuk bulat tidak berujung pangkal
  2. Pandangan Aris Toteles

Matahari, bintang planet semua beredar mengelilingi bumi. Aris Toteles tidak percaya pada dongeng para pendeta yang menyatakan bahwa dewa matahari adalah Helios dan dewa-dewa lain yang bersemayam di gunung olimpus. Akibat para pendeta menganggap Aris Toteles merusak citra agama dan dijuluki seorang Ateis dan di usir dari negaranya sampai meninggal.

d.  Pandangan Ptolomeus
Ahli Filsafat bangsa Yunani    hidup 100 tahun  setelah Aris Totele, mengajar   bumi menjadi pusat pengajaran benda-benda langit. Teori ini sering disebut teori           geosentris.

e.  Pandangan Copernicus
Copernicus lahir di Torum Polandia (1473-1543) dari hasil penyelidikannya bertahun-tahun kesimpulannya hanya bulan yang menelilingi bumi, benda-benda   langit yang lain beredar mengelilingi matahari, waktu        itu Copernicus masih merahasiakan karena takut di hukum sebab penemuannya bertentangan tentang    pandangan gereja.

f.   Pandangan menurut Galileo Galilei
Galileo membenarkan teori Copernicus, karena menyetuji teori Copernicus dia dipenjara oleh   pengadilan gereja sampai meninggal. Pada masa Copernicus dan Galileo gereja mempunyai kekuasaan yang sangat besar sehingga pendapat-pendapat yang bertentangan dengan gereja akan di hukum.

Pandangan Modern terhadap asal usul alam semesta.
Ilmu yang mempelajari tentang asal usul dan evolusi (perubahan) alam semesta disebut Kosmogoni.
Kosmologi tidak hanya mempelajari asal usul dan evolusi tetapi diperluas isi alam semesta dan organisasinya . Melalui Kosmologi yang telah maju di kemukakan teori-teori tentang terjadinya alam semesta, dimana teori-teori itu dikelompokan menjadi tiga teori utama.
Ketiga teori utama adalah :
1. Teori keadaan tetap (Steady-State Theory)
Bahwa alam semesta dimanapun dan bila manapun sama. Pengertian lain bahwa alam semesta tak berawal dan tak berakhir, alam semesta lehih kurang sama bukan hanya dimana-mana tapi setiap saat                  Pendukung teori ini antara lain Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold .

2.  Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)
Gamau ahli fisika Amerika kelahiran Rusia dan beberapa rekannya seperti Rol Ralph Alpher, House Betehe dan Robert Herman pada akhir tahun 1940 menyatakan bahwa seluruh bahan dan tenaga dalam alam semesta pernah terpadu dalam satu bola raksasa kemudian ada “ledakan” yang memulai pengembangan alam semesta. Selanjutnya pada alat ekspansi dan pendinginan hasil ledakan itu berkondensasi menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi.
3.            Teori Osilasi (Osylation Theory)
Teori Osilasi disebut alam semesta “berayun” berpendirian semua materi bergerak saling menjauh dari masa termampat. Materi itu akhirnya memperlambat yang pada suatu saat akan lebih lambat dari kecepatan lepas kritis berarti mulai mengkerut lagi akibat gaya gravitasi. Materi tersebut akan termampat dan meledak lagi yang dilanjutkan dengan pemuaian lagi. Dalam proses itu materi             hanya mengalami goyangan (Osylation) kaerna dalam peristiwa tersebut tidak ada materi yang rusak melainkan hanya berubah tatanannaya.

Asal Usul Alam Semesta

Pandangan manusia tentang jagat raya :

  1. Pandangan Antroposentris menyatakan bahwa manusia pusat segalanya di alam semesta.
  2. Pandangan Geosentris : Bumi sebagai pusat jagat raya. Berkembang 600 SM, yang mendukung pandangan ini Thales 546 SM dan Anaxi Mander 526 SM, Phitagoras 500 SM dan Ptolomeus 85-165 M
  3. Pandangan Heliosentris : Matahari pusat alam semesta. Pelopor pandangan ini Nicolaus Copernicus.
  4. Pandangan Galaktisentris menyatakan galaksi pusat alam semesta.

Satuan jarak di Jagat Raya

  1. Satuan Astronomi (SA) atau Astronomikal Unit (AU), 1SA = 1,5 x 10km, digunakan menghitung benda-benda langit dalam sistem tata surya.
  2. Tahun cahaya (TC) : jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 tahun.

Untuk menghitung jarak antar bintang, contoh : Jarak matahari ke bintang terdekat  (Bintang Alfa Centauri adalah 4,3 tahun cahaya

Jarak Galaksi Andromeda ke galaksi Bima Sakti 2jt tahun cahaya

  1. Paralaks Second (Parsec = PC), untuk mengukur jarak yang lebih besar.

1PC = 3,26 TC = 206.265 SA

Anggota Jagat Raya

  • Galaksi adalah sistim perbintangan yang meluas didalamnya terdapat jutaan bahkan milyaran bintang serta benda-benda langit lainnya yang mengelilingi pusatnya secara teratur.

Bentuk-bentuk Galaksi

l  Edwin Hubble 1925 mengklasifikasikan galaksi kedalam 3 kelas utama berdasarkan bentuknya

1.  Bentuk Spiral (S) sekitar 80%

2.  Bentuk Elips (E) sekitar 17%

3.  Bentuk Tak Beraturan (TB) sekitar 3%

Macam-macam Galaksi

Dari ribuan bahkan jutaan galaksi yang ada di jagat raya ini hanya ada 2 galaksi yang dapat diamati dengan mata telanjang yaitu Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Magellan. Galaksi lain hanya dapat dilihat dengan menggunakan teleskop. Adapun dari ribuan bahkan jutaan galaksi yang diketahui antara lain, galaksi : Bima Sakti, Magellan, Andromeda dan Roda Biru.

Galaksi Bima Sakti

l  Merupakan salah satu galaksi yang berbentuk spiral yang terdiri sekitar 100jt bintang. Matahari adalah salah satu anggotanya, inti galaksi berjarak kira-kira 35.000 TC dari matahari.

Bintang

l  Bintang adalah benda langit yang mempunyai cahaya sendiri.

l  Bintang terkadang ngumpul dalam kelompok sehingga membentuk Konstelasi sehingga membentuk rasi bintang

TATA SURYA

Tujuan : Setelah mempelajari modul ini di harapkan anda dapat :

  • Menjelaskan pengertian tata surya
  • Mendiskripsikan bahwa matahari sebagai pusat tata surya
  • Menjelaskan terjadinya rotasi dan revolusi anggota tata surya
  • Memjelaskan proses terbentuknya tata surya
  • Menjelaskan keadaan fisik matahari
  • Menjelaskan sifat khusus matahari
  • Menjelaskan gerakkan-gerakan anggota tata surya
  • Menjelaskan kedudukan planet-planet dan satelit-satelit khususnya bulan sebagai satelit bumi
  • Mendiskripsikan tentang meteor yang banyak terdapat dalam lingkungan tata surya
  • Menjelaskan terjadinya gerhana bulan
  • Menjelaskan terjadinya gerhana matahari

Tata surya (Solar System)

Pada malam hari yang cerah jika anda memperhatikan langit kita, terlihat bintang-bintang bertaburan. Jarak bintang yang satu dengan yang lain kelihatannya selalu tetap dan seperti terletak pada satu bidang, padahal kenyataannya tidak.

