<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nurul071644249&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://nurul071644249.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurul071644249.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Aug 2011 22:04:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurul071644249.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nurul071644249&#039;s Blog</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurul071644249.wordpress.com/osd.xml" title="Nurul071644249&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurul071644249.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>soto sulung</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2011/08/29/soto-sulung/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2011/08/29/soto-sulung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 22:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[resep makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[1 liter air untuk merebus jeroan 1,5 liter air untuk merebus daging 3 lembar daun jeruk 2 batang serai, ambil putihnya, memarkan 2 cm jahe, memarkan 300 gram jeroan sapi (paru, babat dan hati ) 3 cm jahe, memarkan 2 lembar daun salam 1 liter air 5 sendok makan minyak goreng Bumbu di Haluskan: 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=168&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1 liter air untuk merebus jeroan<br />
1,5 liter air untuk merebus daging<br />
3 lembar daun jeruk<br />
2 batang serai, ambil putihnya, memarkan<br />
2 cm jahe, memarkan<br />
300 gram jeroan sapi (paru, babat dan hati )<br />
3 cm jahe, memarkan<br />
2 lembar daun salam<br />
1 liter air<br />
5 sendok makan minyak goreng</p>
<p><strong>Bumbu di Haluskan:</strong><br />
2 sendok teh lada<br />
2 sendok makan garam<br />
3 cm kunyit<br />
5 buah kemiri<br />
5 siung besar bawang putih<br />
8 siung bawang merah</p>
<p><strong>Bumbu Pelengkap:</strong><br />
3 butir telur rebus, potong juring<br />
1 buah jeruk nipis, potong-potong sambal cabai rawit bawang goreng secukupnya<br />
daun bawang, iris daun seledri , iris halus kerupuk udang -goreng</p>
<p><strong>Cara Membuatnya:</strong><br />
a. Didihkan 1500 ml air, rebus daging sampai lunak, angkat dagingnya dan gunakan airnya untuk kuah.<br />
b. Rebus jeroan sapi ditambah jahe dan daun salam sampai lunak, buang air rebusannya, potong-potong jeroan rebus.<br />
c. Tumis bumbu halus, daun jeruk, serai, dan jahe sampai matang, tambahkan kaldu daging dan air, didihkan. Tambahkan daging rebus dan jeroan rebus. Masak sampai bumbu meresap.<br />
d. Hidangkan selagi panas dengan pelengkap.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=168&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2011/08/29/soto-sulung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAIKEM Mojokerto 2011</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2011/08/29/paikem-mojokerto-2011/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2011/08/29/paikem-mojokerto-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 21:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Latar Belakang Tugas guru satuan pendidikan tidak hanya melakukan pembelajaran yang bersifat kovensional  namun lebih luas dalam PBM. Pada pengembangan kompetensi guru, terutama kompetensi profesional dan pedagogic berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=163&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<ol start="1">
<li><strong>Latar Belakang</strong></li>
</ol>
<p>Tugas guru satuan pendidikan tidak hanya melakukan pembelajaran yang bersifat kovensional  namun lebih luas dalam PBM. Pada pengembangan kompetensi guru, terutama kompetensi profesional dan pedagogic berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif.</p>
<p>Salah satu pendekatan dan strategi yang harus dikuasi guru adalah Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, atau yang dikenal dengan PAIKEM, Penguasaan guru berkenaan dengan PAIKEM ini diharapkan mampu menstimulasi terciptanya dinamika pembelajaran yang sehat dan kondusif yang bermuata pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Kompetensi yang Diharapkan</strong></li>
</ol>
<p>Setelah mengikuti pelatihan ini guru diharapkan dapat melaksankan pembelajaran ,  dan menggunakan pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis, kreatif, inovatif, mampu memecahkan masalah melalui mata-mata pelajaran yang relevan.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Ruang Lingkup Materi</strong></li>
</ol>
<p>Bahan ajar ini secara spesifik membahas hal-hal yang terkait konsep dasar dan implementasi PAIKEM dalam pembelajaran di sekolah, dengan ruang lingkup sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Latar belakang pentingnya pembelajaran PAIKEM</li>
<li>Konsep Dasar PAIKEM</li>
<li>Tujuan PAIKEM</li>
<li>Prinsip-prinsip PAIKEM</li>
<li>Karakteristik PAIKEM</li>
<li>Implementasi PAIKEM</li>
<li>Penjelasan kompetensi yang diharapkan, ruang lingkup materi, , alokasi waktu serta strategi pembelajaran.</li>
<li>Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan materi yang PAIKEM.</li>
<li>Penyampaian Materi , dengan menggunakan pendekatan andragogi, diskusi, dan praktik pengembangan strategi pembelajaran.</li>
<li>Refleksi</li>
<li>Penutup</li>
</ol>
<ol start="4">
<li><strong>Langkah-langkah Pembelajaran</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : KONSEP DASAR PAIKEM</strong></p>
<p>Konsep dasar PAIKEM membahas latar belakang pentingnya PAIKEM dalam pembelajaran, tujuan, prinsip, dan karakteristik PAIKEM,</p>
<ol start="1">
<li><strong>Intisari Materi</strong></li>
</ol>
<ol start="1">
<li><strong>Pentingnya PAIKEM dalam Pembelajaran</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p>Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya, oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.</p>
<p>Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa, dengan memberikan ide-ide, dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide, dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar, yaitu: (1) belajar isyarat, (2) stimulus-respon, (3) rangkaian gerak, (4) rangkaian verbal, (5) membedakan, (6) pembentukan konsep, (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah <em>(problem solving</em>).</p>
<p>Di lihat dari urutan belajar, belajar <span style="text-decoration:underline;">pemecahan masalah</span> adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks, Dalam tipe belajar pemecahan masalah, siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan <em>(discovery</em>) dan kreatifitas <em>(creativity</em>) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah.</p>
<p>Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemadirian sesuai denganbakat, minat, dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Makna Pengertian PAIKEM</strong></li>
</ol>
<p>PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inspiratif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Tujuan PAIKEM</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p>Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritis dan berpikir kreatif (<em>critical dan creative thinking</em>). Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian <em>(orginality</em>), ketajaman pemahaman (<em>insight</em>) dalam mengembangkan sesuatu (<em>generating</em>). <span style="text-decoration:underline;">Kemampuan memecahkan</span> masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.</p>
<p>Dalam pembelajaran pemecahan masalah, siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Masalah yang diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta  sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri, umpamanya masalah kemiskinan, kejahatan, kemacetan lalu lintas, pembusukan makanan, wabah penyakit, kegagalan panen, pemalsuan produk, atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi, Dsb..</p>
<ol start="4">
<li><strong>Prinsip-Prinsip PAIKEM</strong></li>
</ol>
<p>Prinsip pembelajaran aktifi, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang merujuk pada pembelajaran dengan basis kompetensi memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan.</li>
<li>Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam.</li>
<li>Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (<em>mastery learning</em>) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan.</li>
<li>Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. <span style="text-decoration:underline;">Berpikir kritis</span> adalah kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah, menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. <span style="text-decoration:underline;">Berpikir kreatif</span> adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (<em>originality</em>) dan ketajaman pemahaman <em>(insight</em>) dalam mengembangkan sesuatu (<em>generating</em>).</li>
<li>Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajaran beragam bagi perserta didik.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="5">
<li><strong>Karakteristik PAIKEM</strong><strong></strong></li>
</ol>
<p>Sesuai<strong> </strong>dengan singkatan PAIKEM, maka pembelajaran yang berfokus pada siswa, makna, aktivitas, pengalaman dan kemandirian siswa, serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: <strong>mengalami,  komunikasi, interaksi dan refleksi</strong>.</p>
<ol>
<li>Mengalami (pengalaman belajar<span style="text-decoration:underline;">)</span> antara lain:</li>
</ol>
<ul>
<li>Melakukan pengamatan</li>
<li> Melakukan percobaan</li>
<li>Melakukan penyelidikan</li>
<li>Melakukan wawancara</li>
<li> Siswa belajar banyak melalui berbuat</li>
<li> Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.</li>
</ul>
<ol>
<li>Komunikasi, bentuknya antara lain:</li>
</ol>
<ul>
<li>Mengemukakan pendapat</li>
<li>Presentasi laporan</li>
<li>Memajangkan hasil kerja</li>
<li>Ungkap gagasan</li>
</ul>
<ol>
<li>Interaksi<span style="text-decoration:underline;">, </span>bentuknya antara lain:</li>
</ol>
<ul>
<li>Diskusi</li>
<li>Tanya jawab</li>
<li>Lempar lagi pertanyaan</li>
<li>Kesalahan makna berpeluang terkoreksi</li>
<li>Makna yang terbangun semakin mantap</li>
<li>Kualitas hasil belajar meningkat</li>
</ul>
<ol>
<li>Kegiatan Refleks<span style="text-decoration:underline;">i</span> yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.</li>
</ol>
<ul>
<li>Mengapa demikian?</li>
<li>Apakah hal itu berlaku untuk …?</li>
<li>Untuk perbaikan gagasan/makna</li>
<li>Untuk tidak mengulangi kesalahan</li>
<li>Peluang lahirkan gagasan baru</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="2">
<li><strong>Contoh Kasus </strong></li>
</ol>
<p>Sebagai bahan kajian berikut ini disajikan sejumlah pandangan, persepsi, atau bahkan kesalahpahaman berkenaan dengan implementasi PAIKEM di sekolah.</p>
<ol>
<li>PAIKEM membutuhkan alat peraga yang banyak sehingga merepotkan dan membuat guru kurang berminat.</li>
<li>PAIKEM dipandang sebagai model pembelajaran yang mahal, sehingga tidak efektif untuk diterapkan di sekolah.</li>
<li>PAIKEM hanya diisi dengan bernyanyi dan main-main sehingga dipandang tidak efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.</li>
<li>PAIKEM hanya cocok dilakukan oleh guru yang betul-betul memiliki selera humor yang tinggi (sense of humor) dan rasa percaya diri yang tinggi.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>KEGIATAN PEMBELARAN II : IMPLEMENTASI PAIKEM DI SEKOLAH</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>A. </strong><strong>Intisari Materi</strong></p>
<p>Pada Standar Proses (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) bagian perencanaan pembelajaran dinyatakan  bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar (KD), dan kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui <strong><span style="text-decoration:underline;">proses</span></strong><strong></strong><strong><span style="text-decoration:underline;">eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi</span></strong>.</p>
<p>Lebih lanjut pada Standar Proses dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan <strong>pendahuluan, </strong><strong>kegiatan</strong><strong> inti dan kegiatan penutup.</strong><strong> </strong><strong>     Dalam</strong><strong> </strong><strong>kegiatan pendahuluan, guru:</strong></p>
<ol>
<li> menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses   pembelajaran;</li>
<li> mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait­kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;</li>
<li>menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;</li>
<li>menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai  silabus.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Maksud dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sebagai berikut.</p>
<p>1. <strong>Eksplorasi</strong></p>
<p>Dalam kegiatan eksplorasi, guru:</p>
<ol>
<li>melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;</li>
<li>menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;</li>
<li>memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;</li>
<li>melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan</li>
<li>memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.</li>
</ol>
<p>2. <strong>Elaborasi</strong></p>
<p>Dalam kegiatan elaborasi, guru:</p>
<ol>
<li>membiasakan peserta didik membaca dan me­nulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;</li>
<li>memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;</li>
<li>memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;</li>
<li>memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;</li>
<li>memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;</li>
<li>rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;</li>
<li>memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok;</li>
<li>memfasilitasi peserta didik melakukan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan;</li>
<li>memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.
<ol>
<li><strong>Konfirmasi</strong><strong></strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dalam kegiatan konfirmasi, guru:</p>
<ol>
<li>memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,  isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,</li>
<li>memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,</li>
<li>memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,</li>
<li>memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:</li>
</ol>
<p>1)   berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;</p>
<p>2)   membantu menyelesaikan masalah;</p>
<p>3)   memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi;</p>
<p>4)  memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;</p>
<p>5)   memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.</p>
<p>Dalam kegiatan penutup, guru:</p>
<p>1)     bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;</p>
<p>2)     melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsis­ten dan terprogram;</p>
<p>3)     memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;</p>
<p>4)      merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas balk tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=163&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2011/08/29/paikem-mojokerto-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Jasmani Olahraga</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/09/pendidikan-jasmani-olahraga/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/09/pendidikan-jasmani-olahraga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 08:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[OLAHRAGA PERMAINAN Pengertian Bermain Bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan, bahkan bagi anak-anak hampir sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Hal ini sangat penting bagi dirinya dan merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan bagi orang-orang dewasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=137&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OLAHRAGA PERMAINAN</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengertian Bermain</strong></p>
<p>Bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan, bahkan bagi anak-anak hampir sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Hal ini sangat penting bagi dirinya dan merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan bagi orang-orang dewasa bermain dapat menyalurkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, juga untuk melatih diri dalam hidup bermasyarakat. Dengan bermain dapat dikembangkan kestabilan dan pengendalian emosi yang sangat penting bagi keseimbangan mental. Disamping itu juga dapat dikembangkan kecepatan proses berfikir. Ini disebabkan karena di dalam permainan banyak sekali problema-problema yang harus dipecahkan secara cepat dan tepat.</p>
<p>Pada umumnya permainan dibagi menjadi dua yaitu permainan kecil dan permainan besar.</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Permainan Kecil (Permainan Tradisional)</strong></li>
</ol>
<p>Permainan kecil adalah suatu bentuk permainan yang tidak mempunyai peraturan baku, baik mengenai peraturan permainannya, alat-alat yang digunakan, ukuran lapangan, maupun lama permainannya. Hal ini dapat disesuaikan dengan keadaan atau situasi. Disamping itu belum mempunyai induk organisasi baik yang bersifat nasional maupun internasional.</p>
<p><em>Sasaran Permainan Kecil (Tradisional)</em></p>
<p>1)      Sasaran jasmani</p>
<ol>
<li>Peningkatan kekuatan otot</li>
</ol>
<p>Dalam bermain anak akan berlari, meloncat, melompat, berjengket, mengangkat, mendorong dan menarik. Semua kegiatan ini tanpa disadarinya akan mempengaruhi otot-otot mereka akan lebih kuat.</p>
<ol>
<li>Daya tahan otot setempat</li>
</ol>
<p>Anak yang bermain terus menerus dalam waktu yang lama, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk peningkatan daya tahan otot setempat.</p>
<ol>
<li>Daya tahan kardiovaskuler</li>
</ol>
<p>Anak yang bermain gobak sodor akan mengalami lari cepat kemudian berhenti dan lari cepat lagi, dan terus menerus dilakukan berulang-ulang. Tanpa sengaja, anak berlatih secara interval. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi anak dalam peningkatan daya tahan.</p>
<ol>
<li>Kelentukan</li>
</ol>
<p>Dalam permainan terdapat beberapa permainan yang memaksa anak untuk meliuk, memilin badan, membungkuk dan mengayunkan kaki. Semua ini akan meningkatkan anak dalam kelentukan tubuh yang sangat berguna dalam peningkatan gerak yang baik.</p>
<ol>
<li>Keterampilan gerak</li>
</ol>
<p>Dengan meningkatnya unsur gerak, akan meningkatkan keterampilan gerak yang mengarah pada meningkatnya prestasi satu cabang olahraga.</p>
<p>2)      Sasaran psikis</p>
<p>Rasa bebas merupakan akibat psikis yang penting dalam bermain (Drijarkara, 1990:81). Selanjutnya, Drijarkara mengatakan bahwa permainan itu pembebasan, artinya pembebasan dari pamrih atau pembebasan daritujuan lain diluar tujuan bermain, hanya untuk memperoleh rasa senang dari tujuan bermain.</p>
<p>3)      Sasaran rasa social</p>
<p>Sudah jelas bahwa semua permainan membutuhkan teman untuk bermain. Anak membutuhkan orang lain dan dapat menilai orang lain serta dirinya sendiri. Akhirnya mereka membutuhkan orang lain. Selain itu, dalam bermain anak dapat bergaul dan menyatakan identitasnya atau kemampuannya dapat dikenal, dinilai dan dihargai teman.</p>
<p>4)      Sasaran rasa berketuhanan</p>
<p>Permainan bukan suatu kebaktian, tetapi dalam bermain anak akan memperolah suasana untuk mengagungkan Tuhan atau ritual.</p>
<p>Permainan kecil atau permainan tradisional ini bisa dilakukan dengan alat dan tanpa alat.</p>
<p>Berikut ini merupakan contoh Permainan Kecil dengan alat :</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Permainan Kasti</strong></li>
</ol>
<p><strong>Peraturan</strong></p>
<p>Sebelum pertandingan dimulai, diadakan oleh wasit untuk menentukan regu pemukul/regu penjaga.</p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Regu Pemukul</strong></li>
</ol>
<p>a)      Regu terdiri dari 12 orang pemain</p>
<p>b)      Regu pemukul berkumpul di dalam ruang bebas. Giliran memukul bola sesuai dengan nomornya dan selama pertandingan tidak boleh berubah.</p>
<ol>
<li><strong>b. </strong><strong>Regu Lapangan/Penjaga</strong></li>
</ol>
<p>Anggota regu lapangan menempati tempatnya yang telah ditentukan sebelumnya, mereka dibenarkan berdiri dimana saja atau di dalam lapangan dengan ketentuan:</p>
<p>a)      Tidak boleh berdiri di ruang bebas</p>
<p>b)      Tidak ada pemain lain di dalam ruang pemukul, kecuali pelambung dan pembentunya</p>
<p>c)      Jalan lurus dari ruang pemukul ketiang pertolongann tidak boleh dirintangi</p>
<p><em>Lama bermain</em>: 2 x 20 menit</p>
<p><em>Pelambung</em>: Pelambung melambungkan bola dengan jalan mengayunkan dari bawah kearah pemukul. Waktu melambungkan tidak boleh melakukan gerakan berpura-pura. Bola dinyatakan lambungan betul apabila lambungan setinggi ketiak dan sebatas lutut pemukul.</p>
<ol>
<li><strong>c. </strong><strong>Perolehan Angka</strong></li>
</ol>
<p>Seorang pemukul akan mendapatkan nilai dua apabila ia dapat berlari dari ruang pemukul hingga kembali ke ruang bebas dengan selamat atas pukulannya sendiri. Jika perjalanan kembali ke ruang bebas atas pukulan teman, maka pelari mendapat nalai satu.</p>
<p>Bagi pemukul yang tidak bisa memukul dengan benar maka dia harus menuju ke tiang pertolongan dan harus menyelesaikan perjalanan ke ruang bebas dan tidak mendapatkan nilai.</p>
<p>Setiap anggota regu lapangan akan mendapatkan nilai satu, bila dapat melakukan tangkap bola. Pada akhir pertandingan salah satu regu mendapatkan nilai yang lebih besar dianggap sebagai pemenang dan apabila kedua regu mendapat nilai sama besar, maka regu yang mendapat nilai lari terbantak akan menjadi pemenang.</p>
<ol>
<li><strong>d. </strong><strong>Pergantian Tempat</strong></li>
</ol>
<p>Jika seorang regu pemukul terkena lemparan, maka saat itu juga regu lapangan menjadi regu lapangan dan regu lapangan menjadi regu pemukul.</p>
<ol>
<li><strong>e. </strong><strong>Pertukaran Bebas</strong></li>
</ol>
<p>Pertukaran bebas terjadi apabila :</p>
<p>a)      Setelah 5 bola tertangkap dan belum terjadi pertukaran bebas</p>
<p>b)      Jika pukulan terakhir dan pembebas tidak kena, maka bola di bakar di ruang bebas dan terjadi pertukaran tempat</p>
<p>c)      Jika pelari yang kembali keruang bebas melewati garis belakang lapangan</p>
<p>d)     Jika pemain dari regu pemukul keluar dari ruang bebas</p>
<p>e)      Jika pemain dari regu pemukul keluar dari lapangan</p>
<p>f)       Jika tongkat pemukul terlepas dari tangan pemukul</p>
<ol>
<li><strong>f. </strong><strong>Pembebas</strong></li>
</ol>
<p>Orang terakhir yang memukul dari regu pemukul disebut “Pembebas”. Pembebas berhak memukul sebanyak 3 kali.</p>
<ol>
<li><strong>g. </strong><strong>Membakar</strong></li>
</ol>
<p>-          Bila setelah pukulan ketiga dari pembebas, orang dari regu pemukul belum ada yang masuk ke ruang bebas, maka ruang bebas dapat dibakar oleh regu lapangan</p>
<p>-          Setiap pemain dari regu lapangan yang bisa masuk ke ruang bebas dengan membawa bola pukulan seorang dari regu pemukul dapat ditangkap dianggap telah membakar ruang bebas tersebut.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Permainan Kiepers</strong></li>
</ol>
<p><strong>Peraturan</strong></p>
<p>Sebelum pertandingan dimulai, diadakan undian oleh wasit untuk menentukan regu pemukul dan regu lapangan.</p>
<ol>
<li><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Regu pemukul</em></strong></li>
</ol>
<p>-          Jumlah pemain 12 orang</p>
<p>-          Tidak ada pelambung, pemukul melambung sendiri</p>
<p>-          Pemukul boleh berdiri dimana saja, asal masih berada di dalam ruang pemukul</p>
<p>-          Bila pukulan benar, dapat/boleh berlari ke ruang bebas. Tetapi jika dirasa kurang mampu/kurang berani boleh kembali ke ruang pemukul untuk menunggu kesempatan yang baik</p>
<p>-          Bila bola telah melewati garis pemukul, semua pelari yang menuju/kembali ke ruang bebas harue berhenti di tempat.</p>
<ol>
<li><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Regu lapangan</em></strong></li>
</ol>
<p>-          Bola yang di pegang oleh semua pemain dari regu lapangan tidak boleh di bawah lari</p>
<p>-          Pada saat menangkap dan melempar bola harus dilakukan dengan satu tangan</p>
<p>-          Pada saat tangkapan yang ketiga bola harus dilempar tegak lusus keatas dan regu lapangan berusaha untuk menyelamatkan diri ke ruang bebas atau ke tiang bebas sehingga terjadi pergantian tempat</p>
<ol>
<li><strong><em>c. </em></strong><strong><em>Perolehan angka</em></strong></li>
</ol>
<p>-          Seseorang pemukul mendapatkan nilai 2 apabila dengan pukulannya sendiri dia bisa menuju tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dengan selamat</p>
<p>-          Seseorang pemukul mendapatkan nilai 1 apabila dia bisa memukul dengan benar dan menuju tiang bebas dan kembali ke ruang bebas atas bantuan teman.</p>
<p>-          Seseorang pemukul yang tidak bisa memukul dengan benar maka ia harus tetap berada diruang pemukul dan menunggu pukulan yang betul dari temannya untuk melanjutkan perjalanan ke tiang bebas dan kembali ke ruang bebas dan tidak mendaptkan nilai.</p>
<p>-          Setiap regu lapangan yang berhasil menangkap bola mendapatkan nilai 1</p>
<p>-          Bila diakhir pertandingan regu yang mendapatkan nilai terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Dan jika nilai sama maka regu yang mendapat nilai lari terbanyank dinyatakan sebagai pemenang</p>
<ol>
<li><strong><em>d. </em></strong><strong><em>Pergantian tempat</em></strong></li>
</ol>
<p>-          Jika seorang dari regu pemukul terkena lemparan/take pada saat itu juga regu lapangan menjadi regu pemukul dan regu pemukul menjadi regu lapangan</p>
<p>-          Jika pemain pembebas tidak bisa mmukul dengan baik pada pukulan yang ketiga.</p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>Permainan Slag Ball</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Jumlah pemain</em></strong></p>
<p>-          Jumlah pemain tiap-tiap regu adalah 12</p>
<p><strong><em>Jalannya permainan</em></strong></p>
<p>-          No 1 dari party pemukulsebanyak pemukul, no 2 melambungkan bola, no 3 menjaga belakang</p>
<p>-          Setelah memukul betul, no 1 harus lari ke honk I, II, III dst. Ia harus menyentuh honk dan lari diluar garis segienam. Tetapi sudah harus hinggap sebelum alat pembakar berbunyi</p>
<p>-          Party lapangan berusaha menangkap bola dan melemparkannya ke pembakar agar alat pembakar segera dibunyikan</p>
<p>-          Pelari yang belum hinggap pada saat pembakar membakar dianggap mati</p>
<p><strong><em>Memukul</em></strong></p>
<p>-          Tiap pemain berhak memukul sebanyak 3x, tetapi bila pukulan ke 1 dan ke 2 sudah baik, ia harus lari ke honk 1</p>
<p>-          Pukulan dinyatakan betul, jika bola melalui garis batas pukulan dan jatuh/ditangkap atau mengenai pemain didalam (diantara) kedua garis salah</p>
<p><strong><em>Pelari</em></strong></p>
<p>-          Pada pukulan ketiga yang salah atau tidak kena, pemukul dianggap mati satu, ia harus ke honk 1, dan semua pelari yang ada tidak boleh lari ke honk depannya</p>
<p>-          Pada satu honk boleh berdiri lebih dari satu pelari dan diperbolehkan melalui pelari didepannya</p>
<p>-          Pelari yang sudah mati tidak mendapatkan nilai tetapi ia harus menyelesaikan semua honk, dan kemungkinan bisa menambah mati di tengah perjalanan</p>
<p><strong><em>Nilai</em></strong></p>
<p>-          Seorang pelari mencatat nilai 1 apabila pukulannya betul dan tidak mati selama menyelesaikan seluruh perjalanannya (sampai ke honk VI)</p>
<p>-          Dengan pukulan sendiri bisa sampai ke honk VI tanpa mati nilainya 2</p>
<p>-          Partai lapangan bisa menangkap bola nilainya 1</p>
<p><strong><em>Pergantian</em></strong></p>
<p>-          Setelah mati 10x atau tangkap bola 5x</p>
<p>-          Bila tinggal 1 orang saja di dalam ruang bebas sehingga tidak ada yang melambung</p>
<p><strong><em>Mati</em></strong></p>
<p>-          Setelah 3x pukulan salah</p>
<p>-          Setelah 3x pukulan tidak kena</p>
<p>-          Melemparkan kayu pemukul</p>
<p>-          Lari di dalam atau di atas garis segi enam</p>
<p>-          Tidak menyentuh honk pada saat melaluinya</p>
<p>-          Dibakar sebelum hinggap</p>
<p>-          Dengan sengaja menyepak bola</p>
<ol>
<li><strong>D. </strong><strong>Permainan Rounders</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Alat-alat :</em></strong></p>
<p>-          Kayu pemukul</p>
<p>-          Base</p>
<p>-          Bola</p>
<p>-          Tali panjang (untuk garis lapangan)</p>
<p><strong><em>Peraturan Permainan :</em></strong></p>
<p><strong><em>Pemain :</em></strong></p>
<p>Jumlah pemain tiap-tiap regu 12 orang atau minimal 8 orang</p>
<p><strong><em>Bowler :</em></strong></p>
<p>-          Bowler melambungkan bola dari tempatnya dengan ayunan tangan dari bawah ke base V</p>
<p>-          Selama persiapan melambungkan bola sampai lepas, kaki harus tetap hinggap di base</p>
<p>-          Bowler tidak diperbolehkan mengadakan gerak tipu lemparan. Ini merupakan pelanggaran dan diberikan hukuman 1 ball/</p>
<p>-          Bowler tidak boleh member putaran pada bola yang dilambungkan</p>
<p>-          Bowler tidak boleh memutar tangannya lebih dari 360 derajat sebelum bola lepas dari tangan</p>
<p><strong><em>Lambungan yang betul</em></strong></p>
<p>Yaitu jika bola tepat lewat diatas base V dan tingginya diantara lutut dan bahu si pemukul. Bila ia berdiri tegak, lambungan yang betul harus dipukul.</p>
<p><strong><em>Lambungan yang salah :</em></strong></p>
<p>-          Yaitu jika bola tidak memenuhi di atas (lambungan yang salah disebut ball)</p>
<p>-          Jika ada ball lima kali, pemukul boleh ke base I dengan bebas, dan ia membawa nilai (free walk)</p>
<p><strong><em>Catcher :</em></strong></p>
<p>Catcher adalah penjaga gawang. Tempatnya di belakang base V. pekerjaan utama adalah menangkap semua bola yang dilembungkan oleh bowler.</p>
<p><strong><em>Base – Man :</em></strong></p>
<p>Semua ada lima termasuk catcher. Tugas utama adalah membakar base (menginjak base dengan membawa bola) dan mengetik (menyentuh pelari dengan bola digenggam dan bola ini tidak boleh jatuh). (semua party lapangan boleh menginjak base)</p>
<p><strong><em>Pukulan betul :</em></strong></p>
<p>Pukulan betul adalah apabila bola jatuh, ditangkap atau mengenai orang di dalam lapangan antara kedua garis salah dan lanjutannya.</p>
<p><strong><em>Pukulan salah :</em></strong></p>
<p>Pukulan dikatakan salah apabila bola jatuh dan mengenai barang atau orang diluar garis salah dan lanjutannya.</p>
<p><strong><em>Hak memukul :</em></strong></p>
<p>Hak memukul tiga kali, akan tetapi pada pukulan pertama atau kedua yang betul, pemukul harus lari ke base I. pada pukulan ketiga tidak kena pemukul mati harus keluar dari lapangan</p>
<p><strong><em>Menolak pukulan :</em></strong></p>
<p>Lambungan yang salah boleh tidak dipukul, bila dipukul dianggap satu pukulan. Lambungan yang betul yang tidak dipukul dianggap satu pukulan juga ; pada saat itu wasit berseru “strike”.</p>
<p><strong><em>Mati (out) :</em></strong></p>
<p>Seorang pelari dianggap mati apabila:</p>
<ol>
<li>Ia disentuh dengan bola sebelum menginjak base yang dituju</li>
<li>Ia belum sampai base yang dituju, edangkan base itu telah dibakar</li>
<li>Ia tidak menginjak base yang dilewati</li>
<li>Ia melalui pelari didepannya</li>
<li>Ia menghindari ditik hingga menyimpang lebih dari 1 m diluar garis diantara kedua base</li>
<li>Ia menyentuh bola hingga party lapangan mendapat kerugian karenanya</li>
<li>Kayu pemukul dilemparkan atau terlepas</li>
</ol>
<p><strong><em>Bola dalam permainan :</em></strong></p>
<p>Bola dianggap dalam permainan, mulai saat bowler melempar bola, kemudian bola dipukul betul atau tidak kena hingga bola kembali ke tangan bowler lagi dan ia telah bersikap dibasenya lagi. Selama bola dalam permainan semua pelari boleh lari.</p>
<p><strong><em>Bola tidak dalam permainan (bola mati) :</em></strong></p>
<ol>
<li>Setelah pukulan salah</li>
<li>Selama bola hilang</li>
<li>Setelah bowler siap lagi di basenya untuk melakukan lemparan</li>
</ol>
<p>Pada bola mati, semua pelari dalam lapangan tidak boleh lari.</p>
<p><strong><em>Nilai :</em></strong></p>
<ol>
<li>Seorang pelari akan mendapat nilai apabila:</li>
</ol>
<p>-          Apabila ia setelah pemukul betul atau tidak kena, dapat kembali masuk ruang bebas, dan selama perjalanan tidak membuat mati/out mendapat nilai 1</p>
