Pendidikan Jasmani Olahraga

OLAHRAGA PERMAINAN

Pengertian Bermain

Bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan, bahkan bagi anak-anak hampir sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Hal ini sangat penting bagi dirinya dan merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan bagi orang-orang dewasa bermain dapat menyalurkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, juga untuk melatih diri dalam hidup bermasyarakat. Dengan bermain dapat dikembangkan kestabilan dan pengendalian emosi yang sangat penting bagi keseimbangan mental. Disamping itu juga dapat dikembangkan kecepatan proses berfikir. Ini disebabkan karena di dalam permainan banyak sekali problema-problema yang harus dipecahkan secara cepat dan tepat.

Pada umumnya permainan dibagi menjadi dua yaitu permainan kecil dan permainan besar.

  1. 1. Permainan Kecil (Permainan Tradisional)

Permainan kecil adalah suatu bentuk permainan yang tidak mempunyai peraturan baku, baik mengenai peraturan permainannya, alat-alat yang digunakan, ukuran lapangan, maupun lama permainannya. Hal ini dapat disesuaikan dengan keadaan atau situasi. Disamping itu belum mempunyai induk organisasi baik yang bersifat nasional maupun internasional.

Sasaran Permainan Kecil (Tradisional)

1)      Sasaran jasmani

  1. Peningkatan kekuatan otot

Dalam bermain anak akan berlari, meloncat, melompat, berjengket, mengangkat, mendorong dan menarik. Semua kegiatan ini tanpa disadarinya akan mempengaruhi otot-otot mereka akan lebih kuat.

  1. Daya tahan otot setempat

Anak yang bermain terus menerus dalam waktu yang lama, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk peningkatan daya tahan otot setempat.

  1. Daya tahan kardiovaskuler

Anak yang bermain gobak sodor akan mengalami lari cepat kemudian berhenti dan lari cepat lagi, dan terus menerus dilakukan berulang-ulang. Tanpa sengaja, anak berlatih secara interval. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi anak dalam peningkatan daya tahan.

  1. Kelentukan

Dalam permainan terdapat beberapa permainan yang memaksa anak untuk meliuk, memilin badan, membungkuk dan mengayunkan kaki. Semua ini akan meningkatkan anak dalam kelentukan tubuh yang sangat berguna dalam peningkatan gerak yang baik.

  1. Keterampilan gerak

Dengan meningkatnya unsur gerak, akan meningkatkan keterampilan gerak yang mengarah pada meningkatnya prestasi satu cabang olahraga.

2)      Sasaran psikis

Rasa bebas merupakan akibat psikis yang penting dalam bermain (Drijarkara, 1990:81). Selanjutnya, Drijarkara mengatakan bahwa permainan itu pembebasan, artinya pembebasan dari pamrih atau pembebasan daritujuan lain diluar tujuan bermain, hanya untuk memperoleh rasa senang dari tujuan bermain.

3)      Sasaran rasa social

Sudah jelas bahwa semua permainan membutuhkan teman untuk bermain. Anak membutuhkan orang lain dan dapat menilai orang lain serta dirinya sendiri. Akhirnya mereka membutuhkan orang lain. Selain itu, dalam bermain anak dapat bergaul dan menyatakan identitasnya atau kemampuannya dapat dikenal, dinilai dan dihargai teman.

4)      Sasaran rasa berketuhanan

Permainan bukan suatu kebaktian, tetapi dalam bermain anak akan memperolah suasana untuk mengagungkan Tuhan atau ritual.

Permainan kecil atau permainan tradisional ini bisa dilakukan dengan alat dan tanpa alat.

Berikut ini merupakan contoh Permainan Kecil dengan alat :

  1. A. Permainan Kasti

Peraturan

Sebelum pertandingan dimulai, diadakan oleh wasit untuk menentukan regu pemukul/regu penjaga.

  1. a. Regu Pemukul

a)      Regu terdiri dari 12 orang pemain

b)      Regu pemukul berkumpul di dalam ruang bebas. Giliran memukul bola sesuai dengan nomornya dan selama pertandingan tidak boleh berubah.

  1. b. Regu Lapangan/Penjaga

Anggota regu lapangan menempati tempatnya yang telah ditentukan sebelumnya, mereka dibenarkan berdiri dimana saja atau di dalam lapangan dengan ketentuan:

a)      Tidak boleh berdiri di ruang bebas

b)      Tidak ada pemain lain di dalam ruang pemukul, kecuali pelambung dan pembentunya

c)      Jalan lurus dari ruang pemukul ketiang pertolongann tidak boleh dirintangi

Lama bermain: 2 x 20 menit

Pelambung: Pelambung melambungkan bola dengan jalan mengayunkan dari bawah kearah pemukul. Waktu melambungkan tidak boleh melakukan gerakan berpura-pura. Bola dinyatakan lambungan betul apabila lambungan setinggi ketiak dan sebatas lutut pemukul.

  1. c. Perolehan Angka

Seorang pemukul akan mendapatkan nilai dua apabila ia dapat berlari dari ruang pemukul hingga kembali ke ruang bebas dengan selamat atas pukulannya sendiri. Jika perjalanan kembali ke ruang bebas atas pukulan teman, maka pelari mendapat nalai satu.

Bagi pemukul yang tidak bisa memukul dengan benar maka dia harus menuju ke tiang pertolongan dan harus menyelesaikan perjalanan ke ruang bebas dan tidak mendapatkan nilai.

Setiap anggota regu lapangan akan mendapatkan nilai satu, bila dapat melakukan tangkap bola. Pada akhir pertandingan salah satu regu mendapatkan nilai yang lebih besar dianggap sebagai pemenang dan apabila kedua regu mendapat nilai sama besar, maka regu yang mendapat nilai lari terbantak akan menjadi pemenang.

  1. d. Pergantian Tempat

Jika seorang regu pemukul terkena lemparan, maka saat itu juga regu lapangan menjadi regu lapangan dan regu lapangan menjadi regu pemukul.

  1. e. Pertukaran Bebas

Pertukaran bebas terjadi apabila :

a)      Setelah 5 bola tertangkap dan belum terjadi pertukaran bebas

b)      Jika pukulan terakhir dan pembebas tidak kena, maka bola di bakar di ruang bebas dan terjadi pertukaran tempat

c)      Jika pelari yang kembali keruang bebas melewati garis belakang lapangan

d)     Jika pemain dari regu pemukul keluar dari ruang bebas

e)      Jika pemain dari regu pemukul keluar dari lapangan

f)       Jika tongkat pemukul terlepas dari tangan pemukul

  1. f. Pembebas

Orang terakhir yang memukul dari regu pemukul disebut “Pembebas”. Pembebas berhak memukul sebanyak 3 kali.