Bintang-bintang itu mempunyai cahaya sendiri, matahari adalah bintang karena matahari mempunyai cahaya sendiri dan merupakan bintang terdekat dengan bumi walaupun jaraknya masih sekitar 149.500.000 kilometer dan matahari sebagai salah satu bintang yang terdapat pada Galaxi Bima Sakti

Kadang-kadang kita melihat benda-benda langit yang berpindah-pindah diantara bintang-bintang, benda-benda langit itu adalah planet. Berbeda dengan bintang planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Sampai sekarang orang mengenal sembilan buah planet pada tata surya kita dan bumi merupakan salah satu planet diantaranya. Kesembilan planet itu beredar mengelilingi matahari, garis edar atau lintasan itu disebut orbit. Arah beredarannya berlawanan dengan arah jarum jam, kalau di lihat dari kutub utara waktu beredarnya planet-planet mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu untuk menyelesaikan satu kali mengelilingi matahari disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi ditetapkan sebagai satuan yang dinamakan satu tahun.

Jadi yang dimaksud tata surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta satelit-satelitnya, asteroid, komet dan meteor.

Bidang edar planet yaitu bidang tempat planet-planet beredar, setiap planet mempunyai bidang edar sendiri-sendiri. Satu sama lain hampir berhimpitan dan bidang edar planet bumi dinamakan bidang ekliptika. Telah disebutkan diatas bahwa setiap planet tidak mempunyai cahayasendiri, cahaya yang dikeluarkan oleh planet-planet adalah pantulan cahaya matahari yang mengenai planet-planet tersebut. Cahaya matahari yang mengenai planet-planet hanya separuh dari bola planet. Planet yang mendapatkan cahaya matahari mengalami siang dan bagian yang tidak mendapat cahaya matahari mengalami malam.

Pergantian siang dan malam pada planet bumi membuktikan bahwa planet-planet berputar pada sumbunya. Perputaran mengelilingi suumbu ini disebut rotasi, Sedangkan waktu sekali mengelilingi sumbu ini disebut kala rotasi. Kala rotasi dan kala revolusi tiap-tiap planet berbeda-beda.

Perhatiakan table I kala rotasi dank ala revolusi planet-planet.

Tata Surya Kala Rotasi Kala Revolusi
Matahari 25,00 hari -
Merkurius 58,64 hari 88,00 hari
Venus 249,00 hari 224,70 hari
Bumi 23,90 jam 365,25 hari
Mars 24,60 jam 687,00 hari
Yupiter 9,90 jam 11,90 tahun
Saturnus 10,40 jam 29,50 tahun
Uranus 10,80 jam 84,00 tahun
Neptunus 15,70 jam 164,80 tahun
Pluto 6,40 jam 284,40 tahun

Terjadinya revolusi planet-planet terhadap matahari dan rotasi pada sumbunya oleh planet itu karena adanya gaya grafitasi matahari dan gaya gravitasi dari sembilan planet itu mataharilah yang paling besar gaya gravitasinya, karena masa matahari lebih besar daripada masa seluruh planetnya.

Tabel II Perbandingan masa matahari dan planet-planet

Tata Surya Masa Bumi = 1
Matahari 333.400,000
Merkurius 0,055
Venus 0,807
Bumi 1,000
Mars 0,106
Yupiter 318.000
Saturnus 94,100
Uranus 14,400
Neptunus 17,100
Pluto 0,900

ASAL USUL TATA SURYA

Asal usul tata surya ada 2 golongan besar teori yang memperkirakan terjadinya tata surya

  1. Tata surya yang terdiri dari matahari yang sebagian materi terlepas dan menjadi planet-planet serta satelit-satelit. Teori yang mendukung ini diantaranya
  1. a. Teori pasang surut

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Jefferys (1917). Teori ini    dinyatakan bahwa ada bintang besar yang mendekati matahari sehingga terjadi efek pasang pada kabut matahari. Akibat daya tarik bintang besar tadi sebagian masa matahari tertarik dan bentuknya menyerupai cermin. Kemudian pecah, berputar dan mendingin menjadi planet-planet kecil termasuk satelit-satelitnya.

  1. b. Teori bintang kembar

Teori ini yang menyatakan bahwa matahari dahulu diduga merupakan dua bintang kembar. Kemudian satu bintang meledak dan pecahannya mendingin dan membentuk planet-planet dan satelit-satelit. Semua planet dan satelit yangterbentuk kini terpengaru oleh gravitasi matahari, maka planet-planet dan satelit itu beredar mengelilingi matahari membentuk tata surya seperti sekarang

  1. Tata surya berasal dari kabut atau Nebula yang terdiri dari Helium dan Hidrogen. Teori ini dikenal sebagai Teori Nebula.

Teori-teori terkenel yang mendukung teori ini diantaranya :

  1. a. Teori Nebula

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.

  1. b. Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

  1. c. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

Sifat dan keadaan keanggotaan tata surya

  1. 1. Matahari

  1. Matahari merupakan pusat tata surya dan merupakan bola gas bercahaya dengan suhu ± 6000°C
  1. Massa matahari 1,99 x 10³ºkg, lebih dari 99% massa total tata surya dan kurang lebih 330000 kali masa bumi
  1. Jari-jari matahari di ekuator sepanjang 695.000km atau 108,97 jari-jari bumi
  1. Dalam klasifikasi bintang matahari termasuk bintang normal ditinjau dari ukurannya, hanya saja jaraknya yang dekat dengan bumi walaupun jaraknya masih sekitar 149.597.800km, matahari terlihat lebih besar dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya.
  1. Luminositas matahari, L?, adalah satuan luminositas atau tenaga radian (tenaga yang dikeluarkan dalam bentuk foton) yang digunakan oleh astronom untuk menghitung luminositas bintang. Satuan ini sama dengan luminositas Matahari yang disetujui, 3.839×1026 W, atau 3.839×1033 erg/s.[1] Nilainya sedikit lebih tinggi, 3.939×1026 W (sama dengan 4.382×109 kg/s atau 2.107×10-15 M?/d) bila radiasi neutrino matahari dimasukkan bersama radiasi elektromagnetik.[2] Matahari adalah sebuah bintang variabel yang lemah dan luminositasnya mengambang (fluktuasi). Fluktuasi besar adalah siklus matahari sebelas tahun (siklus bintik matahari), yang menyebabkan variasi periodik sekitar ±0.1%. Variasi lain dalam 200-300 tahun terakhir dianggap lebih kecil daripada jumlah ini.
  1. Manfaat matahari

* Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi

pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan,

membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis,

dan banyak hal lainnya.

* Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam

batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.

* Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol

terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet-planet lainnya.   Tanpa matahari, sulit dibayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.

g.    Korona

Korona adalah bagian paling luar dari atmosfer matahari yang dicirikan oleh rendahnya massa jenis dan tingginya temperatur (> 1.0E+06 K). Korona tidak terlihat secara langsung dari bumi, kecuali pada saat terjadinya gerhana matahari total atau dengan bantuan teleskop dengan presisi.

h.   Kromosfer

Kromosfer adalah lapisan tipis di atmosfer Matahari. Lapisan ini terletak diatas fotosfer, dan memiliki kedalaman sekitar 2.000 kilometer.

Nama kromosfer berasal dari fakta bahwa kromosfer memiliki warna kemerahan. Warna kromosfer hanya dapat dilihat oleh mata telanjang pada saat gerhana matahari, ketika kromosfer terlihat dibelakang Bulan.

i.    Fotosfer

Fotosfer adalah lapisan matahari yang kita lihat sehari-hari. Cahayanya yang sangat terang mengalahkan lapisan paling luar matahari yaitu korona, sehingga sinar dari korona tidak terlihat oleh mata kita. Disekeliling fotosfer adalah lapisan gas merah cemerlang yang disebut kromosfer.

j.    Gerakan matahari

Matahari mempunyai dua macam gerakan sebagai berikut :

* Rotasi mengelilingi sumbunya, lamanya 25 1/2 hari satu kali putaran. Gerakan rotasi dapat dibuktikan dengan terlihat noda-noda hitam di bagian inti yang kadang-kadang berada di sebelah kanan dan kira-kira 2 minggu berada di sebelah kiri.