<p>-          Apabila ia dengan pukulannya sendiri dapat melalaui beberapa base, maka untuk tiap-tiap base yang ia lalui sebelum mati ditik atau dibakar, ia mendapat nilai tambahan 1</p>
<p>-          Apabila ia dengan selamat membuat “run” atas pukulannya sendiri yang betul atau tidak kena mendapat nilai 6</p>
<ol>
<li>Party lapangan mendapat nilai 1 untuk tiap bola yang ditangkap dari pukulan betul atau salah</li>
</ol>
<p><strong><em>Lama permainan :</em></strong></p>
<p>Tiap-tiap party mendapat giliran memukul dan menjaga yang sama</p>
<p>Pergantian</p>
<p>Permainan berganti, apabila:</p>
<ol>
<li>6 kali mati/out</li>
<li>5 kali tangkap bola</li>
</ol>
<p>Berikut ini merupakan contoh Permainan Kecil tanpa alat :</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Permainan Mencari Kelompok</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Jumlah Pemain </em></strong>: tidak terbatas</p>
<p><strong><em>Tempat </em></strong> : dihalaman/dilapangan</p>
<p><strong><em>Aturan permainan </em></strong>:</p>
<p>Tugas anak-anak adalah lari tidak beraturan, mengelilingi halaman tersebut. Sambil berlari anak-anak mendengarkan instruksi/perintah dari guru. Perintah yang diberikan adalah kelompok yang akan dibuat. Ditengah-tengah perjalanan bila terdengar bunyi peluit, anak-anak harus segera membuat kelompok sesuai dengan perintah ditentukan.  Bila anak-anak yang tidak mendapatkan kelompok, maka anak tersebut maka ana tersebut akan mendapat hukuman, mis: lari, sit up dll.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Permainan Elang Mengejar Anak Ayam</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Jumlah pemain </em></strong>: tidak terbatas</p>
<p><strong><em>Tempat</em></strong> : dilapangan/dihalaman</p>
<p><strong><em>Cara bermain </em></strong>:</p>
<p>Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang sekiranya sama jumlahnya. Tiap kelompok menunjuk seorang ada yang sebagai burung elang, dan seorang lagi menjadi induk ayam. Induk ayam dan anak ayam menjadi satu banjar dan induk ayam yang berada di depan merentangkan tangan untuk menghalau elang agar tidak bisa menyentuh anak ayam dibelakangnya. Anak ayam berpegangan pada pinggul induk ayam agar tidak berpisah dari banjarnya.</p>
<p>Dengan aba-aba “siap!” pada burung berusaha menangkap anak ayam sebanyak-banyaknya. Burung elang hanya dapat menangkap anak ayam yang berada di ujung belakang.</p>
<p>Anak ayam yang berhasil disambar oleh elang harus menggantikan elang untuk menangkap anak ayam yang lain. Sebaliknya elang yang berhasil menangkap anak ayam itu akan menjadi induk ayam.</p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>Permainan Gobak Sodor</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Jumlah pemain </em></strong>: tidak terbatas, jumlah pemain dibagi dua</p>
<p><strong><em>Tempat </em></strong>: dihalaman/dilapangan</p>
<p><strong><em>Peraturan permainan</em></strong> :</p>
<p>Anak-anak dibagi menjadi dua regu. Sebelum permainan dimulai diadakan undian, yang kalah sebagai penjaga, yang menang sebagai penyerang. Regu penjaga menempati garisnya masing-masing untuk menghalau regu penyerang yang akan masuk. Regu penyerang berusaha melewati garis depan dan menghindar dari sentuhan tangan regu penjaga. Regu penjaga berusaha menyentuh badan pemain dengan tangan dalam posisi kaki nerpijak diatas garis. Setiap pemain yang berhasil melewati seluruh garis langsung dapat mengikuti permainan seperti semula. Demikian permainan berjalan terus kecuali jika ada salah satu pemain dari regu penyerang tersentuh.</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Permainan Besar</strong></li>
</ol>
<p>Permainan besar adalah suatu bentuk permainan yang mempunyai peraturan-peraturan baku,  baik peraturan tentang fasilitas dan perlengkapan maupun peraturan permainan dan perwasitan. Permainan ini umumnya sudah memiliki induk organisasi tingkat nasional maupun tingkat internasional.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Bola Voli</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Permainan bola voli ini diciptakan oleh William Morgan, seorang Pembina pendidikan jasmani pada Y.M.C.A (Young Man Christian Association) di kota Helyoke-Amerika  Serikat pada tahun 1895.</p>
<p>Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain, setiap regu berusaha untuk dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangan lawan melewati di atas net, dan mencegah pihak lawan dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangannya. Bola boleh dipukul oleh seluruh bagian tubuh sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.</p>
<ol>
<li><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Tahnik dasar dalam permainan bola voli</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Ada beberapa tehnik dasar, yaitu:</p>
<p>1)      Tehnik pass bawah</p>
<p>2)      Tehnik pass atas</p>
<p>3)      Tehnik servis</p>
<p>4)      Tehnik smash</p>
<p>5)      Teknik blok</p>
<ol>
<li><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Lapangan</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m. semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis batas ditandai dengan dua garis samping, garis tengah, garis akhir dan garis serang. Daerah servis adalah daerah selebar 9 m dibelakang setiap garis akhir, yang dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm, yang dibuat 20 cm dibelakanh garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Tiang net diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m diluar garis samping.</p>
<ol>
<li><strong><em>c. </em></strong><strong><em>Alat-alat</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>1)      Bola terbuat dari kulit yang lentur dari kulit sintetis dengan keliling bola 65-67 cm, beratnya 260-280 g.</p>
<p>2)      Net/jarring dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Lebar net 1 m dan panjangnya 9,50 m, terdiri dari rajutan lubang-lubang 10 cm persegi.</p>
<p>3)      Pita samping, dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dipasang pada setiap sisi net, lebarnya 5 cm dan panjangnya 1 m, dan merupakan bagian dari net.</p>
<p>4)      Tongkat dipasang tepat pada pita batas lapangan samping sebelah kanan dan kiri, yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jarring bagian atas.</p>
<ol>
<li><strong><em>d. </em></strong><strong><em>Peraturan permainan</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>1)      Jumlah pemain</p>
<p>Satu regu maksimum terdiri dari 12 pemain. Kecuali Libero, satu dari para pemain adalah kapten regu.</p>
<p>2)      Permulaan permainan</p>
<p>Permulaan bola voli dilakukan dengan jalan memukul bola (servis) di daerah servis oleh seorang pemain dari pihak yang berhak melakukan servis.</p>
<p>3)      Angka</p>
<p>Sebuah regu akan mendapat angka apabila berhasil mendaratkan bola menyentuh lantai lapangan permainan lawan, regu lawan membuat kesalahan, regu lawan menerima hukuman.</p>
<p>4)      Memenangkan 1 set</p>
<p>Satu set dimenangkan oleh regu yang pertama mendapat angka 25. Jika terjadi nilai sama 24-24 maka permainan dilanjutkan hingga dicapaiselisih dua angka.</p>
<p>5)      Memenangkan pertandingan</p>
<p>Pertandingan dimenangkan oleh regu yang memenangkan tiga set. Pada keadaan 2-2 set penentuan dimainkan hingga angka 15 dengan selisih angka minimal 2 angka.</p>
<p>6)      Ketentuan-ketentuan lain</p>
<p>a)      Pemain tidak boleh menyentuh net dengan badan</p>
<p>b)      Pemain tidak boleh melewati garis tengah lapangan</p>
<p>c)      Tidak boleh memukul bola lebih dari satu kali, sebelum bola disentuh oleh pemain lain</p>
<p>d)     Bola dianggap keluar bila menyentuh net di luar pita samping atau tongkat</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Bola Basket </strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p>Pada tahun 1961 James A. Naismith direktur Springfield College di Massachusetts Amerika, menciptakan permainan bola basket. Pada mulanya permainan tersebut dengan menggunakan keranjang bekas buah persik yang diletakkan disudut ruangan sebagai sasarannya. Permainan ini dimainkan oleh dua regu, dan masing-masing regu terdiri dari 9 orang. Jumlah pemain dari 9 orang menjadi 7 orang dan keranjang dipindahkan ke atas meja dan diletakkan di tengah-tengah garis lapangan bagian belakang. Pemain yang jumlahnya 7 orang tiap-tiap regunya diubah menjadi 5 orang pemain yang berlaku sampai saat ini.</p>
<p><strong>Peraturan pemainan bola basket</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Pengertian</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Permainan bola basket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu dimainkan oleh 5 orang pemain. Setiap regu berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang lawan dan mencegah pihak lawan memasukkan lawan bola ke dalam keranjangnya sendiri. Bola boleh dilemparkan, dipantul-pantulkan, digelindingkan, didorong sesuai dengan peraturan permainan.</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Lapangan</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Lapangan permainan bola basket harus persegi panjang, datar, keras dan bebas dari rintangan.</p>
<p>a)      Ukuran lapangan</p>
<p>Untuk turnamen yang resmi yang diselenggarakan oleh FIBA, panjang lapangan 28 meter dan lebarnya 15 meter diukur dari bagian sebelah dalam. Tinggi langit-langit dalam ruangan sekurang-kurangnya 7 meter.</p>
<p>b)      Garis</p>
<p>Lapangan harus ditandai dengan garis batas yang jelas berjarak sekurang-kurangnya 2 meter dari penonton atau rintangan yang lain. Semua garis lapangan di buat warna yang sama dengan ketebalan 5 cm</p>
<p>1)      Garis-garis batas yang memanjang disebut garis samping</p>
<p>2)      Garis-garis yang pendek disebut garis akhir</p>
<p>3)      Lapangan dibagi menjadi dua bagian yang sama besarnya, yang dibatasi dengan garis tengah</p>
<p>4)      Garis tembakan bebas sejajar dengan garis akhir, jaraknya 5,80 m dari bagian dalam garis akhir dan panjangnya 3,60 m</p>
<p>5)      Lingkaran tengah dibuat ditengah-tengah lapangan dengan jari-jari 1,80 m diukur dari bagian luar garis lingkaran</p>
<p>6)      Garis tembakan bernilai 3 adalah lengkungan yang berjari-jari 6,25 m, pusat lingkaran diambil dari perpanjangan titik tengah keranjang di lantai.</p>
<ol>
<li><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Keranjang</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Pada tiap-tiap akhir lapangan, dipasang keranjang, yang menempel pada papan pantul. Letaknya papan pantul, tegak lurus dengan lantai sejajar dengan garis akhir dan ditahan dengan tiang penyangga. Di tengah-tengah garis akhir dibuat daerah terlarang. Bentuk dan ukurannya dapat dilihat pada gambar.</p>
<ol>
<li><strong><em>4. </em></strong><strong><em>Bola</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>-          Bola yang dipergunakan harus benar-benar bundar dan berwarna oranye, terbuat dari kulit, karet atau bahan sintetis</p>
<p>-          Keliling bola antara 74,9 cm sampai 78 cm</p>
<p>-          Berat bola antara 567 gram sampai 650 gram</p>
<p>-          Tekanan udara didalam bola, ketentuannya sebagai berikut: jika bola itu dijatuhkan ke lantai dari ketinggian kurang lebih 1,80 meter diukur dari bagian bawah bola, maka bola tersebut akan memantul kembali ke atas dengan ketinggian kurang lebih 1,40 meter diukur sampai bagian atas bola.</p>
<ol>
<li><strong><em>5. </em></strong><strong><em>Pemain</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Jumlah pemain seperti telah dikemukakan diatas tiap-tiap regu terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain cadangan tidak lebih dari 5 orang. Untuk suatu turnamen dimana setiap regu bermain lebih dari 3 kali, pemain cadangan lebih dari 7 orang.</p>
<ol>
<li><strong><em>6. </em></strong><strong><em>Lamanya permainan</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>-          Permainan dilakukan dalam empat periode dengan waktu 10 menit setiap periode</p>
<p>-          Waktu istirahat antara periode pertama dan kedua, dan antar periode ketiga dan keempat adalah 2 menit</p>
<p>-          Waktu istirahat untuk pertengahan babak adalah 15 menit</p>
<p>-          Waktu untuk babak tambahan bila terjadi hasil yang sama adalah 5 menit</p>
<ol>
<li><strong><em>7. </em></strong><strong><em>Permulaan permainan</em></strong><strong><em> </em></strong></li>
</ol>
<p>Permainan dimulai dengan bola lompat yang dilakukan di lingkaran tengah setiap periode atau periode tambahan.</p>
<ol>
<li><strong><em>8. </em></strong><strong><em>Cara memainkan bola</em></strong><strong><em></em></strong></li>
</ol>
<p>Dalam permainan bola basket, bola hanya dimainkan dengan tangan. Lari dengan bola, dengan sengaja atau memhentikan bola dengan bagian kaki atau meninju bola merupakan pelanggaran. Tetapi menyentuh bola dengan kaki tanpa disengaja bukan merupakan pelanggaran.</p>
<ol>
<li><strong><em>9. </em></strong><strong><em>Bola masuk ke keranjang</em></strong><strong><em></em></strong>
<ol>
<li>Bola dianggap masuk ke dalam kerajang, bila bola masuk dari atas ring dan tergelincir ke dalam ring</li>
<li>Bola masuk dari tembakan hukuman nilainya Satu</li>
<li>Bola masuk karena tembakan lapangan nilainya dua</li>
<li>Bola masuk karena tembakan lapangan dari daerah bernilai 3 mendapat nilai 3</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong><em>10. </em></strong><strong><em>Lemparan ke dalam</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p>Pemain yang melakukan lemparan ke dalam tidak boleh:</p>
<p>-          Menyentuh di lapangan sebelum disentuh pemain lain</p>
<p>-          Masuk ke dalam lapangan sebelum lepas dari tangan</p>
<p>-          Mempunyai waktu 5 detik untuk melakukan lemparan</p>
<p>-          Memasukkan bola ke keranjang secara langsung</p>
<p>-          Bergerak ke samping lebih dari 1 m dari tempat yang telah ditentukan</p>
<p><strong><em>11. </em></strong><strong><em>Time out</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p>-          Waktu time out adalah penghentian pertandingan yang diminta oleh pelatih atau pembentu pelatih</p>
<p>-          Tiap-tiap time out adalah 1 menit</p>
<p>-          Pada periode pertama sampai ketiga, masing-masing periode diberikan 1 x time out</p>
<p>-          Untuk periode keempat diberikan kesempatan 2 x time out</p>
<p>-          Untuk periode tambahan 1 x time out</p>
<p>-          Ketika time out, pemain diperbolehkan meninggalkan lapangan permainan atau duduk dibangku cadangan</p>
<p><strong><em>12. </em></strong><strong><em>Penggantian pemain</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Satu regu boleh mengganti pemain pada saat ada kesempatan untuk mengadakan pergantian pemain</li>
<li>Pemain pengganti harus tetap di luar lapangan sampai wasit memberikan tanda untuk masuk lapangan</li>
<li>Penggantian pemain harus dilakukan secepat mungkin. Jika lebih dari 30 detik dianggap time out bagi regu yang bersangkutan</li>
</ol>
<p><strong><em>13. </em></strong><strong><em>Peraturan 3 detik</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Pemain dari regu yang sedang manguasai bola tidak boleh berada di daerah bersyarat lawan lebih dari 3 detik, ketika bola hidup dan jam pertandingan berjalan</li>
<li>Seorang pemain dikatakan keluar dari daerah bersyarat, bila kedua kakinya berada diluar daerah bersyarat</li>
<li>Kelonggara diberikan kepada pemain yang berusaha meninggalkan daerah bersyarat, teman seregunya mengadakan tembakan lapangan, dan memantulkan bola untuk membuat tembakan lapangan</li>
</ol>
<p><strong><em>14. </em></strong><strong><em>Peraturan 8 detik</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Seorang pamain yang mengontrol bola hidup di lapangan belakang dalam waktu 8 detik harus memasuki daerah serang</li>
<li>Bola dinyatakan berada di daerah serang bila bola menyentuh lapangan depan atau tersentuh pemain atau wasit yang berada di lapangan depan</li>
</ol>
<p><strong><em>15. </em></strong><strong><em>Peraturan 28 detik</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Pemain yang mengausai bola hidup di dalam lapangan mempunyai waktu 24 detik untuk melakukan usaha tembakan lapangan</li>
<li>Usaha tembakan lapangan dilakukan dengan ketentuan:</li>
</ol>
<p>1)      Bola harus lepas dari tangan pemain ketika terjadi tembakan lapangan sebelum tanda 24 detik berbunyi</p>
<p>2)      Setelah bola lepas dari tangan penembak, bola harus menyentuh cincin sebelum tanda 24 detik berbunyi</p>
<p><strong><em>16. </em></strong><strong><em>Bola kembali ke lapangan belakang</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Pemain yang menguasai bola hidup di lapangan depan tidak boleh mengembalikan bola ke lapangan belakang</li>
<li>Bola dikatakan kembali kelapangan jika:</li>
</ol>
<p>1)      Bola menyentuh lapangan belakang</p>
<p>2)      Menyentuh pemain atau wasit di lapangan belakang</p>
<p><strong><em>17. </em></strong><strong><em>Kesalahan-kesalahan </em></strong><strong><em></em></strong></p>
<ol>
<li>Kesalahan perorangan</li>
</ol>
<p>Kesalahan perorangan adalah kesalahan pemain yang terlibat persinggungan dengan pemain lawan pada saat bola hidup maupun bola mati.</p>
<p>1)      Blocking: persinggungan perseorangan yang menghalangi gerak maju lawan dengan atau tanpa bola</p>
<p>2)      Charging: persinggungan perorangan dengan atau tanpa bola dengan mendorong atau menabrak dada pemain lawan</p>
<p>3)      Illegal guarding from the rear: pemain bertahan dalam usahanya merebut bola, tidak diperkenankan terjadi persinggungan fisik dengan lawan yang sedang mengontrol bola</p>
<p>4)      Holding(memegang): persinggungan dengan lawan yang merintangi kebebasan bergerak</p>
<p>5)      Illegal screening(membayangi secara tidak sah): sikap yang tidak sah dalam mencoba menghambat atau mencegah pemain lawan yang tidak menguasai bola dalam mencari posisi yang diinginkan di dalam lapangan</p>
<p>6)      Pushing (mendorong) : persinggungan perseorangan yang terjadi jika pemain memaksa lawan bergerak, baik saat memegang bola maupun tidak</p>
<ol>
<li>Kesalahan ganda</li>
</ol>
<p>Kesalahan ganda terjadi jika dua pemain dari kedua regu saling melakukan kesalahan anatara 1 dengan yang lain dalam waktu bersamaan.</p>
<ol>
<li>Kesalahan yang disengaja</li>
</ol>
<p>Kesalahan yang disengaja adalah kesalahan perseorangan yang menurut pengamatan wasit bukan suatu usaha yang sah untuk menguasai bola dengan tidak melihat semangat dan tujuan dari peraturan.</p>
<ol>
<li>Kesalahan tehnik</li>
</ol>
<p>1)      Kesalahan tehnik oleh pemain: kesalahan tehnik yang dilakukan pemain yang tidak menimbulkan persinggungan dengan pemain lawan, misalnya berkomunikasi kasar dll.</p>
<p>2)      Kesalahan tehnik oleh pelatih, pemain pengganti atau pendukung regu :</p>
<p>-          Pelatih, pembantu pelatih, pemain pengganti, pengikut regu tidak boleh menunjukkan sikap tidak hormat atau berhubungan dengan wasit, pengawas pertandingan, petugas meja atau dengan lawannya</p>
<p>-          Pelatih atau pembantu pelatih meminta beban time out</p>
<p>-          Mereka memasuki lapangan tanpa seijin wasit</p>
<ol>
<li>Lima kesalahan yang dilakukan pemain</li>
</ol>
<p>Pemain yang sudah lima kali melakukan kesalahan termasuk kesalahan perorangan atau tehnik, harus diberitahu dan secara otomatis harus meninggalkan lapangan dan harus diganti dalam waktu 30 detik</p>
<ol>
<li>Kesalahan regu</li>
</ol>
<p>-          Satu regu dikatakan dalam kesalahan regu bila dalam satu periode telah melakukan 4 kali kesalahan perorangan maupun kasalahan tehnik yang dilakukan oleh pemain regu itu</p>
<p>-          Semua kesalahan yang dilakukan di semua periode tambahan merupakan kelanjutan dari periode keempat</p>
<p><strong>bola kecil</strong></p>
<p><strong>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)</strong></p>
<p>Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)</p>
<p>Mata Pelajaran         :  Penjaskes</p>
<p>Kelas                        :  II (dua)</p>
<p>Semester                   :  I</p>
<p>Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)</p>
<ol>
<li><strong>I. </strong><strong>Standar Kompetensi</strong></li>
</ol>
<p>Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.</p>
<ol>
<li><strong>II. </strong><strong>Kompetensi Dasar</strong></li>
</ol>
<p>Mempraktikan gerak dasar melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan memahami diri sendiri.</p>
<ol>
<li><strong>III. </strong><strong>Indikator</strong></li>
<li>Membentuk barisan empat bersaf</li>
<li>Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna</li>
<li>Melakukan gerak senam pemanasan</li>
<li>Membagi kelas menjadi dua kelompok</li>
<li>Mekukan gerak dasar melempar bola kasti</li>
<li>Melakukan gerak dasar menangkap bola kasti</li>
<li>Bekerjasam dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan  kasti sederhana
<ol>
<li><strong>IV. </strong><strong>Tujuan Pembelajaran</strong></li>
<li>Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi</li>
<li>Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat</li>
<li>Dengan bimbingan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar</li>
<li>Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membagi kelas menjadi empat kelompok secara heterogen</li>
<li>Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan melempar bola kasti dengan  benar</li>
<li>Dengan bimbingan dan contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan menangkap bola kasti dengan benar</li>
<li>Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan lempar tangkap berantai dengan <em>fair</em>.
<ol>
<li><strong>V. </strong><strong>Materi Pembelajaran (Terlampir)</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Permainan bola kecil sederhana (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.</p>
<ol>
<li><strong>VI. </strong><strong>Metode Pembelajaran</strong></li>
</ol>
<p>! Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan metode-metode sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Ceramah</li>
<li>Pemberian contoh/pemodelan</li>
<li>Bermain</li>
<li>Penugasan</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>VII. </strong><strong>Kegiatan Pembelajaran</strong>
<ol>
<li>Kegiatan Awal (± 10 menit)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="91%">
<tbody>
<tr>
<td width="45%"><strong>Fase-fase</strong></td>
<td width="54%"><strong>Kegiatan yang   dilakukan guru dan siswa</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="45%">01</td>
<td width="54%">02</td>
</tr>
<tr>
<td width="45%" valign="top">Fase   1</p>
<p>Menyampaikan   tujuan dan memotivasi siswa</td>
<td width="54%" valign="top">
<ol>
<li>Mengucapkan   salam.</li>
<li>Mengabsen   kehadiran siswa.</li>
<li>Bertanya jawab/menanyakan   kondisi kesehatan siswa.</li>
<li>Mengondisikan   siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.</li>
<li>Siswa   berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.</li>
<li>Memotivasi   siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.</li>
<li>Guru   menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan   olahraga yang akan dilakukan hari ini.</li>
<li>Guru mengadakan transaksional: “anak-anak,   harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan   dipelajari hari ini”</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Kegiatan Inti (± 50 menit)</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase-fase</td>
<td width="319" valign="top">Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan   siswa</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">01</td>
<td width="319" valign="top">02</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase   2</p>
<p>Menyampaikan/menyajikan   informasi</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Siswa   melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.</li>
<li>Siswa berlari-lari   kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan   didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran</li>
<li>Guru   mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di   tengah lingkaran</li>
<li>Guru   menyampaikan materi tentang permainan bola kecil, yaitu permainan lempar   tangkap.</li>
<li>Guru   memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan melempar yang benar</li>
<li>Beberapa siswa   melakukan gerakan melampar bola yang tepat dengan bimbingan dari guru</li>
<li>Guru   memberikan contoh/pemodelan melakukan gerankan menangkap bola yang benar</li>
<li>Beberapa siswa   melakukan gerakan menangkap bola yang tepat dengan bimbingan dari guru</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase 3</p>
<p>Mengorganisasikan   siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Siswa membagi   kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen</li>
<li>Masing-masing   kelompok melakukan gerakan melempar dan menangkap bola dengan benar sesuai   dengan yang telah dimodelkan oleh guru</li>
<li>Guru mengamati   kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan meluruskan apabila ada kelompok   yang melakukan kesalahan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase 4</p>
<p>Membimbing   kelompok belajar untuk bekerja sesui dengan tugas yang diberikan</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Guru   memberikan LKS yang dilakukan di lapangan melalui sebiah permainan sederhana   yang disebut : lempar tangkap berantai</li>
<li>Tiap-tiap   kelompok membentuk barisan memanjang menjadi 4 banjar atas instruksi dari   guru</li>
<li>Guru   menjelaskan aturan/<em>role</em> permaianan   lempar tangkap berantai, yaitu : masing-masing kelompok harus melakukan   lempar tangkap secara berantai dari depan ke siswa yang paling belakang.   Apabila bola sudah sampai pada siswa paling belakang, maka siswa paling   belakang harus melemparkan ke siswa paling depan dan lemparannya harus   berhasil ditangkap dengan sempuran oleh siswa paling depan. Apabila siswa   paling depan tidak mampu menagkap bola lemparan dengan sempurna/bola   jatuh/tidak sampai maka dinyatakan kalah.</li>
<li>Siswa   melakukan permainan lempar tangkap berantai dengan pengawana dari guru.</li>
<li>Kegiatan   dilakukan 3 kali untuk mendapatkan kelompok terbaik yang nantinya akan   diberikan predikat sebagai kelompok super lempar-tangkap.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase 5</p>
<p>Evaluasi</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Guru melakukan   evaluasi terhadap masing-masing siswa selama kegiatan permainan   lempar-tangkap berantai berlangsung. Nilai diambil berdasarkan kesempurnaan   gerakan lempar-tangkap.</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Kegiatan Akhir (± 10 menit)</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase 6</p>
<p>Memberikan   Penghargaan</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Guru   memberikan pengharagaan predikat kelompok super lempar tangkap kepada   kelompok yang berhasil menjuarai peramianan lempar tangkap berantai.</li>
<li>Menyimpulkan   kegiatan yang telah dilakukan hari ini</li>
<li>Guru menutup   pelajaran</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li><strong>VIII. </strong><strong>Sumber/bahan/alat belajar</strong>
<ol>
<li>Sumber belajar</li>
<li> i.      Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2</li>
<li> ii.      Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997
<ol>
<li>Bahan/alat belajar</li>
<li> i.      Bola kasti sebanyak 4-6 buah</li>
<li> ii.      peluit
<ol>
<li><strong>IX. </strong><strong>Penilaian</strong>
<ol>
<li>Bentuk penilaian</li>
<li> i.      Penilaian proses</li>
<li> ii.      Penilaian produk
<ol>
<li>Alat penilaian</li>
<li> i.     LKS (terlampir)</li>
<li> ii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap
<ol>
<li><strong>X. </strong><strong>Rubrik Penilaian</strong>
<ol>
<li>Penilaian proses</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="442">Kriteria yang dinilai</td>
<td width="140">Skor</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa mapu aktif dalam kelompok dan   mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna</td>
<td width="140">5</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa aktif dalam kelompok namun hanya   mampu melakukan salah satu gerakan dari lempar tamgkap dengan sempurna   (lempar saja atau hanya tangkap saja)</td>
<td width="140">4</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa kurang aktif dalam kelompok,   namun mampu melakukan kedua gerakan lempar-tangkap dengan sempurna</td>
<td width="140">3</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa hanya mampu melakukan salah satu   gerakan lempar tangkap dengan sempurna</td>
<td width="140">2</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa belum mapu melakukan gerakan   lempar tangkap dengan sempurna</td>
<td width="140">1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Penilaian produk</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="54">No.</td>
<td width="260">Nama Siswa</td>
<td width="98">Melempar</td>
<td width="100">Menangkap</td>
<td width="69">Skor</td>
</tr>
<tr>
<td width="54">1.</td>
<td width="260" valign="top">…………………………</td>
<td width="98" valign="top"></td>
<td width="100" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">2.</td>
<td width="260" valign="top">…………………………</td>
<td width="98" valign="top"></td>
<td width="100" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">3.</td>
<td width="260" valign="top">…………………………</td>
<td width="98" valign="top"></td>
<td width="100" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">4.</td>
<td width="260" valign="top">…………………………</td>
<td width="98" valign="top"></td>
<td width="100" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">5. dst.</td>
<td width="260" valign="top">…………………………<strong> </strong></td>
<td width="98" valign="top"></td>
<td width="100" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><em>NILAI AKHIR</em><em> X 100</em></p>
<p>Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.</p>
<p>Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="288"><strong><em>Skor</em></strong></td>
<td width="288"><strong><em>Nilai</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">7</td>
<td width="288" valign="top">100</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">6</td>
<td width="288" valign="top">86</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">5</td>
<td width="288" valign="top">71</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">4</td>
<td width="288" valign="top">57</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">3</td>
<td width="288" valign="top">43</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">2</td>
<td width="288" valign="top">29</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">1</td>
<td width="288" valign="top">14</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">0</td>
<td width="288" valign="top">0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Mengetahui,</p>
<p>Guru Kelas II SDN Antah Berantah 1                                      Kepala SDN Antah Berantah 1</p>
<p>Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Anjaz A.K.A, S,Pd.</p>
<p><strong>bola voli</strong></p>
<p><strong>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)</strong></p>
<p>Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)</p>
<p>Mata Pelajaran         :  Penjaskes</p>
<p>Kelas                        :  IV (empat)</p>
<p>Semester                   :  II (dua)</p>
<p>Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)</p>
<ol>
<li><strong>I. </strong><strong>Standar Kompetensi</strong></li>
</ol>
<p>Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.</p>
<ol>
<li><strong>II. </strong><strong>Kompetensi Dasar</strong></li>
</ol>
<p>Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama regu, sportifitas dan kejujuran.</p>
<ol>
<li><strong>III. </strong><strong>Indikator</strong></li>
<li>Membentuk barisan empat bersaf</li>
<li>Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna</li>
<li>Melakukan gerak senam pemanasan</li>
<li>Melakukan gerakan servis bawah bola voli</li>
<li>Mekukan gerakan passing bawah bola voli</li>
<li>Bekerjasama dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan bola voli sederhana
<ol>
<li><strong>IV. </strong><strong>Tujuan Pembelajaran</strong></li>
<li>Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi</li>
<li>Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat</li>
<li>Dengan pemodelan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar</li>
<li>Dengan pemodelan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan servis bola voli dengan baik</li>
<li>Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan passing bawah bola voli dengan baik.</li>
<li>Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan permainan bola voli sederhana <em>fair</em>.