  1. g. Membakar

-          Bila setelah pukulan ketiga dari pembebas, orang dari regu pemukul belum ada yang masuk ke ruang bebas, maka ruang bebas dapat dibakar oleh regu lapangan

-          Setiap pemain dari regu lapangan yang bisa masuk ke ruang bebas dengan membawa bola pukulan seorang dari regu pemukul dapat ditangkap dianggap telah membakar ruang bebas tersebut.

  1. B. Permainan Kiepers

Peraturan

Sebelum pertandingan dimulai, diadakan undian oleh wasit untuk menentukan regu pemukul dan regu lapangan.

  1. a. Regu pemukul

-          Jumlah pemain 12 orang

-          Tidak ada pelambung, pemukul melambung sendiri

-          Pemukul boleh berdiri dimana saja, asal masih berada di dalam ruang pemukul

-          Bila pukulan benar, dapat/boleh berlari ke ruang bebas. Tetapi jika dirasa kurang mampu/kurang berani boleh kembali ke ruang pemukul untuk menunggu kesempatan yang baik

-          Bila bola telah melewati garis pemukul, semua pelari yang menuju/kembali ke ruang bebas harue berhenti di tempat.

  1. b. Regu lapangan

-          Bola yang di pegang oleh semua pemain dari regu lapangan tidak boleh di bawah lari

-          Pada saat menangkap dan melempar bola harus dilakukan dengan satu tangan

-          Pada saat tangkapan yang ketiga bola harus dilempar tegak lusus keatas dan regu lapangan berusaha untuk menyelamatkan diri ke ruang bebas atau ke tiang bebas sehingga terjadi pergantian tempat

  1. c. Perolehan angka

-          Seseorang pemukul mendapatkan nilai 2 apabila dengan pukulannya sendiri dia bisa menuju tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dengan selamat

-          Seseorang pemukul mendapatkan nilai 1 apabila dia bisa memukul dengan benar dan menuju tiang bebas dan kembali ke ruang bebas atas bantuan teman.

-          Seseorang pemukul yang tidak bisa memukul dengan benar maka ia harus tetap berada diruang pemukul dan menunggu pukulan yang betul dari temannya untuk melanjutkan perjalanan ke tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dan tidak mendaptkan nilai.

-          Setiap regu lapangan yang berhasil menangkap bola mendapatkan nilai 1

-          Bila diakhir pertandingan regu yang mendapatkan nilai terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Dan jika nilai sama maka regu yang mendapat nilai lari terbanyank dinyatakan sebagai pemenang

  1. d. Pergantian tempat

-          Jika seorang dari regu pemukul terkena lemparan/take pada saat itu juga regu lapangan menjadi regu pemukul dan regu pemukul menjadi regu lapangan

-          Jika pemain pembebas tidak bisa mmukul dengan baik pada pukulan yang ketiga.

  1. C. Permainan Slag Ball

Jumlah pemain

-          Jumlah pemain tiap-tiap regu adalah 12

Jalannya permainan

-          No 1 dari party pemukulsebanyak pemukul, no 2 melambungkan bola, no 3 menjaga belakang

-          Setelah memukul betul, no 1 harus lari ke honk I, II, III dst. Ia harus menyentuh honk dan lari diluar garis segienam. Tetapi sudah harus hinggap sebelum alat pembakar berbunyi

-          Party lapangan berusaha menangkap bola dan melemparkannya ke pembakar agar alat pembakar segera dibunyikan

-          Pelari yang belum hinggap pada saat pembakar membakar dianggap mati

Memukul

-          Tiap pemain berhak memukul sebanyak 3x, tetapi bila pukulan ke 1 dan ke 2 sudah baik, ia harus lari ke honk 1

-          Pukulan dinyatakan betul, jika bola melalui garis batas pukulan dan jatuh/ditangkap atau mengenai pemain didalam (diantara) kedua garis salah

Pelari

-          Pada pukulan ketiga yang salah atau tidak kena, pemukul dianggap mati satu, ia harus ke honk 1, dan semua pelari yang ada tidak boleh lari ke honk depannya

-          Pada satu honk boleh berdiri lebih dari satu pelari dan diperbolehkan melalui pelari didepannya

-          Pelari yang sudah mati tidak mendapatkan nilai tetapi ia harus menyelesaikan semua honk, dan kemungkinan bisa menambah mati di tengah perjalanan

Nilai

-          Seorang pelari mencatat nilai 1 apabila pukulannya betul dan tidak mati selama menyelesaikan seluruh perjalanannya (sampai ke honk VI)

-          Dengan pukulan sendiri bisa sampai ke honk VI tanpa mati nilainya 2

-          Partai lapangan bisa menangkap bola nilainya 1

Pergantian

-          Setelah mati 10x atau tangkap bola 5x

-          Bila tinggal 1 orang saja di dalam ruang bebas sehingga tidak ada yang melambung

Mati

-          Setelah 3x pukulan salah

-          Setelah 3x pukulan tidak kena

-          Melemparkan kayu pemukul

-          Lari di dalam atau di atas garis segi enam

-          Tidak menyentuh honk pada saat melaluinya

-          Dibakar sebelum hinggap

-          Dengan sengaja menyepak bola

  1. D. Permainan Rounders

Alat-alat :

-          Kayu pemukul

-          Base

-          Bola

-          Tali panjang (untuk garis lapangan)

Peraturan Permainan :

Pemain :

Jumlah pemain tiap-tiap regu 12 orang atau minimal 8 orang

Bowler :

-          Bowler melambungkan bola dari tempatnya dengan ayunan tangan dari bawah ke base V

-          Selama persiapan melambungkan bola sampai lepas, kaki harus tetap hinggap di base

-          Bowler tidak diperbolehkan mengadakan gerak tipu lemparan. Ini merupakan pelanggaran dan diberikan hukuman 1 ball/

-          Bowler tidak boleh member putaran pada bola yang dilambungkan

-          Bowler tidak boleh memutar tangannya lebih dari 360 derajat sebelum bola lepas dari tangan

Lambungan yang betul

Yaitu jika bola tepat lewat diatas base V dan tingginya diantara lutut dan bahu si pemukul. Bila ia berdiri tegak, lambungan yang betul harus dipukul.

Lambungan yang salah :

-          Yaitu jika bola tidak memenuhi di atas (lambungan yang salah disebut ball)

-          Jika ada ball lima kali, pemukul boleh ke base I dengan bebas, dan ia membawa nilai (free walk)

Catcher :

Catcher adalah penjaga gawang. Tempatnya di belakang base V. pekerjaan utama adalah menangkap semua bola yang dilembungkan oleh bowler.