* Bergerak di antara gugusan-gugusan bintang. Selain berotasi, matahari bergerak diantara gugusan bintang dengan kecepatan 20 km per detik, pergerakan itu mengelilingi pusat galaksi.

  1. 2. Planet Tata Surya

  1. Suhu planet

Planet-planet (kecuali mungkin planet Yupiter) tidak mempunyai sumber panas yang berarti. Pada orbit bumi, energi matahari yang datang perdetik per cm² adalah 1,37 x 10erg, harga ini disebut tetapan matahari.

  1. Nama-nama planet dan pengelompokannya
    1. Planet dalam (Planet Interior) adalah planet-planet yang peredarrannya ada diantara Bumi dan Matahari. Planet Interior yaitu Merkurius, Venus dan Bumi.
    2. Planet luar (Planet Superior) adalah planet-planet yang peredarannya ada diluar peredaaran bumi, Planet Superior yaitu Mars, Asteroid, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto.

-    Planet Kebumian (Planet Terestrial/Planet Minor) adalah planet yang ukuran dan massanya lebih kecil atau sama dengan Bumi. Rapat massanya rata-rata = 3,8 -5,5g/cm³, Atmosfer pengoksidasi adalah O2, Co2, H2O. Yang termasuk planet kebumian adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Pluto.

-    Planet Jovian (Planet Raksasa/Planet Mayor)Merupakan planet yang ukurannya jauh lebih besar daripada bumi, yaitu 13-320 massa bumi. Rapat massa rata-rata = 0,7 – 2,2g/cm³. Atmosfer pereduksi adalah H2, CH4, NH3yang termasuk planet Yovian adalah planet Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

  1. Satelit

Satelit adalah pengiring planet karena itu termasuk anggota tata surya juga. Satelit beredar mengelilingi planetnya dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Arah peredarannya sama dengan arah peredaran planet. Bidang edarnya hampir pula berimpit dengan bidang edarnya planet.

Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan. Selain bumi planet-planet lain yang diketahui mempunyai satelit adalah Yupiter mempunyai 12 satelit. Mars dan Neptunus masing-masing mempunyai 2 satelit. Uranus memiliki 5 satelit, dan sturnus memiliki 10 satelit. Planet-planet lain belum diketahui memiliki satelit. Jadi tata surya kita mempunyai 32 satelit dan terbanyak planet Yupiter, yaitu 12 satelit. Dari 32 satelit 6 diantaranya sama atau lebih besar daripada Bulan. Yang diketahui mempunyai angkasa barulah planet Saturnus dan Yupiter.

  1. Meteor dan Meteorid

Meteor atau bintang beralih adalah benda langit yang sangat kecil yang terdiri atas debu, pasir atau kersik langit yang bergerak mengelilingi matahari seperti planet. Keberadaan meteor jauh dari bumi sehingga tidak terlihat, tetapi pada saat meteor bergerak melintas dekat bumi dan memasuki atmosfer akan kelihatan seperti jalur cahaya. Jalur cahayanya terjadi karena pada saat meteor bergerak dengan kecepataan tinggi kurang lebih60km/detik melintasi atmosfer bumi terjadi gesekan sehingga menimbulkan panas dan membakar meteor dan akhirnya menyal. Inilah yang menimbulkan jalur cahaya dilangit, karena meteor pada umumnya berukuran sangat kecil maka dalam waktu beberapa detik habis terbakar kemudian menghilang. Cahaya pijar itu sering-sering kita lihat pada malam hari dan biasanya pada ketinggian 60-100km diatas permukaan bumi dan kesan kita seakan-akan ada bintang jatuh atau pindah.

Meteor atau batu bintang beralih adalah meteor yang sampai kepermukaan bumi. Meteorid adalah meteor yang berukuran besar sehingga tidak habis terbakar pada saat sampai kepermukaan bumi. Ada beberapa meteorid yang beratnya lebih dari 10.000ton, jatuhnya meteorid demikian menimbulkan kawah meteor, misalnya di Negara bagian Arisona Amerika Serikat. Setelah diselidiki ternyata meteorid tersusun dari besi dan nikel. Contoh meteoroid dapat dilihat di museum Geologi di Bandung.

  1. Komet atau bintang berekor

Komet juga merupakan benda langit yang mengelilingi matahari. Komet

dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor karena komet yang ditemukan pertama kali muncul dengan sinar yang terang-benderang sambil membawa ekor cahaya yang panjang. Orbit komet dalam mengelilingi matahari berbentuk sangat lonjong.

Komet termasuk keluarga matahari, nyatanya komet yang pernah nampak pada suatu waktu akan nampak kembali. Komet yang terkenal adalah komet Halley periodenya tiap 75tahun, yang telah diamati sejak 239SM. Terakhir terlihat pada tahun 1910 dan 1986. Komet juga bersifat rapuh karena itu komet mudah pecah.

Keadaan fisik komet yang berupa materi komet terdiri dari materi meteoric (1/3bagian) dan materi gembur (mudah menguap) yang merupakan senyawa H, C, N dan O. Secara garis besar susunan tubuh komet terdiri dari beberapa bagian.

Inti komet berdiamter antara 1-100km tampak cemerlang pada bagian kepala komet. Ketika mendekati matahari H2O dan molekul lainnya menguap dari inti dan membentuk koma yang diameternya dapat mencapai 10 pangkat5km.

Ekor komet adalah materi yang tertiup oleh angin matahari (semburan partikel dari matahari), karenanya kedudukan ekor komet selalu menjauhi matahari.

  1. Asteroid

Asteroid adalah planet-planet kecil. Asteroid terbesar adalah ceres yang diameternya 750km. adalagi beberapa asteroid yamg diameternya 40km tetapi diameter asteroid rata-rata hanya 2km. Jadi jauh lebuh kecil dari planet. Asteroid tidak mempunyai angkasa. Asteroid yang banyaknya kira-kira 100.000 buah itu terutama berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Kala revolusi asteroid-asteroid berkisar dari 4-6 tahun. Berntuk orbitnya hampir menyerupai lingkaran. Hanya beberapa buah asteroid saja yang mempunyai bentuk orbit yang lonjong.

Hukum-hukum tentang planet

Telah kita akui bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan dalam tata surya terdapat 9 planet utama yang beredar mengelilinginya. Ada sebuah hukum yang perlu diketahui karena berkaitan dengan adanya keterikatan antara planet-planet tata surya dengan matahari.

  1. Hukum Kepler

Johanes Kepler (1571-1630) seorang ahli astronomi Jerman yang terpengaruh ajaran kopernikus dari pengamatannya terhadap benda-benda langit, muncullah hokum peredaranplanet terhadap matahari. Ada tiga hokum yang dikenal dengan Hukum Kepler.

  1. Hukum I Kepler

Planet bergerak mengelilingi (mengorbit) matahari tidak berupa lingkaran sempurna, berbentuk elips, sedangkan matahari menduduki tempat salah satu titik pusat lintasan.

Hukum ini menjelaskan bahwa jarak planet-lanet ke matahari tidak selalu sama, ada kalanya jaraknya terdekat (Perihelion) dan terkadang pada jarak terjauh (Aphelion).