<ol>
<li><strong>V. </strong><strong>Materi Pembelajaran (Terlampir)</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Permainan bola besar; permainan bola voli (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.</p>
<ol>
<li><strong>VI. </strong><strong>Metode Pembelajaran</strong></li>
</ol>
<p>! Model pembelajaran langsung, dengan metode-metode sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Ceramah</li>
<li>Pemberian pemodelan</li>
<li>Praktek/unjuk kinerja</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>VII. </strong><strong>Kegiatan Pembelajaran</strong>
<ol>
<li>Kegiatan Awal (± 10 menit)</li>
</ol>
</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="91%">
<tbody>
<tr>
<td width="45%"><strong>Fase-fase</strong></td>
<td width="54%"><strong>Kegiatan yang dilakukan guru dan   siswa</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="45%">01</td>
<td width="54%">02</td>
</tr>
<tr>
<td width="45%" valign="top">Fase 1</p>
<p>Menyampaikan tujuan   dan mempersiapkan siswa</td>
<td width="54%" valign="top">
<ol>
<li>Mengucapkan salam.</li>
<li>Mengondisikan siswa untuk   berbaris menjadi 4 bersaf.</li>
<li>Siswa berhitung untuk mengecak   jumlah seluruh siswa yang hadir.</li>
<li>Mengabsen kehadiran siswa.</li>
<li>Bertanya jawab/menanyakan kondisi   kesehatan siswa.</li>
<li>Memotivasi siswa dengan   menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.</li>
<li>Guru   menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan   olahraga yang akan dilakukan hari ini.</li>
<li>Guru   mengadakan transaksional: “anak-anak, harus belajar dengan serius agar dapat   menguasai permainan yang akan dipelajari hari ini”</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Kegiatan Inti (± 50 menit)</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase-fase</td>
<td width="319" valign="top">Kegiatan   yang dilakukan oleh guru dan siswa</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">01</td>
<td width="319" valign="top">02</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase   2</p>
<p>Mendemonstrasikan   keterampilann (pengetahuan procedural) atau mempresentasikan pengetahuan   (deklaratif).</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Siswa melakukan gerakan senam   pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.</li>
<li>Siswa berlari-lari kecil memutari   lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan didampingi ol;eh guru   selama dua kali putaran</li>
<li>Guru mengondisikan siswa untuk   membentuk lingkaran besar, dan guru berada di tengah lingkaran</li>
<li>Guru menyampaikan materi tentang   permainan bola besar, yaitu permainan bola voli.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase   3</p>
<p>Membimbing   pelatihan</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Guru memberikan contoh/pemodelan   melakukan gerakan servis yang tepat.</li>
<li>Siswa secara bergiliran mengikuti   gerakan guru untuk melakukan servis bola voli dengan tepat</li>
<li>Guru memberikan contoh/pemodelan   melakukan gerakan passing bawah dengan benar.</li>
<li>Siswa secara bergantian melakukan   gerakan passing bawah bola voli dengan benar serta dengan bimbingan dari   guru.</li>
<li>Siswa membagi kelas menjadi 4   kelompok, 2 kelompok siswa putra dan 2 kelompok siswa putri</li>
<li>Dengan instruksi dan pengawasan   dari guru, keempat kelompok melakukan permainan voli secara sederhana dan   peraturan yang disesuaikan. Permainan voli dilakukan putra melawan putra dan   putri melawan putri.</li>
<li>Siswa   bekerja sama dalam tim untuk memenangkan pertandingan bola voli sederhana   yang disesuaikan peraturannya (dimodivikasi)</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase 4</p>
<p>Mengecek pemahaman   dan memberikan umpan balik</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Guru melakukan pengecekan   pemahaman siswa dalam melakukan servis dan passing bawah ketika siswa bermain   voli.</li>
<li>Evaluasi dilihat berdasarkan   kegiatan voli yang dilakukan</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Kegiatan Akhir (± 10 menit)</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="262" valign="top">Fase 5</p>
<p>Memberikan   Penghargaan</td>
<td width="319" valign="top">
<ol>
<li>Guru memberikan penghargaan   kepada kelompok yang mampu memenangkan pertandingan voli</li>
<li>Siswa bersama guru melakukan evaluasi   terhadap kegiatan yang telah dilakukan</li>
<li>Guru   menutup pelajaran</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li><strong>VIII. </strong><strong>Sumber/bahan/alat belajar</strong>
<ol>
<li>Sumber belajar</li>
<li> i.      Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2</li>
<li> ii.      Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997
<ol>
<li>Bahan/alat belajar</li>
<li> i.      Bola voli</li>
<li> ii.      Lapangan/halaman sekolah</li>
<li> iii.      Peluit</li>
<li> iv.      Net yang disesuaikan
<ol>
<li><strong>IX. </strong><strong>Penilaian</strong>
<ol>
<li>Bentuk penilaian</li>
<li> i.      Penilaian proses</li>
<li> ii.      Penilaian produk
<ol>
<li>Alat penilaian</li>
<li> i.     LKS (terlampir)</li>
<li> ii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan servis bola voli</li>
<li> iii.     Keterampilan dalam melakukan gerakan passing bawah bola voli
<ol>
<li><strong>X. </strong><strong>Rubrik Penilaian</strong>
<ol>
<li>Penilaian proses</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="442">Kriteria yang dinilai</td>
<td width="140">Skor</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa mapu aktif dalam kelompok dan   mampu melakukan gerakan servis dan passing bawah bola voli.</td>
<td width="140">5</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa aktif dalam kelompok namun hanya   mampu melakukan salah satu gerakan dari servis atau passing bawah saja.</td>
<td width="140">4</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa kurang aktif dalam kelompok,   namun mampu melakukan kedua gerakan servis dan passing bawah dengan baik.</td>
<td width="140">3</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa hanya mampu melakukan salah satu   gerakan servis atau passing bawah dengan baik.</td>
<td width="140">2</td>
</tr>
<tr>
<td width="442" valign="top">Siswa belum mapu melakukan gerakan   lempar tangkap dengan sempurna</td>
<td width="140">1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penilaian produk</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="54">No.</td>
<td width="227">Nama Siswa</td>
<td width="104">Servis</td>
<td width="128">Passing bawah</td>
<td width="69">Skor</td>
</tr>
<tr>
<td width="54">1.</td>
<td width="227" valign="top">…………………………</td>
<td width="104" valign="top"></td>
<td width="128" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">2.</td>
<td width="227" valign="top">…………………………</td>
<td width="104" valign="top"></td>
<td width="128" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">3.</td>
<td width="227" valign="top">…………………………</td>
<td width="104" valign="top"></td>
<td width="128" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">4.</td>
<td width="227" valign="top">…………………………</td>
<td width="104" valign="top"></td>
<td width="128" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="54">5. dst.</td>
<td width="227" valign="top">…………………………<strong> </strong></td>
<td width="104" valign="top"></td>
<td width="128" valign="top"></td>
<td width="69" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><em>NILAI AKHIR</em><em> X 100</em></p>
<p>Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.</p>
<p>Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="288"><strong><em>Skor</em></strong></td>
<td width="288"><strong><em>Nilai</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">7</td>
<td width="288" valign="top">100</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">6</td>
<td width="288" valign="top">86</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">5</td>
<td width="288" valign="top">71</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">4</td>
<td width="288" valign="top">57</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">3</td>
<td width="288" valign="top">43</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">2</td>
<td width="288" valign="top">29</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">1</td>
<td width="288" valign="top">14</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">0</td>
<td width="288" valign="top">0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Mengetahui,</p>
<p>Guru Kelas IV SDN Antah Berantah 1                                     Kepala SDN Antah Berantah 1</p>
<p>Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Dra. Ria Rindiantika</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">LAMPIRAN MATERI</span></em></strong></p>
<p><strong>Permainan Besar</strong></p>
<p>Permainan besar adalah suatu bentuk permainan yang mempunyai peraturan-peraturan baku,  baik peraturan tentang fasilitas dan perlengkapan maupun peraturan permainan dan perwasitan. Permainan ini umumnya sudah memiliki induk organisasi tingkat nasional maupun tingkat internasional.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Bola Voli</strong></li>
</ol>
<p>Permainan bola voli ini diciptakan oleh William Morgan, seorang Pembina pendidikan jasmani pada Y.M.C.A (Young Man Christian Association) di kota Helyoke-Amerika  Serikat pada tahun 1895.</p>
<p>Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain, setiap regu berusaha untuk dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangan lawan melewati di atas net, dan mencegah pihak lawan dapat menjatuhkan bola ke dalam lapangannya. Bola boleh dipukul oleh seluruh bagian tubuh sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.</p>
<ol>
<li><strong><em>a. </em></strong><strong><em>Tahnik dasar dalam permainan bola voli</em></strong></li>
</ol>
<p>Ada beberapa tehnik dasar, yaitu:</p>
<p>1)      Tehnik pass bawah</p>
<p>2)      Tehnik pass atas</p>
<p>3)      Tehnik servis</p>
<p>4)      Tehnik smash</p>
<p>5)      Teknik blok</p>
<ol>
<li><strong><em>b. </em></strong><strong><em>Lapangan</em></strong></li>
</ol>
<p>Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m. semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis batas ditandai dengan dua garis samping, garis tengah, garis akhir dan garis serang. Daerah servis adalah daerah selebar 9 m dibelakang setiap garis akhir, yang dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm, yang dibuat 20 cm dibelakanh garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Tiang net diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m diluar garis samping.</p>
<ol>
<li><strong><em>c. </em></strong><strong><em>Alat-alat</em></strong></li>
</ol>
<p>1)      Bola terbuat dari kulit yang lentur dari kulit sintetis dengan keliling bola 65-67 cm, beratnya 260-280 g.</p>
<p>2)      Net/jarring dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri. Lebar net 1 m dan panjangnya 9,50 m, terdiri dari rajutan lubang-lubang 10 cm persegi.</p>
<p>3)      Pita samping, dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dipasang pada setiap sisi net, lebarnya 5 cm dan panjangnya 1 m, dan merupakan bagian dari net.</p>
<p>4)      Tongkat dipasang tepat pada pita batas lapangan samping sebelah kanan dan kiri, yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jarring bagian atas.</p>
<ol>
<li><strong><em>d. </em></strong><strong><em>Peraturan permainan</em></strong></li>
</ol>
<p>1)      Jumlah pemain</p>
<p>Satu regu maksimum terdiri dari 12 pemain. Kecuali Libero, satu dari para pemain adalah kapten regu.</p>
<p>2)      Permulaan permainan</p>
<p>Permulaan bola voli dilakukan dengan jalan memukul bola (servis) di daerah servis oleh seorang pemain dari pihak yang berhak melakukan servis.</p>
<p>3)      Angka</p>
<p>Sebuah regu akan mendapat angka apabila berhasil mendaratkan bola menyentuh lantai lapangan permainan lawan, regu lawan membuat kesalahan, regu lawan menerima hukuman.</p>
<p>4)      Memenangkan 1 set</p>
<p>Satu set dimenangkan oleh regu yang pertama mendapat angka 25. Jika terjadi nilai sama 24-24 maka permainan dilanjutkan hingga dicapaiselisih dua angka.</p>
<p>5)      Memenangkan pertandingan</p>
<p>Pertandingan dimenangkan oleh regu yang memenangkan tiga set. Pada keadaan 2-2 set penentuan dimainkan hingga angka 15 dengan selisih angka minimal 2 angka.</p>
<p>6)      Ketentuan-ketentuan lain</p>
<p>a)      Pemain tidak boleh menyentuh net dengan badan</p>
<p>b)      Pemain tidak boleh melewati garis tengah lapangan</p>
<p>c)      Tidak boleh memukul bola lebih dari satu kali, sebelum bola disentuh oleh pemain lain</p>
<p>d)     Bola dianggap keluar bila menyentuh net di luar pita samping atau tongkat</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:12600px;width:1px;height:1px;"><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0 false    false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Footlight MT Light"; 	panose-1:2 4 6 2 6 3 10 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:80420756; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1525205336 1156342090 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:146167600; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1716480074 765891620 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:roman-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:327904756; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-868434240 1444051514 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:57.3pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings;} @list l2:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:93.3pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l3 	{mso-list-id:386341216; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:618034518 1156342090 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4 	{mso-list-id:530151964; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1566170478 1156342090 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l5 	{mso-list-id:1195844355; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-843394460 1249945440 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l6 	{mso-list-id:1728721070; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1999695928 1156342090 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l6:level1 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l7 	{mso-list-id:2089570331; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1290496242 1156342090 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l7:level1 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align:center;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&amp;">RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> Satuan Pendidikan   :  Sekolah Dasar (SD)</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> Mata Pelajaran         :  Penjaskes</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> Kelas                        :  II (dua)</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> Semester                   :  I</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> Alokasi Waktu         :  1 kali pertemuan (2 X 35 menit)</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">I.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Standar Kompetensi</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1cm;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">II.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kompetensi Dasar</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:1cm;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mempraktikan gerak dasar melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, menghargai lawan dan memahami diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">III.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Indikator</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">a.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Membentuk barisan empat bersaf</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">b.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Menunujukkan sikap berdiri tegak dengan sempurna</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">c.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Melakukan gerak senam pemanasan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">d.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Membagi kelas menjadi dua kelompok</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">e.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mekukan gerak dasar melempar bola kasti</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">f.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Melakukan gerak dasar menangkap bola kasti</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">g.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Bekerjasam dalam tim/kelompok untuk memainkan permainan  kasti sederhana</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:14.2pt;text-align:justify;text-indent:-14.2pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">IV.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Tujuan Pembelajaran</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">a.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membentuk barisan empat bersaf dengan rapi</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">b.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan instruksi dari guru, siswa mampu menunjukkan sikap berdiri tegak dengan sikap sempurna yang tepat</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">c.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan bimbingan dari guru, siswa mampu melakukan gerakan senam pemanasan dengan benar</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">d.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan instruksi dari guru, siswa mampu membagi kelas menjadi empat kelompok secara heterogen</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">e.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan bimbingan serta contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan melempar bola kasti dengan  benar</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">f.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan bimbingan dan contoh dari guru, siswa mampu melakukan gerakan menangkap bola kasti dengan benar</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">g.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Dengan bekerjasama, siswa mampu bermain permainan lempar tangkap berantai dengan <em>fair</em>.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">V.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Materi Pembelajaran (Terlampir)</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Permainan bola kecil sederhana (lempar-tangkap sederhana/lempar-tangkap berantai/bola kasti). Materi secara lebih lengkapnya kami lampirkan.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">VI.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Metode Pembelajaran</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:57.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;">!<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan metode-metode sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:93.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">o<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Ceramah</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:93.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">o<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Pemberian contoh/pemodelan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:93.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">o<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Bermain </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:93.3pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">o<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Penugasan </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">VII.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan Pembelajaran</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">a.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan Awal (</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;">±</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> 10 menit)</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;width:91.46%;margin-left:40.85pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="91%">
<tbody>
<tr style="height:1pt;">
<td style="border:1pt solid black;width:45.34%;height:1pt;padding:0 5.4pt;" width="45%">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase-fase</span></strong></p>
</td>
<td style="width:54.66%;height:1pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="54%">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan yang   dilakukan guru dan siswa</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:1pt;">
<td style="width:45.34%;height:1pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="45%">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">01</span></p>
</td>
<td style="width:54.66%;height:1pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="54%">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">02</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:1pt;">
<td style="width:45.34%;height:1pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="45%" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase   1</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Menyampaikan   tujuan dan memotivasi siswa</span></p>
</td>
<td style="width:54.66%;height:1pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="54%" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mengucapkan   salam.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mengabsen   kehadiran siswa.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Bertanya jawab/menanyakan   kondisi kesehatan siswa.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iv.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mengondisikan   siswa untuk berbaris menjadi 4 bersaf.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">v.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa   berhitung untuk mengecak jumlah seluruh siswa yang hadir.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">vi.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Memotivasi   siswa dengan menanyakan olahraga apa yang menjadi favorit para siswa.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">vii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini/kegiatan   olahraga yang akan dilakukan hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.85pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">viii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru mengadakan transaksional: “anak-anak,   harus belajar dengan serius agar dapat menguasai permainan yang akan   dipelajari hari ini”</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 49.65pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">b.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan Inti (</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;">±</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> 50 menit)</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:42.55pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid black;width:196.75pt;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase-fase</span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan yang dilakukan oleh guru dan   siswa</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:196.75pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">01</span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">02</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:196.75pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase   2</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Menyampaikan/menyajikan   informasi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa   melakukan gerakan senam pemanasan dengan bimbingan/pemodelan dari guru.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa berlari-lari   kecil memutari lapangan untuk memantapkan gerakan pemanasannya dengan   didampingi ol;eh guru selama dua kali putaran</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   mengondisikan siswa untuk membentuk lingkaran besar, dan guru berada di   tengah lingkaran</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iv.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   menyampaikan materi tentang permainan bola kecil, yaitu permainan lempar   tangkap.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">v.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   memberikan contoh/pemodelan melakukan gerakan melempar yang benar</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">vi.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Beberapa siswa   melakukan gerakan melampar bola yang tepat dengan bimbingan dari guru</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">vii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   memberikan contoh/pemodelan melakukan gerankan menangkap bola yang benar</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">viii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Beberapa siswa   melakukan gerakan menangkap bola yang tepat dengan bimbingan dari guru</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:196.75pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoListParagraph" style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase 3 </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mengorganisasikan   siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa membagi   kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Masing-masing   kelompok melakukan gerakan melempar dan menangkap bola dengan benar sesuai   dengan yang telah dimodelkan oleh guru</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-25.1pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru mengamati   kegiatan yang dilakukan oleh kelompok dan meluruskan apabila ada kelompok   yang melakukan kesalahan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:196.75pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoListParagraph" style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase 4 </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Membimbing   kelompok belajar untuk bekerja sesui dengan tugas yang diberikan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-22.95pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   memberikan LKS yang dilakukan di lapangan melalui sebiah permainan sederhana   yang disebut : lempar tangkap berantai</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-22.95pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Tiap-tiap   kelompok membentuk barisan memanjang menjadi 4 banjar atas instruksi dari   guru</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-22.95pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   menjelaskan aturan/<em>role</em> permaianan   lempar tangkap berantai, yaitu : masing-masing kelompok harus melakukan   lempar tangkap secara berantai dari depan ke siswa yang paling belakang.   Apabila bola sudah sampai pada siswa paling belakang, maka siswa paling   belakang harus melemparkan ke siswa paling depan dan lemparannya harus   berhasil ditangkap dengan sempuran oleh siswa paling depan. Apabila siswa   paling depan tidak mampu menagkap bola lemparan dengan sempurna/bola   jatuh/tidak sampai maka dinyatakan kalah.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-22.95pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iv.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa   melakukan permainan lempar tangkap berantai dengan pengawana dari guru.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-22.95pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">v.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan   dilakukan 3 kali untuk mendapatkan kelompok terbaik yang nantinya akan   diberikan predikat sebagai kelompok super lempar-tangkap.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:196.75pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoListParagraph" style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase 5 </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Evaluasi</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru melakukan   evaluasi terhadap masing-masing siswa selama kegiatan permainan   lempar-tangkap berantai berlangsung. Nilai diambil berdasarkan kesempurnaan   gerakan lempar-tangkap.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">c.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kegiatan Akhir (</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Symbol;">±</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> 10 menit)</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:42.55pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid black;width:196.75pt;padding:0 5.4pt;" width="262" valign="top">
<p class="MsoListParagraph" style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fase 6 </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Memberikan   Penghargaan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></p>
</td>
<td style="width:239.5pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="319" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru   memberikan pengharagaan predikat kelompok super lempar tangkap kepada   kelompok yang berhasil menjuarai peramianan lempar tangkap berantai.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Menyimpulkan   kegiatan yang telah dilakukan hari ini</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-21.25pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 22.95pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">iii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru menutup   pelajaran</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><br style="page-break-before:always;" /> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">VIII.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Sumber/bahan/alat belajar</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">a.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Sumber belajar</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Buku siswa penjaskes untuk SD/MI kelas 2</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Buku ajar pendidikan jasmani dan kesehatan karangan Toho Cholik dan Rusli Lutan yang diterbitkan oleh depdikbud 1996/1997</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">b.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Bahan/alat belajar</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Bola kasti sebanyak 4-6 buah</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">peluit</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">IX.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Penilaian</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">a.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Bentuk penilaian</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Penilaian proses</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Penilaian produk</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">b.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Alat penilaian</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>i.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">LKS (terlampir)</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:2cm;text-align:justify;text-indent:-2cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>ii.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Keterampilan dalam melakukan gerakan lempar-tangkap</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;text-indent:-21.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">X.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Rubrik Penilaian</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">a.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Penilaian proses</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:42.55pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid black;width:331.4pt;padding:0 5.4pt;" width="442">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Kriteria yang dinilai</span></p>
</td>
<td style="width:104.85pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="140">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Skor</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:331.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="442" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa mapu aktif dalam kelompok dan   mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan sempurna</span></p>
</td>
<td style="width:104.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="140">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">5</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:331.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="442" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa aktif dalam kelompok namun hanya   mampu melakukan salah satu gerakan dari lempar tamgkap dengan sempurna   (lempar saja atau hanya tangkap saja)</span></p>
</td>
<td style="width:104.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="140">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">4</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:331.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="442" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa kurang aktif dalam kelompok,   namun mampu melakukan kedua gerakan lempar-tangkap dengan sempurna</span></p>
</td>
<td style="width:104.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="140">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">3</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:331.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="442" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa hanya mampu melakukan salah satu   gerakan lempar tangkap dengan sempurna</span></p>
</td>
<td style="width:104.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="140">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:331.4pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="442" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Siswa belum mapu melakukan gerakan   lempar tangkap dengan sempurna</span></p>
</td>
<td style="width:104.85pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="140">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">1</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><br style="page-break-before:always;" /> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:42.55pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">b.<span style="font-family:&amp;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Penilaian produk</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:42.55pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid black;width:40.85pt;padding:0 5.4pt;" width="54">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">No.</span></p>
</td>
<td style="width:195.2pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="260">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Nama Siswa</span></p>
</td>
<td style="width:73.65pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="98">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Melempar</span></p>
</td>
<td style="width:74.9pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Menangkap</span></p>
</td>
<td style="width:51.65pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="69">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Skor</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:40.85pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="54">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">1.</span></p>
</td>
<td style="width:195.2pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="260" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">…………………………</span></p>
</td>
<td style="width:73.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="98" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:74.9pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:51.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:40.85pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="54">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">2.</span></p>
</td>
<td style="width:195.2pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="260" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">…………………………</span></p>
</td>
<td style="width:73.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="98" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:74.9pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:51.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:40.85pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="54">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">3.</span></p>
</td>
<td style="width:195.2pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="260" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">…………………………</span></p>
</td>
<td style="width:73.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="98" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:74.9pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:51.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:40.85pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="54">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">4.</span></p>
</td>
<td style="width:195.2pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="260" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">…………………………</span></p>
</td>
<td style="width:73.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="98" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:74.9pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:51.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:40.85pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="54">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">5. dst.</span></p>
</td>
<td style="width:195.2pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="260" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">…………………………<strong></strong></span></p>
</td>
<td style="width:73.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="98" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:74.9pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