Base – Man :

Semua ada lima termasuk catcher. Tugas utama adalah membakar base (menginjak base dengan membawa bola) dan mengetik (menyentuh pelari dengan bola digenggam dan bola ini tidak boleh jatuh). (semua party lapangan boleh menginjak base)

Pukulan betul :

Pukulan betul adalah apabila bola jatuh, ditangkap atau mengenai orang di dalam lapangan antara kedua garis salah dan lanjutannya.

Pukulan salah :

Pukulan dikatakan salah apabila bola jatuh dan mengenai barang atau orang diluar garis salah dan lanjutannya.

Hak memukul :

Hak memukul tiga kali, akan tetapi pada pukulan pertama atau kedua yang betul, pemukul harus lari ke base I. pada pukulan ketiga tidak kena pemukul mati harus keluar dari lapangan

Menolak pukulan :

Lambungan yang salah boleh tidak dipukul, bila dipukul dianggap satu pukulan. Lambungan yang betul yang tidak dipukul dianggap satu pukulan juga ; pada saat itu wasit berseru “strike”.

Mati (out) :

Seorang pelari dianggap mati apabila:

  1. Ia disentuh dengan bola sebelum menginjak base yang dituju
  2. Ia belum sampai base yang dituju, edangkan base itu telah dibakar
  3. Ia tidak menginjak base yang dilewati
  4. Ia melalui pelari didepannya
  5. Ia menghindari ditik hingga menyimpang lebih dari 1 m diluar garis diantara kedua base
  6. Ia menyentuh bola hingga party lapangan mendapat kerugian karenanya
  7. Kayu pemukul dilemparkan atau terlepas

Bola dalam permainan :

Bola dianggap dalam permainan, mulai saat bowler melempar bola, kemudian bola dipukul betul atau tidak kena hingga bola kembali ke tangan bowler lagi dan ia telah bersikap dibasenya lagi. Selama bola dalam permainan semua pelari boleh lari.

Bola tidak dalam permainan (bola mati) :

  1. Setelah pukulan salah
  2. Selama bola hilang
  3. Setelah bowler siap lagi di basenya untuk melakukan lemparan

Pada bola mati, semua pelari dalam lapangan tidak boleh lari.

Nilai :

  1. Seorang pelari akan mendapat nilai apabila:

-          Apabila ia setelah pemukul betul atau tidak kena, dapat kembali masuk ruang bebas, dan selama perjalanan tidak membuat mati/out mendapat nilai 1

-          Apabila ia dengan pukulannya sendiri dapat melalaui beberapa base, maka untuk tiap-tiap base yang ia lalui sebelum mati ditik atau dibakar, ia mendapat nilai tambahan 1

-          Apabila ia dengan selamat membuat “run” atas pukulannya sendiri yang betul atau tidak kena mendapat nilai 6

  1. Party lapangan mendapat nilai 1 untuk tiap bola yang ditangkap dari pukulan betul atau salah

Lama permainan :

Tiap-tiap party mendapat giliran memukul dan menjaga yang sama

Pergantian

Permainan berganti, apabila:

  1. 6 kali mati/out
  2. 5 kali tangkap bola

Berikut ini merupakan contoh Permainan Kecil tanpa alat :

  1. A. Permainan Mencari Kelompok

Jumlah Pemain : tidak terbatas

Tempat : dihalaman/dilapangan

Aturan permainan :

Tugas anak-anak adalah lari tidak beraturan, mengelilingi halaman tersebut. Sambil berlari anak-anak mendengarkan instruksi/perintah dari guru. Perintah yang diberikan adalah kelompok yang akan dibuat. Ditengah-tengah perjalanan bila terdengar bunyi peluit, anak-anak harus segera membuat kelompok sesuai dengan perintah ditentukan.  Bila anak-anak yang tidak mendapatkan kelompok, maka anak tersebut maka ana tersebut akan mendapat hukuman, mis: lari, sit up dll.

  1. B. Permainan Elang Mengejar Anak Ayam

Jumlah pemain : tidak terbatas

Tempat : dilapangan/dihalaman

Cara bermain :

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang sekiranya sama jumlahnya. Tiap kelompok menunjuk seorang ada yang sebagai burung elang, dan seorang lagi menjadi induk ayam. Induk ayam dan anak ayam menjadi satu banjar dan induk ayam yang berada di depan merentangkan tangan untuk menghalau elang agar tidak bisa menyentuh anak ayam dibelakangnya. Anak ayam berpegangan pada pinggul induk ayam agar tidak berpisah dari banjarnya.

Dengan aba-aba “siap!” pada burung berusaha menangkap anak ayam sebanyak-banyaknya. Burung elang hanya dapat menangkap anak ayam yang berada di ujung belakang.

Anak ayam yang berhasil disambar oleh elang harus menggantikan elang untuk menangkap anak ayam yang lain. Sebaliknya elang yang berhasil menangkap anak ayam itu akan menjadi induk ayam.

  1. C. Permainan Gobak Sodor

Jumlah pemain : tidak terbatas, jumlah pemain dibagi dua

Tempat : dihalaman/dilapangan

Peraturan permainan :

Anak-anak dibagi menjadi dua regu. Sebelum permainan dimulai diadakan undian, yang kalah sebagai penjaga, yang menang sebagai penyerang. Regu penjaga menempati garisnya masing-masing untuk menghalau regu penyerang yang akan masuk. Regu penyerang berusaha melewati garis depan dan menghindar dari sentuhan tangan regu penjaga. Regu penjaga berusaha menyentuh badan pemain dengan tangan dalam posisi kaki nerpijak diatas garis. Setiap pemain yang berhasil melewati seluruh garis langsung dapat mengikuti permainan seperti semula. Demikian permainan berjalan terus kecuali jika ada salah satu pemain dari regu penyerang tersentuh.

  1. 2. Permainan Besar

Permainan besar adalah suatu bentuk permainan yang mempunyai peraturan-peraturan baku,  baik peraturan tentang fasilitas dan perlengkapan maupun peraturan permainan dan perwasitan. Permainan ini umumnya sudah memiliki induk organisasi tingkat nasional maupun tingkat internasional.

  1. A. Bola Voli

Permainan bola voli ini diciptakan oleh William Morgan, seorang Pembina pendidikan jasmani pada Y.M.C.A (Young Man Christian Association) di kota Helyoke-Amerika  Serikat pada tahun 1895.

Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain, setiap regu berusaha untuk dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangan lawan melewati di atas net, dan mencegah pihak lawan dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangannya. Bola boleh dipukul oleh seluruh bagian tubuh sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.