  1. Hukum II Kepler

Garis-garis yang menghubungkan planet dan matahari selama revolusi planet itu  melewati bidang yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama. Akibatnya planet bergerak cepat pada saat kedudukannya dekat matahari dan bergerak lambat pada saat kedudukannya jauh dari matahari.

Titik A adalah jarak terdekat peredaran planet terhadap matahari = perihelium

Titik F adalah jarak terjauh peredaran planet terhadap matahari = aphelium

Pada selang waktu ∆t planet di titik A menempuh orbit AB. Pada selang maktu yang sama planet di titik B menempuh orbit DE berdasarkan Hukum II Kepler mendekati gagasan tentang gravitasi dengan perubahan kecepatan berfungsi untuk menyeimbangkan gaya gravitasi planet terhadap gaya gravitasi matahari. Pada jarak terdekat gaya gravitasi matahari sangat besar, planet menyeimbangkan dengan gerakan lebih cepat agar planet tidak jatuh ke matahari. Sebaliknya pada saat planet berada pada jarak terjauh dengan matahari agar planet tidak melepaskan diri dari matahari, planet bergerak dengan lambat.

  1. Hukum III Kepler

Pangkat dua waktu revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari. Jika waktu revolusi planet dinyatakan dengan W dan jarak rata-rata planet ke matahari dinyatakan d, maka Hukum III Kepler dinyataka dalam bentuk W² = d³ atau W²/d³ = C.

C= bilangan Konstan.

Jika W menggunakan satuan “tahun” dan d menggunakan satuan “SA” dimana C bernilai 1, maka untuk semua planet berlaku perbandingan sebagai berikut :

W1²/d1³ = W2²/d2³ = W3²/d3³ dan seterusnya.

Dengan menggunakan Hukum III Kepler dapat dicari jarak rata-rata planet ke matahari atau dapat dicari berapa waktu revolusi planet jika salah satu konstanta diketahui.

  1. Hukum Newton

Hukum ini dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727), dia melihat bahwa apa yang dikatakan oleh Kepler benar. Semua planet bergerak mengelilingi matahari melelui lintasan yang disebut orbit. Gerak melalui orbit ini terus-menerus dan teratur, hal ini hanya mungkin jika ada tenaga yang mengaturnya. Tenaga yang mengatur itu menurut Newton adalah gaya tarik menarik antara dua benda atau dua massa yaitu matahari dan planet. Gaya itu disebut gaya gravitasi.

Selanjutnya Newton menetapkan sebuah hukum yang disebut hukum Newton: besarnya gaya gravitasia antara dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat kedua massa tadi.

Kalau besarnya gaya gravitasi disebut K, kedua massa itu M1 dan M2 dengan satuan gram, dan jarak antara kedua massa itu d dengan satuan cm, maka Newton menuliskan hukumnya tadi.

Kalau Anda memperhatikan rumus diatas, tentunya Anda dapat menyimpulkan bahwa gravitasi K makin besarkalau massanya makin besa, dan gravitasi K makin kecil bila jarak kedua massa itu makin besar atau makin jauh.

Perhatikan gambar di bawah ini

Penulisan besar huruf untuk menggambarkan besar relatif.

Antara matahari dan planet terjadi gaya tarik-menarik dan matahari mempunyai massa yang besar sekali dan bahkan jauh lebih besar dari jumlah semua massa massa planetanggota tata surya. Matahari selalu menarik planet kearahnya dan planet juga menarik massa matahari. Akibatnya planet yang mempunyai gerak lurus bergerak mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk ellips.

  1. Hukum Titis-Bode

Para astronom telah memperkirakan jarak tiap-tiap planet terhadap matahari dengan membandingkan jarak bumi terhadap matahari dengan menggunakan Hukum III Kepler pada tahun 1766 Titius-Bode menyederhanakan cara menghitung jarak planet ke matahari dengan menggunakan deret ukur sebagai berikut :

- Deret angka                    : 0;      3;    6;   12;  24; 48;  96;  192;  384;  768

- Tambah dengan 4           : 4;      7;   10;  16;  28; 52; 100; 196;  388;  772

- Bagi dengan 10               : 0,4;  0,7;  1;  1,6; 2,8; 5,2; 10;  19,6; 38,8; 77,2

- Planet                              : M,    V,   B,  Ma,  Pl,    J,    S,    U,      N,      P

Gerhana

Seperti yang kita ketahui, dalam tata surya bumi dan bulan merupakan benda langit yang gelap, seperti planet lainnya. Tampak bercahaya pada malam hari karena pemantulan cahaya matahari yang jatuh padanya. Bumi beredar mengelilingi matahari dan bulan beredar mengelilingi bumi. Setiap sebulan sekali, bulan akan beredar antara bumi dan matahari, saat seperti itu disebut fase bulan baru. Kalau saat itu matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus, maka bayangan bulan akan mengenai bumi. Peristiwa seperti itu dinamai gerhana matahari. Sebaliknya, bila bulan berada di dalam bayangan bumi, yaitu pada kedudukan matahari, bumi dan bulan ketiga-tiganya terletak pada garis lurus maka terjadi gerhana bulan. Pada saat itu bulan berada dalam fase bulan purnama.

Seandainya lintasan bulan mengelilingi bumi berhimpit dengan lintasan bumi mengelilingi matahari (ekliptika), maka dapat dipastikan bahwa setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Tetapi dalam kenyataan tidak demikian karena lintasan bulan mengelilingi bumi tidak berimpi dengan ekliptik, melainkan agak miring dengan besar kemiringan 15 derajat. Setiap bulan berkedudukan diantara matahari dan bumi disebut dalam kedudukan berkonjungsi sedang saat bulan berkedudukan sama bumi sama bulan, maka bulan dikatakan berkedudukan beroposisi.

A.  Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

Gambar 6

Gerhana matahari

Beberapa hal penting tenang gerhana matahari :

  1. Gerhana matahari akan terjadi jika bulan berada pada jarak 17° dari salah satu titik simpul.
    1. Dalam satu bulan kemungkinan dapat terjadi gerhana matahari dua kali
    2. Bagian matahari yang tertutup lebih dahulu adalah bagian sebelah kanan (barat)
    3. Gerhana matahari hanya telihat dari sebagian permukaan bumi saja, yaitu permukaan yang tertutup oleh bayangan-bayangan bulan
    4. Gerhana matahari total (paling lama hanya 7 menit) hanya terlihat didaerah sempit dipermulaan bumi, diluar daerah itu hanya terlihat gerhana sebagian
    5. Pada gerhana matahari, sebenarnya matahari tidak kehilangan cahaya. Tetapi hanya sebagian cahayanya tidak sampai dibumi karena terhalang oleh bulan.

B.  Gerhana Bulan

Baik bumi maupun bulan yang memperoleh pancaran sinar matahari membentuk bayangan yang berbentuk kerucut. Bayangan bulan terdiri dari dua bagaian, yaitu bagian gelap yang disebut umbra dan bagian yang tidak begitu gelap disebut penumbra.

Gambar 7

Gerhana Bulan

Demikian juga bumi memiliki bayangan umbra dan penumbra seperti yang terjadi pada bulan.

Gerhana bulan terjadi bila lintasan peredaran bulan dan ekliptika berimpitan, pada saat bulan dan matahari itu beroperasi (bertentangan), maka akan terjadi gerhana bulan total. Hal itu terjadi karena bulan seluruhnya masuk ke dalam kerucut bayangan inti (umbra) bumi. Dan jika sebagian saja dari bulan masuk ke bayangan umbra bumi, terjadilah gerhana bulan partial (sebagian). Gerhana bulan partial dapat terjadi sesudah dan sebelum terjadi gerhana bulan total.