<td style="width:51.65pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="69" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-1;left:0;margin-left:42px;margin-top:5px;width:360px;height:59px;"><img src="/DOCUME%7E1/Admin/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="" width="360" height="59" /></span><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.45pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">NILAI AKHIR</span></em><!--[if supportFields]&gt;<span style='font-size:12pt;line-height:150%;font-family:"Footlight MT Light",serif;'><span></span> QUOTE </span><span style='position:relative;top:10.5pt;'>                    <img width="201" height="33" src="\DOCUME~1\Admin\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip11\clip_image003.gif"></span><span><span> </span><span></span></span>&lt;![endif]&#8211;><span style="position:relative;top:10.5pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/Admin/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.gif" alt="" width="201" height="33" /><!--[endif]--></span><!--[if supportFields]&gt;<span style='font-size:12pt;line-height:150%;font-family:"Footlight MT Light",serif;'><span></span></span>&lt;![endif]&#8211;><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"><em> X 100</em></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:.55pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.45pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Keterangan : nilai maksimal = 7, diambil dari penilaian proses yang nikai maksimalnya adalah 5 ditambah dengan nilai maksimal dari penilaian produk yang nilai maksimalnya 2.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:.55pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.45pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Nilai Perolehan yang bisa didapat siswa :</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;margin-left:40.85pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid black;width:216.2pt;padding:0 5.4pt;" width="288">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Skor</span></em></strong></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none black black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Nilai</span></em></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">7</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">100</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">6</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">86</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">5</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">71</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">4</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">57</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">3</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">43</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">2</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">29</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">1</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">14</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:216.2pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 black black;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">0</span></p>
</td>
<td style="width:216.15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black black 0;padding:0 5.4pt;" width="288" valign="top">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">0</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:.55pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.45pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Mengetahui,</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Guru Kelas II SDN Antah Berantah 1                                      Kepala SDN Antah Berantah 1</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-left:21.3pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">Fatoni Heru Rohamn, S, Pd.                                                      Anjaz A.K.A, S,Pd.</span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=137&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/09/pendidikan-jasmani-olahraga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Perspektif Global</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/09/pendidikan-perspektif-global/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/09/pendidikan-perspektif-global/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 07:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Pend.Perspektif Global: Perspektif : pandangan, wawasan, tinjauan Global            : Globe, bumi, jagat raya, Perspektif global : -Pola berfikir dan berwawasan yang mendunia, menjagat, universal. -Cara pandang yang melihat bahwa dunia adalah satu kesatuan yang utuh, dimana setiap manusia dan bangsa-bangsa saling ketergantungan dan saling mempenga-ruhi dalam menjaga keseimbangan dan kelestariannya Pengertian Globalisasi: Proses transformasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=133&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian </strong></p>
<p>Pend.Perspektif Global:</p>
<p>Perspektif : pandangan, wawasan, tinjauan</p>
<p>Global            : Globe, bumi, jagat raya,</p>
<p>Perspektif global :</p>
<p>-Pola berfikir dan berwawasan yang mendunia, menjagat, universal.</p>
<p>-Cara pandang yang melihat bahwa dunia adalah satu kesatuan yang utuh, dimana setiap manusia dan bangsa-bangsa saling ketergantungan dan saling mempenga-ruhi dalam menjaga keseimbangan dan kelestariannya</p>
<p><strong>Pengertian </strong></p>
<p>Globalisasi:</p>
<p>Proses transformasi yang mendorong segala aktifitas manusia ke dalam kehidupan global</p>
<p>Pendidikan  Perspektif Global:</p>
<p>Pendidikan yang membekali wawasan global untuk membekali siswa memasuki era globalisasi.</p>
<p>Siswa mampu bertindak lokal dengan dilandasi wawasan global.&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;àthink globally, act locally.</p>
<p><strong>KEKUATAN-KEKUATAN YANG MENDORONG PROSES GLOBALISASI</strong></p>
<ol>
<li>Proses      industrialisasi dan teknologi</li>
<li>Kemajuan komunikasi      dan informasi serta transportasi</li>
<li>Pekerjaan dan      imigrasi</li>
<li>Efek polusi      terhadap kehidupan manusia</li>
<li>Persaingan dan      perdagangan senjata</li>
<li>Kebudayaan,      konsumsi dan media massa</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SEJARAH MUNCULNYA PPG</strong></p>
<p>Tahun 1950-an: AS berusaha memikirkan kepen-tingan nasionalnya.</p>
<p>Tahun 1970-an: di AS masih pro kontra tentang pentingnya pend.perspektif global.</p>
<p>misalnya: apa tujuannya?, apa materinya?, bagaimana menyampaikannya?, dll.</p>
<p>Ada 4 kelompok kepentingan di AS:</p>
<ol>
<li>Merkantilisme baru (kepentingan nasional      AS)</li>
<li>Reformis (bangsa-bangsa saling      bekerjasama)</li>
<li>Utopian Kiri (dunia diatur dg sistim      sosialis)</li>
<li>Ultra Konservatif (AS menjadi pusat      ekonomi, politik, IPTEK, budaya dll)</li>
</ol>
<p><strong>TUJUAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF GLOBAL</strong></p>
<ol>
<li>Mengembangkan pengertian keberadaan      mereka membentuk masyarakat</li>
<li>bahwa mereka merupakan anggota      masy. manusia</li>
<li>bahwa mereka adalah penghuni planet      bumi, dan kehidupannya tergantung pada planet bumi tersebut</li>
<li>bahwa mereka adalah partisipan atau      pelaku aktif dalam masyarakat global</li>
<li>Mendidik siswa agar mampu hidup      secara bijaksana dan bertanggung jawab, sbg individu, umat manusia,      penghuni planet bumi, dan sbg anggota masy. global</li>
</ol>
<p><strong>ISTILAH-ISTILAH PPG </strong></p>
<ul>
<li>Global Education</li>
<li>Global Perspectives in Education</li>
<li>Education for Global Perspective</li>
<li>International Education</li>
<li>World Studies</li>
</ul>
<p><strong>HAKEKAT PPG </strong></p>
<ul>
<li>Pendidikan internasional</li>
<li>Pendidikan yang berwawasan global</li>
</ul>
<p>PPG menekankan pada:</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Kesadaran thd perspektif global</li>
<li>Memahami sistim-sistim global</li>
<li>Sejarah globalisasi</li>
<li>Saling pengertian terhadap budaya       bangsa lain</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>Pokok-Pokok Pikiran PPG </strong></p>
<ol>
<li>Terjadi peningkatan      globalisasi</li>
<li>Aktor/pelaku      interaksi tingkatan dunia bukan hanya negara tetapi perseorangan, kelompok      lokal, organisasi</li>
<li>Kehidupan umat      manusia tergantung pada satu lingkungan fisik dunia</li>
<li>Ada saling      keterkaitan aktifitas manusia di bidang ekonomi, politik, budaya dll.</li>
<li>Terjadinya      globalisasi yang melibatkan seluruh umat manusia, yg menuntut peran      masing-masing</li>
</ol>
<p><strong>Fenomena Globalisasi</strong></p>
<p>Kemajuan tekonologi komunikasi dan transportasi, berdampak&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8230;dunia semakin sempit&#8230;</p>
<p>&#8230;dunia menjadi desa besar / the big village</p>
<p>&#8230;batas negara terjadi borderless</p>
<p>&#8230;interaksi antar bangsa semakin intensif&#8230;</p>
<p>&#8230;interaksi individu lintas negara&#8230;</p>
<p>&#8230;universalisasi segala aspek kehidupan&#8230;</p>
<p>Fenomena di atas mengarah globalisasi.</p>
<p><strong>Mengapa PPG masuk kajian IPS?</strong></p>
<p>KARENA:</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Berakar pd ilmu-ilmu       sosial, seperti: ekonomi, politik, budaya, sejarah dll</li>
<li>Berkembang pada kehidupan       sosial, politik, ekonomi, dan budaya</li>
<li>Untuk menumbuhkan kesadaran       ber-partisipasi aktif dalam kehidupan global <em>“ THINK GLOBALLY,  ACT LOCALLY”</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Kemajuan komunikasi &amp; transportasi, menyebabkan: dunia semakin sempit, batas negara menjadi buram, proses universalisasi melanda berbagai aspek kehidupan</p>
<p><strong>MENGAPA PPG MASUK KURIKULUM ?</strong></p>
<p><em>KARENA: </em></p>
<ol>
<li>Bangsa Indonesia harus memMENGAPA<br />
PPG MASUK KURIKULUM ?</li>
<li>persiapkan siswa memasuki era      globalisasi yang penuh dg tantangan dan persaingan</li>
<li>Perkembangan jaman semakin cepat,      sehingga perlu di antisipasi sejak dini.</li>
<li>Jalur pendidikan, merupakan media      yang efektif dalam membentuk generasi muda.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DIMENSI-DIMENSI PPG </strong></p>
<ol>
<li>Perspective conciousness,      kesadaran &amp; penghargaan thd perbedaan</li>
<li>States of Planet Awareness,      pengertian  thd isue-isue dan      peristiwa global</li>
<li>Cross-cultural awareness, budaya yg      berbeda tetapi ada kesamaannya</li>
<li>Systemic awareness, mengenal      kompleksnya sistim-sistim internasional</li>
<li>Option for Participation,      mengetahui dan mampu berpartisipasi thd isu-isu lokal, nasional dan      internasional</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>RUANG LINGKUP PPG</strong></p>
<ol>
<li>Studi tentang peristiwa, masalah      dan isu yang melintas batas nasional,</li>
<li>keterkaitan dalam sistim ekonomi,      poli-tik, budaya, teknologi dan lingkungan</li>
<li>Peningkatan pengertian terhadap      budaya bangsa lain, sehingga mampu bertoleransi terhadap budaya lain atau      mampu ber-empati .</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENTINGNYA VISI GLOBAL</strong></p>
<ol>
<li>Untuk memberi wawasan, agar mampu bersaing dan ikut berlaga di era      global</li>
<li>Mampu mengangkat kekuatan lokal dan sektoral guna menunjang kekuatan      nasional untuk bersaing di pasar global</li>
</ol>
<p>MENGAPA VISI GLOBAL MUNCUL?</p>
<ol>
<li>Keterkaitan pengusaha besar dan kecil, tidak kuat.</li>
<li>Sistim klonglomerasi yg menguasai hulu-hilir tidak mampu bersaing di      pasar global</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>VISI PENDIDIKAN</strong></p>
<p>Mengarah pada:</p>
<ol>
<li>Mengacu pada perubahan untuk mengantisipasi      tantangan masa depan</li>
<li>Diperlukan antisipasif yg tepat dalam mengantisipasi      tantangan masa depan</li>
<li>Langkah perbaikan harus cepat, terutama      dalam menyiapkan SDM untuk memasuki era global</li>
<li>Implementasi Link &amp; match (CTL)</li>
<li>Meningkatkan martabat guru</li>
<li>Menggugah kesadaran masy terhadap pendidikan</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TANTANGAN MASA DEPAN</strong><strong> </strong></p>
<p>1<span style="text-decoration:underline;">. Sumber Daya Manusia (SDM)</span></p>
<ul>
<li>Secara umum masih rendah</li>
<li>SDM belum menguasai teknologi</li>
<li>SDM belum kompetetif</li>
<li>Padalah, SDM lebih unggul daripada SDA</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration:underline;">2. Penjajahan model baru&#8212;</span><span style="text-decoration:underline;">àNeokolonialisme </span></p>
<ul>
<li>Penguasaan IPTEK sering digunakan untuk menjajah bangsa lain,</li>
<li>Mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya</li>
<li>Mempengaruhi aspek kehidupan lain: politik, sosial, budaya</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TANTANGAN BERAT</strong><strong> </strong></p>
<p>Yang harus dihadapi, di era global, disebabkan 3 faktor:</p>
<ol>
<li>Terjadi pergeseran nilai, yg      merobohkan kemapanan struktur nilai dlm masyarakat. Misalnya: pergaulan      bebas, sopan santun, dll.</li>
<li>Perubahan nilai, yg diperlukan      untuk pembangunan. Misalnya: erosi nilai, budaya, moral</li>
<li>Perubahan nilai yang tidak sengaja      terjadi karena transfer teknologi, atau DOWN TRICLE EFFECT.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PEMBINAAN SDM DALAM MENYONGSONG ERA GLOBAL</strong><strong> </strong></p>
<p>ERA GLOBAL DITANDAI OLEH:</p>
<ol>
<li>Peningkatan komunikasi &amp; Transpor-tasi yg tinggi, berdampak:</li>
</ol>
<p>-dunia semakin tarnsparan</p>
<p>-Batas wilayah negara semakin buram</p>
<p>-Mobilitas individu semakin tinggi</p>
<p>2. Kemajuan IPTEK berdampak: persaing-an, semakin ketat melanda di berbagai sektor</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PEMBINAAN SDM DALAM MENYONGSONG ERA GLOBAL</strong><strong> </strong></p>
<p>ERA GLOBAL DITANDAI OLEH:</p>
<ol>
<li>Peningkatan komunikasi &amp; Transpor-tasi yg tinggi, berdampak:</li>
</ol>
<p>-dunia semakin tarnsparan</p>
<p>-Batas wilayah negara semakin buram</p>
<p>-Mobilitas individu semakin tinggi</p>
<p>2. Kemajuan IPTEK berdampak: persaing-an, semakin ketat melanda di berbagai sektor</p>
<p>3. Perubahan Tata Nilai:</p>
<p>-Gaya hidup dan budaya global, sulit untuk dibendung</p>
<p>-Konsumerisme</p>
<p>-Pergaulan bebas</p>
<p>-Narkoba</p>
<p>-dll</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>YANG DIHARAPKAN</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>1. SDM yg profesional</p>
<p>-Menguasai, memanfaatkan dan mengem-bangkan teknologi. Misalnya komputer</p>
<p>-          Mampu mengadaptasi diri pada liberali-sasi dan investasi</p>
<p>-          Mampu memproduksi barang/jasa yg kompetetif</p>
<p>2. SDM yg manusiawi</p>
<p>-Memiliki kepribadian</p>
<p>-Berwawasan regional, nasional, global</p>
<p>-Cinta nilai budaya bangsa</p>
<p>-Komitmen thd nilai kemanusiaan dan tanggung jawab thd lingkungan</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENDEKATAN PENDIDIKAN</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>1. High Tech</p>
<p>-Mengembangkan koqnisi &amp; skill yg tinggi  seperti: menguasai IPTEK dan terampiL memanfaatkan teknologi.</p>
<p>2. High Touch</p>
<p>-Mengembangkan manusia yg manusiawi</p>
<p>seperti: mengembangkan potensi kemanusiaan</p>
<p>yg mendasar, contoh: taqwa, toleransi, saling menghormati<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>GAYA HIDUP BEBERAPA ABAD YANG LALU</strong></p>
<ul>
<li>Mengisolasi diri, terhadap kehidup-an luar negaranya</li>
<li>Akibatnya: wabah penyakit, konflik etnis, bencana alam, hanya akan mempengaruhi bangsanya sendiri, dan ditanggung sendiri, sehingga populasi manusia seimbang.</li>
</ul>
<p><strong>GAYA HIDUP MASA KINI</strong></p>
<ul>
<li>Tidak bisa hidup menyendiri</li>
<li>Semakin meningkat saling ketergantung-an di berbagai bidang (teknologi, ekono-mi, politik, budaya yg sifatnya global)</li>
<li>Maka, siswa perlu dibekali pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk ber-partisipasi aktif sebagai warga dunia.</li>
<li>Misalnya: dengan “berfikir global walaupun bertindak secara lokal”</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KURIKULUM PERLU MEMUAT PARADIGMA SISTIM DUNIA:</strong><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Umat manusia seluruh dunia, baik secara biologis, historis, dan      budaya, merupakan spesies yang saling berkaitan satu sama lain.</li>
<li>Planet bumi ini, merupakan sebuah       ekosistim global.</li>
<li>Tatanan sosial global menjadi dasar organisasi ekologi dan sosial      manusia</li>
<li>Setiap anggota spesies manusia punya tanggung jawab berpartisipasi      dalam tata sosial dunia ini</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>INTERAKSI ANTAR BANGSA</strong></p>
<ul>
<li>Dekolonisasi, menjadikan semakin ber-tambah jumlah negara (197)</li>
<li>Setiap negara memiliki perbedaan yg khas, (bahasa, ras, etnis, budaya dll)</li>
<li>Perbedaan kondisi sosial ekonomi dan budaya mempolarisasi dunia menjadi: kelompok negara maju/kaya, negara berkembang, dan negara terbelakang.</li>
<li>Akibatnya: interaksi antar negara kurang lancar, dan saling mencurigai.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>METAFORA: UTARA &#8211; SELATAN</strong><strong> </strong></p>
<p>Belahan utara:</p>
<ul>
<li>Penduduk sedikit, modern, berkualitas</li>
<li>Kaya,</li>
<li>Mengendalikan dunia.</li>
<li>Bekas penjajah</li>
</ul>
<p>Belahan selatan:</p>
<ul>
<li>Padat, kumuh, kurang berkualitas</li>
<li>Miskin</li>
<li>Terbelakang</li>
<li>Bekas daerah jajahan</li>
</ul>
<p><strong>ERA GLOBALISASI:</strong></p>
<ul>
<li>Perlu mempelajari negara lain, agar saling memahami budaya dan saling interaksi</li>
<li>Prinsip interaksi, bukan karena negara besar atau negara kecil, tetapi saling membutuhkan</li>
<li>Karena di PBB, satu negara punya satu suara dalam keputusannya.</li>
<li>Jadi kerjasama perlu dikembangkan dengan saling menguntungkan dan saling menghormati.</li>
</ul>
<p><strong>INTERAKSI PERLU DIJALIN:</strong></p>
<ul>
<li>Dengan saling memahami budayanya</li>
<li>Saling menguntungkan</li>
<li>Saling menjaga perdamaian dunia</li>
<li>Tidak saling mengancam</li>
<li>Tidak membahayakan perdamaian dunia</li>
<li>Tidak mengancam satu negara tertentu</li>
</ul>
<p><strong><em>PERAN NEGARA BESAR:</em></strong></p>
<ul>
<li>Perlu memahami kebutuhan negara terbelakang</li>
<li>Ikut bertanggung jawab terhadap pemberantasan kemiskinan</li>
<li>Pada umumnya, bekas penjajah, sehingga perlu membantu menciptakan kesejahteraan bersama</li>
<li>Mempelopori dalam menggalang kerjasama yg saling menguntungkan</li>
</ul>
<p><strong>UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA </strong></p>
<p>Menggalang kerjasama yg saling menguntungkan, dan saling menghormati masing-masing budaya bangsanya.</p>
<p><strong>SALING MEMPENGARUHI: </strong></p>
<p>Setiap bangsa pasti punya peran dalam menjaga kesimbangan ekosistim dunia.</p>
<p>Keseimbangan ekosistim planet bumi merupakan tanggung jawab bersama umat manusia di dunia.</p>
<p><strong>NEGARA BERKEMBANG</strong></p>
<ul>
<li>Perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalannya.</li>
<li>Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan bangsa lain, terutama negara maju</li>
<li>Ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian ekologi planet bumi</li>
</ul>
<p><strong>NEGARA TERBELAKANG</strong></p>
<ul>
<li>Harus lebih berupaya meng-upayakan kesejahteraannya</li>
<li>Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan deng-an negara lain, terutama negara sepaham atau se kawasan</li>
<li>Belajar banyak pada negara yang lebih maju.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ASPEK GLOBALISASI :</strong></p>
<p>Ekonomi, Politik, Budaya, Sosial, pertahanan. dll.</p>
<p><strong>Interaksi, didasari: </strong></p>
<p>Saling memahami budaya  Dan saling menguntung-kan, serta mempengaruhi bersama</p>
<p><strong>SALING MEMPENGARUHI :</strong></p>
<p>Antar bangsa-bangsa di dunia.</p>
<p>Manfaatnya :</p>
<p>1. Saling mengenal</p>
<p>2. Saling bekerjasama</p>
<p>3. Menjaga perdamaian dunia.</p>
<p><strong>PERMASALAHAN GLOBAL</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Masalah pokok:</li>
</ol>
<p>a. Bahan makanan</p>
<p>b. Penduduk</p>
<p>c. Energi</p>
<p>d. Polusi udara, air, tanah</p>
<p>e. Aneka hayati</p>
<ul>
<li>PERMASALAHAN GLOBAL</li>
</ul>
<p>2. Masalah Sosial:</p>
<p>a. Budaya global</p>
<p>b. Politik dunia</p>
<p>c. Degradasi lingkungan</p>
<p>d. Penyakit menular</p>
<p>e. Migrasi dunia</p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><strong>MASALAH BAHAN MAKANAN</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Pangan:&#8212;kebutuhan pokok manusia</p>
<p>&#8212;menyangkut kelangsungan hidup</p>
<p>Masalah penting, karena:</p>
<ul>
<li>Terbatas</li>
<li>Kekurangan gizi</li>
<li>Mati kelaparan</li>
</ul>
<p>Isu masalah pangan, terkait:</p>
<ol>
<li>Kebutuhan obyektif</li>
<li>Permintaan efektif</li>
<li>Kendala peningkatan produksi</li>
</ol>
<ul>
<li>MASALAH BAHAN MAKANAN</li>
</ul>
<p>Permasalahan di negara berkembang:</p>
<p>1. Produksi merosot</p>
<p>2. Lahan berkurang</p>
<p>3. Semakin bergantung pd negara maju (susu, daging, gandum dll)</p>
<p>Negara maju:</p>
<ol>
<li>Berlebihan sampai 30% dari kebutuhan</li>
<li>Banyak menikmati sumber alam</li>
<li>Menikmati pangan berkualitas</li>
<li>Mengatur produksi pangan dunia</li>
</ol>
<p>Contoh: AS, pangan disediakan 15% WN</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MASALAH MAKANAN</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Teori Thomas Robert Malthus: (1798)</p>
<ul>
<li>Pertumbuhan penduduk=deret ukur</li>
<li>Pertumbuhan pangan    =deret hitung</li>
<li>Kondisi ini tdk seimbang, muncul bencana kelaparan, kurang gizi dll</li>
</ul>
<p>Semakin sempit lahan, bencana kekeringan semakin mengurangi produksi pangan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MASALAH PENDUDUK</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Pesatnya pertumbuhan penduduk:</p>
<ul>
<li>Kemajuan ilmu kedokteran</li>
</ul>
<p>-sarana kesehatan</p>
<p>-kesadaran masy. untuk hidup sehat</p>
<p>-harapan hidup meningkat</p>
<ul>
<li>Meningkatnya sosial ekonomi</li>
</ul>
<p>-makanan bergizi</p>
<p>-kemakmuran memperpanjang usia</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MASALAH PENDUDUK</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Dampak pesatnya pertumbuhan penduduk:</p>
<ul>
<li>Pendidikan</li>
<li>Kesehatan</li>
<li>Lapangan pekerjaan</li>
<li>Ketertiban dan keamanan</li>
<li>Berbagai kebutuhan: pangan, air, energi, dll, yang berdampak punahnya aneka hayati.</li>
</ul>
<p><strong>MASALAH PENDUDUK</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Meningkatnya kemakmuran, berdampak:</p>
<ul>
<li>Exploitasi sumber bahan mentah</li>
<li>Permintaan melampoi penawaran</li>
<li>Daya dukung ekosistim tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia</li>
<li>Akibatnya: muncul berbagai krisis, seperti ekonomi, sosial, politik dll.</li>
<li>MASALAH ENERGI</li>
</ul>
<p>Energi: sumber kehidupan yg penting</p>
<p>Sifat sumber energi:</p>
<p>a. Non renewable: tambang, dll</p>
<p>b. Renewable       : hutan produksi dll</p>
<p>Konservasi:</p>
<p>Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup dan kesejahteraan manusia</p>
<p><strong>MASALAH ENERGI</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p>Energi Penting bagi manusia:</p>
<p>1.Sumber kehidupan</p>
<p>2.Makanan menghasilkan energi</p>
<p>3.Energi kekuatan untuk bekerja</p>
<p>4.Energi bisa berubaha bentuk</p>
<p>5.Manusia berupaya menemukan energi baru</p>
<p>6. Konsumsi energi merusak lingkungan</p>
<p>7.Standar hidup tergantung energi</p>
<p>8.Pemakaian energi &#8212;-à teknologi dan budaya</p>
<p>9. Perkembangan ekonomi terkait dng energi</p>
<p>10.Penemuan energi baru&#8212;-àperubahan sosial</p>
<p>11.Distribusi energi belum merata</p>
<p><strong>MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDG) 2015</strong></p>
<ol>
<li>Pemberantasan kemiskinan dan kelaparan</li>
<li>Pendidikan dasar yang universal</li>
<li>Kesetaraan gender</li>
<li>Pemberantasan kematian bayi/anak</li>
<li>Pemberantasan HIV/AIDS, malaria, dll</li>
<li>Menjamin kelestarian lingkungan hidup</li>
<li>Peningkatan kesehatan ibu</li>
<li>Membangun kemitraan global</li>
</ol>
<p><strong>HDI (Human Development Index)</strong></p>
<ol>
<li>Income per capita</li>
<li>Pendidikan dasar</li>
<li>Layanan kesehatan masyarakat</li>
<li>Demokratisasi</li>
</ol>
<p><strong>LEARNING PARADIGMA</strong></p>
<ol>
<li>Learning to know</li>
<li>To do</li>
<li>To be</li>
<li>To live together</li>
</ol>
<ul>
<li>Pembelajaran menyenangkan</li>
<li>Tuntas/joyful learning</li>
<li>Menyatukan berbagai sumber/mastery learning</li>
<li>Berkekuatan/empowering</li>
<li>Perkembangan berkelanjutan / continues improvement</li>
</ul>
<p>sumber: waspodo dosen UNESA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=133&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/09/pendidikan-perspektif-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan IPA SD Jagat Raya dan Tata Surya</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/08/pendidikan-ipa-sd-jagat-raya-dan-tata-surya/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/08/pendidikan-ipa-sd-jagat-raya-dan-tata-surya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 07:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[JAGAT RAYA Jagat Raya : sebuah ruang tempat segenap benda langit berada,   termasuk bumi. Terbentuknya jagat raya : 1. Teori Big Bang (Dentuman Besar) terjadi sekitar 13700jt tahun lalu 2. Teori keadaan tetap (Steady-state theory) 3. Teori Osilasi (Oscitaion theory) Beberapa pandangan asal usul jagat raya : Pandangan orang yunani kuno Bumi diatur oleh beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=128&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAGAT RAYA</strong></p>
<p>Jagat Raya : sebuah ruang tempat segenap benda langit berada,   termasuk bumi.</p>
<p>Terbentuknya jagat raya :</p>
<p>1. Teori Big Bang (Dentuman Besar)</p>
<p>terjadi sekitar 13700jt tahun lalu</p>
<p>2. Teori keadaan tetap (Steady-state</p>
<p>theory)</p>
<p>3. Teori Osilasi (Oscitaion theory)</p>
<p><strong>Beberapa pandangan asal usul jagat raya :</strong></p>
<ol>
<li>Pandangan orang yunani kuno</li>
</ol>
<p>Bumi diatur oleh beberapa dewa, diantara para dewa tadi disebut dewa helios yang diakui sebagai dewa matahari, sedang dewa Zeus diakui sebagai dewa guntur</p>
<ol>
<li>Pandangan Pytaghoras bumi berbentuk bulat tidak berujung pangkal</li>
<li>Pandangan Aris Toteles</li>
</ol>
<p>Matahari, bintang planet semua beredar mengelilingi bumi. Aris Toteles tidak percaya pada dongeng para pendeta yang menyatakan bahwa dewa matahari adalah Helios dan dewa-dewa lain yang bersemayam di gunung olimpus. Akibat para pendeta menganggap Aris Toteles merusak citra agama dan dijuluki seorang Ateis dan di usir dari negaranya sampai meninggal.</p>
<p>d.  Pandangan Ptolomeus<br />
Ahli Filsafat bangsa Yunani    hidup 100 tahun  setelah Aris Totele, mengajar   bumi menjadi pusat pengajaran benda-benda langit. Teori ini sering disebut teori           geosentris.</p>
<p>e.  Pandangan Copernicus<br />
Copernicus lahir di Torum Polandia (1473-1543) dari hasil penyelidikannya bertahun-tahun kesimpulannya hanya bulan yang menelilingi bumi, benda-benda   langit yang lain beredar mengelilingi matahari, waktu        itu Copernicus masih merahasiakan karena takut di hukum sebab penemuannya bertentangan tentang    pandangan gereja.</p>
<p>f.   Pandangan menurut Galileo Galilei<br />
Galileo membenarkan teori Copernicus, karena menyetuji teori Copernicus dia dipenjara oleh   pengadilan gereja sampai meninggal. Pada masa Copernicus dan Galileo gereja mempunyai kekuasaan yang sangat besar sehingga pendapat-pendapat yang bertentangan dengan gereja akan di hukum.</p>
<p><strong>Pandangan Modern terhadap asal usul alam semesta.</strong><br />
Ilmu yang mempelajari tentang asal usul dan evolusi (perubahan) alam semesta disebut Kosmogoni.<br />
Kosmologi tidak hanya mempelajari asal usul dan evolusi tetapi diperluas isi alam semesta dan organisasinya . Melalui Kosmologi yang telah maju di kemukakan teori-teori tentang terjadinya alam semesta, dimana teori-teori itu dikelompokan menjadi tiga teori utama.<br />
Ketiga teori utama adalah :<br />
1. <strong> Teori keadaan tetap (Steady-State Theory)</strong><br />
Bahwa alam semesta dimanapun dan bila manapun sama. Pengertian lain bahwa alam semesta tak berawal dan tak berakhir, alam semesta lehih kurang sama bukan hanya dimana-mana tapi setiap saat                   Pendukung teori ini antara lain Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold .</p>
<p>2.  <strong> Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)</strong><br />
Gamau ahli fisika Amerika kelahiran Rusia dan beberapa rekannya seperti Rol Ralph Alpher, House Betehe dan Robert Herman pada akhir tahun 1940 menyatakan bahwa seluruh bahan dan tenaga dalam alam semesta pernah terpadu dalam satu bola raksasa kemudian ada “ledakan” yang memulai pengembangan alam semesta. Selanjutnya pada alat ekspansi dan pendinginan hasil ledakan itu berkondensasi menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi.<br />
<strong>3.            Teori Osilasi (Osylation Theory)</strong><br />
Teori Osilasi disebut alam semesta “berayun” berpendirian semua materi bergerak saling menjauh dari masa termampat. Materi itu akhirnya memperlambat yang pada suatu saat akan lebih lambat dari kecepatan lepas kritis berarti mulai mengkerut lagi akibat gaya gravitasi. Materi tersebut akan termampat dan meledak lagi yang dilanjutkan dengan pemuaian lagi. Dalam proses itu materi             hanya mengalami goyangan (Osylation) kaerna dalam peristiwa tersebut tidak ada materi yang rusak melainkan hanya berubah tatanannaya.</p>
<p><strong>Asal Usul Alam Semesta</strong></p>
<p><strong>Pandangan manusia tentang jagat raya :</strong></p>
<ol>
<li>Pandangan Antroposentris menyatakan bahwa manusia pusat segalanya di alam semesta.</li>
<li>Pandangan Geosentris : Bumi sebagai pusat jagat raya. Berkembang 600 SM, yang mendukung pandangan ini Thales 546 SM dan Anaxi Mander 526 SM, Phitagoras 500 SM dan Ptolomeus 85-165 M</li>
<li>Pandangan Heliosentris : Matahari pusat alam semesta. Pelopor pandangan ini Nicolaus Copernicus.</li>
<li>Pandangan Galaktisentris menyatakan galaksi pusat alam semesta.</li>
</ol>
<p><strong>Satuan jarak di Jagat Raya</strong></p>
<ol>
<li>Satuan Astronomi (SA) atau Astronomikal Unit (AU), 1SA = 1,5 x 10km, digunakan menghitung benda-benda langit dalam sistem tata surya.</li>
<li>Tahun cahaya (TC) : jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 tahun.</li>
</ol>
<p>Untuk menghitung jarak antar bintang, contoh : Jarak matahari ke bintang terdekat  (Bintang Alfa Centauri adalah 4,3 tahun cahaya</p>
<p>Jarak Galaksi Andromeda ke galaksi Bima Sakti 2jt tahun cahaya</p>
<ol>
<li>Paralaks Second (Parsec = PC), untuk mengukur jarak yang lebih besar.</li>
</ol>
<p>1PC = 3,26 TC = 206.265 SA</p>
<p><strong>Anggota Jagat Raya</strong></p>
<ul>
<li>Galaksi adalah sistim perbintangan yang meluas didalamnya terdapat jutaan bahkan milyaran bintang serta benda-benda langit lainnya yang mengelilingi pusatnya secara teratur.</li>
</ul>
<p><strong>Bentuk-bentuk Galaksi</strong></p>
<p>l  Edwin Hubble 1925 mengklasifikasikan galaksi kedalam 3 kelas utama berdasarkan bentuknya</p>
<p>1.  Bentuk Spiral (S) sekitar 80%</p>
<p>2.  Bentuk Elips (E) sekitar 17%</p>
<p>3.  Bentuk Tak Beraturan (TB) sekitar 3%</p>
<p><strong>Macam-macam Galaksi</strong></p>
<p>Dari ribuan bahkan jutaan galaksi yang ada di jagat raya ini hanya ada 2 galaksi yang dapat diamati dengan mata telanjang yaitu Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Magellan. Galaksi lain hanya dapat dilihat dengan menggunakan teleskop. Adapun dari ribuan bahkan jutaan galaksi yang diketahui antara lain, galaksi : Bima Sakti, Magellan, Andromeda dan Roda Biru.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Galaksi Bima Sakti</strong></p>
<p>l  Merupakan salah satu galaksi yang berbentuk spiral yang terdiri sekitar 100jt bintang. Matahari adalah salah satu anggotanya, inti galaksi berjarak kira-kira 35.000 TC dari matahari.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bintang</strong></p>
<p>l  Bintang adalah benda langit yang mempunyai cahaya sendiri.</p>
<p>l  Bintang terkadang ngumpul dalam kelompok sehingga membentuk Konstelasi sehingga membentuk rasi bintang</p>
<p>TATA SURYA</p>
<p>Tujuan : Setelah mempelajari modul ini di harapkan anda dapat :</p>
<ul>
<li>Menjelaskan pengertian tata surya</li>
<li>Mendiskripsikan bahwa matahari sebagai pusat tata      surya</li>
<li>Menjelaskan terjadinya rotasi dan revolusi      anggota tata surya</li>
<li>Memjelaskan proses terbentuknya tata surya</li>
<li>Menjelaskan keadaan fisik matahari</li>
<li>Menjelaskan sifat khusus matahari</li>
<li>Menjelaskan      gerakkan-gerakan anggota tata surya</li>
<li>Menjelaskan kedudukan planet-planet dan      satelit-satelit khususnya bulan sebagai satelit bumi</li>
<li>Mendiskripsikan tentang meteor yang banyak      terdapat dalam lingkungan tata surya</li>
<li>Menjelaskan terjadinya gerhana bulan</li>
<li>Menjelaskan terjadinya gerhana matahari</li>
</ul>
<p>Tata surya (Solar System)</p>
<p>Pada malam hari yang cerah jika anda memperhatikan langit kita, terlihat bintang-bintang bertaburan. Jarak bintang yang satu dengan yang lain kelihatannya selalu tetap dan seperti terletak pada satu bidang, padahal kenyataannya tidak.</p>
<p>Bintang-bintang itu mempunyai cahaya sendiri, matahari adalah bintang karena matahari mempunyai cahaya sendiri dan merupakan bintang terdekat dengan bumi walaupun jaraknya masih sekitar 149.500.000 kilometer dan matahari sebagai salah satu bintang yang terdapat pada Galaxi Bima Sakti</p>
<p>Kadang-kadang kita melihat benda-benda langit yang berpindah-pindah diantara bintang-bintang, benda-benda langit itu adalah planet. Berbeda dengan bintang planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Sampai sekarang orang mengenal sembilan buah planet pada tata surya kita dan bumi merupakan salah satu planet diantaranya. Kesembilan planet itu beredar mengelilingi matahari, garis edar atau lintasan itu disebut orbit. Arah beredarannya berlawanan dengan arah jarum jam, kalau di lihat dari kutub utara waktu beredarnya planet-planet mengelilingi matahari disebut revolusi. Waktu untuk menyelesaikan satu kali mengelilingi matahari disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi ditetapkan sebagai satuan yang dinamakan satu tahun.</p>
<p>Jadi yang dimaksud tata surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet beserta satelit-satelitnya, asteroid, komet dan meteor.</p>
<p>Bidang edar planet yaitu bidang tempat planet-planet beredar, setiap planet mempunyai bidang edar sendiri-sendiri. Satu sama lain hampir berhimpitan dan bidang edar planet bumi dinamakan bidang ekliptika. Telah disebutkan diatas bahwa setiap planet tidak mempunyai cahayasendiri, cahaya yang dikeluarkan oleh planet-planet adalah pantulan cahaya matahari yang mengenai planet-planet tersebut. Cahaya matahari yang mengenai planet-planet hanya separuh dari bola planet. Planet yang mendapatkan cahaya matahari mengalami siang dan bagian yang tidak mendapat cahaya matahari mengalami malam.</p>
<p>Pergantian siang dan malam pada planet bumi membuktikan bahwa planet-planet berputar pada sumbunya. Perputaran mengelilingi suumbu ini disebut rotasi, Sedangkan waktu sekali mengelilingi sumbu ini disebut kala rotasi. Kala rotasi dan kala revolusi tiap-tiap planet berbeda-beda.</p>
<p>Perhatiakan table I kala rotasi dank ala revolusi planet-planet.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="619">
<tbody>
<tr>
<td width="189" valign="top">Tata   Surya</td>
<td width="189" valign="top">Kala   Rotasi</td>
<td width="240" valign="top">Kala   Revolusi</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Matahari</td>
<td width="189" valign="top">25,00 hari</td>
<td width="240" valign="top">-</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Merkurius</td>
<td width="189" valign="top">58,64 hari</td>
<td width="240" valign="top">88,00 hari</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Venus</td>
<td width="189" valign="top">249,00 hari</td>
<td width="240" valign="top">224,70 hari</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Bumi</td>
<td width="189" valign="top">23,90 jam</td>
<td width="240" valign="top">365,25 hari</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Mars</td>
<td width="189" valign="top">24,60 jam</td>
<td width="240" valign="top">687,00 hari</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Yupiter</td>
<td width="189" valign="top">9,90 jam</td>
<td width="240" valign="top">11,90 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Saturnus</td>
<td width="189" valign="top">10,40 jam</td>
<td width="240" valign="top">29,50 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Uranus</td>
<td width="189" valign="top">10,80 jam</td>
<td width="240" valign="top">84,00 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Neptunus</td>
<td width="189" valign="top">15,70 jam</td>
<td width="240" valign="top">164,80 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">Pluto</td>
<td width="189" valign="top">6,40 jam</td>
<td width="240" valign="top">284,40 tahun</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top"></td>
<td width="189" valign="top"></td>
<td width="240" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Terjadinya revolusi planet-planet terhadap matahari dan rotasi pada sumbunya oleh planet itu karena adanya gaya grafitasi matahari dan gaya gravitasi dari sembilan planet itu mataharilah yang paling besar gaya gravitasinya, karena masa matahari lebih besar daripada masa seluruh planetnya.</p>