  1. a. Tahnik dasar dalam permainan bola voli

Ada beberapa tehnik dasar, yaitu:

1)      Tehnik pass bawah

2)      Tehnik pass atas

3)      Tehnik servis

4)      Tehnik smash

5)      Teknik blok

  1. b. Lapangan

Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m. semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis batas ditandai dengan dua garis samping, garis tengah, garis akhir dan garis serang. Daerah servis adalah daerah selebar 9 m dibelakang setiap garis akhir, yang dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm, yang dibuat 20 cm dibelakanh garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Tiang net diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m diluar garis samping.

  1. c. Alat-alat

1)      Bola terbuat dari kulit yang lentur dari kulit sintetis dengan keliling bola 65-67 cm, beratnya 260-280 g.

2)      Net/jarring dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Lebar net 1 m dan panjangnya 9,50 m, terdiri dari rajutan lubang-lubang 10 cm persegi.

3)      Pita samping, dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dipasang pada setiap sisi net, lebarnya 5 cm dan panjangnya 1 m, dan merupakan bagian dari net.

4)      Tongkat dipasang tepat pada pita batas lapangan samping sebelah kanan dan kiri, yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jarring bagian atas.

  1. d. Peraturan permainan

1)      Jumlah pemain

Satu regu maksimum terdiri dari 12 pemain. Kecuali Libero, satu dari para pemain adalah kapten regu.

2)      Permulaan permainan

Permulaan bola voli dilakukan dengan jalan memukul bola (servis) di daerah servis oleh seorang pemain dari pihak yang berhak melakukan servis.

3)      Angka

Sebuah regu akan mendapat angka apabila berhasil mendaratkan bola menyentuh lantai lapangan permainan lawan, regu lawan membuat kesalahan, regu lawan menerima hukuman.

4)      Memenangkan 1 set

Satu set dimenangkan oleh regu yang pertama mendapat angka 25. Jika terjadi nilai sama 24-24 maka permainan dilanjutkan hingga dicapaiselisih dua angka.

5)      Memenangkan pertandingan

Pertandingan dimenangkan oleh regu yang memenangkan tiga set. Pada keadaan 2-2 set penentuan dimainkan hingga angka 15 dengan selisih angka minimal 2 angka.

6)      Ketentuan-ketentuan lain

a)      Pemain tidak boleh menyentuh net dengan badan

b)      Pemain tidak boleh melewati garis tengah lapangan

c)      Tidak boleh memukul bola lebih dari satu kali, sebelum bola disentuh oleh pemain lain

d)     Bola dianggap keluar bila menyentuh net di luar pita samping atau tongkat

  1. B. Bola Basket

Pada tahun 1961 James A. Naismith direktur Springfield College di Massachusetts Amerika, menciptakan permainan bola basket. Pada mulanya permainan tersebut dengan menggunakan keranjang bekas buah persik yang diletakkan disudut ruangan sebagai sasarannya. Permainan ini dimainkan oleh dua regu, dan masing-masing regu terdiri dari 9 orang. Jumlah pemain dari 9 orang menjadi 7 orang dan keranjang dipindahkan ke atas meja dan diletakkan di tengah-tengah garis lapangan bagian belakang. Pemain yang jumlahnya 7 orang tiap-tiap regunya diubah menjadi 5 orang pemain yang berlaku sampai saat ini.

Peraturan pemainan bola basket

  1. 1. Pengertian

Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu dimainkan oleh 5 orang pemain. Setiap regu berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang lawan dan mencegah pihak lawan memasukkan lawan bola ke dalam keranjangnya sendiri. Bola boleh dilemparkan, dipantul-pantulkan, digelindingkan, didorong sesuai dengan peraturan permainan.

  1. 2. Lapangan

Lapangan permainan bola basket harus persegi panjang, datar, keras dan bebas dari rintangan.

a)      Ukuran lapangan

Untuk turnamen yang resmi yang diselenggarakan oleh FIBA, panjang lapangan 28 meter dan lebarnya 15 meter diukur dari bagian sebelah dalam. Tinggi langit-langit dalam ruangan sekurang-kurangnya 7 meter.

b)      Garis

Lapangan harus ditandai dengan garis batas yang jelas berjarak sekurang-kurangnya 2 meter dari penonton atau rintangan yang lain. Semua garis lapangan di buat warna yang sama dengan ketebalan 5 cm

1)      Garis-garis batas yang memanjang disebut garis samping

2)      Garis-garis yang pendek disebut garis akhir

3)      Lapangan dibagi menjadi dua bagian yang sama besarnya, yang dibatasi dengan garis tengah

4)      Garis tembakan bebas sejajar dengan garis akhir, jaraknya 5,80 m dari bagian dalam garis akhir dan panjangnya 3,60 m

5)      Lingkaran tengah dibuat ditengah-tengah lapangan dengan jari-jari 1,80 m diukur dari bagian luar garis lingkaran

6)      Garis tembakan bernilai 3 adalah lengkungan yang berjari-jari 6,25 m, pusat lingkaran diambil dari perpanjangan titik tengah keranjang di lantai.

  1. 3. Keranjang

Pada tiap-tiap akhir lapangan, dipasang keranjang, yang menempel pada papan pantul. Letaknya papan pantul, tegak lurus dengan lantai sejajar dengan garis akhir dan ditahan dengan tiang penyangga. Di tengah-tengah garis akhir dibuat daerah terlarang. Bentuk dan ukurannya dapat dilihat pada gambar.

  1. 4. Bola

-          Bola yang dipergunakan harus benar-benar bundar dan berwarna oranye, terbuat dari kulit, karet atau bahan sintetis

-          Keliling bola antara 74,9 cm sampai 78 cm

-          Berat bola antara 567 gram sampai 650 gram

-          Tekanan udara didalam bola, ketentuannya sebagai berikut: jika bola itu dijatuhkan ke lantai dari ketinggian kurang lebih 1,80 meter diukur dari bagian bawah bola, maka bola tersebut akan memantul kembali ke atas dengan ketinggian kurang lebih 1,40 meter diukur sampai bagian atas bola.

  1. 5. Pemain

Jumlah pemain seperti telah dikemukakan diatas tiap-tiap regu terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain cadangan tidak lebih dari 5 orang. Untuk suatu turnamen dimana setiap regu bermain lebih dari 3 kali, pemain cadangan lebih dari 7 orang.

  1. 6. Lamanya permainan

-          Permainan dilakukan dalam empat periode dengan waktu 10 menit setiap periode

-          Waktu istirahat antara periode pertama dan kedua, dan antar periode ketiga dan keempat adalah 2 menit

-          Waktu istirahat untuk pertengahan babak adalah 15 menit

-          Waktu untuk babak tambahan bila terjadi hasil yang sama adalah 5 menit

  1. 7. Permulaan permainan

Permainan dimulai dengan bola lompat yang dilakukan di lingkaran tengah setiap periode atau periode tambahan.