Beberapa hal penting dari gerhana bulan :

  1. Gerhana bulan hanya akan terlihat pada bulan purnama dan bulan pada jarak 12° dari simpul (node)
  2. Pada gerhana bulan, bagian bulan sebelah kiri (timur) yang akan tertutup lebih dahulu kemudian berakhir pada bagian sebelah kanan (barat)
  3. Dalam satu bulan synodis, satu kali kemungkinan terjadi gerhana bulan
  4. Pada gerhana bulan total, seluruh peristiwa berlangsung 220 menit, 2 x 60 menit untuk 2kali gerhana partial dan 100 menit berlangsungnya gerhana total
  5. Pada gerhana bulan gejalanya dapat dilihat diseluruh bagian bumi yang pada waktu itu dapat melihat bulan
  6. Bagian bulan yang tertutup memang tidak memberi cahaya sebab bulan memang tidak mempunyai cahaya sendiri.
  1. Frekuensi Terjadinya Gerhana

Gerhana matahari total kira-kira sama seringnya dengan gerhana bulansetiap setahun. Tetapi kita jauh lebih sering melihat gerhana bulan daripada gerhana matahari total. Sebabnya daerah di bumi yang mengalami gerhana matahari total hanya merupakan jalur yang sempit. Diameter urban dipermulaan bumi yang paling besar hanya 264 km. Sebaliknya gerhana bulan dapat dilihat disemua tempat di bumi yang sedang malam hari.

Rangkuman

  1. Tata Surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet besarta satelit-satelitnya, asteroit, komet dan meteor.
  1. Semua anggota tata surya disamping beredar mengelilingi sumbunya (rotasi) juga beredar mengelilingi matahari (revolusi) dan waktu 1x mengelilingi sumbu disebut kala rotasi dan waktu sekali mengelilingi matahari disebut kala revolusi.
  1. Arah peredaran semua tata surya yaitu searah berlawanna arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara.
  1. Terjadinya rotasi maupun revolusi karena adanya gaya-gaya gravitasi planet maupun gaya gravitasi matahari.
  1. Planet-planet tidak mempunyai cahaya sendiri, cahaya yang terkadang dipancarkan planet merupakan pantulan dari cahaya matahari
  1. Hukum – hukum tentang planet yaitu Hukum Kepler dan Hukum Titius–Bode.
  1. Menurut para ahli ada dua golongan besar teori yang menerangkan terjadinya tata surya, yaitu bahwa tata surya berasal dari matahari yang didukung oleh teori-teori pasang surut dan teori bintang kembar. Teori lain menerangkan bahwa tata surya berasal dari Nebula.
  1. Planet-planet yang ada pada tata surya dapat dikelompokan berdasarkan letaknya.
  1. Setiap planet mempunyai satelit kecuali planet Venus dan Merkurius, Bumi memiliki satu satelit yaitu Bulan sementara planet-planet lain memiliki lebih dari satu satelit.

10.  Pada saat berotasi mengelilingi bumi bulan melakukan tiga macam gerakan sekaligus yaitu berputar pada porosnya, beredar mengelilingi bumi (revolusi bulan) dan bersama bumi bergerak mengelilingi matahari (revolusi bumi).

11.  Jika suatu saat bayang-bayang bumi mengenai bulan maka terjadi gerhana bulan dan jika bayang-bayang bulan mengenai bumi maka terjadi gerhana matahari.

12.  Komet atau bintang berekor adalah bentuk angkasa yang tidak padat (gembur) mudah menguap merupakan senyawa dari H, C, N dan O. Ekor komet kedudukannya selalu menjauhi matahari karena tertiup oleh angin matahari.

Test Formatif

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas

  1. Jelaskan pengertian rotasi, revolusi, kala rotasi dan kala revolusi ?
  1. Jelaskan pengertian tata surya ?
  1. Mengapa planet-planet mengalami rotasi dan revolusi ?
  1. Jelaskan yang memperkirakan asal usul tata surya ?
  1. Jelaskan pengertian :
    1. Teori pasang surut

b.Teori bintang kembar

c. Teori Nabula

d.Teori Hipotesis Planetisima

e.Teori Hipotesis Kondensasi

  1. Jelaskan pengerjian dari :

a.Korona

b.Kromosfer

c. Fotosfer

  1. Sebutkan nama-nama planet beserta pengelompokannya !
  1. Jelaskan pengertian satelit dari anggota tata surya kita dan sebutkan planet yang mempunyai satelit terbanyak serta berapa jumlahnya !
  1. Coba jelaskan tentang meteor dan meteroid !

10.  Hukum II Kepler tentang planet menjelaskan apa ?

11.  Bagaimana Titius-Bode menghitung jarak rata-rata planet ke matahari ?

12.  Bagaimana penggunaan Hukum III Kepler ?

13.  Bagaimanakah dan jelaskan sikap ekor komet ketika mendekati matahari ?

14.  Mengapa bulan terkadang berbentuk sabit dan terkadang kelihatan penuh ?

15.  Mengapa siang dan malam dapat terjadi ? Mungkinkan bumi akan mengalami siang terus atau sebaliknya ?

Koordinat Pada Muka Bumi

Untuk menentukan letak suatu tempat dimuka bumi kita mengenal adanya panjang geografis (sebagai absis/lintang) pada globe disebut garis lintang dan lebar geografis (sebagai ordinat/bujur) pada globe disebut garis bujur.

Pada peta garis lintang arahnya dari kiri ke kanan dan garis bujur dari bawah ke atas.

  1. garis lintang

Garis lintang yang membentuk lingkaran paling besar yaitu garis yang membelah bumi menjadi dua bagian yang sama besar disebut garis equator atau garis lintang 0°.  Garis ini membagi belahan bumi utara dan selatan. Garis ini melalui kota Pontianak di Provinsi Kalimantan barat dan kota ini di kenal sebagai kota katulistiwa. Selanjutnya lingkaran sejajar equator kearah utara di sebut lintang utara dan kearah selatan di sebut lintang selatan. Lintang utara dan lintang selatan dihitung dari equator sampai titik kutup utara adalah 90° demikian juga sampai kutub selatan adalah  90°

  1. Garis bujur

Hal yang membentuk lingkaran arah vertical, garis ini akan melalui kedua titik yaitu kutub utara dan kutub selatan. Lingkaran ini di sebut lingkaran bujur atau lingkaran meridian, sehingga garisnya di sebut garis bujur atau garis meridian, lingkaran ini membagi bumi menjadi dua belahan yaitu belahan timur dan belahan barat. Garis yang membentuk lingkaran membelah bumi menjadi dua bagian tepat 0° di kota Greenwich dekat London, di sebut juga sebagai garis bujur meridian primer. Dari meridian Greenwich ini dihitung kearah timur sampai 180° disebut sebagai bujur timur (BT) dan kearah barat sampai 180° di sebut sebagai bujur barat (BB). 180° BT dan 180° BB sebenarnya kedua garis ini behimpit dan garis ini sebagai patokan untuk penanggalan letaknya di  kepulauan Fiji bagian timur samudera Pasifik dan garis ini disebut juga garis penanggalan Internasional

  1. Panjang Geografis

Dalam menentukan panjang geografis di mulai dari 0° sampai 180° yang kearah timur disebut BT dan yang barat di sebut BB. Sedang garis bujur 0° (meridian 0°) diteteapkan secara Internasional di kota Greenwitch dekat London di Negara Greadtanica (Inggris). Kota Greenwitch mempunyai gedung peneropong bintang  “Greenwitch”

  1. Lebar Geografis

Lebar geografis dihitung dari 0° di katulistiwa sampai 90° kutub utara atau kutub selatan garis yang membentuk lingkaran ini di sebut juga garis lintang. Jadi dengan mengetahui panjang geografis dan lebar geografis dengan mudah dapat menentukan tempat pada muka bumi

Waktu dan Penanggalan

Telah kita ketahui bahwa bumi berputar pada porosnya dari arah barat ke timur, sehingga kita melihat benda-benda langit bergerak dari timur ke barat, gerakan ini disebut gerakan semu.