<p>Tabel II Perbandingan masa matahari dan planet-planet</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="619">
<tbody>
<tr>
<td width="284" valign="top">Tata   Surya</td>
<td width="335" valign="top">Masa   Bumi = 1</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Matahari</td>
<td width="335" valign="top">333.400,000</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Merkurius</td>
<td width="335" valign="top">0,055</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Venus</td>
<td width="335" valign="top">0,807</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Bumi</td>
<td width="335" valign="top">1,000</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Mars</td>
<td width="335" valign="top">0,106</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Yupiter</td>
<td width="335" valign="top">318.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Saturnus</td>
<td width="335" valign="top">94,100</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Uranus</td>
<td width="335" valign="top">14,400</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Neptunus</td>
<td width="335" valign="top">17,100</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top">Pluto</td>
<td width="335" valign="top">0,900</td>
</tr>
<tr>
<td width="284" valign="top"></td>
<td width="335" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>ASAL USUL TATA SURYA</p>
<p>Asal usul tata surya ada 2 golongan besar teori yang memperkirakan terjadinya tata surya</p>
<ol>
<li>Tata surya yang terdiri dari matahari yang      sebagian materi terlepas dan menjadi planet-planet serta satelit-satelit.      Teori yang mendukung ini diantaranya</li>
</ol>
<ol>
<li><em>a. </em><em>Teori pasang surut </em></li>
</ol>
<p>Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Jefferys (1917). Teori ini    dinyatakan bahwa ada bintang besar yang mendekati matahari sehingga terjadi efek pasang pada kabut matahari. Akibat daya tarik bintang besar tadi sebagian masa matahari tertarik dan bentuknya menyerupai cermin. Kemudian pecah, berputar dan mendingin menjadi planet-planet kecil termasuk satelit-satelitnya.</p>
<ol>
<li><em>b. </em><em>Teori bintang kembar</em></li>
</ol>
<p>Teori ini yang menyatakan bahwa matahari dahulu diduga merupakan dua bintang kembar. Kemudian satu bintang meledak dan pecahannya mendingin dan membentuk planet-planet dan satelit-satelit. Semua planet dan satelit yangterbentuk kini terpengaru oleh gravitasi matahari, maka planet-planet dan satelit itu beredar mengelilingi matahari membentuk tata surya seperti sekarang</p>
<ol>
<li>Tata surya berasal dari kabut atau Nebula yang      terdiri dari Helium dan Hidrogen. Teori ini dikenal sebagai Teori Nebula.</li>
</ol>
<p>Teori-teori terkenel yang mendukung teori ini diantaranya :</p>
<ol>
<li><em>a. </em><em>Teori Nebula</em></li>
</ol>
<p>Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.</p>
<ol>
<li><em>b. </em><em>Hipotesis Planetisimal</em></li>
</ol>
<p>Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.</p>
<ol>
<li><em>c. </em><em>Hipotesis Kondensasi</em></li>
</ol>
<p>Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.</p>
<p>Sifat dan keadaan keanggotaan tata surya</p>
<ol>
<li><em>1. </em><em>Matahari</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li>Matahari merupakan pusat tata surya dan merupakan bola gas bercahaya dengan suhu ± 6000°C</li>
</ol>
<ol>
<li>Massa matahari 1,99 x 10³ºkg, lebih dari 99% massa total tata surya dan kurang lebih 330000 kali masa bumi</li>
</ol>
<ol>
<li>Jari-jari matahari di ekuator sepanjang 695.000km atau 108,97 jari-jari bumi</li>
</ol>
<ol>
<li>Dalam klasifikasi bintang matahari termasuk bintang normal ditinjau dari ukurannya, hanya saja jaraknya yang dekat dengan bumi walaupun jaraknya masih sekitar 149.597.800km, matahari terlihat lebih besar dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya.</li>
</ol>
<ol>
<li>Luminositas matahari, L?, adalah satuan luminositas atau tenaga radian (tenaga yang dikeluarkan dalam bentuk foton) yang digunakan oleh astronom untuk menghitung luminositas bintang. Satuan ini sama dengan luminositas Matahari yang disetujui, 3.839×1026 W, atau 3.839×1033 erg/s.[1] Nilainya sedikit lebih tinggi, 3.939×1026 W (sama dengan 4.382×109 kg/s atau 2.107×10-15 M?/d) bila radiasi neutrino matahari dimasukkan bersama radiasi elektromagnetik.[2] Matahari adalah sebuah bintang variabel yang lemah dan luminositasnya mengambang (fluktuasi). Fluktuasi besar adalah siklus matahari sebelas tahun (siklus bintik matahari), yang menyebabkan variasi periodik sekitar ±0.1%. Variasi lain dalam 200-300 tahun terakhir dianggap lebih kecil daripada jumlah ini.</li>
</ol>
<ol>
<li>Manfaat matahari</li>
</ol>
<p>* Matahari mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bumi. Energi</p>
<p>pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan,</p>
<p>membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis,</p>
<p>dan banyak hal lainnya.</p>
<p>* Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam</p>
<p>batu bara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.</p>
<p>* Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol</p>
<p>terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet-planet lainnya.   Tanpa matahari, sulit dibayangkan kalau akan ada kehidupan di bumi.</p>
<p>g.    Korona</p>
<p>Korona adalah bagian paling luar dari atmosfer matahari yang dicirikan oleh rendahnya massa jenis dan tingginya temperatur (&gt; 1.0E+06 K). Korona tidak terlihat secara langsung dari bumi, kecuali pada saat terjadinya gerhana matahari total atau dengan bantuan teleskop dengan presisi.</p>
<p>h.   Kromosfer</p>
<p>Kromosfer adalah lapisan tipis di atmosfer Matahari. Lapisan ini terletak diatas fotosfer, dan memiliki kedalaman sekitar 2.000 kilometer.</p>
<p>Nama kromosfer berasal dari fakta bahwa kromosfer memiliki warna kemerahan. Warna kromosfer hanya dapat dilihat oleh mata telanjang pada saat gerhana matahari, ketika kromosfer terlihat dibelakang Bulan.</p>
<p>i.    Fotosfer</p>
<p>Fotosfer adalah lapisan matahari yang kita lihat sehari-hari. Cahayanya yang sangat terang mengalahkan lapisan paling luar matahari yaitu korona, sehingga sinar dari korona tidak terlihat oleh mata kita. Disekeliling fotosfer adalah lapisan gas merah cemerlang yang disebut kromosfer.</p>
<p>j.    Gerakan matahari</p>
<p>Matahari mempunyai dua macam gerakan sebagai berikut :</p>
<p>* Rotasi mengelilingi sumbunya, lamanya 25 1/2 hari satu kali putaran. Gerakan rotasi dapat dibuktikan dengan terlihat noda-noda hitam di bagian inti yang kadang-kadang berada di sebelah kanan dan kira-kira 2 minggu berada di sebelah kiri.</p>
<p>* Bergerak di antara gugusan-gugusan bintang. Selain berotasi, matahari bergerak diantara gugusan bintang dengan kecepatan 20 km per detik, pergerakan itu mengelilingi pusat galaksi.</p>
<ol>
<li><em>2. </em><em>Planet Tata Surya</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li>Suhu planet</li>
</ol>
<p>Planet-planet (kecuali mungkin planet Yupiter) tidak mempunyai sumber panas yang berarti. Pada orbit bumi, energi matahari yang datang perdetik per cm² adalah 1,37 x 10erg, harga ini disebut tetapan matahari.</p>
<ol>
<li>Nama-nama planet dan pengelompokannya
<ol>
<li>Planet dalam (Planet Interior) adalah planet-planet yang peredarrannya ada diantara Bumi dan Matahari. Planet Interior yaitu Merkurius, Venus dan Bumi.</li>
<li>Planet luar (Planet Superior) adalah planet-planet yang peredarannya ada diluar peredaaran bumi, Planet Superior yaitu Mars, Asteroid, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>-    Planet Kebumian (Planet Terestrial/Planet Minor) adalah planet yang ukuran dan massanya lebih kecil atau sama dengan Bumi. Rapat massanya rata-rata = 3,8 -5,5g/cm³, Atmosfer pengoksidasi adalah O2, Co2, H2O. Yang termasuk planet kebumian adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Pluto.</p>
<p>-    Planet Jovian (Planet Raksasa/Planet Mayor)Merupakan planet yang ukurannya jauh lebih besar daripada bumi, yaitu 13-320 massa bumi. Rapat massa rata-rata = 0,7 – 2,2g/cm³. Atmosfer pereduksi adalah H2, CH4, NH3yang termasuk planet Yovian adalah planet Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.</p>
<ol>
<li>Satelit</li>
</ol>
<p>Satelit adalah pengiring planet karena itu termasuk anggota tata surya juga. Satelit beredar mengelilingi planetnya dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Arah peredarannya sama dengan arah peredaran planet. Bidang edarnya hampir pula berimpit dengan bidang edarnya planet.</p>
<p>Bumi mempunyai sebuah satelit yaitu Bulan. Selain bumi planet-planet lain yang diketahui mempunyai satelit adalah Yupiter mempunyai 12 satelit. Mars dan Neptunus masing-masing mempunyai 2 satelit. Uranus memiliki 5 satelit, dan sturnus memiliki 10 satelit. Planet-planet lain belum diketahui memiliki satelit. Jadi tata surya kita mempunyai 32 satelit dan terbanyak planet Yupiter, yaitu 12 satelit. Dari 32 satelit 6 diantaranya sama atau lebih besar daripada Bulan. Yang diketahui mempunyai angkasa barulah planet Saturnus dan Yupiter.</p>
<ol>
<li>Meteor dan Meteorid</li>
</ol>
<p>Meteor atau bintang beralih adalah benda langit yang sangat kecil yang terdiri atas debu, pasir atau kersik langit yang bergerak mengelilingi matahari seperti planet. Keberadaan meteor jauh dari bumi sehingga tidak terlihat, tetapi pada saat meteor bergerak melintas dekat bumi dan memasuki atmosfer akan kelihatan seperti jalur cahaya. Jalur cahayanya terjadi karena pada saat meteor bergerak dengan kecepataan tinggi kurang lebih60km/detik melintasi atmosfer bumi terjadi gesekan sehingga menimbulkan panas dan membakar meteor dan akhirnya menyal. Inilah yang menimbulkan jalur cahaya dilangit, karena meteor pada umumnya berukuran sangat kecil maka dalam waktu beberapa detik habis terbakar kemudian menghilang. Cahaya pijar itu sering-sering kita lihat pada malam hari dan biasanya pada ketinggian 60-100km diatas permukaan bumi dan kesan kita seakan-akan ada bintang jatuh atau pindah.</p>
<p>Meteor atau batu bintang beralih adalah meteor yang sampai kepermukaan bumi. Meteorid adalah meteor yang berukuran besar sehingga tidak habis terbakar pada saat sampai kepermukaan bumi. Ada beberapa meteorid yang beratnya lebih dari 10.000ton, jatuhnya meteorid demikian menimbulkan kawah meteor, misalnya di Negara bagian Arisona Amerika Serikat. Setelah diselidiki ternyata meteorid tersusun dari besi dan nikel. Contoh meteoroid dapat dilihat di museum Geologi di Bandung.</p>
<ol>
<li>Komet atau bintang berekor</li>
</ol>
<p>Komet juga merupakan benda langit yang mengelilingi matahari. Komet</p>
<p>dalam bahasa Yunani artinya bintang berekor karena komet yang ditemukan pertama kali muncul dengan sinar yang terang-benderang sambil membawa ekor cahaya yang panjang. Orbit komet dalam mengelilingi matahari berbentuk sangat lonjong.</p>
<p>Komet termasuk keluarga matahari, nyatanya komet yang pernah nampak pada suatu waktu akan nampak kembali. Komet yang terkenal adalah komet Halley periodenya tiap 75tahun, yang telah diamati sejak 239SM. Terakhir terlihat pada tahun 1910 dan 1986. Komet juga bersifat rapuh karena itu komet mudah pecah.</p>
<p>Keadaan fisik komet yang berupa materi komet terdiri dari materi meteoric (1/3bagian) dan materi gembur (mudah menguap) yang merupakan senyawa H, C, N dan O. Secara garis besar susunan tubuh komet terdiri dari beberapa bagian.</p>
<p>Inti komet berdiamter antara 1-100km tampak cemerlang pada bagian kepala komet. Ketika mendekati matahari H2O dan molekul lainnya menguap dari inti dan membentuk koma yang diameternya dapat mencapai 10 pangkat5km.</p>
<p>Ekor komet adalah materi yang tertiup oleh angin matahari (semburan partikel dari matahari), karenanya kedudukan ekor komet selalu menjauhi matahari.</p>
<ol>
<li>Asteroid</li>
</ol>
<p>Asteroid adalah planet-planet kecil. Asteroid terbesar adalah ceres yang diameternya 750km. adalagi beberapa asteroid yamg diameternya 40km tetapi diameter asteroid rata-rata hanya 2km. Jadi jauh lebuh kecil dari planet. Asteroid tidak mempunyai angkasa. Asteroid yang banyaknya kira-kira 100.000 buah itu terutama berada diantara orbit Mars dan Yupiter. Kala revolusi asteroid-asteroid berkisar dari 4-6 tahun. Berntuk orbitnya hampir menyerupai lingkaran. Hanya beberapa buah asteroid saja yang mempunyai bentuk orbit yang lonjong.</p>
<p>Hukum-hukum tentang planet</p>
<p>Telah kita akui bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan dalam tata surya terdapat 9 planet utama yang beredar mengelilinginya. Ada sebuah hukum yang perlu diketahui karena berkaitan dengan adanya keterikatan antara planet-planet tata surya dengan matahari.</p>
<ol>
<li>Hukum Kepler</li>
</ol>
<p>Johanes Kepler (1571-1630) seorang ahli astronomi Jerman yang terpengaruh ajaran kopernikus dari pengamatannya terhadap benda-benda langit, muncullah hokum peredaranplanet terhadap matahari. Ada tiga hokum yang dikenal dengan Hukum Kepler.</p>
<ol>
<li>Hukum I Kepler</li>
</ol>
<p>Planet bergerak mengelilingi (mengorbit) matahari tidak berupa lingkaran sempurna, berbentuk elips, sedangkan matahari menduduki tempat salah satu titik pusat lintasan.</p>
<p>Hukum ini menjelaskan bahwa jarak planet-lanet ke matahari tidak selalu sama, ada kalanya jaraknya terdekat (Perihelion) dan terkadang pada jarak terjauh (Aphelion).</p>
<ol>
<li>Hukum II Kepler</li>
</ol>
<p>Garis-garis yang menghubungkan planet dan matahari selama revolusi planet itu  melewati bidang yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama. Akibatnya planet bergerak cepat pada saat kedudukannya dekat matahari dan bergerak lambat pada saat kedudukannya jauh dari matahari.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Titik A adalah jarak terdekat peredaran planet terhadap matahari = perihelium</p>
<p>Titik F adalah jarak terjauh peredaran planet terhadap matahari = aphelium</p>
<p>Pada selang waktu ∆t planet di titik A menempuh orbit AB. Pada selang maktu yang sama planet di titik B menempuh orbit DE berdasarkan Hukum II Kepler mendekati gagasan tentang gravitasi dengan perubahan kecepatan berfungsi untuk menyeimbangkan gaya gravitasi planet terhadap gaya gravitasi matahari. Pada jarak terdekat gaya gravitasi matahari sangat besar, planet menyeimbangkan dengan gerakan lebih cepat agar planet tidak jatuh ke matahari. Sebaliknya pada saat planet berada pada jarak terjauh dengan matahari agar planet tidak melepaskan diri dari matahari, planet bergerak dengan lambat.</p>
<ol>
<li>Hukum III Kepler</li>
</ol>
<p>Pangkat dua waktu revolusi planet berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari. Jika waktu revolusi planet dinyatakan dengan W dan jarak rata-rata planet ke matahari dinyatakan d, maka Hukum III Kepler dinyataka dalam bentuk W² = d³ atau W²/d³ = C.</p>
<p>C= bilangan Konstan.</p>
<p>Jika W menggunakan satuan “tahun” dan d menggunakan satuan “SA” dimana C bernilai 1, maka untuk semua planet berlaku perbandingan sebagai berikut :</p>
<p>W1²/d1³ = W2²/d2³ = W3²/d3³ dan seterusnya.</p>
<p>Dengan menggunakan Hukum III Kepler dapat dicari jarak rata-rata planet ke matahari atau dapat dicari berapa waktu revolusi planet jika salah satu konstanta diketahui.</p>
<ol>
<li>Hukum Newton</li>
</ol>
<p>Hukum ini dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727), dia melihat bahwa apa yang dikatakan oleh Kepler benar. Semua planet bergerak mengelilingi matahari melelui lintasan yang disebut orbit. Gerak melalui orbit ini terus-menerus dan teratur, hal ini hanya mungkin jika ada tenaga yang mengaturnya. Tenaga yang mengatur itu menurut Newton adalah <em>gaya tarik menarik </em>antara dua benda atau dua massa yaitu matahari dan planet. Gaya itu disebut gaya <em>gravitasi</em>.</p>
<p>Selanjutnya Newton menetapkan sebuah hukum yang disebut <em>hukum Newton</em>: besarnya gaya gravitasia antara dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat kedua massa tadi.</p>
<p>Kalau besarnya gaya gravitasi disebut K, kedua massa itu M1 dan M2 dengan satuan gram, dan jarak antara kedua massa itu d dengan satuan cm, maka Newton menuliskan hukumnya tadi.</p>
<p>Kalau Anda memperhatikan rumus diatas, tentunya Anda dapat menyimpulkan bahwa gravitasi K makin besarkalau massanya makin besa, dan gravitasi K makin kecil bila jarak kedua massa itu makin besar atau makin jauh.</p>
<p><em>Perhatikan gambar di bawah ini</em></p>
<p>Penulisan besar huruf untuk menggambarkan besar relatif.</p>
<p>Antara matahari dan planet terjadi gaya tarik-menarik dan matahari mempunyai massa yang besar sekali dan bahkan jauh lebih besar dari jumlah semua massa massa planetanggota tata surya. Matahari selalu menarik planet kearahnya dan planet juga menarik massa matahari. Akibatnya planet yang mempunyai gerak lurus bergerak mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk ellips.</p>
<ol>
<li>Hukum Titis-Bode</li>
</ol>
<p>Para astronom telah memperkirakan jarak tiap-tiap planet terhadap matahari dengan membandingkan jarak bumi terhadap matahari dengan menggunakan Hukum III Kepler pada tahun 1766 Titius-Bode menyederhanakan cara menghitung jarak planet ke matahari dengan menggunakan deret ukur sebagai berikut :</p>
<p>- Deret angka                    : 0;      3;    6;   12;  24; 48;  96;  192;  384;  768</p>
<p>- Tambah dengan 4           : 4;      7;   10;  16;  28; 52; 100; 196;  388;  772</p>
<p>- Bagi dengan 10               : 0,4;  0,7;  1;  1,6; 2,8; 5,2; 10;  19,6; 38,8; 77,2</p>
<p>- Planet                              : M,    V,   B,  Ma,  Pl,    J,    S,    U,      N,      P</p>
<p>Gerhana</p>
<p>Seperti yang kita ketahui, dalam tata surya bumi dan bulan merupakan benda langit yang gelap, seperti planet lainnya. Tampak bercahaya pada malam hari karena pemantulan cahaya matahari yang jatuh padanya. Bumi beredar mengelilingi matahari dan bulan beredar mengelilingi bumi. Setiap sebulan sekali, bulan akan beredar antara bumi dan matahari, saat seperti itu disebut <em>fase bulan baru</em>. Kalau saat itu matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus, maka bayangan bulan akan mengenai bumi. Peristiwa seperti itu dinamai <em>gerhana matahari</em>. Sebaliknya, bila bulan berada di dalam bayangan bumi, yaitu pada kedudukan matahari, bumi dan bulan ketiga-tiganya terletak pada garis lurus maka terjadi <em>gerhana bulan</em>. Pada saat itu bulan berada dalam <em>fase bulan purnama</em>.</p>
<p>Seandainya lintasan bulan mengelilingi bumi berhimpit dengan lintasan bumi mengelilingi matahari (ekliptika), maka dapat dipastikan bahwa setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Tetapi dalam kenyataan tidak demikian karena lintasan bulan mengelilingi bumi tidak berimpi dengan ekliptik, melainkan agak miring dengan besar kemiringan 15 derajat. Setiap bulan berkedudukan diantara matahari dan bumi disebut dalam kedudukan berkonjungsi sedang saat bulan berkedudukan sama bumi sama bulan, maka bulan dikatakan berkedudukan <em>beroposisi</em>.</p>
<p>A.  Gerhana Matahari</p>
<p>Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.</p>
<p>Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.</p>
<p>Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.</p>
<p>Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.</p>
<p>Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.</p>
<p><em>Gambar 6</em></p>
<p><em>Gerhana matahari</em></p>
<p>Beberapa hal penting tenang gerhana matahari :</p>
<ol>
<li>Gerhana matahari akan terjadi jika bulan berada pada jarak 17° dari salah satu titik simpul.
<ol>
<li>Dalam satu bulan kemungkinan dapat terjadi gerhana matahari dua kali</li>
<li>Bagian matahari yang tertutup lebih dahulu adalah bagian sebelah kanan (barat)</li>
<li>Gerhana matahari hanya telihat dari sebagian permukaan bumi saja, yaitu permukaan yang tertutup oleh bayangan-bayangan bulan</li>
<li>Gerhana matahari total (paling lama hanya 7 menit) hanya terlihat didaerah sempit dipermulaan bumi, diluar daerah itu hanya terlihat gerhana sebagian</li>
<li>Pada gerhana matahari, sebenarnya matahari tidak kehilangan cahaya. Tetapi hanya sebagian cahayanya tidak sampai dibumi karena terhalang oleh bulan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>B.  Gerhana Bulan</p>
<p>Baik bumi maupun bulan yang memperoleh pancaran sinar matahari membentuk bayangan yang berbentuk kerucut. Bayangan bulan terdiri dari dua bagaian, yaitu bagian gelap yang disebut <em>umbra</em> dan bagian yang tidak begitu gelap disebut <em>penumbra</em>.</p>
<p><em>Gambar 7</em></p>
<p><em>Gerhana Bulan</em></p>
<p>Demikian juga bumi memiliki bayangan umbra dan penumbra seperti yang terjadi pada bulan.</p>
<p>Gerhana bulan terjadi bila lintasan peredaran bulan dan ekliptika berimpitan, pada saat bulan dan matahari itu beroperasi (bertentangan), maka akan terjadi <em>gerhana bulan total</em>. Hal itu terjadi karena bulan seluruhnya masuk ke dalam kerucut bayangan inti (umbra) bumi. Dan jika sebagian saja dari bulan masuk ke bayangan umbra bumi, terjadilah <em>gerhana bulan partial</em> (sebagian). Gerhana bulan partial dapat terjadi sesudah dan sebelum terjadi gerhana bulan total.</p>
<p>Beberapa hal penting dari gerhana bulan :</p>
<ol>
<li>Gerhana bulan hanya akan terlihat pada bulan purnama dan bulan pada jarak 12° dari simpul (node)</li>
<li>Pada gerhana bulan, bagian bulan sebelah kiri (timur) yang akan tertutup lebih dahulu kemudian berakhir pada bagian sebelah kanan (barat)</li>
<li>Dalam satu bulan synodis, satu kali kemungkinan terjadi gerhana bulan</li>
<li>Pada gerhana bulan total, seluruh peristiwa berlangsung 220 menit, 2 x 60 menit untuk 2kali gerhana partial dan 100 menit berlangsungnya gerhana total</li>
<li>Pada gerhana bulan gejalanya dapat dilihat diseluruh bagian bumi yang pada waktu itu dapat melihat bulan</li>
<li>Bagian bulan yang tertutup memang tidak memberi cahaya sebab bulan memang tidak mempunyai cahaya sendiri.</li>
</ol>
<ol>
<li>Frekuensi Terjadinya Gerhana</li>
</ol>
<p>Gerhana matahari total kira-kira sama seringnya dengan gerhana bulansetiap setahun. Tetapi kita jauh lebih sering melihat gerhana bulan daripada gerhana matahari total. Sebabnya daerah di bumi yang mengalami gerhana matahari total hanya merupakan jalur yang sempit. Diameter urban dipermulaan bumi yang paling besar hanya 264 km. Sebaliknya gerhana bulan dapat dilihat disemua tempat di bumi yang sedang malam hari.</p>
<p>Rangkuman</p>
<ol>
<li>Tata Surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan sumber cahaya yang dikelilingi oleh planet-planet besarta satelit-satelitnya, asteroit, komet dan meteor.</li>
</ol>
<ol>
<li>Semua anggota tata surya disamping beredar mengelilingi sumbunya (rotasi) juga beredar mengelilingi matahari (revolusi) dan waktu 1x mengelilingi sumbu disebut kala rotasi dan waktu sekali mengelilingi matahari disebut kala revolusi.</li>
</ol>
<ol>
<li>Arah peredaran semua tata surya yaitu searah berlawanna arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara.</li>
</ol>
<ol>
<li>Terjadinya rotasi maupun revolusi karena adanya gaya-gaya gravitasi planet maupun gaya gravitasi matahari.</li>
</ol>
<ol>
<li>Planet-planet tidak mempunyai cahaya sendiri, cahaya yang terkadang dipancarkan planet merupakan pantulan dari cahaya matahari</li>
</ol>
<ol>
<li>Hukum &#8211; hukum tentang planet yaitu Hukum Kepler dan Hukum Titius–Bode.</li>
</ol>
<ol>
<li>Menurut para ahli ada dua golongan besar teori yang menerangkan terjadinya tata surya, yaitu bahwa tata surya berasal dari matahari yang didukung oleh teori-teori pasang surut dan teori bintang kembar. Teori lain menerangkan bahwa tata surya berasal dari Nebula.</li>
</ol>
<ol>
<li>Planet-planet yang ada pada tata surya dapat dikelompokan berdasarkan letaknya.</li>
</ol>
<ol>
<li>Setiap planet mempunyai satelit kecuali planet Venus dan Merkurius, Bumi memiliki satu satelit yaitu Bulan sementara planet-planet lain memiliki lebih dari satu satelit.</li>
</ol>
<p>10.  Pada saat berotasi mengelilingi bumi bulan melakukan tiga macam gerakan sekaligus yaitu berputar pada porosnya, beredar mengelilingi bumi (revolusi bulan) dan bersama bumi bergerak mengelilingi matahari (revolusi bumi).</p>
<p>11.  Jika suatu saat bayang-bayang bumi mengenai bulan maka terjadi gerhana bulan dan jika bayang-bayang bulan mengenai bumi maka terjadi gerhana matahari.</p>
<p>12.  Komet atau bintang berekor adalah bentuk angkasa yang tidak padat (gembur) mudah menguap merupakan senyawa dari H, C, N dan O. Ekor komet kedudukannya selalu menjauhi matahari karena tertiup oleh angin matahari.</p>
<p>Test Formatif</p>
<p>Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas</p>
<ol>
<li>Jelaskan pengertian rotasi, revolusi, kala rotasi dan kala revolusi ?</li>
</ol>
<ol>
<li>Jelaskan pengertian tata surya ?</li>
</ol>
<ol>
<li>Mengapa planet-planet mengalami rotasi dan revolusi ?</li>
</ol>
<ol>
<li>Jelaskan yang memperkirakan asal usul tata surya ?</li>
</ol>
<ol>
<li>Jelaskan pengertian :
<ol>
<li>Teori pasang surut</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>b.Teori bintang kembar</p>
<p>c. Teori Nabula</p>
<p>d.Teori Hipotesis Planetisima</p>
<p>e.Teori Hipotesis Kondensasi</p>
<ol>
<li>Jelaskan pengerjian dari :</li>
</ol>
<p>a.Korona</p>
<p>b.Kromosfer</p>
<p>c. Fotosfer</p>
<ol>
<li>Sebutkan nama-nama planet beserta pengelompokannya !</li>
</ol>
<ol>
<li>Jelaskan pengertian satelit dari anggota tata surya kita dan sebutkan planet yang mempunyai satelit terbanyak serta berapa jumlahnya !</li>
</ol>
<ol>
<li>Coba jelaskan tentang meteor dan meteroid !</li>
</ol>
<p>10.  Hukum II Kepler tentang planet menjelaskan apa ?</p>
<p>11.  Bagaimana Titius-Bode menghitung jarak rata-rata planet ke matahari ?</p>
<p>12.  Bagaimana penggunaan Hukum III Kepler ?</p>
<p>13.  Bagaimanakah dan jelaskan sikap ekor komet ketika mendekati matahari ?</p>
<p>14.  Mengapa bulan terkadang berbentuk sabit dan terkadang kelihatan penuh ?</p>
<p>15.  Mengapa siang dan malam dapat terjadi ? Mungkinkan bumi akan mengalami siang terus atau sebaliknya ?</p>
<p><strong>Koordinat Pada Muka Bumi</strong></p>
<p>Untuk menentukan letak suatu tempat dimuka bumi kita mengenal adanya panjang geografis (sebagai absis/lintang) pada globe disebut garis lintang dan lebar geografis (sebagai ordinat/bujur) pada globe disebut garis bujur.</p>
<p>Pada peta garis lintang arahnya dari kiri ke kanan dan garis bujur dari bawah ke atas.</p>
<ol>
<li>garis      lintang</li>
</ol>
<p>Garis lintang yang membentuk lingkaran paling besar yaitu garis yang membelah bumi menjadi dua bagian yang sama besar disebut garis equator atau garis lintang 0°.  Garis ini membagi belahan bumi utara dan selatan. Garis ini melalui kota Pontianak di Provinsi Kalimantan barat dan kota ini di kenal sebagai kota katulistiwa. Selanjutnya lingkaran sejajar equator kearah utara di sebut lintang utara dan kearah selatan di sebut lintang selatan. Lintang utara dan lintang selatan dihitung dari equator sampai titik kutup utara adalah 90° demikian juga sampai kutub selatan adalah  90°</p>
<ol>
<li>Garis      bujur</li>
</ol>
<p>Hal yang membentuk lingkaran arah vertical, garis ini akan melalui kedua titik yaitu kutub utara dan kutub selatan. Lingkaran ini di sebut lingkaran bujur atau lingkaran meridian, sehingga garisnya di sebut garis bujur atau garis meridian, lingkaran ini membagi bumi menjadi dua belahan yaitu belahan timur dan belahan barat. Garis yang membentuk lingkaran membelah bumi menjadi dua bagian tepat 0° di kota Greenwich dekat London, di sebut juga sebagai garis bujur meridian primer. Dari meridian Greenwich ini dihitung kearah timur sampai 180° disebut sebagai bujur timur (BT) dan kearah barat sampai 180° di sebut sebagai bujur barat (BB). 180° BT dan 180° BB sebenarnya kedua garis ini behimpit dan garis ini sebagai patokan untuk penanggalan letaknya di  kepulauan Fiji bagian timur samudera Pasifik dan garis ini disebut juga garis penanggalan Internasional</p>
<ol>
<li>Panjang      Geografis</li>
</ol>
<p>Dalam menentukan panjang geografis di mulai dari 0° sampai 180° yang kearah timur disebut BT dan yang barat di sebut BB. Sedang garis bujur 0° (meridian 0°) diteteapkan secara Internasional di kota Greenwitch dekat London di Negara Greadtanica (Inggris). Kota Greenwitch mempunyai gedung peneropong bintang  “Greenwitch”</p>
<ol>
<li>Lebar      Geografis</li>
</ol>
<p>Lebar geografis dihitung dari 0° di katulistiwa sampai 90° kutub utara atau kutub selatan garis yang membentuk lingkaran ini di sebut juga garis lintang. Jadi dengan mengetahui panjang geografis dan lebar geografis dengan mudah dapat menentukan tempat pada muka bumi</p>
<p>Waktu dan Penanggalan</p>
<p>Telah kita ketahui bahwa bumi berputar pada porosnya dari arah barat ke timur, sehingga kita melihat benda-benda langit bergerak dari timur ke barat, gerakan ini disebut gerakan semu.</p>
<ol>
<li>Hari      Matahari</li>
</ol>
<p>Satu hari matahari semu ditentukan oleh selang waktu antara dua kulminasi. Kulminasi atas pada tengah hari (jam 12.00) dan kulminasi bawah di sebut tengah malam (24.00 atau jam 00.00) dari hasil pengamatan bahwa panjang hari matahari semu selama setahun berbeda-beda hal ini karena revolusi bumi lintasannya berbentuk elips, sehingga waktu lintasan dekat dengan matahari (perihelium) pergesekan pada ekliptika cepat dan pada saat lintasaj terjauh pada matahari (aphelium) pergesekan pada ekliptika lambat. Dengan adanya refolusi bumi tidak sama sedangkan rotasi bumi tetap maka terjadilah pergeseran semu pada ekliptika tidak seragam akibatnya saat matahari mencapai kulminasi tidak sama. Dan saat matahari berkulminasi (waktu menengah) besarnya samadengan waktu semu (jam 12.00) + perata waktu</p>
<p>Rumus : Waktu menengah          = waktu semu + perayta waktu</p>
<p>Table jumlah menit perata waktu</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="44" valign="top">Tgl</td>
<td width="44" valign="top">Jan</td>
<td width="44" valign="top">Feb</td>
<td width="44" valign="top">Mar</td>
<td width="44" valign="top">Apr</td>
<td width="44" valign="top">Mei</td>
<td width="44" valign="top">Jun</td>
<td width="44" valign="top">Jul</td>
<td width="44" valign="top">Ags</td>
<td width="44" valign="top">Sep</td>
<td width="44" valign="top">Okt</td>
<td width="44" valign="top">Nov</td>
<td width="44" valign="top">Des</td>
</tr>
<tr>
<td width="44" valign="top">1</td>
<td width="44" valign="top">+3</td>
<td width="44" valign="top">+14</td>
<td width="44" valign="top">+13</td>
<td width="44" valign="top">+4</td>
<td width="44" valign="top">-3</td>
<td width="44" valign="top">-2</td>
<td width="44" valign="top">+3</td>
<td width="44" valign="top">+6</td>
<td width="44" valign="top">0</td>
<td width="44" valign="top">-10</td>
<td width="44" valign="top">-16</td>
<td width="44" valign="top">-11</td>
</tr>
<tr>
<td width="44" valign="top">15</td>
<td width="44" valign="top">+9</td>
<td width="44" valign="top">+14</td>
<td width="44" valign="top">+9</td>
<td width="44" valign="top">0</td>
<td width="44" valign="top">-4</td>
<td width="44" valign="top">0</td>
<td width="44" valign="top">+6</td>
<td width="44" valign="top">-4</td>
<td width="44" valign="top">-5</td>
<td width="44" valign="top">-14</td>
<td width="44" valign="top">-15</td>
<td width="44" valign="top">-5</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Contoh :</p>
<ol>
<li>Tanggal 15 Maret matahari berkulminasi jam 12.09, terbit jam 06.09, terbenam jam 18.09</li>
<li>Tanggal 1 Oktober matahari berkulminasi jam 11.50, terbit jam 05.50, terbenam jam 17.50</li>
</ol>
<p>Dalam pengguanaan sehari hari orang beragama Islam mendapatkan waktu sholat dhuhur berbeda-beda ini erat kaitanya dengan titik kulminasi matahari.</p>
<p>Pembagian Waktu</p>
<ul>
<li>Rotasi bumi = 24jam</li>
<li>Jarak tempuh = 360°, 1° bujur ditempuh 4 menit, 15° bujur di tempuh dalam waktu 1 jam</li>
<li>Permukaan bumi  di bagi atas 24 daerah waktu (24jam), 1 daerah waktu 15° bujur</li>
<li>Waktu pangkal Greenwich (GMT), yaitu waktu untuk garis bujur yang melewati Greenwitch dekat London di tetapkan sebagai bujur 0°. Setiap garis bujur yg jauhnya 5° atau kelipatan 15° di sebelah timur dan di sebelah bujur 0 di pakai sebagai bujur standard. Waktu pada bujur standard disebut waktu standard atau waktu local (LMT)</li>
</ul>
<p>LMT =GMT ± meridian kali 4 menit</p>
<p>Keterangan  :</p>
<p>LMT (Local Mean Time/waktu setempat)</p>
<p>GMT (Greenwich Mean Time/waktu GMT)</p>
<p>Meridian kali 4 menit</p>
<p>-          bila di BB dan + bila di BT</p>
<p>Contoh :</p>
<ol>
<li>Suatu      kota      terletak 30° BT waktu GMT 10.15, jam berapa waktu setempat?</li>
</ol>
<p>Jawab   :               Posisi BT(+)</p>
<p>LMT = GMT +</p>
<p>LMT = 10.15 + (30&#215;4)</p>
<p>LMT = 10.15 + 120 menit</p>
<p>LMT = 12.15</p>
<p>Waktu setempat menunjukan 12.15</p>
<ol>
<li>Suatu      kota 90°      BB waktu setempat menunjukan pukul 07.00, jam berapa wakotu GMT ?</li>
</ol>
<p>GMT = LMT ±</p>
<p>GMT = 07.00 + (90&#215;4)</p>
<p>GMT = 07.00 + 360 menit</p>
<p>GMT = 07.00 + 6</p>
<p>GMT = 13.00</p>
<p>Jadi waktu GMT menunjukan pukul 13.00</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Pendidikan IPA SD</span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong><strong> </strong></p>
<p>Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam</p>
<p>Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan “Natural Sciense” sering disebut “Sciense”.</p>
<p>Natural artinya ilmiah, berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Definisi IPA :</span><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam, tentang sifat-sifat dan gejala-gejala yang dapat ditimbulkannya</p>
<p>Pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik</p>
<p>Apa yang dilakukan oleh ahli IPA</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ilmu Pengetahuan Alam sebagai Produk</span><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Produk IPA merupakan hasil kegiatan emperitik dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuan selama berabad-abad.</p>
<p>Produk IPA adalah fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, teori-teori.</p>
<p>Fakta : pernataan tentang benda-benda yang benar-benar ada atau kejadian yang benar-benar terjadi.<br />
Contoh :<br />
- Air membeku pada suhu 0°<br />
- Benda apabila dipanaskan akan memuai<br />
- Tadi dijalan ada kecelakaan, dll</p>
<p>Konsep : Ide-ide yang mempersatukan fakta.<br />
Contoh :<br />
- Benda-benda hidup dipengaruhi oleh lingkungannya<br />
- Konsep-konsep tentang udara<br />
- Konsep-konsep tentang zat cair</p>
<p>Prinsip : Generalisasi tentang hubungan diantara                 konsep-konsep IPA.<br />
Contoh :<br />
- Udara dipanaskan akan memuai<br />
Pinsip ini menghubungkan tentang konsep udara, panas dan       pemuaian.Prinsip bersifat analitik sebab merupakan generalisasi    induktif yang ditarik dari beberapa contoh.<br />
Prinsip diskriptif paling tepat tentang obyek atau kejadian.</p>
<p>n  Prinsip bersifat tentatif.<br />
- Induktif : Khusus ke umum<br />
- Hukum : Prinsip yang sudah diterima dan mengalami          pengujian yang lebih kekal atau suatu aturan                      alam yang mengiktisarkan hasil-hasil                             pengamatan dan eksperimen yang berkaitan.<br />
- Teori : Suatu penjelasan pada banyak pengalaman yang                didukung oleh hasil-hasil eksperimen atau                              kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-            konsep dan prinsip-prinsip yang saling                                     berhubungan.</p>
<p>n  <span style="text-decoration:underline;">IPA sebagai Proses</span></p>
<p>Keterampilan proses IPA adlah keterampilan yang dilakukan para ilmuan diantaranya untuk menghasilkan produk IPA, diantaranya keterampilan :</p>
<p>n  Mengamati (observasi), mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan fariable, merumuskan hipotesa, membuat grafik dan tabel data, membuat definisi operasional dan melakukan eksperimen, mengkomunikasikan eksperimen.</p>
<p>n  Keterampilan mengamati atau observasi</p>
<p>Pengamatan terhadap obyek dan gejala alam dilakukan dengan lima indera.</p>
<p>Pengamatan hanya dengan lima indera tanpa mengacu pada satuan pengukuran baku tertentu disebut pengamatan kualitatif. Sedang pengamatan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan kuantitatif.</p>
<p>n  Ada 4 butir panduan agar dapat memberikan hasil pengamatan secara efektif adalah :</p>
<ol>
<li>Berikan      hanya apa yang dapat diambil</li>
<li>Buatlah      pemerian yang singkat</li>
<li>Gunakan      bahasa yang tepat dan teliti</li>
<li>Hanya      pemberian hasil pengamatan bukan inferensia atas hasil pengamatan.</li>
</ol>
<p>n  Pengamatan merupakan proses inferensi dalam IPA.<br />
Inferensi : Penarikan kesimpulan<br />
Inferinsi adalah kesimpulan setelah melakukan observasi dan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.</p>
<p>Keterangan proses berikutnya adalah eksperimen (penelitian). Dalam penelitian adalah bekerja dengan variable, Ada 3 variable suatu penelitian yaitu :<br />
1.  Variable bebas : variable yang dengan sengaja dimanipulasi oleh si    peneliti atau suatu faktor yang diatur oleh pelaku peneliti.<br />
2.  Variable tergantung (variable terikat) : variable yang berubah-ubah sebagai akibat dari perubahan variable bebas atau suatu faktor yang nilainya tergantung nilai variable bebas.<br />
3.  Variable terkontrol : variable yang senagja dibuat konstan dalam penelitian agar tidak mengacaukan penelitian .</p>
<p>Variable adalah suatu besaran yang dapat bervariasi atau berubah pada situasi tertentu.</p>
<p>n  <span style="text-decoration:underline;">Langkah-langkah Metode Ilmiah :</span></p>
<p>Menentukan masalah, Apa yang ingin anda temukan ?</p>
<p>Merumuskan hipotesis, Apa prediksi yang ingin anda uji ?</p>
<p>Menguji hipotesis anda, Langkah-langkah apa yang dapat kamu ikuti untuk mencapai suatu kesimpulan tentang hipotesis anda ? Pengukuran apa yang seharusnya anda catat ?</p>
<p>Menganalisis hasil-hasil, Apakah yang terjadi selama penelitian anda ?</p>
<p>Menarik kesimpulan, Apakah pengamatan dan data anda menunjukan bahwa hipotesis anda didukung ? Jika tidak apakah anda berpikir hipotesis anda harus diubah, ataukah prosedur eksperimen anda memerlukan penyesuaian?</p>