  1. 8. Cara memainkan bola

Dalam permainan bola basket, bola hanya dimainkan dengan tangan. Lari dengan bola, dengan sengaja atau memhentikan bola dengan bagian kaki atau meninju bola merupakan pelanggaran. Tetapi menyentuh bola dengan kaki tanpa disengaja bukan merupakan pelanggaran.

  1. 9. Bola masuk ke keranjang
    1. Bola dianggap masuk ke dalam kerajang, bila bola masuk dari atas ring dan tergelincir ke dalam ring
    2. Bola masuk dari tembakan hukuman nilainya Satu
    3. Bola masuk karena tembakan lapangan nilainya dua
    4. Bola masuk karena tembakan lapangan dari daerah bernilai 3 mendapat nilai 3

10. Lemparan ke dalam

Pemain yang melakukan lemparan ke dalam tidak boleh:

-          Menyentuh di lapangan sebelum disentuh pemain lain

-          Masuk ke dalam lapangan sebelum lepas dari tangan

-          Mempunyai waktu 5 detik untuk melakukan lemparan

-          Memasukkan bola ke keranjang secara langsung

-          Bergerak ke samping lebih dari 1 m dari tempat yang telah ditentukan

11. Time out

-          Waktu time out adalah penghentian pertandingan yang diminta oleh pelatih atau pembentu pelatih

-          Tiap-tiap time out adalah 1 menit

-          Pada periode pertama sampai ketiga, masing-masing periode diberikan 1 x time out

-          Untuk periode keempat diberikan kesempatan 2 x time out

-          Untuk periode tambahan 1 x time out

-          Ketika time out, pemain diperbolehkan meninggalkan lapangan permainan atau duduk dibangku cadangan

12. Penggantian pemain

  1. Satu regu boleh mengganti pemain pada saat ada kesempatan untuk mengadakan pergantian pemain
  2. Pemain pengganti harus tetap di luar lapangan sampai wasit memberikan tanda untuk masuk lapangan
  3. Penggantian pemain harus dilakukan secepat mungkin. Jika lebih dari 30 detik dianggap time out bagi regu yang bersangkutan

13. Peraturan 3 detik

  1. Pemain dari regu yang sedang manguasai bola tidak boleh berada di daerah bersyarat lawan lebih dari 3 detik, ketika bola hidup dan jam pertandingan berjalan
  2. Seorang pemain dikatakan keluar dari daerah bersyarat, bila kedua kakinya berada diluar daerah bersyarat
  3. Kelonggara diberikan kepada pemain yang berusaha meninggalkan daerah bersyarat, teman seregunya mengadakan tembakan lapangan, dan memantulkan bola untuk membuat tembakan lapangan

14. Peraturan 8 detik

  1. Seorang pamain yang mengontrol bola hidup di lapangan belakang dalam waktu 8 detik harus memasuki daerah serang
  2. Bola dinyatakan berada di daerah serang bila bola menyentuh lapangan depan atau tersentuh pemain atau wasit yang berada di lapangan depan

15. Peraturan 28 detik

  1. Pemain yang mengausai bola hidup di dalam lapangan mempunyai waktu 24 detik untuk melakukan usaha tembakan lapangan
  2. Usaha tembakan lapangan dilakukan dengan ketentuan:

1)      Bola harus lepas dari tangan pemain ketika terjadi tembakan lapangan sebelum tanda 24 detik berbunyi

2)      Setelah bola lepas dari tangan penembak, bola harus menyentuh cincin sebelum tanda 24 detik berbunyi

16. Bola kembali ke lapangan belakang

  1. Pemain yang menguasai bola hidup di lapangan depan tidak boleh mengembalikan bola ke lapangan belakang
  2. Bola dikatakan kembali kelapangan jika:

1)      Bola menyentuh lapangan belakang

2)      Menyentuh pemain atau wasit di lapangan belakang

17. Kesalahan-kesalahan

  1. Kesalahan perorangan

Kesalahan perorangan adalah kesalahan pemain yang terlibat persinggungan dengan pemain lawan pada saat bola hidup maupun bola mati.

1)      Blocking: persinggungan perseorangan yang menghalangi gerak maju lawan dengan atau tanpa bola

2)      Charging: persinggungan perorangan dengan atau tanpa bola dengan mendorong atau menabrak dada pemain lawan

3)      Illegal guarding from the rear: pemain bertahan dalam usahanya merebut bola, tidak diperkenankan terjadi persinggungan fisik dengan lawan yang sedang mengontrol bola

4)      Holding(memegang): persinggungan dengan lawan yang merintangi kebebasan bergerak

5)      Illegal screening(membayangi secara tidak sah): sikap yang tidak sah dalam mencoba menghambat atau mencegah pemain lawan yang tidak menguasai bola dalam mencari posisi yang diinginkan di dalam lapangan

6)      Pushing (mendorong) : persinggungan perseorangan yang terjadi jika pemain memaksa lawan bergerak, baik saat memegang bola maupun tidak

  1. Kesalahan ganda

Kesalahan ganda terjadi jika dua pemain dari kedua regu saling melakukan kesalahan anatara 1 dengan yang lain dalam waktu bersamaan.

  1. Kesalahan yang disengaja

Kesalahan yang disengaja adalah kesalahan perseorangan yang menurut pengamatan wasit bukan suatu usaha yang sah untuk menguasai bola dengan tidak melihat semangat dan tujuan dari peraturan.

  1. Kesalahan tehnik

1)      Kesalahan tehnik oleh pemain: kesalahan tehnik yang dilakukan pemain yang tidak menimbulkan persinggungan dengan pemain lawan, misalnya berkomunikasi kasar dll.

2)      Kesalahan tehnik oleh pelatih, pemain pengganti atau pendukung regu :

-          Pelatih, pembantu pelatih, pemain pengganti, pengikut regu tidak boleh menunjukkan sikap tidak hormat atau berhubungan dengan wasit, pengawas pertandingan, petugas meja atau dengan lawannya

-          Pelatih atau pembantu pelatih meminta beban time out

-          Mereka memasuki lapangan tanpa seijin wasit

  1. Lima kesalahan yang dilakukan pemain

Pemain yang sudah lima kali melakukan kesalahan termasuk kesalahan perorangan atau tehnik, harus diberitahu dan secara otomatis harus meninggalkan lapangan dan harus diganti dalam waktu 30 detik

  1. Kesalahan regu

-          Satu regu dikatakan dalam kesalahan regu bila dalam satu periode telah melakukan 4 kali kesalahan perorangan maupun kasalahan tehnik yang dilakukan oleh pemain regu itu

-          Semua kesalahan yang dilakukan di semua periode tambahan merupakan kelanjutan dari periode keempat

bola kecil

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran         :  Penjaskes

Kelas                        :  II (dua)

Semester                   :  I

Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)

  1. I. Standar Kompetensi

Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

  1. II. Kompetensi Dasar

Mempraktikan gerak dasar melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan memahami diri sendiri.