  1. Hari Matahari

Satu hari matahari semu ditentukan oleh selang waktu antara dua kulminasi. Kulminasi atas pada tengah hari (jam 12.00) dan kulminasi bawah di sebut tengah malam (24.00 atau jam 00.00) dari hasil pengamatan bahwa panjang hari matahari semu selama setahun berbeda-beda hal ini karena revolusi bumi lintasannya berbentuk elips, sehingga waktu lintasan dekat dengan matahari (perihelium) pergesekan pada ekliptika cepat dan pada saat lintasaj terjauh pada matahari (aphelium) pergesekan pada ekliptika lambat. Dengan adanya refolusi bumi tidak sama sedangkan rotasi bumi tetap maka terjadilah pergeseran semu pada ekliptika tidak seragam akibatnya saat matahari mencapai kulminasi tidak sama. Dan saat matahari berkulminasi (waktu menengah) besarnya samadengan waktu semu (jam 12.00) + perata waktu

Rumus : Waktu menengah          = waktu semu + perayta waktu

Table jumlah menit perata waktu

Tgl Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 +3 +14 +13 +4 -3 -2 +3 +6 0 -10 -16 -11
15 +9 +14 +9 0 -4 0 +6 -4 -5 -14 -15 -5

Contoh :

  1. Tanggal 15 Maret matahari berkulminasi jam 12.09, terbit jam 06.09, terbenam jam 18.09
  2. Tanggal 1 Oktober matahari berkulminasi jam 11.50, terbit jam 05.50, terbenam jam 17.50

Dalam pengguanaan sehari hari orang beragama Islam mendapatkan waktu sholat dhuhur berbeda-beda ini erat kaitanya dengan titik kulminasi matahari.

Pembagian Waktu

  • Rotasi bumi = 24jam
  • Jarak tempuh = 360°, 1° bujur ditempuh 4 menit, 15° bujur di tempuh dalam waktu 1 jam
  • Permukaan bumi  di bagi atas 24 daerah waktu (24jam), 1 daerah waktu 15° bujur
  • Waktu pangkal Greenwich (GMT), yaitu waktu untuk garis bujur yang melewati Greenwitch dekat London di tetapkan sebagai bujur 0°. Setiap garis bujur yg jauhnya 5° atau kelipatan 15° di sebelah timur dan di sebelah bujur 0 di pakai sebagai bujur standard. Waktu pada bujur standard disebut waktu standard atau waktu local (LMT)

LMT =GMT ± meridian kali 4 menit

Keterangan  :

LMT (Local Mean Time/waktu setempat)

GMT (Greenwich Mean Time/waktu GMT)

Meridian kali 4 menit

-          bila di BB dan + bila di BT

Contoh :

  1. Suatu kota terletak 30° BT waktu GMT 10.15, jam berapa waktu setempat?

Jawab   :               Posisi BT(+)

LMT = GMT +

LMT = 10.15 + (30×4)

LMT = 10.15 + 120 menit

LMT = 12.15

Waktu setempat menunjukan 12.15

  1. Suatu kota 90° BB waktu setempat menunjukan pukul 07.00, jam berapa wakotu GMT ?

GMT = LMT ±

GMT = 07.00 + (90×4)

GMT = 07.00 + 360 menit

GMT = 07.00 + 6

GMT = 13.00

Jadi waktu GMT menunjukan pukul 13.00

Pendidikan IPA SD

Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan “Natural Sciense” sering disebut “Sciense”.

Natural artinya ilmiah, berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam.

Definisi IPA :

Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam, tentang sifat-sifat dan gejala-gejala yang dapat ditimbulkannya

Pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik

Apa yang dilakukan oleh ahli IPA

Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Produk

Produk IPA merupakan hasil kegiatan emperitik dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuan selama berabad-abad.

Produk IPA adalah fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, teori-teori.

Fakta : pernataan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau kejadian yang benar-benar terjadi.
Contoh :
- Air membeku pada suhu 0°
- Benda apabila dipanaskan akan memuai
- Tadi dijalan ada kecelakaan, dll

Konsep : Ide-ide yang mempersatukan fakta.
Contoh :
- Benda-benda hidup dipengaruhi oleh lingkungannya
- Konsep-konsep tentang udara
- Konsep-konsep tentang zat cair

Prinsip : Generalisasi tentang hubungan diantara                 konsep-konsep IPA.
Contoh :
- Udara dipanaskan akan memuai
Pinsip ini menghubungkan tentang konsep udara, panas dan       pemuaian.Prinsip bersifat analitik sebab merupakan generalisasi    induktif yang ditarik dari beberapa contoh.
Prinsip diskriptif paling tepat tentang obyek atau kejadian.

n  Prinsip bersifat tentatif.
- Induktif : Khusus ke umum
- Hukum : Prinsip yang sudah diterima dan mengalami          pengujian yang lebih kekal atau suatu aturan                      alam yang mengiktisarkan hasil-hasil                             pengamatan dan eksperimen yang berkaitan.
- Teori : Suatu penjelasan pada banyak pengalaman yang                didukung oleh hasil-hasil eksperimen atau                              kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-            konsep dan prinsip-prinsip yang saling                                     berhubungan.

IPA sebagai Proses

Keterampilan proses IPA adlah keterampilan yang dilakukan para ilmuan diantaranya untuk menghasilkan produk IPA, diantaranya keterampilan :

n  Mengamati (observasi), mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan fariable, merumuskan hipotesa, membuat grafik dan tabel data, membuat definisi operasional dan melakukan eksperimen, mengkomunikasikan eksperimen.

n  Keterampilan mengamati atau observasi

Pengamatan terhadap obyek dan gejala alam dilakukan dengan lima indera.

Pengamatan hanya dengan lima indera tanpa mengacu pada satuan pengukuran baku tertentu disebut pengamatan kualitatif. Sedang pengamatan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan kuantitatif.

n  Ada 4 butir panduan agar dapat memberikan hasil pengamatan secara efektif adalah :

  1. Berikan hanya apa yang dapat diambil
  2. Buatlah pemerian yang singkat
  3. Gunakan bahasa yang tepat dan teliti
  4. Hanya pemberian hasil pengamatan bukan inferensia atas hasil pengamatan.

n  Pengamatan merupakan proses inferensi dalam IPA.
Inferensi : Penarikan kesimpulan
Inferinsi adalah kesimpulan setelah melakukan observasi dan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

Keterangan proses berikutnya adalah eksperimen (penelitian). Dalam penelitian adalah bekerja dengan variable, Ada 3 variable suatu penelitian yaitu :
1.  Variable bebas : variable yang dengan sengaja dimanipulasi oleh si    peneliti atau suatu faktor yang diatur oleh pelaku peneliti.
2.  Variable tergantung (variable terikat) : variable yang berubah-ubah sebagai akibat dari perubahan variable bebas atau suatu faktor yang nilainya tergantung nilai variable bebas.
3.  Variable terkontrol : variable yang senagja dibuat konstan dalam penelitian agar tidak mengacaukan penelitian .

Variable adalah suatu besaran yang dapat bervariasi atau berubah pada situasi tertentu.

Langkah-langkah Metode Ilmiah :

Menentukan masalah, Apa yang ingin anda temukan ?