<p>n  <em><span style="text-decoration:underline;">IPA sebagai Pengembangan Sikap</span></em><em><span style="text-decoration:underline;"> </span></em></p>
<p>Pengembangan sikap didalam IPA diantaranya</p>
<p>n  Sikap ingin tahu</p>
<p>n  Sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru</p>
<p>n  Sikap kerjasama</p>
<p>n  Sikap tidak putus asa</p>
<p>n  Sikap bertanggung jawab</p>
<p>n  Sikap terbuka</p>
<p>n  Sikap obyektif</p>
<p>n  Sikap menghargai pendapat orang lain</p>
<p>n  Sikap teliti</p>
<p>n  Sikap hati-hati</p>
<p>n  Sikap tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat</p>
<p>n  Soal ..</p>
<ol>
<li>Apa      fungsi dari suatu kontrol dalam eksperimen ?</li>
<li>Anda      sedang bereksperimen untuk menemukan bagaimana temperatur air mempengaruhi      kecepatan gula larut ?</li>
</ol>
<p>Nyatakan dalam eksperimen ini :</p>
<p>a. Variable bebas</p>
<p>b. Variable tergantung</p>
<p>c. Variable kontrol</p>
<ol>
<li>Rancangkan      sebuah eksperimen untuk menentukan rute tercepatdari rumah ke kampus anda      !</li>
<li>Jalaskan      mengapa pembelajaran IPA yang menekankan fakta-fakta IPA adalah kurang      tepat !</li>
<li>Pembelajaran      IPA yang manakah yang mencerminkan hakekat IPA secara utuh ?</li>
</ol>
<p>n  Pengembangan Indikator</p>
<p>Dokumen standar isi dan kompetensi (SISKO) 2006 akan kita temukan daftar isi dan kompetensi tiap mata pelajaran, kelas dan semester.</p>
<p>SISKO 2006 tetap dikembangkan berdasar pendekatan penguasaan kompetensi</p>
<p>n  A. Penertian Kompetensi</p>
<p>n  Kompetensi pengertiannya sebagai pengetahuan, keterampilan dan sikap nilai yang terwujud dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.</p>
<p>n  Kurukulum disusun dengan berorientasi (berbasis) pada kompetensi, rumusan tujuan dan isinya akan menekankan pada penguasaan sejumlah kompetensi bagi para siswa meliputi aspek : Kognitif, Psikomotor dan Afektif. Berbeda dengan kurikulum berbasis materi yang lebih menekankan kepada penguasaan materi pelajaran yang cenderung bersifat kognitif saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=128&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/08/pendidikan-ipa-sd-jagat-raya-dan-tata-surya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Terpadu</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/08/7-dari-model-pembelajaran-terpadu-lainnya/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/08/7-dari-model-pembelajaran-terpadu-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 06:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[oleh Nurul Ayni S1 2007 PGSD UNESA Arti pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran Manfaat pembelajaran terpadu Topik yang tertuang mempunyai keterkaitan konsep yang dipelajari siswa Siswa memanfaatkan ketrampilannya Siswa mampu memproses informasi Membantu siswa memecahkan masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=121&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>oleh Nurul Ayni </strong></p>
<p><strong>S1 2007 PGSD UNESA</strong></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> Arti pembelajaran terpadu</p>
<p class="MsoNormal">Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Manfaat pembelajaran terpadu </strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Topik      yang tertuang mempunyai keterkaitan konsep yang dipelajari siswa</li>
<li class="MsoNormal">Siswa      memanfaatkan ketrampilannya</li>
<li class="MsoNormal">Siswa      mampu memproses informasi</li>
<li class="MsoNormal">Membantu      siswa memecahkan masalah dan berpikir kritis</li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan      daya ingat siswa</li>
<li class="MsoNormal">Dekat      dengan situasi kehidupan nyata</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">KELEBIHAN PEMBELAJARAN TERPADU</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Relevan      dengan tingkat perkembangan anak</li>
<li class="MsoNormal">Sesuai      dengan minat dan kebutuhan anak</li>
<li class="MsoNormal">Bermakna      bagi anak</li>
<li class="MsoNormal">Ketrampilan      berpikir anak berkembang</li>
<li class="MsoNormal">Kegiatan      belajar bersifat pragmatis</li>
<li class="MsoNormal">Ketrampilan      sosial anak berkembang</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<address><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></address>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong>Kelebihan-Kelebihan Pembelajaran Terpadu </strong><strong> </strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Pengalaman      dan kegiatan belajar peserta didik akan selalu relevan dengan tingkat      perkembangannya</li>
<li class="MsoNormal">Kegiatan      yang dipilih dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik</li>
<li class="MsoNormal">Seluruh      kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik sehingga hasil belajar      akan dapat bertahan lebih lama</li>
<li class="MsoNormal">Menumbuhkan      keterampilan berpikir kritis dan sosial peserta didik</li>
<li class="MsoNormal">Menyajikan      kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering      ditemui dalam kehidupan atau lingkungan peserta didik</li>
<li class="MsoNormal">Dapat      meningkatkan kerjasama antar guru bidang kajian terkait, guru dengan      peserta didik, peserta didik dengan peserta didik,peserta didik/guru      dengan narasumber</li>
<li class="MsoNormal">Melatih      siswa untuk semakin banyak membuat hubungan inter dan antarpelajaran</li>
<li class="MsoNormal">Transfer      pembelajaran dapat mudah terjadi bila situasi pembelajaran dekat dengan      situasi kehidupan nyata</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong>Kekurangan Pembelajaran Terpadu </strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal">Ditinjau dari :</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Aspek Guru</li>
<li class="MsoNormal">Aspek      Peserta Didik</li>
<li class="MsoNormal">Aspek Sarana      dan Sumber Pembelajaran</li>
<li class="MsoNormal">Aspek      Kurikulum</li>
<li class="MsoNormal">Aspek      Penilaian</li>
<li class="MsoNormal">Aspek      Suasana Pembelajaran</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>1o Model Pembelajaran Terpadu</strong></p>
<p><strong>What the meaning of 10 models from 10 models?</strong></p>
<p>Menurut Fogarty dalam bukunya <em>How to Integrate the Curricula </em>, ada 10 macam model pembelajaran terpadu, seperti :</p>
<ol>
<li>The connected model (model terhubung)</li>
<li>The webbed model (model jaring laba-laba)</li>
<li>The integrated model ( model integrasi)</li>
<li>The nested model (model tersarang)</li>
<li>The fragmented model ( model fragmen)</li>
<li>The sequenced model ( model terurut)</li>
<li>The shared model ( model terbagi)</li>
<li>The threaded model (model pasang benang)</li>
<li>The immersed model (model terbenam)</li>
<li>The networked model (model jaringan)</li>
</ol>
<p>Menurut Prabowo (2000:3), dari kesepuluh model tersebut, ada 3 model yang dipandang layak untuk dikembangkan dan mudah dilaksanakan pada pendidikan formal (sekolah dasar). Ketiga model itu adalah the connected model (model terhubung), the webbed model (model jaring laba-laba), dan the integrated model ( model integrasi).  Selain itu juga, hanya 3 model tersebut yang digunakan pada kurikulum PGSD.</p>
<p>Model yang sesuai untuk pembelajaran SD adalah model yang disesuaikan oleh kondisi dan situasi saat itu. Semua model akan berjalan dengan baik dan mulus asalkan cocok dengan kondisi saat itu. Dan semua model itu adalah baik untuk pembelajaran.</p>
<p>Setelah mengetahui bahasan dari 3 model pembelajaran terpadu yang menjadi kurikulum PGSD, Berikut ini adalah makna yang terkandung dalam 7 model dari 10 model pembelajaran terpadu.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>The Nested Model (Model Tersarang)</strong></li>
</ol>
<p>Model Sarang<em> (Nested)</em> adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi. Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada  kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. model ini dapat digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap melalui aktivitas yang telah terstruktur.</p>
<p>Contoh : pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat aspek membaca, menulis, berbicara, menyimak. Keempat aspek tersebut menjadi satu keterpaduan yang menghasilkan ketrampilan berbahasa.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan</span> model sarang antara lain : kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan </span>model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>The Fragmented Model ( Model Fragmen)</strong></li>
</ol>
<p>Model Penggalan <em>(Fragmented)</em> adalah model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda. Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.</p>
<p>Contoh: dalam satu pelajaran, terdapat materi perambatan cahaya (content), prediksi (thinking skill), dan peta konsep (organizing skill).  Yang merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep ketrampilan berpikir, dan ketramplan mengorganisir.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan</span> model ini : siswa tidak dapat mengintegrasikan konsep-konsep yang sama, keterampilan serta sikap yang ada kaitannya satu dengan yang lainnya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan</span> model ini antara lain : guru dapat menyiapkan bahan ajar sesuai dengan bidang keahliannya dan dengan mudah menentukan ruang lingkup bahasan yang diprioritaskan dalam setiap pengajaran.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>The Sequenced Model ( Model Terurut)</strong></li>
</ol>
<p>Model Pengurutan (<em>Sequenced</em>) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan mengurutkan urutan topic-topik yang diajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling mengutamakan karena tiap subjek saling mendukung.</p>
<p>Contoh: pada mata pelajaran IPA dan matematika tentang pengukuran. Pelajaran IPA= suhu(Kelvin, derajat, Fahrenheit, Reamur. Pelajaran matematika= cara pengolahan data. Dengan cara penambahan, pengurangan,  pembagian, dan perkalian.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan </span>model ini adalah dalam penyusunan urutan topic, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak dibatasi oleh apa yang sudah tercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut pandang siswa, pengurutan topic yang berhubungan dari disiplin yang berbeda akan membantu mereka untuk memahami isi dari mata pelajaran tersebut.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan </span>model pengurutan antara lain perlu adanya kerjasama antara guru-guru bidang studi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara konsep yang ssatu dengan konsep yang lainnya</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>D. </strong><strong>The Shared Model ( Model Terbagi)</strong></li>
</ol>
<p>Model Irisan (<em>Shared</em>) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan serta sikap. Penggabungan antara konsep pelajaran, keterampilan dan sikap yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dipayungi dalam satu tema. Model ini berbeda dengan model sarang, dimana tema memayungi dua mata pelajaran, aspek konsep, keterampilan dan sikap menjadi kesatuan yang utuh. Sedangkan pada model sarang, sebuah tema hanya memayungi satu pelajaran saja.</p>
<p>Contoh: menggabungkan 2 mata pelajaran atau lebih dalam satu tema.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan</span> model ini antara lain adalah dalam hal mentransfer konsep secara lebih dalam, siswa menjadi lebih mudah melakukannya. Misalnya dengan alat bantu media film untuk menanamkan konsep dari dua mata pelajaran dalam waktu yang bersamaan.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan </span>model ini antara lain adalah untuk menyususn rencana model pembelajaran ini diperlukan kerjasama guru dari mata pelajaran yang berbeda, sehingga perlu waktu ekstra untuk mendiskusikannya.<strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>E. </strong><strong>The Threaded Model (Model Pasang Benang)</strong></li>
</ol>
<p>Model Bergalur (<em>Threaded</em>) adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek. Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (<em>problem solving</em>) dari beberapa mata pelajaran dicari materi yang merupakan bagian dari <em>problem solving</em>. Seperti komponen memprediksi, meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuag bacaan, hipotesis laboratorium dan sebagainya. Keterampilan-keterampilan ini merupakan dasar yang saling berkaitan. Keterampilan yang digunakan dalam model ini disesuaikan pula dengan perkembangan usia siswa sehingga tidak tumpang tindih.</p>
<p>Contoh: disuatu mata pelajaran, membutuhkan pemecahan masalah dari mata pelajaran lainnya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan</span> model ini antara lain : konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif. Model ini membuat siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan dating sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Niali lebih dari model ini adalah materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni sehingga siswa yang mempunyai tingkat pemikiran superordinat memiliki kekuatan transfer pada keterampilan hidup.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan</span> model ini antara lain : Hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit sehingga siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Guru perlu memahami keterampilan dan strategi yang digunakan siswa agar dapat mengembangkan dirinya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>F. </strong><strong>The Immersed Model (Model Terbenam)</strong></li>
</ol>
<p>Model Terbenam (<em>Immersed</em>) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya. Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMU dalam bentuk proyek di akhir semester.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan</span> model ini adalah ; setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dpat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Mata pelajaran menjadi lebih terfokus dan siswa akan selalu mencari tahu apa yang menjadi pertanyaan baginya, sehingga pengalamannya menjadi lebih luas. Model ini melatih kreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari jenjang SD hingga SMU. Bagi siswa kelas 4 SD model ini dapat dilaksanakan pada hari HUT RI. Misalnya merancang sebuah pesawat terbang yang seimbang lalu dipamerkan.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan</span> model ini antara lain : siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan utnuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar. Guru perlu waktu untuk mengorganisir semua kegiatan proyek yang dilaksanakan oleh siswa yang tersususn secara baik dan terencana sebelumnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>G. </strong><strong>The Networked Model (Model Jaringan)</strong></li>
</ol>
<p>Model Jaringan Kerja (<em>Networking</em>) adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet, saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Keunggulan</span> model ini : siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sararannya. Hal ini umumnya muncul secara tidak sengaja selama proses pembelajaran di kelas sedeng berlangsung.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kelemahan</span> model ini adalah : kemnkinan motivasi siswa akan berubah sehingga kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>BAB III</strong></p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Belajar merupakan sebuah keharusan. Bagi manusia pada umumnya. Minimal untuk pembelajaran diri sendiri. Ketika sebuah proses pembelajaran dimulai. Ada beberapa hal terkait yang harus senantiasa terpadu keberadaannya. Sebagaimana pembelajaran yang dilakukan siswa didik. Keterpaduan beberapa aspek senantiasa menjadi permulaan untuk memulai. Keluarga sudah pasti menjadi penentu keberhasilan awal bagi anak untuk belajar atas segala hal yang mereka akan hadapi. Keluarga pulalah yang menjadi pilar utama puncak keberhasilan proses pembelajaran anak. setelah kondisi keluarga mendukung pada proses. Tentunya yang tidak kalah penting, Sekolah secara formal atau tidak formal menjadi tuntutan berikutnya. Betapa banyak para orang tua berusaha mencari lembaga/sekolah sebagai pilihan bagi putra-putrinya. Bahkan tidak jarang kita temui di sebagian orang harus mengorbankan sebagian harta miliknya untuk mendapatkan fasilitas sekolah yang menjadi pilihannya. Yang tidak kalah penting yang menjadi salah satu aspek keterpaduan sebuah proses pembelajaran adalah lingkungan itu sendiri.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>¨  Depdiknas. 1996. Pembelajaran <em>Terpadu D-II PGSD Dan S-2 Pendidikan Dasar</em>. Jakarta: Depdiknas.<strong> </strong></p>
<p>¨  Trianto ,S.pd.,M.pd. 2007. <em>Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek</em>. Jakarta: prestasi pustaka publisher<strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <span style="font-family:&amp;"><span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><br />
A. Langkah- Langkah pembelajaran Terpadu Secara umum</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Menganalisis      Standar Isi</li>
<li class="MsoNormal">Menyusun      bahan ajar, yang mengacu kepada standar isi pendidikan</li>
<li class="MsoNormal">Merancang      Pembelajaran Terpadu,</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat rencana pembelajaran terpadu tersebut adalah: (a) menetapkan tema sentral pembelajaran yang akan berfungsi sebagai alat pengait pembelajaran, (b) merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik, (c) mengidentifikasi konsep-konsep yang memiliki sifat keterkaitan baik yang terdapat dalam intra maupun antar mata pelajaran yang akan diintegrasikan, (d) merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan,   (e) menetapkan alat evaluasi yang akan digunakan.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Penerapan      Konsep</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong>B.  Langkah- Langkah Pembelajaran Terpadu Berdasarkan Modelnya</strong></p>
<p class="MsoNormal">Ada tiga model pembelajaran terpadu, yaitu model webbed, model connected dan model integrated.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Pembelajaran      Terpadu Model <em>Connected</em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong><em> </em></strong>yaitu pembelajaran yang memadukan konsep antara konsep yang satu dengan konsep yang lain  dalam satu mata pelajaran saja.</p>
<p class="MsoNormal">Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran keterhubungan sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru menentukan salah satu topik dalam satu mata pelajaran tertentu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru mengaitkan salah satu konsep pembelajaran dengan konsep yang dalam satu mata pelajaran</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang berisi aktivitas siswa yang  dilakukan dalam pembelajaran</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru dan siswa bersama-sama memberikan kesimpulan, penegasan dari pembelajaran yang telah dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru bisa melakukan evaluasi baik proses maupun hasil yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Pembelajaran      Terpadu Model <em>Webbed</em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Pembelajaran terpadu model webbed merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Langkah-langkah yang ditempuh dalam model pembelajaran jaring laba-laba sebagai berikut.: </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru menentukan tema utama dan tema lain yang telah dipilih dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran/bidang Studi, tema ini bisa dinegosiasi atau didiskusikan antara guru dan siswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru menyiapkan tema-tema yang telah terpilih, misalnya tema matematika, kesenian, bahasa dan IPS yang sesuai dengan tema utama ,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru menjelaskan tema-tema yang terkait sehingga materinya lebih luas,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru memilih konsep atau informasi yang bisa mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Dari tema yang telah terpilih maka dikembangkan  aktivitas belajar yang akan dilakukan oleh siswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong>3.  Model Pembelajaran Terpadu <em>Integrated.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">Model <em>integrated </em>yaitu pembelajaran yang menggabungkan bidang studi dengan cara menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling berhubungan di dalam  beberapa bidang studi.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antar bidang studi.</p>
<p class="MsoNormal"><em> Langkah-langkah pembelajaran terpadu model integrated sebagai berikut:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru mencari konsep atau keterampilan yang memiliki keterkaitan erat dengan  mata pelajaran lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru menyusun RPP yang terdiri dari gabungan konsep-konsep beberapa mata-pelajaran,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">•<span style="font-family:&amp;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Guru menentukan alokasi waktu karena untuk pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu lebih dari satu kali pertemuan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong> </strong></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;                      &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="265" height="301"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><img src="/DOCUME%7E1/Admin/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" alt="" width="244" height="243" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=121&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/08/7-dari-model-pembelajaran-terpadu-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sintak model pembelajaran dan PAKEM</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/07/sintak-model-pembelajaran-dan-pakem/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/07/sintak-model-pembelajaran-dan-pakem/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 10:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Sintaks (Tahapan) Model-model Pembelajaran Sintaks Model Pembelajaran kooperatif Fase Perilaku Guru Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siwa Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Fase 2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Fase 3 Mengorganisasi siswa ke dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=119&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sintaks (Tahapan) Model-model Pembelajaran</p>
<ol>
<li>Sintaks Model Pembelajaran kooperatif</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="319"><strong>Fase</strong></td>
<td width="319"><strong>Perilaku Guru</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Fase 1</p>
<p>Menyampaikan tujuan   dan memotivasi siwa</td>
<td width="319">Guru menyampaikan   semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan   memotivasi siswa belajar.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Fase 2</p>
<p>Menyajikan informasi</td>
<td width="319">Guru menyajikan   informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Fase 3</p>
<p>Mengorganisasi siswa   ke dalam kelompok-kelompok belajar</td>
<td width="319">Guru menjelaskan   kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap   agar melakukan transisi secara efisien.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Fase 4</p>
<p>Membimbing kelompok   belajar dan bekerja</td>
<td width="319">Guru membimbing   kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Fase 5</p>
<p>Evaluasi</td>
<td width="319">Guru mengevaluasi   hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing   kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Fase 6</p>
<p>Memberikan   penghargaan</td>
<td width="319">Guru mencari   cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan   kelompok.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Sintaks Perbandingan dari Empat Pendekatan dalam Pembelajaran Kooperatif</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="73">Aspek</td>
<td width="132">Tipe   STAD</td>
<td width="132">Tipe   Jigsaw</td>
<td width="132">Investigasi   Kelompok</td>
<td width="140">Pendekatam   Struktural</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Tujuan Kognitif</td>
<td width="132" valign="top">Informasi akademik sederhana</td>
<td width="132" valign="top">Informasi akademik sederhana</td>
<td width="132" valign="top">Informasi akademik tingkat tinggi dan   keterampilan inkuiri</td>
<td width="140" valign="top">Informasi akademik sederhana</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Tujuan Sosial</td>
<td width="132" valign="top">Kerja kelompok dan kerja sama</td>
<td width="132" valign="top">Kerja kelompok dan kerja sama</td>
<td width="132" valign="top">Kerjasama dalam kelompok kompleks</td>
<td width="140" valign="top">Keterampilan kelompok dan keterampilan   social</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Struktur tim</td>
<td width="132" valign="top">Kelompok heterogen dengan 4-5 anggota</td>
<td width="132" valign="top">Kelompok belajar heterogen dengan 5-6   anggota menggunakan pola kelompok asal dan kelompok ahli</td>
<td width="132" valign="top">Kelompok belajar dengan 5-6 anggota   heterogen</td>
<td width="140" valign="top">Bervariasi, berdua, bertiga, berkelompok   dengan 4-6 anggota</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Pemilihan topic pelajaran</td>
<td width="132" valign="top">Biasanya guru</td>
<td width="132" valign="top">Biasanya guru</td>
<td width="132" valign="top">Biasanya siswa</td>
<td width="140" valign="top">Biasanya guru</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Tugas utama</td>
<td width="132" valign="top">Siswa dapat menggunakan lembar kegiatan   dan saling membantu untuk menutaskan materi belajarnya</td>
<td width="132" valign="top">Siswa mempelajari materi dalam kelompok   ahli kemudian membantu kelompok asal mempelajari materi itu</td>
<td width="132" valign="top">Siswa menyelesaikan inkuiri kompleks</td>
<td width="140" valign="top">Siswa mengerjakan tugas-tugas yang   diberikan social dan kognitif</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Penilaian</td>
<td width="132" valign="top">Tes mingguan</td>
<td width="132" valign="top">Bervariasi dapat berupa tes mingguan</td>
<td width="132" valign="top">Menyelesaikan proyek dan menulis   laporan, dapat menggunakan tes esai</td>
<td width="140" valign="top">Bervariasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top">Pengakuan</td>
<td width="132" valign="top">Lembar pengetahuan dan publikasi lain</td>
<td width="132" valign="top">Publikasi lain</td>
<td width="132" valign="top">Lembar pengetahuan dan publikasi lain</td>
<td width="140" valign="top">Bervariasi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Sintaks Model Pembelajaran Inkuiri (Penemuan)</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="291"><strong>Tahap</strong></td>
<td width="319"><strong>Tingkah Laku Guru</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 1</p>
<p>Observasi untuk menemukan masalah</td>
<td width="319" valign="top">Guru menyajikan kejadian-kejadian atau   fenomena yang memungkinkan siswa menemukan masalah</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 2</p>
<p>Merumuskan masalah</td>
<td width="319" valign="top">Guru membimbing siswa merumuskan masalah   penelitian berdasarkan kejadian dan fenomena yang disajikannya</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 3</p>
<p>Mengajukan hipotesis</td>
<td width="319" valign="top">Guru membimbing siswa untuk mengajukan   hipotesis terhadap masalah yang telah dirumuskannya</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 4</p>
<p>Merencanakan pemecahan masalah (melalui   eksperimen atau cara lain)</td>
<td width="319" valign="top">Guru membimbing siswa untuk merencanakan   pemecahan masalh, membantu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dan   menyusun prosedur kerja yang tepat</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 5</p>
<p>Melaksanakan eksperimen (atau cara   pemecahan masalh yang lain)</td>
<td width="319" valign="top">Selama siswa bekerja, guru membimbing   dan memfasilitasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 6</p>
<p>Melakukan pengamatan dan pengumpulan   data</td>
<td width="319" valign="top">Guru membantu siswa melakukan pengamatan   tentang hal-hal yang penting dan membantu mengumpilkan dan mengorganisasi   data</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 7</p>
<p>Analisis data</td>
<td width="319" valign="top">Guru membantu siswa menganalisis data   supaya menemukan suatu konsep</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 8</p>
<p>Penarikan kesimpulan dan penemuan</td>
<td width="319" valign="top">Guru membimbing siswa mengambil   kesimpulan berdasarkan data dan menemukan sendiri konsep yang ingin   ditanamkan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Sintaks Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="291" valign="top"><strong>Tahap</strong></td>
<td width="319" valign="top"><strong>Tingkah Laku Guru</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 1</p>
<p>Orientasi siswa kepada masalah</td>
<td width="319" valign="top">Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,   menjelaskan logistic yang dibutuhkan, memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas   pemecahan masalah yang dipilihnya</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 2</p>
<p>Mengorganisasi siwa untuk belajar</td>
<td width="319" valign="top">Guru membantu siswa mendefinisikan dan   mengorganisasi tugas belajar tugas belajar yang berhubungan dengan masalh   tersebut</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 3</p>
<p>Membimbing penyelidikan individual maupun   kelompok</td>
<td width="319" valign="top">Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan   informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapat penjelasan dan   pemecahanmasalah</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 4</p>
<p>Mengembangkan dan menyajikan hasil karya</td>
<td width="319" valign="top">Guru membantu siswa dalam merencanakan   dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan   membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Tahap 5</p>
<p>Menganalisis dan mengevaluasi proses   pemecahan masalah</td>
<td width="319" valign="top">Guru membantu siswa untuk melakukan   refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka atau proses-proses yang   mereka gunakan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ol>
<li>Sintak Model Pembelajaran Langsung</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="291" valign="top"><strong>Tahap</strong></td>
<td width="319" valign="top"><strong>Peran Guru</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan   siswa</td>
<td width="319" valign="top">Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,   informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa   untuk belajar</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Mendemonstrasikan keterampilann   (pengetahuan procedural) atau mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)</td>
<td width="319" valign="top">Guru mendemonstrasikan keterampilan   dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Membimbing pelatihan</td>
<td width="319" valign="top">Guru merencanakan dan member bimbingan   pelatihan</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Mengecek pemahaman dan memberikan umpan   balik</td>
<td width="319" valign="top">Guru mengecek apakah siswa telah   berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik</td>
</tr>
<tr>
<td width="291" valign="top">Memberukan kesempatan untuk pelatihan   lanjutan dan penerapan</td>
<td width="319" valign="top">Guru mempersiapkan kesempatan untuk   melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada   situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Apa yang Disebut dengan PAKEM<br />
Sesuai dengan huruf yang menyusun namanya, pembelajaran PAKEM adalah salah satu contoh pembelajaran inovatif yang memiliki karakteristik aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.<br />
1. Aktif: pengembang pembelajaran ini beranggapan bahwa belajar merupakan proses aktif merangkai pengalaman untuk memperoleh pemahaman baru. Siswa aktif terlibat di dalam proses belajar mengkonstruksi sendiri pemahamannya. Teori belajar konstruktivisme merupakan titik berangkat pembelajaran ini. Atas dasar itu pembelajaran ini secara sengaja dirancang agar mengaktifkan anak. Di dalam implementasinya, seorang guru harus merancang dan melaksanakan kegiatan-kegiatan atau strategi-strategi yang memotivasi siswa berperan secara aktif di dalam proses pembelajaran. Mengapa pembelajaran harus mengaktifkan siswa? Hasil penelitian menunjukkan bahwa kita belajar 10% dari yang kita baca, 20% dari yang kita dengar, 30% dari yang kita lihat, 50% dari yang kita lihat dan dengar, 70% dari yang kita ucapkan, dan 90% dari yang kita ucapkan dan kerjakan serta 95% dari apa yang kita ajarkan kepada orang lain (Dryden &amp; Voss, 2000). Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu tersebut.<br />
2. Kreatif: pembelajaran PAKEM juga dirancang untuk mampu mengembangkan kreativitas. Pembela haruslah memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitas serta kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh semua bentuk pembelajaran. Dengan dua bekal itu setiap orang akan mampu belajar sepanjang hidupnya. Ciri seorang pebelajar yang mandiri adalah: (a) mampu secara cermat mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu yang sedang dihadapinya; (b) mampu memilih strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajarnya; (c) memonitor keefektivan strategi tersebut; dan (d) termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalahnya terselesaikan.<br />
3. Efektif: menyiratkan bahwa pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai semua hasil belajar yang telah dirumuskan. Karena hasil belajar itu beragam, karkteristik efektif dari pembelajaran ini mengacu kepada penggunaan berbagai strategi yang relevan dengan hasil belajarnya. Banyak orang beranggapan bahwa berbagai strategi pembelajaran inovatif termasuk PAKEM seringkali tidak efisien (memakan waktu) lebih lama dibandingka dengan pembelajaran tradisional/konvensional. Hal tersebut tentu amat mudah dipahami, dalam pembelajaran PAKEM banyak hasil belajar yang dicapai sehingga memerlukan waktu yang lama, sementara pada pembelajaran tradisional hasil belajar yang dicapai hanya pada tataran kognitif saja.<br />
4. Menyenangkan: pembelajaran yang dilaksanakan haruslah dilakukan dengan tetap memperhatikan suasana belajar yang menyenangkan. Mengapa pembelajaran harus menyenangkan? Dryden dan Voss (2000) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak diikuti suasana tegang sangat baik untuk membangkitkan motivasi untuk belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Menurut penelitian, anak-anak menjadi berminat untuk belajar jika topik yang dibahas sedapat mungkin dihubungkan dengan pengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam berpikir mereka. Yang dimaksudkan adalah bahwa pokok bahasannya dikaitkan dengan pengalaman siswa sehari-hari dan disesuaikan dengan dunia mereka dan bukan dunia guru sebagai orang dewasa. Apa lagi jika disesuaikan dengan kebiasaan mereka dalam belajar. Ciri yang terakhir ini merupakan ciri pembelajaran kontekstual. Dengan demikian pembelajaran PAKEM sebenarnya juga pembelajaran kontekstual.<br />
PAKEM merupakan pembelajaran yang tidak hanya terpaku menggunakan satu pendekatan saja, tetapi dengan menggunakan berbagai pendekatan dan model. Berikut adalah ciri-ciri PAIKEM.</p>
<p>Guru Kegiatan Belajar Mengajar<br />
1. Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar mengggunakan cara yang beragam, misalnya:<br />
• Percobaan<br />
• Diskusi kelompok<br />
• Memecahkan masalah<br />
• Mencari informasi<br />
• Menulis laporan/cerita/puisi<br />
• Berkunjung keluar kelas<br />
2. Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal:<br />
• Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri<br />
• Gambar<br />
• Studi kasus<br />
• Nara sumber<br />
• Lingkungan<br />
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Siswa:<br />
• Melakukan percobaan, pengamatan, eksperimen atau wawancara<br />
• Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri<br />
• Menarik kesimpulan<br />
• Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri<br />
• Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri<br />
4. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. Melalui:<br />
• Diskusi<br />
• Lebih banyak pertanyaan terbuka<br />
• Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri<br />
5. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)<br />
• Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.<br />
• Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan<br />
6.Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.<br />
• Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari<br />
7. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. • Guru memantau kerja siswa<br />
• Guru memberikan umpan balik</p>
<p><strong>Apa itu PAKEM?</strong><br />
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukaan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Jika pembelajaran tidak memeberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kretaif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (”time on task”) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlagsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan meyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bemain biasa.<br />
Secara garis besar, PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut:<br />
• Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.<br />
• Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.<br />
• Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ’pojok baca’.<br />
• Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.<br />
• Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.</p>
<p>D. Bagaimana pelaksanaan PAKEM?</p>
<p>Komponen Pembelajaran Hal Baru Yang Berbeda Dengan<br />
Kebiasaan Pembelajaran Selama Ini<br />
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya :<br />
- percobaan<br />
- Diskusi Kelompok<br />
- Memecahkan masalah<br />
- Mencari informasi<br />
- Menulis laporan/cerita/puisi<br />
- Berkunjung keluar kelas<br />
Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. Semua mata pelajaran, guru menggunakan, misal:<br />
• Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri.<br />
• Gambar<br />
• Studi kasus<br />
• Nara sumber<br />
• Lingkungan<br />
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa:<br />
• Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara<br />
• Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri<br />
• Menarik kesimpulan<br />
• Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri<br />
• Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri<br />
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui :<br />
• Diskusi<br />
• Lebih banyak pertanyaan terbuka hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri<br />
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)<br />
• Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut<br />
• Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan<br />
Guru mengaitkan KBM dalam pengalaman siswa sehari-hari • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalaman sendirinya.<br />
• Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari<br />
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus • Guru memantau kerja siswa<br />
• Guru memberikan umpan balik</p>
<p>E. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanaka pakem?<br />
1. Memahami sifat yang dimiliki anak<br />
Pada dasarnya anak memiliki sifat : rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat anugerah Tuhan tersebut. Suasana pembelajran yang ditunjukkan oleh guru memuji anak karena hasil karyanya,guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru mendorong anak untuk melakukan percobaan, nisalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.<br />
2. Mengenal anak secara perorangan<br />
Para siswa berasal dari lingkungan yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Efektif, dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak tersebut belajar secara optimal.<br />
3. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar<br />
Sebagai makhluk social, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka unuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.</p>
<p>4.Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan<br />
memecahkan masalah<br />
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal tersebut memerlukan kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif, kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternative pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sesering-seringnya memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika….” Lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan,” yang umumnya tertutup hanya ada satu jawaban yang benar).<br />
5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik<br />
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sabaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam KBM karena dapat dijadikan rujukan ketika mambahas suatu masalah.<br />
6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar<br />
Lingkungan (fisik,social, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga dipakai sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber beajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak harus keluar kelas. Bahkan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasikan, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.<br />
7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar<br />
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.<br />
8. Membedakan antara aktif fisik dan akif mental<br />
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa keliahatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan, Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat perkembangannya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut : takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah.Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan pada ’PAKEM’.<br />
F. PENDEKATAN BELAJAR AKTIF<br />
Setelah memahami pengertian dan gambaran PAKEM, maka perlu membuktikan pemahaman itu melalui pembuatan persiapan PAKEM dan melaksanakan dengan baik, dalam sekolah dalam mengembangkan PAKEM ini, masih perlu tentang pendekatan belajar aktif.<br />
1. Apa Pendekatan Belajar Aktif ?<br />
Pedekatan Belajar Aktif adalah cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna/pengertian terhadap pengalaman dan informasi, yang dilakukan oleh si pembelajar, bukan oleh si pengajar; serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar si pembelajar sehingga berkeinginan terus untuk belajar selama hidupnya, dan tidak tergantung kepada guru/orang laian bila mereka mempelajari hal-hal yang baru. Jadi belajar itu menganggap guru lebih sebagai tukang kebun yang memelihara tanaman, dan bukan guru sebagai penuang air ke dalam gelas kosong. Menganggap siswa lebih sebagai tanaman yang memiliki kemampuan untuk tumbuh sendiri daripada sebagai gelas kosong yang hanya dapat penuh bila ada yang mengisi.<br />
2. Mengapa Perlu Belajar Aktif ?<br />
Paling sedikit ada tiga alasan mengapa Belajar Aktif perlu dterakan<br />
a. Karateristik anak<br />
b. Hakekat belajar<br />
c. Karakteristik lulusan yang dikehendaki<br />
a. Karakteristik anak<br />
Pada dasarnya anak dilahirkan dengan memiliki sifat ingin tahu dan imajinasi. Anak desa, anak kota anak orang miskin, anak orang kaya, anak Indonesia, an anak bukan Indonesia semuanya selama normal mereka memiliki kedua hal tersebut. Sifat ngin tahu merupakan modal dasar bagi perkembangnya sikap kritis,dan imajinasi bagi prilaku kreatif.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=119&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/07/sintak-model-pembelajaran-dan-pakem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia SD</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/07/strategi-pembelajaran-bahasa-indonesia-sd/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/07/strategi-pembelajaran-bahasa-indonesia-sd/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 09:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK Ada beberapa strateki pembelajaran yang menjadi alternatif pilihan guru untuk mengajarkan menyimak, yakni Strategi Pertanyaan dan Jawaban (PJ) Strategi ini merupakan strategi yang paling sederhana dalam KBM menyimak. Tahap-tahapan kegiatannya adalah : 1) Guru mengemukakan judul bahan simakan 2) Guru mengajukan pertanyaan berkenaan dengan isi simakan yang akan dibicarakan 3) Guru membacakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=116&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK</strong></p>
<p>Ada beberapa strateki pembelajaran yang menjadi alternatif pilihan guru untuk mengajarkan menyimak, yakni</p>
<p>Strategi Pertanyaan dan Jawaban (PJ)</p>
<p>Strategi ini merupakan strategi yang paling sederhana dalam KBM menyimak. Tahap-tahapan kegiatannya adalah :</p>
<p>1) Guru mengemukakan judul bahan simakan</p>
<p>2) Guru mengajukan pertanyaan berkenaan dengan isi simakan yang akan dibicarakan</p>
<p>3) Guru membacakan materi simakan. Pembacaan dapat dilakukan perbagian dengan diselingi pertanyaan atau dibacakan secara keseluruhan secara langsung</p>
<p>4) Setelah materi simakan selesai dibacakan guru memberi kesempatan kepada siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami.</p>
<p>5) Guru mengadakan tanya-jawab dengan siswa</p>
<p>6) Siswa mengemukakan kembali informasi yang telah diperoleh, (bisa secara tertulis atau lisan).</p>
<p>Strategi Kegiatan Menyimak Secara Langsung/KML atau DLA (Direct Listening Activities)</p>
<p>Tahapan-tahapan kegiatannya, adalah:</p>
<p>1) Guru mengemukakan tujuan pembelajaran, membacakan judul teks simakan, bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan judul bahan simakan sebagai upaya untuk pembangkitan skemata siswa. Selanjutnya guru mengemukakan hal-hal pokok yang perlu dipahami siswa dalam menyimak</p>
<p>2) Guru meminta siswa mendengarkan materi simakan yang dibacakan oleh guru.</p>
<p>3) Guru melakukan tanya jawab tentang isi simakan. Pertanyaan tidak selalu harus diikat oleh pertanyaan yang terdapat dalam buku. Guru hendaknya menambahkan pertanyaan yang dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa atau masalah lain yang aktual</p>
<p>4) Guru memberikan latihan/tugas/kegiatan lain yang berfungsi untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam menyimak.</p>
<p>Strategi Menyimak dan Berpikir Langsung /MBL atau DLTA (Direct Listening Thinking Activities)</p>
<p>Tahapan-tahapan kegiatannya, adalah.</p>
<p>1) Persiapan menyimak : Pada tahap ini guru memberitahukan judul cerita yang akan disimak, misalnya “Saat Sendirian di Rumah” Berdasarkan judul teresbut guru menanyakan kepada siswa Bagaimana seandainya malam hari sendirian di rumah? Untuk membangkitkan imajinasi siswa guru bisa menunjukkan gambar rumah yang gelap. Selanjutnya guru mengajukan pertanyaan Apa kira-kira isi cerita yang akan dibacakan, apa yang kira-kira menarik dari cerita itu, bagaimana seandainya peristiwa itu terjadi pada kalian? Dan sebagainya.</p>
<p>2) Membaca Nyaring: Guru membacakan cerita dengan suara nyaring secara menarik dan hidup. Pada bagian tertentu yang dianggap memiliki hubungan dengan prediksi dan tujuan pembelajaran, guru menghentikan pembacaan dan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Apa kesimpulan yang kalian peroleh, apa yang terjadi kemudian, apa yang terjadi selanjutnya dsb. Setelah tanya jawab dianggap cukup, guru melanjutkan membacakan lagi.</p>
<p>3) Refleksi dan penyampaian pendapat. Guru mengakhiri pembacaan, selanjutnya guru meminta siswa untuk mengemukakan kembali isi cerita dan guru meminta pendapat siswa tentang unsur-unsur cerita, misalnya tentang watak tokoh, tentang alur, seting dsb.</p>
<p><strong>STRATEGI PENGAJARAN MEMBACA</strong></p>
<p>1. Strategi Kegiatan Membaca Langsung/ KML atau DRA Direct Reading Activities)</p>
<p>Penggunaan strategi KML adalah untuk mengembangkan kemampuan membaca secara komprehensif, membaca kritis, dan mengembangkan perolehan pengalaman siswa berdasarkan bentuk dan isi bacaan secara ekstensif. Adapun tahapan pengajarannya, adalah sebagai berikut.</p>
<p>1) Guru mengemukakan tujuan pembelajaran, membacakan judul teks, bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan judul bacaan sebagai pembangkitan pengalaman dan pengetahuan siswa serta mengemukakan hal-hal pokok yang perlu dipahami siswa dalam membaca.</p>
<p>2) Guru meminta siswa membaca dalam hati. Setelah siswa membaca guru melakukan tanya jawab tentang nisi bacaan. Pertanyaan tidak selalu harus diikat oleh pertanyaan seperti yang ada dalam buku teks. Guru bisa menambahkan pertanyaan sesuai dengan konteks kehidupan siswa maupun permasalahan lain yang aktual.</p>
<p>3) Guru memberikan tugas latihan yang ditujukan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan siswa sejalan dengan kegiatan membaca yang telah dilakukannya. Kegiatan itu bisa berupa menjelaskan makna kata-kata sulit dengan menggunakan kamus, membuat ikhtisar bacaan, mempelajari penggunaan struktur, ungkapan, dan peribahasa dalam bacaan.</p>
<p>2. Strategi SQ3R (Survey, Questions, Read, Recite, Review)</p>
<p>Tujuan penggunaan strategi ini, untuk membentuk kebiasaan siswa berkonsentrasi dalam membaca, melatih kemampuan membaca cepat, melatih daya peramalan berkenaan dengan isi bacaan, dan mengembangkan kemampuan membaca kritis dan komprehansif. Tahapan kegiatannya, adalah</p>
<p>1) Tahap Persiapan : Guru meminta siswa membaca teks secara cepat (survey). Setelah itu guru meminta siswa membuat pertanyaan tentang bacaan (questions). Pertanyaan dapat langsung memanfaatkan pertanyaan pada tahap pramembaca. Tujuan pertanyaan ini, adalah untuk membentuk konsentrasi siswa dan membangkitkan pengetahuan dan pengalaman awalnya.</p>
<p>2) Proses membaca. Setelah membuat pertanyaan, siswa melakukan kegiatan membaca (read). Sambil membaca, siswa membuat jawaban pertanyaan dan catatan ringkas yang relevan (recite).</p>
<p>3) Pascamembaca : Siswa melakukan review, misalnya membahas kesesuaian pertanyaan dengan isi bacaan, maupun kegiatan lanjutan lain yang secara kreatif bisa dikembangkan oleh guru.</p>
<p>3. Strategi Membaca-Tanya Jawab /MTJ atau Request (Reading-Question)</p>
<p>Strategi ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan membaca komprehensif, memahami alasan pengambilan kesimpulan isi bacaan, dan peramalan lanjut berkenaan dengan isi bacaan. Tahapan kegiatannya, adalah</p>
<p>1) Guru menjelaskan tujuan pengajaran, problem yang harus dipecahkan siswa, dan cara yang dilakukan siswa untuk memecahkan masalah</p>
<p>2) Guru dan siswa melakukan pemecahan masalah, misalnya menemukan fakta, mendapat ide pokok,penggunaan ungkapan, pendapat yang tidak relevan dengan fakta, dansebagainya. Untuk memecahkan masalah tersebut, guru dan siswa melakukan kegiatan membaca paragraf pertama bacaan</p>
<p>3) Setelah membaca paragraf pertama bacaan, guru meminta siswa meramalkan kemungkinan isi paragraf berikutnya. Guru dan siswa melakukan kegiatan membaca dalam hati. Paragraf yang dibaca bisa satu paragraf atau lebih bergantung pada kemungkinan waktu yang tersedia.</p>
<p>4) Tahap terakhir, adalah tanya jawab dan pembahasan jawaban pertanyaan.</p>
<p>4. Strategi Membaca dan Berpikir Secara Langsung/MBL atau DRTA (Direct Reading Thinking Activities)</p>
<p>Tujuan penggunaan strategi ini, adalah untuk melatih siswa untuk berkonsentrasi dan “berpikir keras” guna memahami isi bacaan secara serius. Adapun langkah-langkah kegiatannya, adalah.</p>
<p>1) Guru meminta siswa membaca judul teks bacaan. Apabila mungkin, siswa diminta memperhatikan gambar, dan subjudul secara cepat. Setelah itu guru bertanya kepada siswa sebagai pembangkit prediksi dan penciptaan konsentrasi saat membaca. Pertanyaan tersebut misalnya “Apa kira-kira isi paragraf selanjutnya? Mengapa Kalian membuat pemikiran demikian?”</p>
<p>2) Guru meminta siswa untuk membaca dalam hati satu atau dua paragraf bacaan dengan berkonsentrasi untuk menemukan kebenaran/kesalahan peramalan yang dilakukan semula.</p>
<p>3) Bagian lanjut bacaan yang belum dibaca/ditanyakan ditutup dulu dengan kertas. Setelah membaca dalam hati guru mengajukan pertanyaan, “Apa kira-kira isi paragraf berikutnya?” “Mengapa Kalian memperkirakan demikian?”</p>
<p>4) Langkah seperti tersebut di atas dilakukan sampai dengan bacaan itu habis/selesai dibaca. Selanjutnya dapat dilakukan menjawab pertanyaan tentang isi bacaan atau kagiatan yang lain.</p>
<p>Strategi Penghubungan Pertanyaan-Jawaban /PPJ atau QAR (Questions-Answer Relationship)</p>
<p>Strategi ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memperoleh berbagai informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan berbagai bidang. Pertanyaan dapat disusun oleh guru atau dapat memanfaatkan daftar pertanyaan yangn ada dalam bacaan. Adapun jawabannya dapat diperoleh siswa melalui cara berikut.</p>
<p>Ø Menemukan kata atau kalimat dalam teks sebagai jawaban dari pertanyaan. Contoh “Siapa yang bertanggung jawab untuk menciptakan suasana nyaman di kelas?”</p>
<p>Ø Jawaban ada dalam teks tetapi harus menghubung-hubungkan kata atau kalimat pada bagian –bagian yang berbeda. Contoh pertanyaannya “ Apa yang menyebabkan kelas kita menjadi juara Lingkungan Nyaman?”</p>
<p>Ø Pemahaman isi teks merupakan bahan penemuan jawaban, tetapi pemahaman tersebut berkaitan dengan pemahaman yang tersirat.Dengan demikian untuk menjawab pertanyaan itu diperlukan adanya hubungan dialogis antara pemahaman isi teks dengan pengalaman dan pengetahuan pembaca. Contoh: “Bagaimana hubungan timbal-balik antara lingkungan alam denganlingkungan kehidupan keluarga?”.</p>
<p>Ø Jawaban tidak dapat ditemukan dalam teks. Untuk menemukan jawaban pertanyaan harus menghubung –hubungkan sesuatu yang dinyatakan penulis, merefleksikan kembali berbagai pengalaman dan pengetahuan dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi. Contoh pertanyaan “Mengapa sebagai ekosistem lingkungan menentukan kehidupan organisme manusia, binatang, dan tumbuhan?”</p>
<p>Berdasarkan gambaran pilihan jenis pertanyaan seperti di atas, tahap kegiatan yang dilakukan, adalah</p>
<p>1) Guru mengemukakan tujuan pengajarannya, problem yang mesti dipecahkan siswa, dan cara yang perlu dilakukan siswa untuk memecahkan masalah. Masalah yang dipecahkan siswa adalah memahami dan menjawab pertanyaan dalam berbagai jenis dan tingkatannya.</p>
<p>2) Siswa melakukan kegiatan membaca dalam hati. Setelah kegiatan membaca selesai, dilakukan kegiatan tanya jawab dan pembahasan.</p>
<p>3) Pertanyaan yang penemuan jawabannya memerlukan berbagai sumber dan berbagai kegiatan lain, misalnya pengamatan dan wawancara diberikan dalam bentuk tugas untuk dilaporkan pada pertemuan berikutnya. Pengerjaan tugas seyogyanya dikerjakan secara kelompok.</p>
<p>Strategi Pengelompokan dan Pemetaan Isi Bacaan/ PPIB atau GMA (Group Mapping Activities)</p>
<p>Strategi ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menyusun dan memahami bagan, mengelompokkan, memetakan isi bacaan, misalnya bacaan cerita dan memetakan isi bacaan secara umum.Adapun tahapan pembelajarannya, adalah.</p>
<p>1) Persiapan : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa, misalnya siswa diminta membuat diagram plot cerita.</p>
<p>2) Proses Membaca : Siswa membaca dalam hati tanpa diinterupsi oleh guru dalam waktu yang ditentukan.</p>
<p>3) Selanjutnya siswa diminta mengemukakan pemahaman isi bacaan, misalnya plot dalam bentuk bagan. Berdasarkan bagan yang disusun, siswa diminta mengemukakan satuan kelompok isinya secara lisan. Siswa lain diminta menanggapi.</p>
<p><strong>STRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS</strong></p>
<p>Strategi Proses Menulis Terbimbing/PMT atau GWP (Guiding Writing Process)</p>
<p>Strategi PMT pada intinya adalah mengjar siswa dengan kegiatan menulis dengan mencontoh model karangan yang telah dibacanya. Kegiatan yang ditempuh, adalah</p>
<p>1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cara melakukan kegiatan belajar yang harus ditempuh oleh siswa.</p>
<p>2) Siswa membaca teks dan mempelajarinya ditinjau dari judul, hubungan ide-ide pokok, dan pola pengembangan paragrafnya. Dalam penulisan cerita diawali dengan membaca cerita untuk memperoleh gambaran bagian-bagian cerita, isi bagan yang satu dengan yang lain.</p>
<p>3) Berdasarkan pemahaman contoh model yang dibacanya, siswa melakukan kegiatan (1) pramenulis, (2) menulis draf, dan (3) melakukan perbaikan.</p>
<p>Strategi Menulis Secara Langsung/ MSL atau DWA (Direct Writing Activities)</p>
<p>Strategi ini dilakukan misalnya pada saat siswa menulis buku, atau menulis dalam buku harian, dan menulis karya ilmiah. Adapun langkah-langkahnya adalah.</p>
<p>1) Siswa diminta menentukan topik karangan melalui kegiatan tukar pendapat dengan teman/ kelompok diskusi. Guru membantu membangkitkan gambaran berkenaan dengan topik yang mungkin digarap.</p>
<p>2) Guru membantu siswa menggambarkan kerangka karangan Misalnya melalui webbing, mendaftar ide-ide pokok dan sebagainya.</p>
<p>3) Siswa memanfaatkan sumber informasi yang bisa diperoleh dan menyusun draf karya tulis.</p>
<p>4) Siswa saling menukarkan dan mempelajari draf karangan dan saling memberi bahan masukan</p>
<p>5) Guru mengoreksi draf karangan siswa dan mengadakan pembahasan secara singkat dengan difokuskan pada bagian-bagian yang perlu diperbaiki</p>
<p>6) Siswa memperbaiki draf sesuai dengan masukan teman dan guru.</p>
<p>7) Siswa menuliskan kembali dan memublikasikan melalui mading atau membacakan di depan kelas.</p>
<p><strong>STRATEGI PEMBELAJARAN BERBICARA</strong></p>
<p>Kegiatan berbicara meliputi berbagai bentuk, dan setiap bentuk memiliki kekhasan. Secara umum prosedur KBM yang dirancang perlu memperhatikan langkah KBM pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut atau pasca wicara. Pada tahap persiapan, misalnya langkah kegiatan bisa berupa penyiapan naskah sambutan. Tahap pelaksanaan mengacu pada kegiatan yang dilakukan siswa ketika membacakan naskah sambutan. Sementara tindak lanjut diisi dengan kegiatan penilaian pembacaan naskah sambutan.</p>
<p>Bentuk KBM lain yang juga bisa digunakan, misalnya dalam pembelajaran dialog, adalah kegiatan bermain peran. Tahapan yang dilakukan adalah tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Penentuan KBM wicara dalam berbagai kemungkinan bentuknya dapat dijabarkan berdasarkan identifikasi dari uraian yang terdapat dalam buku pelajaran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=116&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/07/strategi-pembelajaran-bahasa-indonesia-sd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/06/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/06/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 08:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=114&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN</p>
<p>Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.</p>
<p>Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).</p>
<p>Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :</p>
<p>1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.</p>
<p>2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.</p>
<p>3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.</p>
<p>4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.</p>
<p>Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:</p>
<p>1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.</p>
<p>2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.</p>
<p>3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.</p>
<p>4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.</p>
<p>Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.</p>
<p>Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.</p>
<p>Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.</p>
<p>Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat).</p>
<p>Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.</p>
<p>Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:</p>
<p>Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.</p>
<p>Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.</p>
<p>Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.</p>
<p>Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.</p>
<p>Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.</p>
<p>Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)</p>
<p>Strategi Pembelajaran</p>
<p>Tags: artikel, berita, KTSP, kurikulum, makalah, metode, opini, pembelajaran, pendekatan, pendidikan, umum</p>
<p>Dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi, E. Mulyasa (2003) mengetengahkan lima model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan Kurikukum Berbasis Kompetensi; yaitu : (1) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning); (2) Bermain Peran (Role Playing); (3) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning); (4) Belajar Tuntas (Mastery Learning); dan (5) Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction). Sementara itu, Gulo (2005) memandang pentingnya strategi pembelajaran inkuiri (inquiry).</p>
<p>Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dari masing-masing model pembelajaran tersebut.</p>
<p>A. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning)</p>
<p>Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) atau biasa disingkat CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dalam pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar.</p>
<p>Dengan mengutip pemikiran Zahorik, E. Mulyasa (2003) mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran kontekstual, yaitu :</p>
<p>Pembelajaran harus memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik</p>
<p>Pembelajaran dimulai dari keseluruhan (global) menuju bagian-bagiannya secara khusus (dari umum ke khusus)</p>
<p>Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman, dengan cara: (a) menyusun konsep sementara; (b) melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain; dan (c) merevisi dan mengembangkan konsep.</p>
<p>Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktekan secara langsung apa-apa yang dipelajari.</p>
<p>Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari.</p>
<p>B. Bermain Peran (Role Playing)</p>
<p>Bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik.</p>
<p>Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini meliputi, kemampuan kerjasama, komunikatif, dan menginterprestasikan suatu kejadian</p>
<p>Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi parasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan berbagai strategi pemecahan masalah.</p>
<p>Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel, E. Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi : (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik; (2) memilih peran; (3) menyusun tahap-tahap peran; (4) menyiapkan pengamat; (5) menyiapkan pengamat; (6) tahap pemeranan; (7) diskusi dan evaluasi tahap diskusi dan evaluasi tahap I ; (8) pemeranan ulang; dan (9) diskusi dan evaluasi tahap II; dan (10) membagi pengalaman dan pengambilan keputusan.</p>
<p>C. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning)</p>
<p>Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dengan meminjam pemikiran Knowles, (E.Mulyasa,2003) menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif, yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik; (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan; (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik.</p>
<p>Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan dengan prosedur berikut:</p>
<p>Menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar.</p>
<p>Membantu peserta didik menyusun kelompok, agar siap belajar dan membelajarkan</p>
<p>Membantu peserta didik untuk mendiagnosis dan menemukan kebutuhan belajarnya.</p>
<p>Membantu peserta didik menyusun tujuan belajar.</p>
<p>Membantu peserta didik merancang pola-pola pengalaman belajar.</p>
<p>Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.</p>
<p>Membantu peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar.</p>
<p>D. Belajar Tuntas (Mastery Learning)</p>
<p>Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari. Agar semua peserta didik memperoleh hasil belajar secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar, melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran harus diorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar, bahan perlu dijabarkan menjadi satuan-satuan belajar tertentu,dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuan setiap satuan belajar dituntut dari para peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya. Evaluasi yang dilaksanakan setelah para peserta didik menyelesaikan suatu kegiatan belajar tertentu merupakan dasar untuk memperoleh balikan (feedback). Tujuan utama evaluasi adalah memperoleh informasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan bahan oleh peserta didik. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan, sehinga seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan ,dan menguasai bahan belajar secara maksimal (belajar tuntas).</p>
<p>Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut : (1) pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan (diagnostic progress test); (2) peserta didik baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai dengan patokan yang ditentukan; dan (3) pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh, melalui pengajaran remedial (pengajaran korektif).</p>
<p>Strategi belajar tuntas dikembangkan oleh Bloom, meliputi tiga bagian, yaitu: (1) mengidentifikasi pra-kondisi; (2) mengembangkan prosedur operasional dan hasil belajar; dan (3c) implementasi dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan “bumbu” untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual, yang meliputi : (1) corrective technique yaitu semacam pengajaran remedial, yang dilakukan memberikan pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai peserta didik, dengan prosedur dan metode yang berbeda dari sebelumnya; dan (2) memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (sebelum menguasai bahan secara tuntas).</p>
<p>Di samping implementasi dalam pembelajaran secara klasikal, belajar tuntas banyak diimplementasikan dalam pembelajaran individual. Sistem belajar tuntas mencapai hasil yang optimal ketika ditunjang oleh sejumlah media, baik hardware maupun software, termasuk penggunaan komputer (internet) untuk mengefektifkan proses belajar.</p>
<p>E. Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction)</p>
<p>Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru.</p>
<p>Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut:</p>
<p>Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, bagaimana melakukan, dan sumber belajar apa yang harus digunakan.</p>
<p>Modul meripakan pembelajaran individual, sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak mungkin karakteristik peserta didik. Dalam setiap modul harus : (1) memungkinkan peserta didik mengalami kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya; (2) memungkinkan peserta didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh; dan (3) memfokuskan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur.</p>
<p>Pengalaman belajar dalam modul disediakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin, serta memungkinkan peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara aktif, tidak sekedar membaca dan mendengar tapi lebih dari itu, modul memberikan kesempatan untuk bermain peran (role playing), simulasi dan berdiskusi.</p>
<p>Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis, sehingga peserta didik dapat menngetahui kapan dia memulai dan mengakhiri suatu modul, serta tidak menimbulkan pertanyaaan mengenai apa yang harus dilakukan atau dipelajari.</p>
<p>Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik, terutama untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar.</p>
<p>Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul akan melibatkan beberapa komponen, diantaranya : (1) lembar kegiatan peserta didik; (2) lembar kerja; (3) kunci lembar kerja; (4) lembar soal; (5) lembar jawaban dan (6) kunci jawaban.</p>
<p>Komponen-komponen tersebut dikemas dalam format modul, sebagai beriku:</p>
<p>Pendahuluan; yang berisi deskripsi umum, seperti materi yang disajikan, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dicapai setelah belajar, termasuk kemampuan awal yang harus dimiliki untuk mempelajari modul tersebut.</p>
<p>Tujuan Pembelajaran; berisi tujuan pembelajaran khusus yang harus dicapai peserta didik, setelah mempelajari modul. Dalam bagian ini dimuat pula tujuan terminal dan tujuan akhir, serta kondisi untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Tes Awal; yang digunakan untuk menetapkan posisi peserta didik dan mengetahui kemampuan awalnya, untuk menentukan darimana ia harus memulai belajar, dan apakah perlu untuk mempelajari atau tidak modul tersebut.</p>
<p>Pengalaman Belajar; yang berisi rincian materi untuk setiap tujuan pembelajaran khusus, diikuti dengan penilaian formatif sebagai balikan bagi peserta didik tentang tujuan belajar yang dicapainya.</p>
<p>Sumber Belajar; berisi tentang sumber-sumber belajar yang dapat ditelusuri dan digunakan oleh peserta didik.</p>
<p>Tes Akhir; instrumen yang digunakan dalam tes akhir sama dengan yang digunakan pada tes awal, hanya lebih difokuskan pada tujuan terminal setiap modul</p>
<p>Tugas utama guru dalam pembelajaran sistem modul adalah mengorganisasikan dan mengatur proses belajar, antara lain : (1) menyiapkan situasi pembelajaran yang kondusif; (2) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami isi modul atau pelaksanaan tugas; (3) melaksanakan penelitian terhadap setiap peserta didik.</p>
<p>F. Pembelajaran Inkuiri</p>
<p>Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.</p>
<p>Joyce (Gulo, 2005) mengemukakan kondisi- kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa, yaitu : (1) aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi; (2) berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenarannya; dan (3) penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis.</p>
<p>Proses inkuiri dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:</p>
<p>Merumuskan masalah; kemampuan yang dituntut adalah : (a) kesadaran terhadap masalah; (b) melihat pentingnya masalah dan (c) merumuskan masalah.</p>
<p>Mengembangkan hipotesis; kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis ini adalah : (a) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh; (b) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis; dan merumuskan hipotesis.</p>
<p>Menguji jawaban tentatif; kemampuan yang dituntut adalah : (a) merakit peristiwa, terdiri dari : mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, dan mengevaluasi data; (b) menyusun data, terdiri dari : mentranslasikan data, menginterpretasikan data dan mengkasifikasikan data.; (c) analisis data, terdiri dari : melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasikan trend, sekuensi, dan keteraturan.</p>
<p>Menarik kesimpulan; kemampuan yang dituntut adalah: (a) mencari pola dan makna hubungan; dan (b) merumuskan kesimpulan</p>
<p>Menerapkan kesimpulan dan generalisasi</p>
<p>Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai peranan sebagai konselor, konsultan, teman yang kritis dan fasilitator. Ia harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok, serta memberi kemudahan bagi kerja kelompok.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia</p>
<p>E. Mulyasa.2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep; Karakteristik dan Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.</p>
<p>_________. 2004. Implementasi Kurikulum 2004; Panduan Pembelajaran KBK. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.</p>
<p>Udin S. Winataputra, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka</p>
<p>W. Gulo. 2005. Strategi Belajar Mengajar Jakarta :. Grasindo.</p>
<p>PROSEDUR PEMBELAJARAN</p>
<p>Secara umum, prosedur pembelajaran dilakukan melalui 3 tahapan yaitu : (1) kegiatan pendahuluan; (2) kegiatan inti; (3) kegiatan akhir dan tindak lanjut :</p>
<p>A. Pendahuluan</p>
<p>Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan pendahuluan, yaitu :</p>
<p>Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran; meliputi: membina keakraban, menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis.</p>
<p>Apersepsi/Pre test; meliputi : kegiatan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya, memberikan komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Sementara itu, Depdiknas (2003) mengemukakan bahwa dalam kegiatan pendahuluan, perlu dilakukan pemanasan dan apersepsi, didalamnya mencakup: (a) bahwa pelajaran dimulai dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik; (b) motivasi peserta didik ditumbuhkan dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi peserta didik; dan (c) peserta didik didorong agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru.</p>
<p>B. Kegiatan Inti</p>
<p>Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan inti, yaitu :</p>
<p>Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai, baik secara lisan maupun tulisan.</p>
<p>Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh</p>
<p>Membahas Materi</p>
<p>Depdiknas (2003) membagi kegiatan inti ke dalam tiga tahap kegiatan yaitu: (1) eksplorasi; (2) konsolidasi pembelajaran, dan (3) pembentukan sikap dan perilaku.</p>
<p>Kegiatan eksplorasi merupakan usaha memperoleh atau mencari informasi baru. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan eksplorasi, yaitu: (a) memperkenalkan materi/keterampilan baru; (b) mengaitkan materi dengan pengetahuan yang sudah ada pada peserta didik; (c) mencari metodologi yang paling tepat dalam meningkatkan penerimaaan peserta didik akan materi baru tersebut.</p>
<p>Konsolidasi merupakan merupakan negosiasi dalam rangka mencapai pengetahuan baru. Dalam kegiatan konsolidasi pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah : (a) melibatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi ajar baru; (b) melibatkan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah; (c) meletakkan penekanan pada kaitan struktural, yaitu kaitan antara materi pelajaran yang baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan di dalam lingkungan; dan (d) mencari metodologi yang paling tepat sehingga materi ajar dapat terproses menjadi bagian dari pengetahuan peserta didik.</p>
<p>Pembentukan sikap dan perilaku merupakan pemrosesan pengetahuan menjadi nilai, sikap dan perilaku. Yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap dan perilaku, adalah : (a) peserta didik didorong untuk menerapkan konsep atau pengertian yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari; (b) peserta didik membangun sikap dan perilaku baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari; dan (c) cari metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta didik.</p>
<p>C. Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran</p>
<p>Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran , yaitu : (a) penilaian akhir; (b) analisis hasil penilaian akhir; (c) tindak lanjut; (d) mengemukakan topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang; dan (e) menutup kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Mulyasa (2003) mengemukakan dua kegiatan pokok pada akhir pembelajaran, yaitu : (a) pemberian tugas dan (b) post tes. Sementara itu, Depdiknas (2003) mengemukakan dalam kegiatan akhir perlu dilakukan penilaian formatif, dengan memperhatikan hal-hal berikut: (a) kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik; (b) gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi guru; dan (c) cari metodologi yang paling tepat yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, di bawah ini disajikan bagan prosedur pembelajaran bermakna seperti yang dikehendaki dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.</p>