  1. III. Indikator
  2. Membentuk barisan empat bersaf
  3. Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna
  4. Melakukan gerak senam pemanasan
  5. Membagi kelas menjadi dua kelompok
  6. Mekukan gerak dasar melempar bola kasti
  7. Melakukan gerak dasar menangkap bola kasti
  8. Bekerjasam dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan  kasti sederhana
    1. IV. Tujuan Pembelajaran
    2. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi
    3. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat
    4. Dengan bimbingan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar
    5. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membagi kelas menjadi empat kelompok secara heterogen
    6. Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan melempar bola kasti dengan  benar
    7. Dengan bimbingan dan contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan menangkap bola kasti dengan benar
    8. Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan lempar tangkap berantai dengan fair.
      1. V. Materi Pembelajaran (Terlampir)

Permainan bola kecil sederhana (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.

  1. VI. Metode Pembelajaran

! Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan metode-metode sebagai berikut :

  • Ceramah
  • Pemberian contoh/pemodelan
  • Bermain
  • Penugasan
  1. VII. Kegiatan Pembelajaran
    1. Kegiatan Awal (± 10 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa
01 02
Fase 1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

  1. Mengucapkan salam.
  2. Mengabsen kehadiran siswa.
  3. Bertanya jawab/menanyakan kondisi kesehatan siswa.
  4. Mengondisikan siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.
  5. Siswa berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.
  6. Memotivasi siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan olahraga yang akan dilakukan hari ini.
  8. Guru mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”
  1. Kegiatan Inti (± 50 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa
01 02
Fase 2

Menyampaikan/menyajikan informasi

  1. Siswa melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.
  2. Siswa berlari-lari kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran
  3. Guru mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran
  4. Guru menyampaikan materi tentang permainan bola kecil, yaitu permainan lempar tangkap.
  5. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan melempar yang benar
  6. Beberapa siswa melakukan gerakan melampar bola yang tepat dengan bimbingan dari guru
  7. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerankan menangkap bola yang benar
  8. Beberapa siswa melakukan gerakan menangkap bola yang tepat dengan bimbingan dari guru
Fase 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

  1. Siswa membagi kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen
  2. Masing-masing kelompok melakukan gerakan melempar dan menangkap bola dengan benar sesuai dengan yang telah dimodelkan oleh guru
  3. Guru mengamati kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan meluruskan apabila ada kelompok yang melakukan kesalahan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap.
Fase 4

Membimbing kelompok belajar untuk bekerja sesui dengan tugas yang diberikan

  1. Guru memberikan LKS yang dilakukan di lapangan melalui sebiah permainan sederhana yang disebut : lempar tangkap berantai
  2. Tiap-tiap kelompok membentuk barisan memanjang menjadi 4 banjar atas instruksi dari guru
  3. Guru menjelaskan aturan/role permaianan lempar tangkap berantai, yaitu : masing-masing kelompok harus melakukan lempar tangkap secara berantai dari depan ke siswa yang paling belakang. Apabila bola sudah sampai pada siswa paling belakang, maka siswa paling belakang harus melemparkan ke siswa paling depan dan lemparannya harus berhasil ditangkap dengan sempuran oleh siswa paling depan. Apabila siswa paling depan tidak mampu menagkap bola lemparan dengan sempurna/bola jatuh/tidak sampai maka dinyatakan kalah.
  4. Siswa melakukan permainan lempar tangkap berantai dengan pengawana dari guru.
  5. Kegiatan dilakukan 3 kali untuk mendapatkan kelompok terbaik yang nantinya akan diberikan predikat sebagai kelompok super lempar-tangkap.
Fase 5

Evaluasi

  1. Guru melakukan evaluasi terhadap masing-masing siswa selama kegiatan permainan lempar-tangkap berantai berlangsung. Nilai diambil berdasarkan kesempurnaan gerakan lempar-tangkap.
  1. Kegiatan Akhir (± 10 menit)
Fase 6

Memberikan Penghargaan

  1. Guru memberikan pengharagaan predikat kelompok super lempar tangkap kepada kelompok yang berhasil menjuarai peramianan lempar tangkap berantai.
  2. Menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan hari ini
  3. Guru menutup pelajaran
  1. VIII. Sumber/bahan/alat belajar
    1. Sumber belajar
    2. i.      Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2
    3. ii.      Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997
      1. Bahan/alat belajar
      2. i.      Bola kasti sebanyak 4-6 buah
      3. ii.      peluit
        1. IX. Penilaian
          1. Bentuk penilaian
          2. i.      Penilaian proses
          3. ii.      Penilaian produk
            1. Alat penilaian
            2. i.     LKS (terlampir)
            3. ii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap
              1. X. Rubrik Penilaian
                1. Penilaian proses
Kriteria yang dinilai Skor
Siswa mapu aktif dalam kelompok dan mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna 5
Siswa aktif dalam kelompok namun hanya mampu melakukan salah satu gerakan dari lempar tamgkap dengan sempurna (lempar saja atau hanya tangkap saja) 4
Siswa kurang aktif dalam kelompok, namun mampu melakukan kedua gerakan lempar-tangkap dengan sempurna 3
Siswa hanya mampu melakukan salah satu gerakan lempar tangkap dengan sempurna 2
Siswa belum mapu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna 1
  1. Penilaian produk
No. Nama Siswa Melempar Menangkap Skor
1. …………………………
2. …………………………
3. …………………………
4. …………………………
5. dst. …………………………

NILAI AKHIR X 100

Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.

Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :

Skor Nilai
7 100
6 86
5 71
4 57
3 43
2 29
1 14
0 0

Mengetahui,

Guru Kelas II SDN Antah Berantah 1                                      Kepala SDN Antah Berantah 1

Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Anjaz A.K.A, S,Pd.

bola voli

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran         :  Penjaskes

Kelas                        :  IV (empat)

Semester                   :  II (dua)

Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)

  1. I. Standar Kompetensi

Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

  1. II. Kompetensi Dasar

Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama regu, sportifitas dan kejujuran.

  1. III. Indikator
  2. Membentuk barisan empat bersaf
  3. Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna
  4. Melakukan gerak senam pemanasan
  5. Melakukan gerakan servis bawah bola voli
  6. Mekukan gerakan passing bawah bola voli
  7. Bekerjasama dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan bola voli sederhana
    1. IV. Tujuan Pembelajaran
    2. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi
    3. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat
    4. Dengan pemodelan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar
    5. Dengan pemodelan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan servis bola voli dengan baik
    6. Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan passing bawah bola voli dengan baik.
    7. Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan permainan bola voli sederhana fair.
      1. V. Materi Pembelajaran (Terlampir)

Permainan bola besar; permainan bola voli (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.