Merumuskan hipotesis, Apa prediksi yang ingin anda uji ?

Menguji hipotesis anda, Langkah-langkah apa yang dapat kamu ikuti untuk mencapai suatu kesimpulan tentang hipotesis anda ? Pengukuran apa yang seharusnya anda catat ?

Menganalisis hasil-hasil, Apakah yang terjadi selama penelitian anda ?

Menarik kesimpulan, Apakah pengamatan dan data anda menunjukan bahwa hipotesis anda didukung ? Jika tidak apakah anda berpikir hipotesis anda harus diubah, ataukah prosedur eksperimen anda memerlukan penyesuaian?

IPA sebagai Pengembangan Sikap

Pengembangan sikap didalam IPA diantaranya

n  Sikap ingin tahu

n  Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru

n  Sikap kerjasama

n  Sikap tidak putus asa

n  Sikap bertanggung jawab

n  Sikap terbuka

n  Sikap obyektif

n  Sikap menghargai pendapat orang lain

n  Sikap teliti

n  Sikap hati-hati

n  Sikap tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat

n  Soal ..

  1. Apa fungsi dari suatu kontrol dalam eksperimen ?
  2. Anda sedang bereksperimen untuk menemukan bagaimana temperatur air mempengaruhi kecepatan gula larut ?

Nyatakan dalam eksperimen ini :

a. Variable bebas

b. Variable tergantung

c. Variable kontrol

  1. Rancangkan sebuah eksperimen untuk menentukan rute tercepatdari rumah ke kampus anda !
  2. Jalaskan mengapa pembelajaran IPA yang menekankan fakta-fakta IPA adalah kurang tepat !
  3. Pembelajaran IPA yang manakah yang mencerminkan hakekat IPA secara utuh ?

n  Pengembangan Indikator

Dokumen standar isi dan kompetensi (SISKO) 2006 akan kita temukan daftar isi dan kompetensi tiap mata pelajaran, kelas dan semester.

SISKO 2006 tetap dikembangkan berdasar pendekatan penguasaan kompetensi

n  A. Penertian Kompetensi

n  Kompetensi pengertiannya sebagai pengetahuan, keterampilan dan sikap nilai yang terwujud dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

n  Kurukulum disusun dengan berorientasi (berbasis) pada kompetensi, rumusan tujuan dan isinya akan menekankan pada penguasaan sejumlah kompetensi bagi para siswa meliputi aspek : Kognitif, Psikomotor dan Afektif. Berbeda dengan kurikulum berbasis materi yang lebih menekankan kepada penguasaan materi pelajaran yang cenderung bersifat kognitif saja.

Pembelajaran Terpadu

oleh Nurul Ayni

S1 2007 PGSD UNESA

Arti pembelajaran terpadu

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran

Manfaat pembelajaran terpadu

  1. Topik yang tertuang mempunyai keterkaitan konsep yang dipelajari siswa
  2. Siswa memanfaatkan ketrampilannya
  3. Siswa mampu memproses informasi
  4. Membantu siswa memecahkan masalah dan berpikir kritis
  5. Meningkatkan daya ingat siswa
  6. Dekat dengan situasi kehidupan nyata

KELEBIHAN PEMBELAJARAN TERPADU

  1. Relevan dengan tingkat perkembangan anak
  2. Sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
  3. Bermakna bagi anak
  4. Ketrampilan berpikir anak berkembang
  5. Kegiatan belajar bersifat pragmatis
  6. Ketrampilan sosial anak berkembang

Kelebihan-Kelebihan Pembelajaran Terpadu

  1. Pengalaman dan kegiatan belajar peserta didik akan selalu relevan dengan tingkat perkembangannya
  2. Kegiatan yang dipilih dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik
  3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama
  4. Menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan sosial peserta didik
  5. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam kehidupan atau lingkungan peserta didik
  6. Dapat meningkatkan kerjasama antar guru bidang kajian terkait, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik,peserta didik/guru dengan narasumber
  7. Melatih siswa untuk semakin banyak membuat hubungan inter dan antarpelajaran
  8. Transfer pembelajaran dapat mudah terjadi bila situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata

Kekurangan Pembelajaran Terpadu

Ditinjau dari :

  1. Aspek Guru
  2. Aspek Peserta Didik
  3. Aspek Sarana dan Sumber Pembelajaran
  4. Aspek Kurikulum
  5. Aspek Penilaian
  6. Aspek Suasana Pembelajaran

1o Model Pembelajaran Terpadu

What the meaning of 10 models from 10 models?

Menurut Fogarty dalam bukunya How to Integrate the Curricula , ada 10 macam model pembelajaran terpadu, seperti :

  1. The connected model (model terhubung)
  2. The webbed model (model jaring laba-laba)
  3. The integrated model ( model integrasi)
  4. The nested model (model tersarang)
  5. The fragmented model ( model fragmen)
  6. The sequenced model ( model terurut)
  7. The shared model ( model terbagi)
  8. The threaded model (model pasang benang)
  9. The immersed model (model terbenam)
  10. The networked model (model jaringan)

Menurut Prabowo (2000:3), dari kesepuluh model tersebut, ada 3 model yang dipandang layak untuk dikembangkan dan mudah dilaksanakan pada pendidikan formal (sekolah dasar). Ketiga model itu adalah the connected model (model terhubung), the webbed model (model jaring laba-laba), dan the integrated model ( model integrasi).  Selain itu juga, hanya 3 model tersebut yang digunakan pada kurikulum PGSD.

Model yang sesuai untuk pembelajaran SD adalah model yang disesuaikan oleh kondisi dan situasi saat itu. Semua model akan berjalan dengan baik dan mulus asalkan cocok dengan kondisi saat itu. Dan semua model itu adalah baik untuk pembelajaran.

Setelah mengetahui bahasan dari 3 model pembelajaran terpadu yang menjadi kurikulum PGSD, Berikut ini adalah makna yang terkandung dalam 7 model dari 10 model pembelajaran terpadu.

  1. A. The Nested Model (Model Tersarang)

Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada  kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui aktivitas yang telah terstruktur.

Contoh : pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat aspek membaca, menulis, berbicara, menyimak. Keempat aspek tersebut menjadi satu keterpaduan yang menghasilkan ketrampilan berbahasa.

Keunggulan model sarang antara lain : kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang.

Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan.

  1. B. The Fragmented Model ( Model Fragmen)

Model Penggalan (Fragmented) adalah model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.

Contoh: dalam satu pelajaran, terdapat materi perambatan cahaya (content), prediksi (thinking skill), dan peta konsep (organizing skill).  Yang merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep ketrampilan berpikir, dan ketramplan mengorganisir.

Kelemahan model ini : siswa tidak dapat mengintegrasikan konsep-konsep yang sama, keterampilan serta sikap yang ada kaitannya satu dengan yang lainnya.

Keunggulan model ini antara lain : guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pengajaran.

  1. C. The Sequenced Model ( Model Terurut)

Model Pengurutan (Sequenced) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan mengurutkan urutan topic-topik yang diajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling mengutamakan karena tiap subjek saling mendukung.

Contoh: pada mata pelajaran IPA dan matematika tentang pengukuran. Pelajaran IPA= suhu(Kelvin, derajat, Fahrenheit, Reamur. Pelajaran matematika= cara pengolahan data. Dengan cara penambahan, pengurangan,  pembagian, dan perkalian.

Keunggulan model ini adalah dalam penyusunan urutan topic, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak dibatasi oleh apa yang sudah tercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut pandang siswa, pengurutan topic yang berhubungan dari disiplin yang berbeda akan membantu mereka untuk memahami isi dari mata pelajaran tersebut.