<p>Model Pembelajaran Inovatif (1)</p>
<p>Tags: artikel, berita, inovasi, KTSP, kurikulum, makalah, metode, opini, pembelajaran, pendekatan, pendidikan, umum</p>
<p>http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/19/model-pembelajaran-inovatif/</p>
<p>A. Model Examples Non Examples</p>
<p>Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran</p>
<p>Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus</p>
<p>Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar</p>
<p>Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas</p>
<p>Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya</p>
<p>Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>B. Picture And Picture</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>Menyajikan materi sebagai pengantar</p>
<p>Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi</p>
<p>Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis</p>
<p>Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut</p>
<p>Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>Kesimpulan/rangkuman</p>
<p>C. Numbered Heads Together</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor</p>
<p>Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya</p>
<p>Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya</p>
<p>Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka</p>
<p>Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>D. Cooperative Script</p>
<p>Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru membagi siswa untuk berpasangan</p>
<p>Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan</p>
<p>Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar</p>
<p>Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya</p>
<p>Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.</p>
<p>Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru</p>
<p>Penutup</p>
<p>E. Kepala Bernomor Struktur</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor</p>
<p>Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya</p>
<p>-&gt;Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka</p>
<p>Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>F. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin, 1995)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)</p>
<p>Guru menyajikan pelajaran</p>
<p>Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.</p>
<p>Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu</p>
<p>Memberi evaluasi</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>G. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim</p>
<p>Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda</p>
<p>Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan</p>
<p>Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka</p>
<p>Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh</p>
<p>Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi</p>
<p>Guru memberi evaluasi</p>
<p>Penutup</p>
<p>H. Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.</p>
<p>Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)</p>
<p>Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.</p>
<p>Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya</p>
<p>Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan</p>
<p>I. Artikulasi</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai</p>
<p>Guru menyajikan materi sebagaimana biasa</p>
<p>Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang</p>
<p>Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya</p>
<p>Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya</p>
<p>Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa</p>
<p>Kesimpulan/penutup</p>
<p>J. Mind Mapping</p>
<p>Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban</p>
<p>Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang</p>
<p>Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi</p>
<p>Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru</p>
<p>Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru</p>
<p>K. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran, 1994)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban</p>
<p>Setiap siswa mendapat satu buah kartu</p>
<p>Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang</p>
<p>Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)</p>
<p>Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin</p>
<p>Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya</p>
<p>Demikian seterusnya</p>
<p>Kesimpulan/penutup</p>
<p>L. Think Pair And Share (Frank Lyman, 1985)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru</p>
<p>Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing</p>
<p>Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya</p>
<p>Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa</p>
<p>Guru memberi kesimpulan</p>
<p>Penutup</p>
<p>M. Debat</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra</p>
<p>Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas</p>
<p>Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.</p>
<p>Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi</p>
<p>Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap</p>
<p>Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.</p>
<p>Sumber : Bahan Pelatihan LPMP Jawa Barat</p>
<p>Model Pembelajaran Inovatif (2)</p>
<p>Diterbitkan 19 Januari 2008 kurikulum dan pembelajaran 54 Comments</p>
<p>Tags: artikel, berita, inovasi, KTSP, kurikulum, makalah, metode, opini, pembelajaran, pendekatan, pendidikan, umum</p>
<p>A. Role Playing</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan</p>
<p>Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM</p>
<p>Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang</p>
<p>Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan</p>
<p>Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan</p>
<p>Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas</p>
<p>Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya</p>
<p>Guru memberikan kesimpulan secara umum</p>
<p>Evaluasi</p>
<p>Penutup</p>
<p>B. Group Investigation (Sharan, 1992)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen</p>
<p>Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok</p>
<p>Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain</p>
<p>Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan</p>
<p>Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok</p>
<p>Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan</p>
<p>Evaluasi</p>
<p>Penutup</p>
<p>C.Talking Stick</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Guru menyiapkan sebuah tongkat</p>
<p>2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya</p>
<p>3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya</p>
<p>4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru</p>
<p>5. Guru memberikan kesimpulan</p>
<p>6. Evaluasi</p>
<p>7. Penutup</p>
<p>D. Bertukar Pasangan</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya</p>
<p>2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya</p>
<p>3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain</p>
<p>4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka</p>
<p>5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula</p>
<p>E. Snawball Throwing</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan</p>
<p>2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi</p>
<p>3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya</p>
<p>4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok</p>
<p>5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit</p>
<p>6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian</p>
<p>7. Evaluasi</p>
<p>8. Penutup</p>
<p>F. Facilitator And Explaining</p>
<p>Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>2. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>3. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi</p>
<p>4. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya</p>
<p>5. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa</p>
<p>6. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu</p>
<p>7. Penutup</p>
<p>G. Course Review Horay</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai</p>
<p>2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi</p>
<p>3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab</p>
<p>4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa</p>
<p>5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salan diisi tanda silang (x)</p>
<p>6. Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya</p>
<p>7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh</p>
<p>8. Penutup</p>
<p>H. Demonstration</p>
<p>(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Guru menyampaikan TPK</p>
<p>2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan dismpaikan</p>
<p>3. Siapkan bahan atau alat yang diperlukan</p>
<p>4. Menunjukan salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan</p>
<p>5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisa</p>
<p>6. Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan</p>
<p>7. Guru membuat kesimpulan</p>
<p>I. Explicit Intruction/Pengajaran Langsung(Rosenshina &amp; Stevens, 1986)</p>
<p>Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedur dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangklah</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa</p>
<p>2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan</p>
<p>3. Membimbing pelatihan</p>
<p>4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik</p>
<p>5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan</p>
<p>J. Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)/Kooperatif Terpadu Membaca Dan Menulis(Steven &amp; Slavin, 1995)</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen</p>
<p>2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran</p>
<p>3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas</p>
<p>4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok</p>
<p>5. Guru membuat kesimpulan bersama</p>
<p>6. Penutup</p>
<p>K. Inside-Outside-Circle/Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar (Spencer Kagan)</p>
<p>“Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur”</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar</p>
<p>2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam</p>
<p>3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan</p>
<p>4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.</p>
<p>5. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya</p>
<p>L Tebak Kata</p>
<p>Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.</p>
<p>Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi ataudiselipkan ditelinga.</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>1. Jelaskan TPK atau materi ± 45 menit</p>
<p>2. Suruhlah siswa berdiri didepan kelas dan berpasangan</p>
<p>3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga.</p>
<p>4. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga.</p>
<p>5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya.</p>
<p>Dan seterusnya</p>
<p>CONTOH KARTU</p>
<p>Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas</p>
<p>Dimiliki oleh 1 orang</p>
<p>Struktur organisasinya tidak resmi</p>
<p>Bila untung dimiliki,diambil sendiri</p>
<p>NAH … SIAPA … AKU ?</p>
<p>JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN</p>
<p>M. Word Square</p>
<p>MEDIA : Buat kotak sesuai keperluan dan buat soal sesuai TPK</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Sampaikan materi sesuai TPK</p>
<p>Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh</p>
<p>Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban</p>
<p>Berikan poin setiap jawaban dalam kotak :</p>
<p>CONTOH SOAL</p>
<p>Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara …….</p>
<p>……. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah</p>
<p>Uang ……. Saat ini banyak di palsukan</p>
<p>Nilai bahan pembuatan uang disebut …….</p>
<p>Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai …….</p>
<p>Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut …….</p>
<p>Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai …….</p>
<p>Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif …….</p>
<p>Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut …….</p>
<p>T Y E N I O K N</p>
<p>R A U A N K U O</p>
<p>A B A R T E R M</p>
<p>N A N I R R S I</p>
<p>S D G I I T G N</p>
<p>A O N L S A I A</p>
<p>K L A A I S R L</p>
<p>S A C E K B O S</p>
<p>I R I N G G I T</p>
<p>Sumber : LPMP Jawa Barat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=114&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/06/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA</title>
		<link>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/06/pendekatan-kontekstual-contextual-teaching-and-learningdalam-pembelajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia/</link>
		<comments>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/06/pendekatan-kontekstual-contextual-teaching-and-learningdalam-pembelajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 08:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurul071644249</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurul071644249.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan fakta dalam kehidupan siswa. CTL lebih menekankan pada rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Rencana kegiatan tersebut berisi skenario tahap demi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=108&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA<br />
BAB I<br />
PENDAHULUAN<br />
A. Latar Belakang<br />
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan fakta dalam kehidupan siswa. CTL lebih menekankan pada rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Rencana kegiatan tersebut berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajari. Pembelajaran kontekstual lebih mementingkan strategi belajar bukan hasil belajar. Pembelajaran kontekstual mengharapkan siswa untuk memperoleh materi pelajaran meskipun sedikit tetapi mendalam bukan banyak tetapi dangkal.<br />
Pembelajaran kontekstual mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Komponen dalam pembelajaran kontekstual adalah konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian yang sebenarnya. Apabila sebuah kelas menerapkan ketujuh komponen di atas dalam proses pembelajaran, maka kelas tersebut telah menggunakan model pembelajaran kontekstual.<br />
Penggunaan CTL dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas dapat menarik perhatian siswa karena CTL memiliki berbagai komponen sehingga<br />
pembelajaran tidak membosankan. Menurut Suyanto (2003:1) CTL dapat membuat siswa terlibat dalam kegiatan yang bermakna yang diharapkan dapat membantu mereka mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan konteks situasi kehidupan nyata. Pembelajaran dengan peran serta lingkungan secara alami akan memantapkan pengetahuan yang dimiliki siswa. Belajar akan lebih bermanfaat dan bermakna jika seorang siswa mengalami apa yang dipelajarinya bukan hanya sekedar mengetahui. Belajar tidak hanya sekedar menghafal tetapi siswa harus dapat mengonstruksikan pengetahuan yang dimiliki dengan cara mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki pada realita kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pengembangan CTL dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis baik dari segi berbahasa maupun bersastra akan membuat pembelajaran lebih bervariasi.<br />
Dalam proses belajar di kelas, siswa dibiasakan untuk saling membantu dan berbagi pengalaman dalam kelompok masyarakat belajar (learning community). Dalam proses belajar, guru perlu membiasakan anak untuk mengalami proses belajar dengan melakukan penemuan dengan melakukan pengamatan, bertanya, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data analisis data, dan menarik kesimpulan (inquiry). Seluruh proses dan hasil belajar diukur dengan berbagai cara dan diamati dengan indikator yang jelas (outhentic assessment). Setiap selesai pembelajaran guru wajib melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran (refleksion).<br />
Berdasarkan paparan di atas CTL merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif diterapkan pada proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di<br />
kelas. Oleh karena itu, topik penerapan CTL dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia perlu dipaparkan lebih lanjut.<br />
B. Rumusan Masalah<br />
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.<br />
(1) Apa pengertian pendekatan kontekstual (CTL)?<br />
(2) Apa karakteristik Contextual Teaching and Learning?<br />
(3) Apa saja komponen Contextual Teaching and Learning?<br />
(4) Bagaimana penerapan Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia?<br />
C. Tujuan<br />
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.<br />
(1) Menjelaskan pengertian pendekatan kontekstual (CTL).<br />
(2) Menjelaskan karakteristik Contextual Teaching and Learning.<br />
(3) Menjelaskan komponen-komponen Contextual Teaching and Learning.<br />
(4) Menjelaskan penerapan Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.<br />
BAB II<br />
PENDEKATAN KONTEKSTUAL<br />
(CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)<br />
Pendekatan kontekstual merupakan suatu pendekatan yang membantu guru mengaitkan isi materi pelajaran dengan keadaan dunia nyata. Pembelajaran ini memotivasi siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas, dan penerapannya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, serta sebagai anggota masyarakat.<br />
A. Pengertian Pendekatan Kontekstual (CTL)<br />
CTL adalah salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh The Washington State Consortium for Contextual Teaching and Learning, yang melibatkan 11 perguruan tinggi, 20 sekolah, dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan di Amerika Serikat. Salah satu kegiatan dari konsorsium tersebut adalah melatih dan memberi kesempatan kepada para guru dari enam propinsi di Indonesia untuk mempelajari pendekatan kontekstual di Amerika Serikat (Priyatni, 2002:1).<br />
Pendekatan kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh<br />
komponen utama pembelajaran afektif, yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian yang sebenarnya (Nurhadi, 2002:5).<br />
Johnson (dalam Nurhadi, 2002:12) merumuskan pengertian CTL sebagai suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sistem CTL, akan menuntun siswa ke semua komponen utama CTL, yaitu melakukan hubungan yang bermakna, mengerjakan pekerjaan yang berarti, mengatur cara belajar sendiri, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif, memelihara atau merawat pribadi siswa, mencapai standar yang tinggi, dan menggunakan penilaian sebenarnya.<br />
Pendekatan CTL menurut Suyanto (2003:2) merupakan suatu pendekatan yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam berbagai macam mata pelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.<br />
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar pada saat guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mengonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sehari-hari.<br />
B. Karakteristik Contextual Teaching and Learning<br />
Menurut Johnson (dalam Nurhadi, 2002:14) terdapat delapan utama yang menjadi karakteristik pembelajaran kontekstual, yaitu (1) melakukan hubungan yang bermakna, (2) mengerjakan pekerjaan yang berarti, (3) mengatur cara belajar sendiri, (4) bekerja sama, (5) berpikir kritis dan kreatif, (6) mengasuh atau memelihara pribadi siswa, (7) mencapai standar yang tinggi, dan (8) menggunakan penilaian sebenarnya.<br />
Nurhadi (2003:20) menyebutkan dalam kontekstual mempunyai sebelas karakteristik antara lain yaitu (1) kerja sama, (2) saling menunjang, (3) menyenangkan, (4) belajar dengan bergairah, (5) pembelajaran terintegrasi, (6) menggunakan berbagai sumber, (7) siswa aktif, (8) sharing dengan teman, (9) siswa aktif, guru kreatif, (10) dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor, dan lain-lain, serta (11) laporan kepada orang tua bukan hanya rapor, tetapi hasil karya siswa, laporan hasil praktikum, karangan siswa, dan lain-lain.<br />
Priyatni (2002:2) menyatakan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan dengan CTL memiliki karakteristik sebagai berikut.<br />
(1) Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang autentik, artinya pembelajaran diarahkan agar siswa memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dalam<br />
konteks nyata atau pembelajaran diupayakan dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real life setting).<br />
(2) Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning).<br />
(3) Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (learning by doing).<br />
(4) Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (learning in a group).<br />
(5) Kebersamaan, kerja sama saling memahami dengan yang lain secara mendalam merupakan aspek penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (learning to knot each other deeply).<br />
(6) Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, kreatif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to York together).<br />
(7) Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan (learning as an enjoy activity).<br />
C. Komponen Contextual Teaching and Learning<br />
Pembelajaran kontekstual (CTL) memiliki tujuh komponen utama, yaitu sebagai berikut.<br />
(1) Konstruktivisme (construktivism)<br />
Konstruktivisme merupakan landasan filosofi pendekatan CTL yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit dan tidak sekonyong-<br />
konyong). Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mengingat pengetahuan. Konsep konstruktivisme menuntut siswa untuk dapat membangun arti dari pengalaman baru pada pengetahuan tertentu.<br />
Priyatni (2002:2) menyebutkan bahwa pembelajaran yang berciri konstruktivisme menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif, kreatif, dan produktif dari pengalaman atau pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman belajar yang bermakna. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Siswa harus mengonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.<br />
(2) Inkuiri (inquiry)<br />
Menemukan merupakan strategi belajar dari kegiatan pembelajaran kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apa pun materinya.<br />
Inkuiri adalah siklus proses dalam membangun pengetahuan yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Inkuiri diawali dengan pengamatan untuk memahami konsep atau fenomena dan dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan. Priyatni (2002:2) menjelaskan bahwa inkiri dimulai dari kegiatan mengamati, bertanya, mengajukan dugaan sementara (hipotesis), mengumpulkan data, dan merumuskan teori sebagai kegiatan terakhir.<br />
(3) Bertanya (questioning)<br />
Bertanya merupakan keahlian dasar yang dikembangkan dalam pembelajaran CTL. Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa, kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inkuiri, yaitu menggali informasi, mengonfirmasikan apa yang sudah diketahuinya, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui.<br />
Konsep ini berhubungan dengan kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan sebagai wujud pengetahuan yang dimiliki. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.<br />
(4) Masyarakat belajar (learning commnunity)<br />
Masyarakat belajar merupakan penciptaan lingkungan belajar dalam pembelajaran kontekstual (CTL). Masyarakat belajar adalah kelompok belajar yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Aplikasinya dapat berwujud dalam pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas, atau belajar dengan teman-teman lainnya. Belajar bersama dengan orang lain lebih baik dibandingkan dengan belajar sendiri.<br />
Konsep masyarakat belajar menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari berbagi pengalaman antarteman, antarkelompok, dan antara yang tahu ke yang tidak tahu. Pembelajaran kontekstual dilaksanakan dalam kelompok-kelompok belajar yang anggotanya heterogen sehingga sehingga akan terjadi kerja sama antara siswa yang pandai dengan siswa yang lambat. Kegiatan masyarakat belajar difokuskan pada aktivitas berbicara<br />
dan berbagai pengalaman dengan orang lain. Priyatni (2002:3) menyebutkan bahwa aspek kerja sama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik adalah tujuan pembelajaran yang menerapkan learning community.<br />
(5) Pemodelan (modelling)<br />
Model merupakan acuan pencapaian kompetensi dalam pembelajaran kontekstual. Konsep ini berhubungan dengan kegiatan mendemonstrasikan suatu materi pelajaran agar siswa dapat mencontoh atau agar dapat ditiru, belajar atau melakukan dengan model yang diberikan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model, siswa juga dapat berperan aktif dalam mencoba menghasilkan model.<br />
Priyatni (2002:3) menyatakan bahwa kegiatan pemberian model bertujuan untuk membahasakan gagasan yang kita pikirkan, mendemonstrasikan bagaimana kita menginginkan para siswa untuk belajar, atau melakukan apa yang kita inginkan agar siswa melakukannya.<br />
(6) Refleksi (reflction)<br />
Refleksi merupakan langkah akhir dari belajar dalam pembelajaran kontruktivisme. Konsep ini merupakan proses berpikir tentang apa yang telah dipelajari. Proses telaah terhadap kejadian, aktivitas, dan pengalaman yang dihubungkan dengan apa yang telah dipelajari siswa, dan memotivasi munculnya ide-ide baru. Refleksi berarti melihat kembali suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman dengan tujuan untuk mengidentifikasi hal yang telah diketahui, dan hal yang belum diketahui. Realisasinya adalah pertanyaan langsung tentang apa-apa yang<br />
diperolehnya hari itu, catatan di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu.<br />
Priyatni (2002:3) menjelaskan bahwa kegiatan refleksi adalah kegiatan memikirkan apa yang telah kita pelajari, menelaah, dan merespons semua kejadian, aktivitas, atau pengalaman yang terjadi dalam pembelajaran, dan memberikan masukan-masukan perbaikan jika diperlukan.<br />
(7) Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment)<br />
Penilaian yang sebenarnya merupakan proses pengumpulan berbagai data dan informasi yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran kontekstual, penilaian ditekankan pada proses pembelajarannya, maka data dan informasi yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajarannya.<br />
Penilaian yang sebenarnya merupakan tindakan menilai kompetensi siswa secara nyata dengan menggunakan berbagai alat dan berbagai teknik tes, portofolio, lembar observasi, unjuk kerja, dan sebagainya. Prosedur penilaian yang menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa secara nyata. Penilaian yang sebenarnya ditekankan pada pembelajaran yang seharusnya membantu siswa agara mamapu mempelajari sesuatu, bukan hanya memperoleh informasi pada akhir periode. Kemajuan belajar siswa dinilai bukan hanya yang berkaitan dengan nilai tetapi lebih pada proses belajarnya.<br />
D. Penerapan Contextual Teaching and Learning dalam Pembelajaran<br />
Bahasa dan Sastra Indonesia<br />
Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan menanamkan bekal keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia bukan hanya memberikan pengetahuan. Pembelajaran bahasa Indonesia harus dibuat semenarik mungkin agar siswa antusias mengikuti proses belajar mengajar. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia menghendaki sebuah proses pragmatik, bukan teoritik belaka. Pembelajaran yang memanfaatkan CTL sangat diperlukan.<br />
Menurut Endraswara (2003:58) pendekatan kontekstual memang cukup strategis karena menghendaki (1) terhayati fakta yang dipelajari, (2) permasalahan yang akan dipelajari harus jelas, terarah, rinci, (3) pragmatika materi harus mengacu pada kebermanfaatan secara konkret, dan (4) memerlukan belajar kooperatif dan mandiri.<br />
Penerapan CTL dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada aspek membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis baik dari segi berbahasa maupun bersastra dipaparkan sebagai berikut.<br />
(1) Penerapan CTL dalam Pembelajaran Membaca<br />
Membaca menurut Komaruddin (2005:21) adalah mengeja atau melafalkan apa yang tertulis atau melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Membaca merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Kegiatan membaca tersusun dari empat komponen, yaitu strategi, kelancaran, pembaca, dan teks.<br />
Dalam pembelajaran membaca, guru dapat menciptakan masyarakat belajar di kelas. Masyarakat belajar berfungsi sebagai wadah bertukar pikiran, bertukar<br />
informasi, tanya jawab tentang berbagai permasalahan belajar yang dihadapi, dan pada akhirnya dicari solusi tentang permasalahan tersebut.<br />
Guru seharusnya menjadi model yang mendemonstrasikan teknik membaca yang baik di kelas. Guru juga harus memonitor pemahaman siswa. Memonitor pemahaman penting untuk mencapai sukses membaca. Salah satu hal yang terkait dalam proses memonitor ini adalah kemampuan siswa dalam mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan guru. Guru harus seimbang baik posisinya sebagai pendamping siswa maupun pengembang keterampilan siswa dalam pemahaman bacaan.<br />
(2) Penerapan CTL dalam Pembelajaran Berbicara<br />
Berbicara merupakan salah satu kompetensi dasar yang berusaha mengungkapkan gagasan melalui bahasa lisan. Berbicara merupakan kegiatan menghubungkan antara semata dengan kepercayaan diri untuk tampil mengungkapkan gagasan. Suasana kelas memiliki peran dalam pembelajaran berbicara.<br />
Pembelajaran di kelas dapat menggunakan teknik belajar dalam konteks interaksi kelompok (cooperating). Guru membuat suatu kelompok belajara (learning community). Dalam komunitas tersebut siswa berusaha untuk mengutarakan pikirannya, berdiskusi dengan teman. Konsep dasar dalam teknik ini adalah menyatukan pengalaman-pengalamn dari masing-masing individu. Teknik ini memacu siswa untuk berkomentar, mengungkapkan gagasannya dalam komunitas belajar. Tahap pertama, siswa diberikan peluang untuk berbicara. Apabila terdapat<br />
kesalahan penggunaan bahasa, guru dapat memberikan pembenaran selanjutnya. Menumbuhkan keterampilan berbicara, dimulai dengan menumbuhkan kepercayaan diri pada diri siswa.<br />
Prinsip CTL memuat konsep kesalingbergantungan para pendidik, siswa, masyarakat, dan lingkungan. Prinsip tersebut memacu siswa untuk turut mengutarakan pendapat dalam memecahkan masalah. Prinsip diferensiasi dalam CTL membebaskan siswa untuk menjelajahi bakat pribadi, membebaskan siswa untuk belajar dengan cara mereka sendiri. CTL merupakan salah satu alternatif pembelajaran inovatif, kreatif, dan efektif.<br />
Keterampilan berbicara menggunakan bentuk penilaian berupa unjuk kerja. Siswa diberikan instrumen yang dapat membuatnya berbicara atau berkomentar. Berpidato, menceritakan kembali, berkomentar, bertanya merupakan salah satu kegiatan dalam berbicara. Penilaian yang dilakukan guru harus sesuai dengan fakta di kelas. Siswa yang pandai berbicara layak mendapatkan nilai tinggi dalam kompetensi berbicara dibandingkan siswa yang frekuensi berbicaranya rendah.<br />
(3) Penerapan CTL dalam Pembelajaran Mendengarkan<br />
Mendengarkan adalah proses menangkap pesan atau gagasan yang disampaikan melalui ujaran. Keterampilan mendengarkan membutuhkan daya konsentrasi lebih tinggi dibanding membaca, berbicara, dan menulis. Ciri-ciri mendengarkan adalah aktif reseptif, konsentratif, kreatif, dan kritis. Pembelajaran mendengarkan dalam CTL mengharuskan guru untuk membiasakan siswanya untuk<br />
mendengarkan. Mendengarkan dapat melalui tuturan langsung maupun rekaman. Kemudian siswa diberikan instrumen untuk menjawab beberapa pertanyaan.<br />
Teknik-teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui perkembangan siswa pada keterampilan mendengarkan dapat menggunakan teknik observasi. Observasi dilakukan guru dengan melihat dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan menyimak siswa. Proses perekaman dapat dilakukan guru menggunakan buku atau lembar observasi untuk siswa. Rekaman observasi ini berisi perilaku siswa saat pembelajaran menyimak berlangsung dan pembelajaran keterampilan yang lain.<br />
Teknik kedua adalah dengan portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa dalam satu periode waktu tertentu, misalnya satu semester yang menggambarkan perkembangan siswa dalam keterampilan menyimak. Data yang didapat dari portofolio digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar menyimak siswa.<br />
Teknik ketiga adalah jurnal dalam mendengarkan. Jurnal digunakan untuk merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipahami, perasaan siswa terhadap pembelajaran menyimak, kesulitan yang dialami atau keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang dipelajari. Jurnal dapat berupa diary, atau catatan siswa yang lain.<br />
(4) Penerapan CTL dalam Pembelajaran Menulis<br />
Menulis merupakan penyampaian gagasan dalam bentuk bahasa tulis. Salah satu keterampilan pembelajaran menulis adalah pembelajaran menulis kreatif.<br />
Keterampilan menulis kreatif bukan hanya berpusat pada guru sebagai informan melainkan siswa sendiri yang harus berperan aktif dalam pembelajaran. Guru hanya memberikan instruksi kepada siswa untuk membuat karangan kreatif tanpa ada penguatan sebelumnya.<br />
Salah satu tujuan pembelajaran kontekstual adalah mempertemukan konsep-konsep yang dipelajari di dalam ruang kelas dengan kenyataan aktual yang dapat dipahami dengan konsep-konsep teoretis itu dalam kenyataan lingkungan terdekatnya. Guru seharusnya dapat memberikan ruang bebas untuk siswa agar dapat mengungkapkan gagasannya, tanpa perlu dibatasi. Komponen CTL berwujud refleksi adalah berusaha untuk menghubungkan apa yang telah dipelajari dengan realitas sehari-hari siswa. Instrumen yang diberikan guru dapat berupa pemberian tugas menuliskan kegiatan sehari-hari dalam sebuah diary yang pada nantinya dapat dijadikan sebuah dokumen portofolio. Isi diary adalah tentang apa yang dipelajari hari itu, permasalahan apa yang dihadapi, serta proses pencarian jawaban tentang permasalahan tersebut. Setelah siswa menulis diary dalam periode tertentu, guru dapat melakukan penilaian tentang tulisan siswa tersebut dan pada akhirnya ditentukan keputusan siswa tersebut telah dapat memenuhi kompetensi atau belum.<br />
Seorang guru yang memiliki kompetensi memadai seharusnya dapat melakukan penilaian secara autentik tentang kegiatan menulis siswanya. Penilaian yang sebenarnya adalah penilaian berbasis siswa. Penilaian guru tentang kegiatan menulis siswa harus sesuai dengan kompetensi siswa yang sesungguhnya. Guru harus membuat rubrik penilaian yang dapat mencakup semua aspek yang akan dinilai. Sebelum membuat rubrik, guru harus dapat membuat instrumen yang mudah<br />
dimengerti oleh siswa, dan instrumen yang dapat membuat siswa berpikir kritis dan kreatif. Instrumen menulis yang dibuat guru harus dapat memfasilitasi siwa untuk menulis kreatif.<br />
BAB III<br />
PENUTUP<br />
Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang mengaitkan materi yang diajarkan dengan realitas dunia siswa sehingga siswa dapat membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya. Pembelajaran bahasa bukan hanya memberikan pemahaman berupa definisi melainkan siswa dituntut untuk dapat menemukan pengetahuannya sendiri. Guru harus memiliki strategi yang memacu siswa untuk dapat berpikir kritis dan kreatif.<br />
Implementasi CTL pada pembelajaran membaca, berbicara, menulis, dan mendengarkan dapat membuat pembelajaran lebih kreatif, dan menuntut siswa untuk lebih berpikir kritis. Artinya siswa dipacu untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari. Guru harus dapat menjadi model pada kompetensi tertentu, sehingga siswa mendapatkan contoh atau model untuk mengambangkan konsep yang didapat.<br />
Pembelajaran bahasa Indonesia dengan metode CTL akan membuat pembelajaran semakin menarik dan kreatif tanpa menghilangkan tujuan pembelajaran. Guru seharusnya dapat menciptakan berbagai strategi pembelajaran yang inovatif sehingga siswa semakin berantusias mengikuti pembelajaran. Kerja<br />
sama yang baik antara para pelaksana pendidikan dengan masyarakat akan memperlancar proses pendidikan.<br />
DAFTAR RUJUKAN<br />
Endraswara, Suwardi. 2003. Membaca, Menulis, mengajarkan Sastra. Yogyakarta: Kota Kembang.<br />
Komaruddin, Erien. 2005. Panduan Kreatif Bahasa Indonesia. Bogor: Yudhistira.<br />
Nurhadi, dkk. 2002. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.<br />
Priyatni, Endah Tri. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Pembelajaran Konteksual. Makalah disajikan dalam Semlok KBK dan Pembelajarannya di SMAN 2 Jombang. Malang: Universitas Negeri Malang.<br />
Priyatni, Endah Tri. 2002. Penerapan Konsep dan Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran dan Pembelajaran Kontekstual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Kumpulan Materi TOT CTL Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Lanjutan Tingkat pertama. Jakarta: Depdiknas.<br />
Suyanto, Kasihani E. 2003. Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual. Makalah disajikan dalam Penataran Terintegrasi, AA dalam CTL. Malang: Universitas Negeri Malang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurul071644249.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurul071644249.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurul071644249.wordpress.com&amp;blog=10280820&amp;post=108&amp;subd=nurul071644249&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurul071644249.wordpress.com/2010/06/06/pendekatan-kontekstual-contextual-teaching-and-learningdalam-pembelajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1284c1db3d95e974b43b9237886f0491?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurul071644249</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