  1. VI. Metode Pembelajaran

! Model pembelajaran langsung, dengan metode-metode sebagai berikut :

  • Ceramah
  • Pemberian pemodelan
  • Praktek/unjuk kinerja
  1. VII. Kegiatan Pembelajaran
    1. Kegiatan Awal (± 10 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa
01 02
Fase 1

Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

  1. Mengucapkan salam.
  2. Mengondisikan siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.
  3. Siswa berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.
  4. Mengabsen kehadiran siswa.
  5. Bertanya jawab/menanyakan kondisi kesehatan siswa.
  6. Memotivasi siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan olahraga yang akan dilakukan hari ini.
  8. Guru mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”
  1. Kegiatan Inti (± 50 menit)
Fase-fase Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa
01 02
Fase 2

Mendemonstrasikan keterampilann (pengetahuan procedural) atau mempresentasikan pengetahuan (deklaratif).

  1. Siswa melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.
  2. Siswa berlari-lari kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran
  3. Guru mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran
  4. Guru menyampaikan materi tentang permainan bola besar, yaitu permainan bola voli.
Fase 3

Membimbing pelatihan

  1. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan servis yang tepat.
  2. Siswa secara bergiliran mengikuti gerakan guru untuk melakukan servis bola voli dengan tepat
  3. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan passing bawah dengan benar.
  4. Siswa secara bergantian melakukan gerakan passing bawah bola voli dengan benar serta dengan bimbingan dari guru.
  5. Siswa membagi kelas menjadi 4 kelompok, 2 kelompok siswa putra dan 2 kelompok siswa putri
  6. Dengan instruksi dan pengawasan dari guru, keempat kelompok melakukan permainan voli secara sederhana dan peraturan yang disesuaikan. Permainan voli dilakukan putra melawan putra dan putri melawan putri.
  7. Siswa bekerja sama dalam tim untuk memenangkan pertandingan bola voli sederhana yang disesuaikan peraturannya (dimodivikasi)
Fase 4

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

  1. Guru melakukan pengecekan pemahaman siswa dalam melakukan servis dan passing bawah ketika siswa bermain voli.
  2. Evaluasi dilihat berdasarkan kegiatan voli yang dilakukan
  1. Kegiatan Akhir (± 10 menit)
Fase 5

Memberikan Penghargaan

  1. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mampu memenangkan pertandingan voli
  2. Siswa bersama guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
  3. Guru menutup pelajaran
  1. VIII. Sumber/bahan/alat belajar
    1. Sumber belajar
    2. i.      Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2
    3. ii.      Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997
      1. Bahan/alat belajar
      2. i.      Bola voli
      3. ii.      Lapangan/halaman sekolah
      4. iii.      Peluit
      5. iv.      Net yang disesuaikan
        1. IX. Penilaian
          1. Bentuk penilaian
          2. i.      Penilaian proses
          3. ii.      Penilaian produk
            1. Alat penilaian
            2. i.     LKS (terlampir)
            3. ii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan servis bola voli
            4. iii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan passing bawah bola voli
              1. X. Rubrik Penilaian
                1. Penilaian proses
Kriteria yang dinilai Skor
Siswa mapu aktif dalam kelompok dan mampu melakukan gerakan servis dan passing bawah bola voli. 5
Siswa aktif dalam kelompok namun hanya mampu melakukan salah satu gerakan dari servis atau passing bawah saja. 4
Siswa kurang aktif dalam kelompok, namun mampu melakukan kedua gerakan servis dan passing bawah dengan baik. 3
Siswa hanya mampu melakukan salah satu gerakan servis atau passing bawah dengan baik. 2
Siswa belum mapu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna 1

Penilaian produk

No. Nama Siswa Servis Passing bawah Skor
1. …………………………
2. …………………………
3. …………………………
4. …………………………
5. dst. …………………………

NILAI AKHIR X 100

Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.

Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :

Skor Nilai
7 100
6 86
5 71
4 57
3 43
2 29
1 14
0 0

Mengetahui,

Guru Kelas IV SDN Antah Berantah 1                                     Kepala SDN Antah Berantah 1

Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Dra. Ria Rindiantika

LAMPIRAN MATERI

Permainan Besar

Permainan besar adalah suatu bentuk permainan yang mempunyai peraturan-peraturan baku,  baik peraturan tentang fasilitas dan perlengkapan maupun peraturan permainan dan perwasitan. Permainan ini umumnya sudah memiliki induk organisasi tingkat nasional maupun tingkat internasional.

  1. A. Bola Voli

Permainan bola voli ini diciptakan oleh William Morgan, seorang Pembina pendidikan jasmani pada Y.M.C.A (Young Man Christian Association) di kota Helyoke-Amerika  Serikat pada tahun 1895.

Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain, setiap regu berusaha untuk dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangan lawan melewati di atas net, dan mencegah pihak lawan dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangannya. Bola boleh dipukul oleh seluruh bagian tubuh sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.

  1. a. Tahnik dasar dalam permainan bola voli

Ada beberapa tehnik dasar, yaitu:

1)      Tehnik pass bawah

2)      Tehnik pass atas

3)      Tehnik servis

4)      Tehnik smash

5)      Teknik blok

  1. b. Lapangan

Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m. semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis batas ditandai dengan dua garis samping, garis tengah, garis akhir dan garis serang. Daerah servis adalah daerah selebar 9 m dibelakang setiap garis akhir, yang dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm, yang dibuat 20 cm dibelakanh garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Tiang net diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m diluar garis samping.

  1. c. Alat-alat

1)      Bola terbuat dari kulit yang lentur dari kulit sintetis dengan keliling bola 65-67 cm, beratnya 260-280 g.

2)      Net/jarring dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Lebar net 1 m dan panjangnya 9,50 m, terdiri dari rajutan lubang-lubang 10 cm persegi.

3)      Pita samping, dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dipasang pada setiap sisi net, lebarnya 5 cm dan panjangnya 1 m, dan merupakan bagian dari net.

4)      Tongkat dipasang tepat pada pita batas lapangan samping sebelah kanan dan kiri, yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jarring bagian atas.

  1. d. Peraturan permainan

1)      Jumlah pemain

Satu regu maksimum terdiri dari 12 pemain. Kecuali Libero, satu dari para pemain adalah kapten regu.

2)      Permulaan permainan

Permulaan bola voli dilakukan dengan jalan memukul bola (servis) di daerah servis oleh seorang pemain dari pihak yang berhak melakukan servis.

3)      Angka

Sebuah regu akan mendapat angka apabila berhasil mendaratkan bola menyentuh lantai lapangan permainan lawan, regu lawan membuat kesalahan, regu lawan menerima hukuman.