Kelemahan model pengurutan antara lain perlu adanya kerjasama antara guru-guru bidang studi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara konsep yang ssatu dengan konsep yang lainnya

  1. D. The Shared Model ( Model Terbagi)

Model Irisan (Shared) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan serta sikap. Penggabungan antara konsep pelajaran, keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. Model ini berbeda dengan model sarang, dimana tema memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dan sikap menjadi kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanya memayungi satu pelajaran saja.

Contoh: menggabungkan 2 mata pelajaran atau lebih dalam satu tema.

Keunggulan model ini antara lain adalah dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam, siswa menjadi lebih mudah melakukannya. Misalnya dengan alat bantu media film untuk menanamkan konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.

Kelemahan model ini antara lain adalah untuk menyususn rencana model pembelajaran ini diperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu waktu ekstra untuk mendiskusikannya.

  1. E. The Threaded Model (Model Pasang Benang)

Model Bergalur (Threaded) adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek. Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (problem solving) dari beberapa mata pelajaran dicari materi yang merupakan bagian dari problem solving. Seperti komponen memprediksi, meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuag bacaan, hipotesis laboratorium dan sebagainya. Keterampilan-keterampilan ini merupakan dasar yang saling berkaitan. Keterampilan yang digunakan dalam model ini disesuaikan pula dengan perkembangan usia siswa sehingga tidak tumpang tindih.

Contoh: disuatu mata pelajaran, membutuhkan pemecahan masalah dari mata pelajaran lainnya.

Keunggulan model ini antara lain : konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif. Model ini membuat siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan dating sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Niali lebih dari model ini adalah materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni sehingga siswa yang mempunyai tingkat pemikiran superordinat memiliki kekuatan transfer pada keterampilan hidup.

Kelemahan model ini antara lain : Hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit sehingga siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Guru perlu memahami keterampilan dan strategi yang digunakan siswa agar dapat mengembangkan dirinya.

  1. F. The Immersed Model (Model Terbenam)

Model Terbenam (Immersed) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMU dalam bentuk proyek di akhir semester.

Keunggulan model ini adalah ; setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dpat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Mata pelajaran menjadi lebih terfokus dan siswa akan selalu mencari tahu apa yang menjadi pertanyaan baginya, sehingga pengalamannya menjadi lebih luas. Model ini melatih kreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari jenjang SD hingga SMU. Bagi siswa kelas 4 SD model ini dapat dilaksanakan pada hari HUT RI. Misalnya merancang sebuah pesawat terbang yang seimbang lalu dipamerkan.

Kelemahan model ini antara lain : siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan utnuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar. Guru perlu waktu untuk mengorganisir semua kegiatan proyek yang dilaksanakan oleh siswa yang tersususn secara baik dan terencana sebelumnya.

  1. G. The Networked Model (Model Jaringan)

Model Jaringan Kerja (Networking) adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet, saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya.

Keunggulan model ini : siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sararannya. Hal ini umumnya muncul secara tidak sengaja selama proses pembelajaran di kelas sedeng berlangsung.

Kelemahan model ini adalah : kemnkinan motivasi siswa akan berubah sehingga kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber.


BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Belajar merupakan sebuah keharusan. Bagi manusia pada umumnya. Minimal untuk pembelajaran diri sendiri. Ketika sebuah proses pembelajaran dimulai. Ada beberapa hal terkait yang harus senantiasa terpadu keberadaannya. Sebagaimana pembelajaran yang dilakukan siswa didik. Keterpaduan beberapa aspek senantiasa menjadi permulaan untuk memulai. Keluarga sudah pasti menjadi penentu keberhasilan awal bagi anak untuk belajar atas segala hal yang mereka akan hadapi. Keluarga pulalah yang menjadi pilar utama puncak keberhasilan proses pembelajaran anak. setelah kondisi keluarga mendukung pada proses. Tentunya yang tidak kalah penting, Sekolah secara formal atau tidak formal menjadi tuntutan berikutnya. Betapa banyak para orang tua berusaha mencari lembaga/sekolah sebagai pilihan bagi putra-putrinya. Bahkan tidak jarang kita temui di sebagian orang harus mengorbankan sebagian harta miliknya untuk mendapatkan fasilitas sekolah yang menjadi pilihannya. Yang tidak kalah penting yang menjadi salah satu aspek keterpaduan sebuah proses pembelajaran adalah lingkungan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

¨  Depdiknas. 1996. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD Dan S-2 Pendidikan Dasar. Jakarta: Depdiknas.

¨  Trianto ,S.pd.,M.pd. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: prestasi pustaka publisher


A. Langkah- Langkah pembelajaran Terpadu Secara umum

  1. Menganalisis Standar Isi
  2. Menyusun bahan ajar, yang mengacu kepada standar isi pendidikan
  3. Merancang Pembelajaran Terpadu,

Langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat rencana pembelajaran terpadu tersebut adalah: (a) menetapkan tema sentral pembelajaran yang akan berfungsi sebagai alat pengait pembelajaran, (b) merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik, (c) mengidentifikasi konsep-konsep yang memiliki sifat keterkaitan baik yang terdapat dalam intra maupun antar mata pelajaran yang akan diintegrasikan, (d) merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan,   (e) menetapkan alat evaluasi yang akan digunakan.

  1. Penerapan Konsep

B.  Langkah- Langkah Pembelajaran Terpadu Berdasarkan Modelnya

Ada tiga model pembelajaran terpadu, yaitu model webbed, model connected dan model integrated.

  1. Pembelajaran Terpadu Model Connected

yaitu pembelajaran yang memadukan konsep antara konsep yang satu dengan konsep yang lain  dalam satu mata pelajaran saja.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran keterhubungan sebagai berikut :

Guru menentukan salah satu topik dalam satu mata pelajaran tertentu

Guru mengaitkan salah satu konsep pembelajaran dengan konsep yang dalam satu mata pelajaran

Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang berisi aktivitas siswa yang  dilakukan dalam pembelajaran

Guru dan siswa bersama-sama memberikan kesimpulan, penegasan dari pembelajaran yang telah dilakukan.

Guru bisa melakukan evaluasi baik proses maupun hasil yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

  1. Pembelajaran Terpadu Model Webbed

Pembelajaran terpadu model webbed merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran jaring laba-laba sebagai berikut.:

Guru menentukan tema utama dan tema lain yang telah dipilih dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran/bidang Studi, tema ini bisa dinegosiasi atau didiskusikan antara guru dan siswa.

Guru menyiapkan tema-tema yang telah terpilih, misalnya tema matematika, kesenian, bahasa dan IPS yang sesuai dengan tema utama ,

Guru menjelaskan tema-tema yang terkait sehingga materinya lebih luas,

Guru memilih konsep atau informasi yang bisa mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.

Dari tema yang telah terpilih maka dikembangkan  aktivitas belajar yang akan dilakukan oleh siswa.

3.  Model Pembelajaran Terpadu Integrated.

Model integrated yaitu pembelajaran yang menggabungkan bidang studi dengan cara menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling berhubungan di dalam  beberapa bidang studi.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antar bidang studi.

Langkah-langkah pembelajaran terpadu model integrated sebagai berikut:

Guru mencari konsep atau keterampilan yang memiliki keterkaitan erat dengan  mata pelajaran lain.

Guru menyusun RPP yang terdiri dari gabungan konsep-konsep beberapa mata-pelajaran,

Guru menentukan alokasi waktu karena untuk pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu lebih dari satu kali pertemuan.