4)      Memenangkan 1 set

Satu set dimenangkan oleh regu yang pertama mendapat angka 25. Jika terjadi nilai sama 24-24 maka permainan dilanjutkan hingga dicapaiselisih dua angka.

5)      Memenangkan pertandingan

Pertandingan dimenangkan oleh regu yang memenangkan tiga set. Pada keadaan 2-2 set penentuan dimainkan hingga angka 15 dengan selisih angka minimal 2 angka.

6)      Ketentuan-ketentuan lain

a)      Pemain tidak boleh menyentuh net dengan badan

b)      Pemain tidak boleh melewati garis tengah lapangan

c)      Tidak boleh memukul bola lebih dari satu kali, sebelum bola disentuh oleh pemain lain

d)     Bola dianggap keluar bila menyentuh net di luar pita samping atau tongkat

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)

Mata Pelajaran         :  Penjaskes

Kelas                        :  II (dua)

Semester                   :  I

Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)

I. Standar Kompetensi

Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

II. Kompetensi Dasar

Mempraktikan gerak dasar melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan memahami diri sendiri.

III. Indikator

a. Membentuk barisan empat bersaf

b. Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna

c. Melakukan gerak senam pemanasan

d. Membagi kelas menjadi dua kelompok

e. Mekukan gerak dasar melempar bola kasti

f. Melakukan gerak dasar menangkap bola kasti

g. Bekerjasam dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan  kasti sederhana

IV. Tujuan Pembelajaran

a. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi

b. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat

c. Dengan bimbingan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar

d. Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membagi kelas menjadi empat kelompok secara heterogen

e. Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan melempar bola kasti dengan  benar

f. Dengan bimbingan dan contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan menangkap bola kasti dengan benar

g. Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan lempar tangkap berantai dengan fair.

V. Materi Pembelajaran (Terlampir)

Permainan bola kecil sederhana (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.

VI. Metode Pembelajaran

! Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan metode-metode sebagai berikut :

o Ceramah

o Pemberian contoh/pemodelan

o Bermain

o Penugasan

VII. Kegiatan Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (± 10 menit)

Fase-fase

Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa

01

02

Fase 1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

i. Mengucapkan salam.

ii. Mengabsen kehadiran siswa.

iii. Bertanya jawab/menanyakan kondisi kesehatan siswa.

iv. Mengondisikan siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.

v. Siswa berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.

vi. Memotivasi siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.

vii. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan olahraga yang akan dilakukan hari ini.

viii. Guru mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”

b. Kegiatan Inti (± 50 menit)

Fase-fase

Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa

01

02

Fase 2

Menyampaikan/menyajikan informasi

i. Siswa melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.

ii. Siswa berlari-lari kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran

iii. Guru mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran

iv. Guru menyampaikan materi tentang permainan bola kecil, yaitu permainan lempar tangkap.

v. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan melempar yang benar

vi. Beberapa siswa melakukan gerakan melampar bola yang tepat dengan bimbingan dari guru

vii. Guru memberikan contoh/pemodelan melakukan gerankan menangkap bola yang benar

viii. Beberapa siswa melakukan gerakan menangkap bola yang tepat dengan bimbingan dari guru

Fase 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

i. Siswa membagi kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen

ii. Masing-masing kelompok melakukan gerakan melempar dan menangkap bola dengan benar sesuai dengan yang telah dimodelkan oleh guru

iii. Guru mengamati kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan meluruskan apabila ada kelompok yang melakukan kesalahan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap.

Fase 4

Membimbing kelompok belajar untuk bekerja sesui dengan tugas yang diberikan

i. Guru memberikan LKS yang dilakukan di lapangan melalui sebiah permainan sederhana yang disebut : lempar tangkap berantai

ii. Tiap-tiap kelompok membentuk barisan memanjang menjadi 4 banjar atas instruksi dari guru

iii. Guru menjelaskan aturan/role permaianan lempar tangkap berantai, yaitu : masing-masing kelompok harus melakukan lempar tangkap secara berantai dari depan ke siswa yang paling belakang. Apabila bola sudah sampai pada siswa paling belakang, maka siswa paling belakang harus melemparkan ke siswa paling depan dan lemparannya harus berhasil ditangkap dengan sempuran oleh siswa paling depan. Apabila siswa paling depan tidak mampu menagkap bola lemparan dengan sempurna/bola jatuh/tidak sampai maka dinyatakan kalah.

iv. Siswa melakukan permainan lempar tangkap berantai dengan pengawana dari guru.

v. Kegiatan dilakukan 3 kali untuk mendapatkan kelompok terbaik yang nantinya akan diberikan predikat sebagai kelompok super lempar-tangkap.

Fase 5

Evaluasi

i. Guru melakukan evaluasi terhadap masing-masing siswa selama kegiatan permainan lempar-tangkap berantai berlangsung. Nilai diambil berdasarkan kesempurnaan gerakan lempar-tangkap.

c. Kegiatan Akhir (± 10 menit)

Fase 6

Memberikan Penghargaan

i. Guru memberikan pengharagaan predikat kelompok super lempar tangkap kepada kelompok yang berhasil menjuarai peramianan lempar tangkap berantai.

ii. Menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan hari ini

iii. Guru menutup pelajaran


VIII. Sumber/bahan/alat belajar

a. Sumber belajar

i. Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2

ii. Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997

b. Bahan/alat belajar

i. Bola kasti sebanyak 4-6 buah

ii. peluit

IX. Penilaian

a. Bentuk penilaian

i. Penilaian proses

ii. Penilaian produk

b. Alat penilaian

i. LKS (terlampir)

ii. Keterampilan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap

X. Rubrik Penilaian

a. Penilaian proses

Kriteria yang dinilai

Skor

Siswa mapu aktif dalam kelompok dan mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna

5

Siswa aktif dalam kelompok namun hanya mampu melakukan salah satu gerakan dari lempar tamgkap dengan sempurna (lempar saja atau hanya tangkap saja)

4

Siswa kurang aktif dalam kelompok, namun mampu melakukan kedua gerakan lempar-tangkap dengan sempurna

3

Siswa hanya mampu melakukan salah satu gerakan lempar tangkap dengan sempurna

2

Siswa belum mapu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna

1


b. Penilaian produk

No.

Nama Siswa

Melempar

Menangkap

Skor

1.

…………………………

2.

…………………………

3.

…………………………

4.

…………………………

5. dst.

…………………………

NILAI AKHIR X 100

Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.

Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :

Skor

Nilai

7

100

6

86

5

71

4

57

3

43

2

29

1

14

0

0

Mengetahui,

Guru Kelas II SDN Antah Berantah 1                                      Kepala SDN Antah Berantah 1

Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Anjaz A.K.A, S,Pd.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s